I Wayan Wendra
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 144 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

MODEL KOOPERATIFTIPE STADDALAM PEMBELAJARAN MENULIS FABEL DI KELAS VII SMP NEGERI 2 SERIRIT Ni Putu Eka Mariani; I Wayan Wendra; I Nyoman Yasa
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v9i2.20399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pelaksanaan pembelajaran menulis teks fabel menggunakan Model Kooperatif STAD (2) hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (3)mengetahui respons siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran menggunakan Model Kooperatiftipe STAD. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif dengan subjek guru bahasa Indonesia, siswa kelas VIIdi SMPN 2 Seririt. Objek penelitian ini adalahpelaksanaan,hasil dan respons siswa terhadap Model KooperatifSTAD. Data dikumpulkan dengan metode observasi, dokumentasi dan angket. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan, penyimpulan. Adapun hasil penelitian ialah (1)pelaksanaan pembelajaran model STAD menggunakan 16 langkah, sesuai dengan langkah model tipe STAD (2) hasil belajar siswa mendapat hasil yang baik (83,55)dan (3) kelas VII merespons sangat positifterhadap model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
REPRESENTASI HUKUM DALAM CERPEN HAKIM SARMIN KARYA AGUS NOOR: ANALISIS KONFLIK SOSIAL LEWIS A. COSER Mega Tri Utami; I Wayan Wendra; I Nyoman Yasa
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v9i2.20428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) gambaran konflik hukum di Indonesia, (2) representasi hukum dalam cerpen Hakim Sarmin Karya Agus Noor, dan (3) relevansi fenomena hukum dalam cerpen Hakim Sarmin Karya Agus Noor dalam pembelajaran teks cerpen di SMA. Subjek dalam penelitian ini adalah cerpen Hakim Sarmin karya Agus Noor. Penelitian ini berjenis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Dalam menganalisis data yang sudah dikumpulkan, peneliti menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap analisis data, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.Hasil penelitian ini adalah (1) berita-berita terkait konflik hukum di Indonesia menggambarkan adanya ketidakadilan hukum di Indonesia. Hal tersebut tercermin melalui putusan pengadilan yang berat sebelah. Konflik yang tercermin dalam berita tersebut, yaitu konflik realistis dan konflik nonrealistis. Terdapat satu data konflik realistis dan satu data konflik nonrealistis, (2) cerpen Hakim Sarmin karya Agus Noor merepresentasikan ketidakadilan hukum yang terjadi di Indonesia. Terdapat tujuh data konflik sosial Lewis A. Coser dengan rincian dua data konflik realistis dan lima data konflik nonrealistis, (3) fenomena hukum dalam cerpen Hakim Sarmin karya Agus Noor relevan digunakan sebagai bahan ajar teks cerpen untuk siswa kelas XI SMA, karena memenuhi tiga kriteria aspek pemilihan bahan ajar sastra, yaitu aspek bahasa, psikologi, dan latar belakang budaya.
PEMBELAJARAN PUISI RAKYATPADAPELAKSANAAN KURIKULUM 2013 DI KELAS VIIE SMP NEGERI 1 SUKASADA Gst A A Dyah Puspitasari; Made Astika; I Wayan Wendra
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v9i2.20471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pelaksanaan pembelajaran puisi rakyat pada pelaksanaan Kurikulum 2013 di kelas VIIE SMP Negeri 1 Sukasada, (2) penggunaan teks dalam pembelajaran puisi rakyat pada pelaksanaan Kurikulum 2013 di kelas VIIE SMP Negeri 1 Sukasada, dan (3) penggunaan media dalampembelajaran puisi rakyat pada pelaksanaan Kurikulum 2013 di kelas VIIE SMP Negeri 1 Sukasada. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif.Subjek dalam penelitian ini adalah guru Bahasa IndonesiaSMP Negeri 1 Sukasada. Objek penelitian ini adalah(1) pelaksanaan pembelajaran puisi rakyat pada pelaksanaan Kurikulum 2013,(2) penggunaan teks dalam pembelajaran puisi rakyat pada pelaksanaan Kurikulum 2013 di kelas VIIE SMP Negeri 1 Sukasada, dan (3) penggunaan media dalam pembelajaran puisi rakyat pada pelaksanaan Kurikulum 2013 di kelas VIIE SMP Negeri 1 Sukasada.Data dikumpulkan dengan metode observasidan wawancara (semiterstruktur).Tahapananalisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) pelaksanaan pembelajaran puisi rakyat belum sesuai dengan isi skenario pembelajaran dan Permendikbud No. 81A Tahun 2013, (2) penggunaan teks belum sesuai dengan empat tahapan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks berdasarkan atas aturan Kemendikbud Tahun 2013, (3) penggunaan mediasangat terbatas tidak sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013.
PENGGUNAAN MEDIA TAYANGAN TELEVISI “PADA ZAMAN DAHULU” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENCERITAKAN KEMBALI ISI CERITA FABEL PADA SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 3 MENGWI Ida Ayu Gede Pramiari; I Wayan Wendra; Ni Made Rai Wisudariani
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i1.20541

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk mengetahui (1) langkah-langkah penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” untuk meningkatkan kemampuan menceritakan kembali isi cerita fabel, (2) hasil penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” untuk meningkatkan kemampuan menceritakan kembali isi cerita fabel, (3) respons siswa terhadap penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu”. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas VII B SMP Negeri 3 Mengwi. Pengumpulan data penelitian ini menggunanakan metode (1) observasi, (2) tes, (3) angket, dan (4) wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif-kualitatif dan deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat tiga langkah dalam pembelajaran menceritakan kembali isi cerita fabel yaitu pendahuluan, inti, dan penutup, (2) kemampuan siswa dalam menceritakan kembali isi cerita fabel meningkat dengan perolehan skor rata-rata refleksi awal yaitu 59,35 (kurang), menjadi 70,11 (cukup) pada siklus I dan menjadi 81,41 (baik) pada siklus II, dan (3) siswa memberikan respons sangat positif terhadap penggunaan media tayangan televisi “Pada Zaman Dahulu” untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menceritakan kembali isi cerita fabel dengan skor rata-rata respons siswa 30,88 (positif) pada siklus I menjadi 32,41 (sangat positif) pada siklus II.
PENGGUNAAN METODE PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN DEBAT DI KELAS X SMA NEGERI 1 SAWAN Ni Luh Eka Sumiarti; Ida Bagus Putrayasa; I Wayan Wendra
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i1.20566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penggunaan metode problem solving oleh guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran debat di kelas X (2) respons siswa terhadap penggunaan metode problem solving oleh guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran debat di kelas X (3) kendala guru yang datang dari siswa dalam penggunaan metode problem solving pada pembelajaran debat di kelas X SMA Negeri 1 Sawan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode wawancara. Data dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini ialah (1) penggunaan metode problem solving dalam pembelajaran debat telah memenuhi prosedur, yaitu pada awal pembelajaran guru mampu mengarahkan siswa, pada inti pembelajaran siswa mampu mengikuti debat dengan maksimal, dan pada akhir pembelajaran siswa memperoleh gambaran mengenai metode problem solving dalam debat. (2) respons siswa sebagian besar positif, yakni menyenangi penuh metode problem solving, namun sebagian kecil kurang menyenangi metode problem solving. (3) kendala guru adalah dari segi siswa dan fasilitas. Simpulan penelitian ini adalah (1) penggunaan metode problem solving telah efektif dan sesuai prosedur. (2) respons siswa sebagian besar positif. (3) kendala yang ditemukan oleh guru adalah dari segi siswa dan fasilitas sekolah yang sangat terbatas.
REPRESENTASI NILAI KARAKTER DAN KEARIFAN LOKAL (LOCAL GENIUS) PADA CERPEN SURAT KABAR BALI POST (SEBAGAI DASAR MENENTUKAN CERPEN YANG LAYAK DITERBITKAN) I Wayan Wendra; I Nyoman yasa
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v10i2.29104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah berikut. Bagaimana representasi keberadaan nilai karakter pada cerpen yang termuat pada surat kabar Bali Post? Kearifan lokal apa saja yang dipresentasikan pada cerpen yang termuat pada surat kabar Bali Post? Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah cerpen yang diambil dari surat kabar Bali Post mulai Januari-Maret 2020. Objek penelitiannya adalah representasi keberadaan nilai karakter pada cerpen dan kearifan lokal  yang dipresentasikan pada cerpen.  Data dikumpulkan dengan metode pencatatan dokumen. Data dianalisis dengan metode  induktif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Presentasi keberadaan nilai karakter  pada cerpen  telah mencakup sebagian besar  nilai karakter yang harus ditanamkan kepada anak bangsa dan relevan dengan nilai-nilai karakter yang harus ditanamkan dan sesuai dengan ideologi yang diusung Bali Post yakni Pancasila dan prinsip Ajeg Bali. Nilai karakter yang dipresentasikan  secara berurut sebagai berikut:  nilai tanggung jawab, nilai cinta tanah air, nilai kerja keras, nilai religius, nilai toleransi, nilai bersahabat/komunikatif, nilai semangat kebangsaan, nilai peduli sosial, nilai disiplin,  nilai cinta damai,  nilai mandiri,  nilai peduli lingkungan,  nilai jujur dan nilai kreatif.  Keberadaan nilai karakter  yang mendominasi adalah nilai tanggung jawab dan nilai cinta tanah air. Kearifan lokal yang direpresentasikan dalam cerpen ada lima  yakni: kearifan lokal sebagai pedoman bertindak agar teliti, pedoman bertindak waspada, pedoman berbuat ikhlas, pedoman sikap bertanggung jawab dan  pedoman sikap ingin berprestasi. Keberadaan cerpen yang termuat di Bali Post konsisten dengan idelogi yang diusung yakni Pancasila dan Prinsip Ajeg Bali. Hal in memberi peluang bagi guru dalam memilih materi teks yang autentik dan kontekstual dalam pembelajaran dan bagi dosen pengampu mata kuliah kejurnalistikan untuk pertimbangan pemikiran dalam pembelajaran menulis teks cerpen yang layak dimuat . Juga sebagai  alternatif dasar pertimbangan  dalam memilih teks cerpen yang layak dimuat sesuai dengan ideologi yang diusung sebuah mediaKata Kunci: Representasi, Nilai karakter, Kearifan lokal, Cerpen
PEMBELAJARAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DENGAN METODE COOPERATIVE SCRIPT DI KELAS X IPS 1 Kadek Perayani; Sang Ayu Putu Sriasih; I Wayan Wendra
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v10i2.29133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perencanaan pembelajaran teks laporan hasil observasi dengan metode cooperative script di kelas X IPS 1 SMAN N 3 Singaraja, (2) pelaksanaan pembelajaran teks laporan hasil observasi dengan metode cooperative script di kelas X IPS 1 SMAN 3 Singaraja, (3) evaluasi pembelajaran teks laporan hasil observasi dengan metode cooperative script di kelas X SMAN 3 Singaraja.  Objek penelitian ini yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran dengan metode cooperative script. Subjek penelitian ini  guru bahasa Indonesia di SMAN 3 Singaraja. Rancangan penelitain menggunakan deskripstif kualitatif. Pengumpulan data  menggunakan metode (1) observasi,(2) wawancara, (3) dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran teks laporan hasil observasi dengan metode cooperative script sudah sesuai dengan pembelajaran berdasarkan karakteristik metode cooperative script juga sejalan dengan ketentuan Kurikulum 2013, namun perlu ditambahkan sumber belajar yang sesuai dengan pembelajaran, media pembelajaran seharusnya disesuaikan dengan karakteristik siswa (2) pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan sudah sesuai dengan skenario pembelajaran berdasarkan karakteristik metode cooperative script, namun terdapat hal yang masih luput yaitu apersepsi dan  pemanfaatan alokasi, (3) evaluasi pembelajaran sudah sesuai dengan prinsip metode cooperative script. Namun ada beberapa yang masih luput dari perhatian guru yaitu petunjuk soal dan rentangan skor pada butir soal.Kata Kunci: Pembelajaran Teks laporan hasil observasi, metode Cooperative Script.
Analisis Komponen Teks Berita Karya Siswa Kelas VIII SMP Negeri Satu Atap 1 Tejakula Ni Komang Widya Santi; I Wayan Wendra; I Gede Nurjaya
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v11i2.35282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komponen teks berita karya siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap 1 Tejakula dari segi kelengkapan komponen ADIKSIMBA, dan pola penyusunan komponen ADIKSIMBA. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan subjek teks berita karya siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap 1 Tejakula dan objek adalah komponen teks berita khususnya tentang komponen ADIKSIMBA. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik dokumentasi, dan deskriptif kualitatif digunakan dalam analisis data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dari 46 data yang peneliti analisis, ditemukan 30 (65,21 %) data memenuhi kelengkapan komponen ADIKSIMBA, sedangkan untuk data yang tidak lengkap 16 (34,79%) data. Dari ketidaklengkapan komponen tersebut ditemukan beberapa komponen yang tidak ada yaitu komponen di mana dan bagaimana 1 (2,17 %), komponen mengapa 6 (13,05 %), dan komponen kapan 9 (19,58 %), (2) dari 46 data ditemukan 33 macam pola penyusunan komponen ADIKSIMBA, 5 (10,8%) ABCDEF, 3 (6,52%) ABCEDF, 3(6,52%) ABDCEF, 3(6,52%) ABEDF, 2(4,34%) DABCEF, 2(4,34%) ABCDF, 2(4,34%) ABDCF, dan 26 (56,42%) pola lain-lain.Kata Kunci: Komponen ADIKSIMBA; Teks Berita; Pola ADIKSIMBA.
Pembinaan Majalah Sekolah Gempita Esaba dan Relevansi Terhadap Bahan Ajar Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Bangli Kadek Risma Diyanti; I Wayan Wendra; Ade Asih Susiari Tantri
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 11 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v11i2.36175

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kegiatan pembinaan majalah sekolah Gempita Esaba dan relevansi terhadap bahan ajar Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Bangli. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru pembina, siswa dan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Objek penelitian ini adalah pembinaan majalah sekolah Gempita Esaba dan penggunaannya sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan dokumentasi. Tahap analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan majalah sekolah Gempita Esaba di SMP Negeri 1 Bangli terdapat dua kegiatan, yaitu kegiatan pembinaan anggota baru tim redaksi dengan menggunakan jenis pembinaan meliputi pembinaan orientasi, pembinaan kepribadian, dan pembinaan kecakapan dan kegiatan pembinaan tim reporter dengan menggunakan jenis pembinaan meliputi pembinaan orientasi, pembinaan kepribadian, pembinaan kecakapan dan pembinaan lapangan. Relevansi majalah sekolah dengan bahan ajar dapat dilihat dari naskah teks pada majalah sekolah ditulis oleh siswa dan guru yang mengakibatkan KD di kurikulum selalu muncul sehingga penggunaan majalah sekolah Gempita Esaba sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia yang dilakukan guru meliputi tiga kegiatan yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Penelitian ini direkomendasikan bagi sekolah-sekolah lain agar dijadikan referensi dalam melakukan kegiatan pembinaan majalah sekolah dan penggunaan majalah sebagai bahan ajar.Kata Kunci: Bahan Ajar; Pembinaan Majalah Sekolah.
CITRA PEREMPUAN DALAM SASTRA MODERN (Sebuah Pandangan Feministik pada Dua Pengarang Laki-laki) I Wayan Wendra
Jurnal IKA Vol. 8 No. 1 (2010)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v8i1.153

Abstract

Tujuan pene1itian ini adalah: 1) untuk mengetahui pandangan feministik Marah Rusli dan Sutan Takdir Alisyahbana dalam mencitrakan tokoh utama perem-puan dalam karyanya, dan 2) untuk mengetahui peran tokoh utama perempuan dalam sastra modern. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukanlah penelitian dengan ran-cangan penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dengan teknik pencatatan dokumen dan dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa Tuti adalah seorang perempuan dewasa yang cerdas. Kecerdasan Tuti menuntunnya untuk peduli pada berbagai masalah yang ada di sekitarnya. Dalam memahami hakikat perjuangan emansipasi perempuan, Tuti memilih pergerakan Putri Sedar sebagai wadah aktivitasnya. Melalui Putri Sedar, ia memperjuangkan hak-hak perempuan agar perempuan berperan dalam dunia pengetahuan, ikut mengemudikan negeri, dan dapat bekerja serta memimpin pekerjaan dan perusahaan. Pada citra diri Maria digambarkan bahwa dirinya kurang mempertimbangkan akal dalam memutuskan sesuatu. Pertimbangan Maria yang kurang dalam terhadap sesuatu bukan berarti Maria tidak mempunyai kemampuan sama sekali. Ia juga termasuk orang yang berperan dalam masyarakat. Gagasan yang dikemukakan Siti Nurbaya terkait dengan emansipasi perempuan juga terdapat ide feminisme, yaitu gerakan kaum perempuan agar  mendapat kedudukan yang setara dengan laki-laki dalam segala bidang. Tuti dan Maria diposisikan sebagai perempuan yang memegang peranan dalam bidang kultural dan struktural. Sementara itu, Siti Nurbaya diposisikan sebagai tokoh utama perempuan yang mempunyai cita-cita mulia, yakni emansipasi perempuan. Namun, cita-citanya tersebut belum terwujud karena perempuan pada saat itu dianggap bodoh, mudah diperalat dan dianiaya oleh laki-laki (suami dan masyarakat laki-laki). Inilah yang terjadi pada diri Siti Nurbaya, yang posisinya selalu termarginalkan. Kata-kata kunci: citra perempuan, sastra modern, pandangan feministik
Co-Authors ., Baiq Laily Septiana Anggraini ., I Komang Gede Wahyu Gunawan ., I Made Wisnawa ., I Putu Widhi Astika ., Ida Ayu Gede Pramiari ., Kadek Desy Indah Sari ., Kt Juni Adi Purnawan ., Made Novi Ismayanti ., Made Rospita Pradnya Dewi ., Ni Kadek Ratna Wati ., Ni Ketut Mudiani ., Ni Komang Yuni Tri Antari ., Ni Luh Eka Sumiarti ., Ni Luh Putu Ayu Ariani ., Ni Putu Eva Fransiska Dewi ., Ni Wayan Herayati ., Putu Yoko Andriawan ., Putu Yudi Mahendra ., Safitri Nurul Wahyuni ., Yuniarti Rahmalia Hapsari Aminatuzzahro . Asgav, Irhas Maulana Astika, I Putu Widhi Baiq Laily Septiana Anggraini . Dewi, Kadek Siska Yulia Dewi, Ni Putu Kusma Diyanti, Kadek Risma Drs. I Nyoman Merdhana, M.Pd . Dw.Ayu Made Risna Gde Artawan Gede Gunatama Gst A A Dyah Puspitasari Hilmi, Muhammad Imam I Dewa Gede Budi Utama I Gede Nurjaya I Gusti Ayu Komang Lili Absari . I Gusti Ayu Sinta Ardi Lestari I Kadek Fendy Permana Merta I Kadek Murdika . I Kadek Murdika ., I Kadek Murdika I Ketut Adi Purnawan I Ketut Paramarta I Komang Agus Aryanta . I Komang Gede Wahyu Gunawan . I Made Astika I MADE SUJANA . I Made Wisnawa . I Nengah Martha I Nengah Suandi I Nyoman Yasa I Putu Adi Darmadi . I Putu Adi Darmadi ., I Putu Adi Darmadi I Putu Ari Utama Irawan . I Putu Widhi Astika I Putu Widhi Astika . I Wayan Artika I Wayan Pasek Widiantara . I.B.Made Ludy Paryatna Ida Ayu Gede Pramiari Ida Ayu Gede Pramiari . Ida Bagus Herry Yudha Prawira . Ida Bagus Herry Yudha Prawira ., Ida Bagus Herry Yudha Prawira Ida Bagus Putrayasa Ida Bagus Rai, S.S., M.Pd . Ida Bagus Sutresna Kadek Desy Indah Sari . Kadek Perayani Kadek Risma Diyanti KOMANG TRISNA DEWI . Layinah, Sahlatul Luh Ayu Cinthya Herliyanti . M.Pd Drs. I Nyoman Merdhana . M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . M.Pd S.S. Ida Bagus Rai . Made Astika Made Astika Made Dwi Adipraya . Made Hela Irawadi . Made Novi Ismayanti . Made Rospita Pradnya Dewi . Made Sri Indriani Mariani, Ni Putu Eka Mega Tri Utami Ni Dewi Januria . Ni Kadek Lady Lokita Dewi . Ni Kadek Lady Lokita Dewi ., Ni Kadek Lady Lokita Dewi Ni Kadek Ratna Wati . Ni Kadek Sri Wedari . Ni Ketut Mudiani . Ni Komang Widya Santi Ni Komang Yuni Tri Antari . Ni Luh Eka Sumiarti Ni Luh Eka Sumiarti . Ni Luh Gede Wahyuni Lestari . Ni Luh Putu Ayu Ariani . Ni Made Dwijayanti Rahayu . Ni Made Dwijayanti Rahayu ., Ni Made Dwijayanti Rahayu Ni Made Rai Wisudariani Ni Made Yuliani Warlina . Ni Pt. Yani Puji A. Ni Putu Desy Damayanthi . Ni Putu Eka Mariani Ni Putu Eva Fransiska Dewi . Ni Putu Kusma Dewi Ni Putu Riana Cipta Somantari Ni Wayan Herayati . Ni Wayan Wistari . Ni Wayan Wistari ., Ni Wayan Wistari Noval Amanda Firdaus . Noval Amanda Firdaus ., Noval Amanda Firdaus Nurul Hanifah . Pande Made Denny Sanjaya Paryatna, I.B.Made Ludy Perayani, Kadek Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum . Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd . Puji A., Ni Pt. Yani Puspitasari, Gst A A Dyah Putu Kartika Sari . Putu Kartika Sari ., Putu Kartika Sari Putu Rima Ruspitayanti . Putu Suryani . Putu Wiwin Meliana Dewi . Putu Wiwin Meliana Dewi ., Putu Wiwin Meliana Dewi Putu Yoko Andriawan . Putu Yudi Mahendra . Risna, Dw.Ayu Made S.A. Putu Sriasih Safitri Nurul Wahyuni . Sang Ayu Putu Sriasih Santi, Ni Komang Widya Setiawati, Veronika Ni Ketut Sri Devi Maharani . Sri Devi Maharani ., Sri Devi Maharani Sriasih, S.A. Putu Sumiarti, Ni Luh Eka Tantri, Ade Asih Susiari Thessalonica, Vero Utami, Mega Tri Veronika Ni Ketut Setiawati Wisnu, I Wayan Gede Yuniarti Rahmalia Hapsari .