Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENERAPAN BLENDED LEARNING BERBASIS WHITEBOARD ANIMATION VIDEO TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI 3 BANJAR JAWA SINGARAJA ., Deviana; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta,; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5773

Abstract

PPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Pada penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain penelitian adalah Post Test Only Control Group. Adapun populasi penelitian ini adalah siswa Kelas IV SD Negeri 3 Banjar Jawa Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas IVB dan IVC yang diambil menggunakan teknik sampel rumpun secara acak. Data dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematika yang dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian. Data penelitian kemudian dianalisis menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t_hitung=4,007 dan ttabel = 1,6730 sehingga diperoleh nilai t_hitung>t_tabel maka berdasarkan hal tersebut H_0 ditolak. Hal ini berarti bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini diperkuat oleh fakta-fakta empiris bahwa siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video mendapatkan pengalaman lebih banyak dalam menjawab permasalahan sehingga dapat meningkatkan pengetahuannya. Kata Kunci : Blended Learning, Whiteboard Animation Video, Pemecahan Masalah Matematika This study aimed to determine whether the mathematical problem solving ability of students who took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. The study was a quasi experiment and used a Post Test Only Control Group Research Design. The population of this research was the 4th grade students of SD Negeri 3 Banjar Jawa on the academic year 2014/2015 in Singaraja. The selected sample was the class IVB and IVC, which were taken by using cluster random sampling technique. The data of this research was the mathematical problem solving ability, which was collected by essay test and analyzed using one tail independent t-test with 5% significance level. The results showed that tscore = 4.007 is greater than ttable = 1.6730. It consequently means that the Null Hypothesis must be rejected. It is concluded that the mathematical problem solving ability of students who took blended learning based on whiteboard animation video is better than those who take conventional learning. This conclusion is supported by the empirical finding that students who took blended learning based on whiteboard animation videos had more experience in problem solving activity. This is why those student performed better than their counterpart.keyword : Blended Learning, Whiteboard Animation Video, Mathematical Problem Solving
PENGARUH METODE PEMBERIAN TUGAS DISERTAI UMPAN BALIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SUKASADA ., I Wayan Suardita; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v4i1.6855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas disertai umpan balik segera lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode pemberian tugas disertai umpan balik tunda. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2015/2016, yaitu sebanyak 102 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling untuk mendapatkan satu kelas kontrol dan satu kelas eksperimen. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Skor tes prestasi belajar matematika siswa dianalisis dengan menggunakan uji-t satu pihak yaitu pihak kanan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata skor prestasi belajar kelas eksperimen adalah 80 sedangkan pada kelas kontrol adalah 71,6. Hasil pengujian dengan uji-t diperoleh nilai thitung adalah 2,62471 dan nilai ttabel adalah 1,68488 sehingga, thitung > ttabel. Jadi dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas disertai umpan balik segera lebih baik daripada pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas disertai umpan balik tunda.Kata Kunci : Metode pemberian tugas, umpan balik, prestasi belajar matematika This study is aimed to determine whether the mathematics achievement of students who learned with the method of assignment with immediate feedback is better than the mathematics achievement of students who learned with the method of assignment with delayed feedback. The population of this study were all students of class X SMA Negeri 1 Sukasada 2015/2016 academic year, as many as 102 people. Sampling was done by random sampling techniques to obtain one control group and one experimental group. The research design used in this study is the Post-test Only Control Group Design. Mathematics learning achievement test scores of students were analyzed using one-tailed t-test. Based on the analysis it is obtained that average score of learning achievement experimental class is 80, while the control group was 71.6. Result of testing by t-test, it is obtained that tcount is 2,62471 and the values ttable is 1,68488 so that, tcount > ttable. So it can be concluded that the mathematics achievement of students who learned by using the method of assignment with immediate feedback is better than students achievement who learned by using the method of assignment with delayed feedback.keyword : The method of assignment, feedback, mathematics achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF BERORIENTASI MASALAH MATEMATIKA TERBUKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 3 SINGARAJA ., I Wayan Kumarayasa; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berorientasi masalah matematika terbuka lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian adalah Post Test Only Control Group Design. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 3 yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian dan diberikan di akhir penelitian. Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika dianalisis menggunaan Uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t_hitung=1,86491 >〖 t〗_tabel= 1,68595. Hal ini menjelaskan bahwa H_(0 ) ditolak, yang berarti bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berorientasi masalah matematika terbuka lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini terjadi karena adanya fakta-fakta empiris bahwa siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berorientasi masalah matematika terbuka lebih aktif bertanya, lebih bersemangat dalam memecahkan masalah matematika, dan lebih memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model pembelajaran generatif, masalah matematika terbuka, pemecahan masalah matematika This study was aimed at investigating whether mathematical problem solving ability of students who were taught with generative learning model oriented on open-ended mathematical problem was better than those who were taught with conventional learning model. This study was a quasi experiment and used a Post Test Only Control Group Research Design. The population of this study was all students of XI MIPA class at SMA Negeri 3 Singaraja in the academic year 2015/2016. Cluster random sampling was used as the sampling technique in this study, in which XI MIPA 1 and XI MIPA 3 classes were selected randomly as the samples of the study. Essay test was used to gather the students’ mathematical problem solving ability as the data of this research. One tail independent t-test with 5% significance level was used to analyze the data. The result of the study showed that the tscore = 1,86491 > ttable = 1,68595. Based on the data analysis, it can be concluded that the nul hypothesis was rejected. This means that the students’ mathematical problem solving ability who were taught with generative learning model oriented on open-ended mathematical problem was better than the one of students who were taught with conventional learning model. This result was supported by the findings that the students who were taught with generative learning model oriented on open-ended mathematical problem were more active, enthusiastic, and curious than those who were taught with conventional learning model.keyword : Generative learning model, open-ended mathematical problem, mathematical problem solving
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN ECIRR SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMP ., Kadek Purna Bawa; ., Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.3999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematika siswa, 2) mendeskripsikan proses peningkatan pemahaman konsep matematika siswa, dan 3) mengetahui tanggapan siswa terhadap implementasi model pembelajaran ECIRR. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VII B8 SMP Negeri 6 Singaraja pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 31 orang. Data pemahaman konsep matematika siswa diukur dengan tes esai, proses peningkatan pemahaman konsep matematika siswa diamati dengan lembar observasi dan jurnal harian, dan tanggapan siswa dikumpulkan dengan angket. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 1) Rata-rata nilai pemahaman konsep matematika siswa mengalami peningkatan sebesar 6,90 dari refleksi awal ke siklus I, mengalami peningkatan sebesar 8,90 dari siklus I ke siklus II, dan mengalami peningkatan sebesar 4,58 dari siklus II ke siklus III. 2) rata-rata skor proses pemahaman konsep matematika siswa yaitu 12,57 yang tergolong baik. 3) tanggapan siswa terhadap implementasi model pembelajaran ECIRR adalah positif dengan rata-rata sebesar 56,12Kata Kunci : model pembelajaran ECIRR, pemahaman konsep matematika This research was aimed at: 1) increasing the student’s mathematical concepts understanding, 2) describing the enhancement process of the mathematical concepts understanding, and 3) knowing the student’s responses towards the implementation of ECIRR learning model. This research is a classroom action research which was done in three cycles. The subjects of this research were students of VII B8 class in SMP Negeri 6 Singaraja which altogether consisted of 31 students. Data of the student’s mathematical concepts understanding were collected using essay test, the enhancement process of mathematical concepts understanding was observed using observation sheet, while data of students’ responses were collected using questionnaire. Then, the collected data were analyzed descriptively. The results of this research showed that 1) The average value of student’s mathematical concepts understanding has increased 6.90 from first reflections to the first cycle, increased 8.90 from the first cycle to the second cycle, and increased 4,58 from the second cycle to the third cycle. 2) the average scores of process of student’s mathematical concept understanding was 12.57 which belonged to “good” category, 3) the student’s responses towards the implementation of ECIRR learning model was positive, by the average score was 56.12.keyword : ECIRR learning model, mathematical concepts understanding
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Match Mine Terhadap Partisipasi Belajar dan Kemampuan Penalaran Matematika Siswa SMP ., Ni Made Nur Widowati Rustiana; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si; ., Drs.Djoko Waluyo,M.Sc
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4005

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan partisipasi belajar dan kemampuan penalaran matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe match mine dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan “Post Test Only Control Group Design”. Populasi penelitian ini adalah siswa Kelas VIII Non-unggulan semester genap SMP Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2013/2014, yaitu sebanyak 235 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling dan diperoleh Kelas VIII B1 dan Kelas VIII B6 sebagai sampel. Kelas VIII B1 sebagai kelompok eksperimen dan Kelas VIII B6 sebagai kelompok kontrol. Hipotesis satu dan dua diuji dengan menggunakan uji-t sedangkan hipotesis ketiga diuji dengan uji MANOVA. Diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan partisipasi belajar dan kemampuan penalaran matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe match mine dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe match mine, partisipasi belajar, kemampuan penalaran matematika This research aimed at to know whether there is any difference of learning participation and mathematics reasoning ability between students who were learned using cooperative learning model match mine type and students who were learned using conventional learning model. This research is quasi experiment research with Post-test Only Control Group Design. The population in this research were all non-leading eighth grade students of SMP Negeri 4 Singaraja in the academic year 2013/2014, as many as 235 students. The sample was selected using simple random samply technique and the result was B1 class and B6 class as the sample. The B1 class as experimental group and the B6 class as control group. First and second hypothesis were tested using t-test, meanwhile, the third hypothesis was tested using MANOVA test. The result is there are difference learning participation and mathematics reasoning ability between students who learned by cooperative learning model match mine type with students who learned by conventional learning model.keyword : cooperative learning model match mine type, learning participation, mathematics reasoning ability
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING AND REASONING DENGAN STRATEGI KONFLIK KOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA ., Luh Putu Arya Putri Adnyani; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si; ., Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.4879

Abstract

Penelitian quasi experiment ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem solving and reasoning dengan strategi konflik kognitif terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa.. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post Test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja tahun ajaran 2013/2014 yang tersebar dalam 12 kelas. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIB1 sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VIIB4 sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan tes. Data dianalisis menggunakan uji- satu arah dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran problem solving and reasoning dengan strategi konflik kognitif lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model pembelajaran problem solving and reasoning dengan strategi konflik kognitif memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa.Kata Kunci : kemampuan komunikasi matematika, problem solving and reasoning, strategi konflik kognitif, pembelajaran konvensional This quasi experimental research is aimed at finding out the effect of problem solving and reasoning with conflict cognitive strategy learning model toward student’s mathematics communication ability. The research design used in this study was Post Test Only Control Group Design. The population was seventh grade students of SMP N 6 Singaraja in the academic year of 2013/2014 who were distributed in 12 classes. Cluster random sampling used as a sampling technique. The samples were the students in VIIB1 class as the experiment group and VIIB4 class as the control group. The data were collected by using a test. The data were analyzed using a one-tailed -test with 5% level of significance. The result of data analysis showed that the mathematics communication ability of students who were taught by using problem solving and reasoning with conflict cognitive strategy learning model was higher than those who were taught by using conventional learning model. Thus problem solving and reasoning with conflict cognitive strategy learning model gave a positive contribution toward the student’s mathematics communication ability.keyword : mathematics communication ability, problem solving and reasoning, cognitive conflict strategy, conventional learning
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VII 4 SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) ., Putu Sinta Ari Utami; ., Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan yang optimal pemahaman konsep matematika siswa dan tanggapan siswa kelas VII 4 SMP Laboratorium Undiksha Singaraja yang dicapai melalui model pembelajaran auditory intellectually repetition. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII 4 SMP Laboratorium Undiksha Singaraja pada semester genap tahun ajaran 2015/2016, sebanyak 31 orang. Pada penelitian ini pengumpulan data pemahaman konsep matematika siswa menggunakan tes uraian dan tanggapan siswa menggunakan angket. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan optimal terjadi pada siklus III dengan rata – rata skor mencapai 80,10, daya serap 80,10% dan ketuntasan belajar 77,41%. Pelaksanaan yang optimal terjadi pada siklus III dikarenakan diawal pembelajaran dilakukan pengklarifikasian jawaban siswa oleh guru terkait apersepsi, selama proses pembelajaran guru berusaha secara maksimal memberikan kesempatan kepada siswa menyampaikan kembali konsep dengan bahasa sendiri dan memberikan contoh atau bukan contoh supaya mampu memahami konsep yang diperoleh dengan memberikan motivasi, pendekatan secara langsung, menunjuk siswa secara acak dan memberikan penghargaan yang lebih kepada kelompok siswa yang unggul diakhir pelajaran. Selain itu, tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran auditory intellectually repetition ditinjau dari rata – rata skor tanggapan siswa sebesar 65,06 berada dalam kategori sangat positif karena siswa tertarik dengan adanya diskusi dan pengulangan.Kata Kunci : model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition, pemahaman konsep matematika This research was aimed to know enhancement conceptual understanding of mathematics students and students responses VII 4 grade students of SMP Laboratorium Undiksha Singaraja achieved through Auditory Intellectualy Repetition learning model. The types of this research was classroom action research implemented in three cycles. The research subject was VII 4 grade students of SMP laboratorium Undiksha Singaraja in academic year 2015/2016, as many as 31 students. The data of conceptual understanding of mathematics was collected by test description and students responses was collected by responses questionnaire. Then, the data of conceptual understanding of mathematics and students responses were analyzed by using descriptive analysis. The result showed that conceptual understanding of mathematics had optimal in cycle III with average scores reached 80,10, absorption were 80,10%, and completeness learning were 77,41%. It because in early learning has been clarified answers to students by teacher about apersepsi and during the learning process, teacher was strive providing opportunity for students to describe concepts in their own words and identify or give examples and nonexamples so that understand it with give a motivation, random appointment, and given gift to group of students at the end of the lesson. Other than that, students responses to the Auditory Intellectualy Repetition learning model in terms of the average score of the students respond by 65,06 were in very positive category, because students interested in their discussion and repetition.keyword : Auditory Intellectually Repetition learning model, conceptual understanding of mathematics
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONSEPTUAL INTERAKTIF TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP ., Cok Istri Tirta Parhayani; ., Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.3989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan koneksi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Konseptual Interaktif lebih baik daripada kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) yang menggunakan rancangan penelitian post-test only control group design. Penelitian dilaksanakan di kelas VIII SMP Negeri 2 Sukawati tahun pelajaran 2013/2014 dengan populasi sebanyak 366 siswa yang tersebar ke dalam 9 kelas. Sebelum sampel diambil, dilakukan uji penyetaraan dengan Uji Anava Satu Jalur terhadap populasi tersebut menggunakan nilai raport. Setelah diperoleh bahwa populasi tersebut setara maka dipilih 2 kelas sebagai sampel penelitian dengan teknik random sampling. Data kemampuan koneksi matematis dikumpulkan dengan tes kemampuan koneksi matematis berupa tes uraian yang telah valid dan reliable setelah diujicobakan. Analisis data dilakukan dengan Uji-t dengan melakukan uji prasyarat berupa Uji Normalitas dengan Uji Chi-Square dan Uji Homogenitas dengan Uji-F. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Konseptual Interaktif lebih baik dibandingkan kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division).Kata Kunci : model pembelajaran Konseptual Interaktif, kemampuan koneksi matematis, model pembelajaran kooperatif tipe STAD The purpose of this study was to know what students’ mathematical connection ability that followed interactive conceptual instruction learning model better than students’ mathematical connection ability that followed cooperative instruction learning model STAD (Student Team Achievement Division) type. This experiment is quasi experiment which use post-test only control group design experiment plan. The research was conducted at the 8th grade students of SMP Negeri 2 Sukawati in the academic year 2013/2014 with 366 population number who divided into 9 classes. Before we take the sample, similarity test was done by One Way ANAVA test to the population using report score. After known that the population was similar then chosen 2 classes as experiment sample by random sampling technique. The data of mathematical connection ability was gathered by mathematical connection ability test such as essay which has valid and reliable after trialed. Data analysis was done by T-test with by doing prerequisite test such as Normality Test by Chi-Square Test and Homogeneity Test by F-test. The result of hypothesis test show that students’ mathematical connection ability which learned by interactive conceptual instruction learning model is better than students’ mathematical connection ability which learned by cooperative instruction learning model STAD (Student Team Achievement Division) type. Therefore suggested to the mathematics teachers can implement interactive conceptual instruction learning model at class as one of the learning alternative which contextual.keyword : Interactive Conceptual Instruction learning model, mathematical connection ability, model STAD (Student Team Achievement Division) type
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CLIS TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 SINGARAJA ., Putu Wika Purwani; ., Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5580

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah kemampuan penalaran matematika siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CLIS lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIIA2 sebanyak 33 siswa, siswa kelas VIIA3 sebanyak 35 siswa, siswa kelas VIIB4 sebanyak 36 siswa, dan siswa kelas VIIB5 sebanyak 37 siswa. Kelas VIIA2 dan VIIB4 merupakan kelompok eksperimen dan kelas VIIA3 dan VIIB5 merupakan kelompok kontrol. Kelas-kelas ini ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kemampuan penalaran matematika yang diukur menggunakan instrumen berupa tes penalaran. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t. Hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan penalaran matematika siswa kelas unggulan yaitu kelas VIIA2 dan VIIA3 berturut-turut adalah 22,88 dan 19,74, sedangkan rata-rata skor kemampuan penalaran matematika siswa kelas non unggulan yaitu kelas VIIB4 dan VIIB5 berturut-turut adalah 20,50 dan 16,86. Dari hasil analisis data, pada kelas unggulan diperoleh t_hitung=5,6154 dan t_tabel=1,6683, sedangkan pada kelas non unggulan diperoleh t_hitung=4,7172 dan t_tabel=1,6666. Karena t_hitung>t_tabel, H_0 ditolak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran matematika siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran CLIS lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Kata Kunci : Model CLIS, penalaran matematika This study aimed at investigating whether the mathematical reasoning skills of students grade VII in SMP Negeri 6 Singaraja who were taught by CLIS Learning Model higher than students who were taught by conventional method. The population of this study were all of students grade VII in SMP Negeri 6 Singaraja. The sample of this study were students grade VIIA2 which consists of 33 students, grade VIIA3 which consists of 35 students, grade VIIB4 which consists of 36 students, and grade VIIB5 which consists of 37 students. Students of grade VIIA2 and grade VIIB4 were groups of experiment and students of grade VIIA3 and grade VIIB5 were groups of sample. These grade were determined by cluster sampling teknique. Mathematical reasoning skills was dependent variable of this study that was measured by mathematical reasoning skills test. Data that were obtained then analyzed using t-test. The result of post-test showed that the mean scores of students’ mathematical reasoning skills of special grade VIIA2 and grade VIIA3 were 22,88 and 19,74. The mean scores of students’ mathematical reasoning skills of non special grade VIIB4 and grade VIIB5 were 20,50 and 16,86. From the data analyzed of special grade, obtained t_observed=5,6154 and t_(critical value)=1,6683. The data analyzed of non special grade, obtained t_observed=4,7172 and t_(critical value)=1,6666. Then t_observed>t_(critical value) so that was rejected. Therefore, we can conclude that the mathematical reasoning skills of students grade VII in SMP Negeri 6 Singaraja were taught by CLIS Learning Model higher than students who were taught by conventional method.keyword : CLIS Model, mathematical reasoning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ETH MELALUI PEMBELAJARAN DARING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA Gayatri, Sri Amertha; Suryawan, Putu Pasek; Sugiarta, I Made
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v11i2.26226

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe ETH (Everyone is A Teacher Here) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian Post Test Only Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA di SMAN 3 Singaraja dimana pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh dua kelas sebagai sampel penelitian yaitu kelas X IPA 1 dan X IPA 2. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan komunikasi matematis dalam bentuk tes uraian (essay) dan selanjutnya dianalisis menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai  thit=3,610 >ttabel  =1,995. Dengan demikian H0>  ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe ETH melalui pembelajaran daring lebih tinggi kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe ETH, Kemampuan Komunikasi Matematis
Co-Authors ., Cok Istri Tirta Parhayani ., I Gede Eva Purwanta Wijaya ., I Wayan Dipta Samsidim ., I Wayan Kumarayasa ., Kadek Purna Bawa ., Komang Putra Astrawan ., Made Ayu Rita Budiarweni ., Ni Luh Sudiartini ., Ni Made Nur Widowati Rustiana ., Ni Made Rasminiati ., Ni Made Tyagita Viviana ., Ni Putu Diah Pita Loka ., Putu Sinta Ari Utami A.A. Istri Diah Maharani . A.A. Istri Diah Maharani ., A.A. Istri Diah Maharani Adhiatma, Ida Bagus Kade Agus Adiarta,ST,MT . Andayani, Made Susi Lissia Ardiyanti, N M D Artanayasa, Wayan Arya Melyana Setiawati, Luh Putu Budiarta, I Kadek Dwi CIPTAWATI., L.P.E Cok Istri Tirta Parhayani . Cokorda Dalem Dahana Desak Made Pindari Dwi Putra . Desak Made Pindari Dwi Putra ., Desak Made Pindari Dwi Putra Deviana . Deviana ., Deviana Dewa Ayu Krisna Apriyanti Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra Dewi, N. K. M. S Dewi, Ni Komang Tri Yunita Dian Puspita Putri, Luh Putu Dinasty, Arga Drs.Djoko Waluyo,M.Sc . Gayatri, Sri Amertha Gede Suweken Githa, P. S Gusti Ayu Ari Primandani . Gusti Ayu Ari Primandani ., Gusti Ayu Ari Primandani Gusti Ayu Mahayukti Hadi, Muhtar Syamsul I Gede Eva Purwanta Wijaya . I Gst Putu Sudiarta I Gusti Ngurah Pujawan I Gusti Putu Suharta I Ketut Sudiarta I Komang Aditya Saptayana . I Komang Aditya Saptayana ., I Komang Aditya Saptayana I Made Ardana I Made Candiasa I Made Suarsana I Made Suarsana I Nyoman Gita I PUTU PASEK SURYAWAN I Putu Wisna Ariawan I Wayan Dipta Samsidim . I Wayan Kumarayasa . I Wayan Puja Astawa I Wayan Suardita . I Wayan Suardita ., I Wayan Suardita I Wayan Suastra Ida Bagus Putu Arnyana Ida Bagus Putu Mardana Ida Fitria Kadek Purna Bawa . Komang Putra Astrawan . Kurniawan, I G. D Luh Putu Arya Melyana Setiawati Luh Putu Arya Putri Adnyani . Luh Putu Dian Puspita Putri M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Made Adi Cahya Dewi . Made Adi Cahya Dewi ., Made Adi Cahya Dewi Made Ayu Rita Budiarweni . Maria Ni Made Ilia Yudi Rosita . Maria Ni Made Ilia Yudi Rosita ., Maria Ni Made Ilia Yudi Rosita N M D Ardiyanti Ni Luh Ayu Sarastuti . Ni Luh Ayu Sarastuti ., Ni Luh Ayu Sarastuti Ni Luh Sudiartini . Ni Made Nur Widowati Rustiana . Ni Made Rasminiati . Ni Made Sri Mertasari Ni Made Tyagita Viviana . Ni Nyoman Parwati Ni Putu Anik Ayu Dhana . Ni Putu Anik Ayu Dhana ., Ni Putu Anik Ayu Dhana Ni Putu Diah Pita Loka . Ni Putu Widya Purnamawati Nia Erlina P. S Githa Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si . Putu Pasek Suryawan Putu Sinta Ari Utami . Putu Wika Purwani . Putu Wika Purwani ., Putu Wika Purwani S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sariyasa . Sri Amertha Gayatri SUARSANA, I.M Sugiharni, Gusti Ayu Dessy Suharta, I. G. P Sukawijana, I Komang Gede Suryawan, Putu Pasek Suweken, G Utami, Eka Sulistya