Drs. Asril Marjohan,MA .
Unknown Affiliation

Published : 84 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

THE USE OF PARTS STRATEGY IN IMPROVING STUDENTS’ READING COMPETENCY OF XI IPA 7 CLASS IN SMA NEGERI 6 DENPASAR IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Ni Made Rahayuni; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa melalui penggunaan strategi PARTS sebagai strategi mengajar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 7 SMA Negeri 6 Denpasar yang terdiri atas 39 siswa, 20 laki-laki dan 19 perempuan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus.Masing-masing siklus terdiri atas tiga sesi, di mana dua sesi digunakan untuk mengimplementasikan strategi PARTS dan satu sesi digunakan untuk mengevaluasi siswa. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan buku harian peneliti, tes, dan kuisioner. Kemudian data tersebut dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Masalah yang muncul ditemukan dari hasil pre-test. Hasil pre-test menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa 58.33 dan hanya 12,82% dari seluruh siswa yang mampu mencapai standar kentuntasan minimum yang disyaratkan sekolah, yaitu 75. Setelah siswa diberikan perlakuan dengan strategi PARTS di siklus pertama, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 70,51 dan 61,51% dari jumlah siswa mampu mencapai standar ketuntasan minimum. Sedangkan siswa yang masih menghadapi masalah dalam membaca dapat dibantu dalam siklus kedua. Nilai rata-rata siswa dalam tes membaca di siklus kedua adalah 79,87 dan seluruh siswa mampu mencapai standar ketuntasan minimum. Peningkatan nilai siswa tersebut menunjukkan bahwa pengimplementasian strategi PARTS dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa. Kata Kunci : strategi PARTS, kemampuan membaca, Penlitian Tindakan Kelas This study was aimed at improving students’ reading competency through the use of PARTS strategy. The subjects of this study were XI IPA 7 students of SMA Negeri 6 Denpasar which consisted of 39 students that included 20 females and 19 males. This research was in the form of classroom based action research which was conducted in two cycles. Each cycle consisted of three sessions, in which two sessions were intended for implementing the PARTS strategy and one session was intended for evaluating the students. The data were collected by using researcher’s diary, test and questionnaire. Then the data were analyzed quantitatively and qualitatively. The existing problem was found from the result of pre-test. It was showed that the mean score was 58.33 and there were only 12.82% of the students could pass the standard passing score required by the school, which is 75. After the students were given the treatment of PARTS strategy in the first cycle, the mean score increased to 70.51 and 61.51% of the students could pass the standard passing score. Meanwhile reading problem that still faced by the rest of students could be overcome on cycle II. The mean score of reading test on cycle II was 79.87 and all of the students could pass the standard passing score. That improvement showed that the implementation of PARTS strategy can successfully improve students’ reading competency. keyword : PARTS strategy, reading competency, Classroom based Action Research
A Study of Code Switching Used by English Teachers as a Strategy for Teaching EFL Students at SMP N 3 Mendoyo ., Gusti Ayu Putu Shintia Anggrakusuma; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6093

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis alih kode yang digunakan oleh guru bahasa Inggris sebagai strategi untuk mengajar bahasa Inggris untuk bahasa asing siswa kelas VIII di SMP N 3 Mendoyo tahun akademik 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Inggris yang mengajar siswa kelas delapan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sebagai instrument utama, dan panduan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga jenis alih kode yang digunakan oleh guru yaitu,alih kode Inter-personal (35,1%) alih kode inter-sentential (33,8%) dan, alih kode intra-sentential (31,2%). Ada lima fungsi alih kode yang digunakan oleh guru bahasa Inggris yaitu, fungsi emphasis ( 36,4%), fungsi clarification (24,4%), fungsi instruction (16,2%), fungsi sosiolinguistics play (13,0%), dan fungsi attention (10,1%). Alasan untuk menggunakan alih kode adalah membantu siswa untuk memahami pelajaran dengan mudah, strategi komunikasi dan pemahaman, membantu guru untuk menarik perhatian siswa, membantu guru untuk memberikan instruksi yang jelas, dan membantu guru untuk membuat sebuah lelucon.Kata Kunci : alih kode, strategi pengajaran, bahasa Inggris sebagai bahasa asing This descriptive qualitative study aimed at analyzing code switching used by the English teachers as a strategy for teaching English for foreign language at eighth grade students at SMP N 3 Mendoyo in the academic year 2015/2016. The subjects of this study were English teachers who taught eighth grade students. This study was descriptive qualitative research. The instruments used in this study were the researcher as main instrument and an interview guide. The result of this study showed that there were three types of code switching used by the teachers. They were inter-personal code switching (35.1%) inter-sentential code switching (33.8%) and, intra-sentential code switching (31.2%,. There were five functions of code switching used by the English teachers. They were emphasis function (36.4%), clarification function (24.4%), instruction function (16.2%),sociolinguistics play function (13.0%), and attention function (10.1%). The reasons for using code switching were helping the students to understand the lesson easily, communication strategy, helping the teacher to attract the students’ attention, helping the teacher to give clear instruction, and helping the teacher to make a joke.keyword : code switching, teaching strategy, English as foreign language
AN ANALYSIS OF TEACHING MATERIALS DEVELOPED BY THE SEVENTH GRADE ENGLISH TEACHERS OF SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., Kadek Meri Puspita; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis materi ajaran Bahasa Inggris yang dikembangkan oleh guru-guru di SMPN 1 Singaraja. Penelitian terkonsentrasi pada strategi yang digunakan oleh guru dalam mengembangkan materi, keterkaitan materi dengan tujuan pembelajaran, serta alasan mengapa guru mengembangkan materi sedemikian rupa. Penelitian ini menggunakan model penelitian deskriptif qualitatif dengan subyek penelitian yaitu guru-guru Bahasa Inggris kelas tujuh di SMPN 1 Singaraja, sementara obyek penelitian ini adalah pengembangan materi Bahasa Inggris kelas tujuh. Data-data yang dibutuhkan dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, serta analisis dokumen. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa (1) kedua guru yang mengajar di kelas tujuh mengembangkan materi mereka dengan menggunakan tiga strategi yakni menggunakan langsung, mengembangkan, dan mengadaptasi materi ajar. Dari ketiga strategi tersebut kebanyakan materi dikembangkan dengan metode adaptasi dengan cara penambahan dan pengurangan konten, modifikasi tugas, serta pengembangan tugas. (2) guru masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan materi berkaitan dengan tujuan pembelajaran pada KI-1 dan KI-2. Guru-guru belum dapat mengembangkan atau membuat materi yang menyisipkan pendidikan karakter di dalamnya. (3) Hasil dari penelitian juga menunjukkan bahwa strategi tersebut digunakan dengan alasan karena materi pembelajaran yang terdapat pada buku paket siswa tidak sesuai dengan kebutuhan siswa serta kontennya dirasa terlalu sederhana dan tidak menantang. Materi pembelajaran yang authentic dan debatable dapat digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan materi pemebelajaran yang lebih baik. Kata Kunci : Kurikulum 2013, Pembelajaran Bahasa Inggris Pengembangan Bahan Ajar, Strategi Pengembangan. This study aimed at analyzing the English learning materials developed by the teachers of SMPN 1 Singaraja. This study concerned with: the strategies used by the teachers in developing learning materials, the relation of the learning material to the learning goals, and the reasons why teachers developed such a kind of material. This study used a descriptive qualitative research design. The subjects of this study were the seventh grade English teachers of SMPN 1 Singaraja and the object of the study was the materials development. The data were collected by doing observation, interviewing, and document analysis. Based on the result of the data analysis it was found that (1) both teachers who taught the seventh grade students developed their learning materials by using three strategies namely adopting, developing, and adapting materials. From the three strategies, most materials were developed by using adaptation strategy in the form of materials addition and deletion, task modification, and task extension. (2) The teachers still had a problem in developing learning materials to achieve the learning goals especially spiritual and social competence. The teachers could not insert or develop character values into their learning materials. (3) The result of the study also revealed that such materials development strategies were used because the materials provided in the course book could not meet the students’ need and the contents were too simple and were not challenging. Authentic and debatable materials can be used as references to develop better learning materials. keyword : Curriculum 2013, English Language Instruction, Development Strategy, Materials Development
AN ANALYSIS OF LEXICO-GRAMMATICAL ERRORS COMMITTED BY THE SEVENTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 2 SINGARAJA IN WRITING DESCRIPTIVE TEXT ., Ida Ayu Putri Riyana Sari; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan kosa kata dan tata bahasa yang dilakukan oleh siswa kelas tujuh di SMP Negeri 2 Singaraja tahun akademik 2013/2014 dalam menulis teks deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua kategori kesalahan pada tulisan siswa. Pada kategori pertama, jumlah kesalahan yang ditemukan adalah 465. Kesalahan-kesalahan tersebut adalah kesalahan ejaan, kesalahan pemilihan kata, kesalahan kata penghubung, kesalahan kata jamak, kesalahan subjek-kata kerja, kesalahan susunan kata, kesalahan bentuk kata kerja, kesalahan artikel, kesalahan kata ganti, dan kesalahan kata depan. Sementara itu, jumlah kesalahan yang ditemukan pada kategori kedua adalah 359. Kesalahan tersebut adalah penghilangan to be, penghilangan artikel, penghilangan kata depan, penghilangan kata penghubung, penghilangan penanda kepemilikan, penghilangan penanda kata jamak, menandai ganda, penyamaan bentuk, penambahan sederhana, kesalahan bentuk, dan kesalahan susunan kata. Selain itu, hasil analisis juga menemukan bahwa kesalahan - kesalahan siswa tersebut disebabkan oleh kecerobohan siswa, penyamarataan aturan yang berlebihan, salah menerjemahkan, penghidaran aturan, pembelajaran yang kurang dan konsep hipotesis yang salah dari siswa.Kata Kunci : deskriptif teks, kesalahan kosa kata dan tata bahasa, penyebab-penyebab kesalahan This study aimed at analyzing the lexico - grammatical errors committed by the seventh grade students of SMP Negeri 2 Singaraja in the academic year 2013/2014 in writing descriptive text. The result revealed that there were two categories of error found in the students’ writings. In the first category, the total of error found was 465. Those errors were spelling errors, diction error, conjunction error, pluralization error, subject-verb agreement error, word order error, verb error, article error, pronoun error and preposition error. Meanwhile, the total error of the second category was 359. Those errors were omission of to be/copular verb, omission of article, omission of preposition, omission of conjunction, omission of possessiveness, omission of plural maker, double marking, regularization, simple addition, misformation and misordering. In addition, it was also found that the students’ errors were caused by the students’ carelessness, the over-generalization of the rules, the incorrect translation, the avoidance of the rules, the inadequate learning, and the false concept hypothesized.keyword : causes of error, descriptive text, lexico - grammatical error
The Naturalness of Translation in Translating Short Story Entitled "Drupadi" from Indonesian into English ., Ni Luh Putu Vita Dewi; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberterimaan terjemahaan dan menemukan persetanse dari keberterimaan terjemahaan tersebut dalam cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Subjek dalam penelitian ini adalah dua native speakers yang berasal dari native area. Sedangkan, objek dalam penelitian ini yaitu cerita pendek yang berjudul “Drupadi” khususnya kalimat-kalimat yang terdapat dalam kedua versi cerita. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori Larson sebagai teori acuan penelitian untu menganalisis keberterimaan terjemahaan cerita pendek yang berjudul “Drupadi” dari Bahasa Indonesia kedalam Bahasa Inggris. Tterdapat dua cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, yiatu dengan menggunakan checklist dan melakukan interview. Jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 131 kalimat dan data tersebut di analisis secara descriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data yang tergolong dalam tingkat “unnatural” sebanyak 0%, 2.29% untuk data yang tergolong dalam tingkat “less natural”, 13.74% untuk data yang tergolong dalam tingkat “natural”, dan 83.97% untuk data yang tergolong ke dalam tingkat “highly natural”. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa cerita pendek yang berjudul “Drupadi” yang diterjemahkan oleh Tom Hunter dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris tergolong dalam tingkat “highly natural” dan cerita pendek tersebut dalam digunakan sebagai bahan ajar oleh guru yang mengajar bahasa, khususnya dalam bidang terjemahaan. Kata Kunci : terjemahaan, cerita pendek, keberterimaan. This study aimed at analyzing the naturalness of translation and finding the percentage of the naturalness of translation in translating short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The subjects of this study were two native speakers which are come from the native area. Meanwhile, the object of this study was a short story entitled “Drupadi” especially the sentences in both Indonesian and English version. In this study, the researcher used Larson’s theory as the reference of the study in order to analyze the naturalness of translation in short story entitled “Drupadi” from Indonesian into English. The data were obtained by two methods of data collection, namely checklist and interview. The total of the data in this study was 131 sentences and it was analyzed descriptively. The result of this study showed that, 0% of the data is considered to fall into “unnatural” level, 2.29% are considered to fall into “less natural” level, 13.74% of the data belong to the “natural” level, and 83.97% of the data is classified as “highly natural”. Based on the result, it can be concluded that the short story entitled “Drupadi” which has been translated by Tom Hunter from Indonesian into English was in “highly natural” level and it can be used as teaching material for the teacher who teaches language, especially translation. keyword : translation, short story, the naturalness
An Analysis on Communication Strategy Used by Front Office Staff In Puri Saron Baruna Hotel ., Luh Putu Widianingsih; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi berkomunikasi yang digunakan oleh staf front office, tipe dari strategi berkomunikasi yang paling sering digunakan oleh staf ketika berkomunikasi dengan tamu, dan alasan dalam penggunaan strategi tersebut. Data dikumpulkan melakui observasi langsung dan wawancara. Alat perekam, catatan, dan lembar pengamatan juga digunakan dalam pengumpulan data. Data tersebut kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu; (1) Tipe-tipe dari strategi berkomunikasi yang digunakan oleh staf front office adalah message abandonment, topic avoidance, language switch, approximation, word coinage, circumlocution, appeals for assistance, stealing atau time-gaining strategies, non linguistic signals, dan literal translation. (2) Strategi stealing atau time gaining merupakan strategi yang digunakan paling sering oleh staf. (3) Ada beberapa alasan yang menyebabkan para staf menggunakan strategi tersebut seperti untuk memperlancar komunikasi dengan tamu walaupun staf memiliki keterbatasan dalam penguasaan bahasa tertentu, untuk memberikan penekanan terhadap ujaran dari staf, untuk membantu staf dalam menjelaskan sesuatu kepada tamu, dan menghindari kesalahan dalam memberikan informasi.Kata Kunci : staf front office, strategi berkomunikasi The purposes of this study were to investigate the types of communication strategy used by front office staff, the types of communication strategy used most frequently, and the reasons of the staff in using those types of communication strategies. The data was collected through doing direct observation and interview. Besides, mobile recorder, field note, and observational sheet were also used in gaining the data. The data was analysed both qualitatively and quantitatively. The result of this study are: (1) there are ten types of communication strategies utilized by the staff in communicating with the guests, they are message abandonment, topic avoidance, language switch, approximation, word coinage, circumlocution, appeals for assistance, stealing or time-gaining strategies, non linguistic signals, and literal translation. (2) Stealing or time gaining strategy is found as the most frequent strategy used by the staff. (3) There are some factors that cause the staff to apply those strategies such as to make the conversation keep running although the staff have lack of language ability, to give emphasize on staff’s utterances so that the guest understand what the staff said, to help the staff explain something easier to the guests, and to avoid mistakes while giving information to the guests. keyword : communication strategy, front office staff
ANALYZING ENGLISH VOWEL SOUNDS PRODUCED BY SECOND GRADE STUDENTS OF SMA N 1 SUKASADA IN ACADEMIC YEAR 2014 / 2015 ., I Gusti Agung Anom Maruti Putra; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6042

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis suara vocal bahasa inggris yang di ucapkan oleh siswa-siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sukasada. peneliti menunjuk enam belas siswa yang terbaik dalam pelajaran bahasa inggris dari empat kelas. Siswa – siswa mengucapkan dua belas suara vocal dalam bahasa inggris ialah [ i ], [  ], [ e ], [  ], [  ], [  ], [  ], [ u ], [  ], [  ], [  ], and [  ]. Peneliti menganalisis menggunakan software speech analyzer dan software Cambridge Learner Dictionary untuk menentukan suara yang benar. Hasil dari penelitian ini adalah dari dua belas vocal dalam bahasa inggris, siswa – siswa hanya dapat mengucapkan dua suara vocal dalam bahasa inggris diantaranya bahasa inggris vocal [ e ], [ ə ] dan [ u: ], karena mereka terpengaruh oleh bahasa ibunya (first language). This research aimed at to analyze english vowel sounds produced by Second Grade Students of SMA Negeri 1 Sukasada. The researcher chooses sixteen best students in English from four classes. The students produces twelve english vowel sounds such as [ i ], [  ], [ e ], [  ], [  ], [  ], [  ], [ u ], [  ], [  ], [  ], and [  ]. The researcher analyzes the students’ vowel sounds and identifies how the students produced those english vowel sounds are. In this study, the researcher use speech analyzer software to analyze the data and Cambridge advance learner dictionary software to determine the correct sounds. The result of this research showed from twelve english vowel sounds, the students were able to pronounced three English vowel sound correctly, there are English vowel [ e ], [ ə ] and [ u: ], because they still influenced by their mother tongue.keyword : English Sound, English Vowel Sounds
AN ANALYSIS OF CODE MIXING IN FACEBOOK STATUS USED BY 8TH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 1 SERIRIT AND ITS IMPLICATIONS IN LEARNING ENGLISH ., Luh Putu Pipin Dwineta; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis jenis campur kode dalam status facebook digunakan oleh siswa kelas 8 di SMP Negeri 1 Seririt, (2) menganalisis tipe dominan campur kode dalam status facebook, (3) menganalisis alasan siswa dalam menggunakan campur kode, (4) menjelaskan implikasinya dalam belajar bahasa Inggris. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan subjek guru bahasa Inggris dan siswa 8E dan 8F di SMP Negeri 1 Seririt. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini: mengamati, wawancara, dan merekam. Data primer diperoleh melalui facebook status dari sampel penelitian, dan data sekunder diperoleh melalui wawancara. Ada 6 jenis campur kode dalam status facebook digunakan oleh siswa-8 berdasarkan Ho (2007) yaitu: 1) Letter of alphabet 19 kode (13,1%), 2) Short forms: 1 kode (0,6 %), 3) Proper nouns: 2 kode (1,3%), 4) Lexical words: 68 kode (46,8%), 5) Incomplete sentence: 26 kode (17,9%), 6) Single full sentence: 29 kode (20%). Jenis dominan adalah lexical words. Alasan siswa menggunakan campur kode: 1) membantu pengguna facebook lain untuk memahami topik; 3) kebiasan; 4) menunjukkan identitas kelompok mereka; 5) mengutip ungkapan terkenal; 6) membicarakan topik tertentu. Implikasi positif: 1) meningkatkan kosakata bahasa Inggris; 2) menggungkapkan makna. Implikasi negatif: 1) siswa menggunakan pola bahasa Inggris yang tidak sesuai; 2) siswa tidak mampu berkomunikasi secara efektif.Kata Kunci : Campur Kode, Status Facebook, Implikasi dalam Belajar Bahasa Inggris This study aimed at (1) analyzing the types of code mixing in facebook status were used by 8th grade students at SMP Negeri 1 Seririt, (2) analyzing dominant type of code mixing in facebook status, (3) analyzing students’ reasons in using code mixing, (4) describing its implications in learning English. This study was descriptive research with the subjects were English teacher and students of 8E and 8F at SMP Negeri 1 Seririt. The data was obtained through observation and interview. The methods was used in this study were observing, interviewing, and recording. Primary data was obtained through facebook status of the study sample, and secondary data was obtained through interview. There were 6 types of code mixing in facebook status used by 8th students based on Ho‘s (2007) namely: 1) Letter of alphabet: 19 items (13.1%), 2) Short forms: 1 item (0.6%) , 3) Proper nouns: 2 items (1.3%), 4) Lexical words: 68 items (46.8%), 5) Incomplete sentence: 26 items (17.9%), 6) Single full sentence: 29 items (20%). The dominant type was Lexical words. The students’ reasons in using code mixing such as: 1) Helping the other facebook users to understand the topic; 2) student’s habit; 3) Expressing group identity; 4) Quoting the famous expressions; 5) Talking about particular topic. The positive implications such as: 1) Improving English vocabularies; 2) Understanding the meaning of English sentence. The negative implications such as: 1) The students used inappropriate English pattern; 2) The students were not able to communicate effectively. keyword : Code mixing, Facebook Status, Implications in Learning English
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERROR ANALYSIS IN USING SIMPLE PAST TENSE IN WRITING RECOUNT TEXT MADE BY EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP N 1 TEJAKULA ., Komang Adi Arta; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6227

Abstract

This study was a descriptive qualitative research which aimed at analyzing the grammatical error and the source of grammatical errors in writing a recount text. The subjects of this research were the eighth grade students of SMP N 1 Tejakula. The data were presented in the descriptive analysis way and the procedure of the error analysis used according to Dulay et al (1982). The result of the study the highest errors made by the students were in the errors of selection consisting of 172 errors or 71.4%. It was followed by the errors of omission consisting of 48 errors or 19.9%. Then, it was followed by the errors of addition consisting of 14 errors or 5.8% and the lowest errors were the errors of ordering consisting of 7 errors or 2.9%. The data also indicated that the inter-lingual transfer was the highest source of the errors. Based on the result, it can be concluded that the error of selection is the highest error made by the students and inter-lingual transfer is the highest source of error because it was caused by the mother tongue interference. Kata Kunci : Error analysis, simple past tense, recount text Penelitian ini adalah deskriptif qualitative yang bertujuan untuk menganalis kesalahan grammar dan sumber kesalahan dalam menulis teks recount. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas 8 SMP N 1 Tejakula. Data disajikan dengan cara deskriptif analisis dan langkah-langkah yang digunakan untuk menganalisis kesalahan adalah teori dari Dulay et al (1982). Hasil dari penelitian ini menunjukakan bahwa kesalahan tertinggi yang dibuat oleh siswa adalah kesalahan selection yaitu 172 kesalahan atau 71,4 persen. Diikuti oleh kesalahan omission yaitu 48 kesalahan atau 19,9 persen. Kemudian diikuti oleh kesalahan addition yaitu 14 kesalahan atau 5,8 persen. Dan kesalahan yang paling sedikit adalah kesalaan ordering yaitu 7 kesalahan atau 2,9 persen. Data ini juga menunjukkan bahwa Inter-lingual transfer adalah sumber kesalahan tertinggi. Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa kesalahan selection adalah kesalahan yang paling tinggi dibuat oleh siswa dan inter-lingual transfer adalah sumber kesalahan tertinggi karena disebabkan pengaruh dari bahasa ibu.keyword : analisis kesalahan, simpe past tense, teks recount
AN ANALYSIS OF INDONESIAN ENGLISH CODE MIXING USED BY THE CHARACTERS IN THE NOVEL TRILOGY OF JENDELA-JENDELA, PINTU AND ATAP BY FIRA BASUKI ., Fitria Ningtyas; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe-tipe campur kode yang digunakan oleh karakter-karakter pada novel trilogi Jendela-Jendela, Pintu dan Atap karya Fira Basuki. Penelitian ini juga bertujuan untuk menginvestigasi tipe campur kode yang sering digunakan oleh karakter-karakter pada novel trilogi Jendela-Jendela, Pintu dan Atap karya Fira Basuki. Desain penelitian ini adalah desain analisis konten yang mengacu pada segala prosedur sistematis dan objektif dalam pengambilan kesimpulan dengan cara menemukan pesan dari buku-buku atau dokumen-dokumen. Analisis data dilakukan berdasarkan dua kerangka klasifikasi yang diaplikasikan oleh Ho (2007) dan Kannaovakun (2003). Kerangka klasifikasi oleh Ho (2007) terdiri atas huruf abjad (letters of alphabet), bentuk singkat (short forms), kata benda (proper nouns), kata-kata leksikon (lexical words), frase (phrase), kalimat tidak sempurna (incomplete sentence) dan kalimat sempurna (single full sentence). Sementara itu, kerangka klasifikasi yang diaplikasikan oleh Kannaovakun (2003) terdiri dari bentuk singkat (truncation) , hibridisasi (hybridization), konversi (conversion), pergeseran makna (semantic shift), reduplikasi (reduplication) and pergeseran susunan kata (word order shift). Berdasarkan klasifikasi oleh Ho (2007), ditemukan bahwa kata-kata leksikon (lexical words) merupakan tipe campur kode yang memiliki frekuensi terbesar (34%), diikuti oleh kalimat tidak komplit (incomplete sentence) 29 %, frase (16%), kalimat komplit (12%), kata benda (5.8%), dan bentuk singkat (1.7%). Sementara itu, tipe campur kode huruf abjad (letters of alphabet)memiliki frekuensi terendah yaitu sebesar 0.6 %. Di sisi lain, berdasarkan klasifikasi oleh Kannaovakun (2003) ditemukan bahwa tipe pergeseran susunan kata (word order shift)merupakan tipe campur kode yang memiliki persentase tertinggi yaitu sebesar 46 %, kemudian diikuti oleh hibridisasi (33%), konversi (10%), dan bentuk singkat (7.7 %). Sementara itu tipe campur kode pengulangan (reduplication) memiliki persentase terendah yaitu sebesar 2.6 %. Kata Kunci : campur kode, Fira Basuki, novel, trilogi The study aimed to analyze the types of code mixing which are used by the characters of trilogy novel Jendela-Jendela, Pintu and Atap by Fira Basuki. The study also aimed to investigate the types of code mixing which frequently used by the characters of trilogy novel Jendela-Jendela, Pintu and Atap by Fira Basuki. The design of this research was content analysis design which refers to any procedure for drawing conclusion by finding given message from the books or documents systematically and objectively. The analysis of the data was done based on two classification frameworks applied by Ho (2007) and Kannaovakun (2003). Ho’s (2007) classification framework consist of letters of alphabet, short forms, proper nouns, lexical words, phrases, incomplete sentence and single full sentence. Meanwhile, Kannaovakun’s (2003) classification framework comprised truncation, hybridization, conversion, semantic shift, reduplication and word order shift. According to Ho’s (2007) classification framework, it was found that lexical words as the most frequently used code mixing (34%), followed by incomplete sentences (29%), phrases (16%), single full sentences (12%), proper nouns (5.8%), and short forms (1.7%) respectively. Meanwhile, code mixing type letters of alphabet was used at the lowest frequency (0.6%). On the other hand, based on Kannaovakun’s (2003) classification framework, the word order shift was found as the most frequently used (46 %), followed by hybridization (33 %), conversion (10 %), and truncation (7.7 %) respectively. Meanwhile, the nativized feature reduplication was found as the least occurrence at 2.6 %. keyword : code mixing, Fira Basuki, novel, trilogy
Co-Authors Danu Wijaya ., Danu Wijaya Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Made Cipta Dwijaya ., Dewa Made Cipta Dwijaya Drs.Gede Batan,MA . Ery Al Ridho . Fitria Ningtyas . Gusti Ayu Putu Shintia Anggrakusuma ., Gusti Ayu Putu Shintia Anggrakusuma I Gede Bagus Oka Wisnaya ., I Gede Bagus Oka Wisnaya I Gede Budasi I Gede Erlan Cahaya Unggawan . I Gusti Agung Anom Maruti Putra ., I Gusti Agung Anom Maruti Putra I Gusti Ngurah Edy Suwastrawan . I Made Ery Indrawan ., I Made Ery Indrawan I Made Mas Indra ., I Made Mas Indra I Made Suta Wijana Giri . I Putu Edi Sutrisna . I Wayan Suarnajaya I Wayan Wiranata . Ida Ayu Putri Riyana Sari . Ida Bagus Made Widyatmika ., Ida Bagus Made Widyatmika Kadek Era Kusuma Dewi ., Kadek Era Kusuma Dewi Kadek Meri Puspita ., Kadek Meri Puspita Kadek Sonia Piscayanti Komang Adi Arta ., Komang Adi Arta Luh Diah Surya Adnyani Luh Putu Pipin Dwineta . Luh Putu Widianingsih . M.Pd ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. Ni Kadek Widiantari . Ni Komang Arie Suwastini Ni Luh Kade Duwinitia Ningsih ., Ni Luh Kade Duwinitia Ningsih Ni Luh Putu Vita Dewi ., Ni Luh Putu Vita Dewi NI MADE ELIS PARILASANTI . Ni Made Rahayuni . Ni Made Ratminingsih Ni Nengah Suastini . Ni Putu Ari Prananti . Ni Putu Rika Amanda Putri . Ni Putu Risma Listyariani . Ni Wayan Anggi Septya Dianithi ., Ni Wayan Anggi Septya Dianithi Ni Wayan Partini . Ni Wayan Surya Mahayanti Nyoman Karina Wedhanti PIPIT OLVA ANDAYANI . Prof. Dr.I Ketut Seken,MA . Putu Bagus Mahardika . Putu Eka Juniariani ., Putu Eka Juniariani S.Pd. I G A Lokita P Utami .