Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS SUPERPLASTICIZER TERHADAP WORKABILITAS DAN KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER Herwani Herwani; Iswandi Imran; Bambang Budiono; Ivindra Pane; Ediansjah Zulkifli; Elvira Elvira
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v10i2.975

Abstract

Beton Geopolimer merupakan beton yang tersusun dari campuran agregat kasar dan halus tanpa pengikat semen Portland (OPC). Sebagai penggantinya, digunakan pengikat dari bahan yang banyak mengandung silica dan alumina seperti fly ash. Analog dengan beton yang berbasis semen Portland, beton geopolimer juga menjadi kurang sempurna jika campuran beton segar mempunyai konsistensi yang tinggi dan bersifat kental (kaku) sehingga sulit untuk dikerjakan (workabilitas rendah). Penambahan Superplastisizer manjadi salah satu cara untuk meningkatkan workabilitasnya. Dalam makalah ini digunakan superplastisizer yang berbasis naphthalene dengan dosis 0%, 1.5%, dan 2 %. Molaritas larutan NaOH yang digunakan sebagai aktivator alkalin adalah 8 M, 10 M, 12 M, dan 14 M dengan rasio Na2SiO3/NaOH = 1.5. Dari hasil pengujian diketahui bahwa pengaruh superplastisizer yang berbasis naphthalene cukup efektif untuk memperbaiki workabilitas beton geopolymer. Beton segar menjadi lebih encer dan mudah dilakukan pemadatan saat di tuang ke dalam cetakan. Superplastisizer juga mampu meningkatkan kekuatan beton geopolymer namun besaran hanya mencapai 5.42%. Dosis Superplastisizer akan optimum pada persentase 1.5% terhadap berat fly ash dengan kuat tekan mencapai 31.63 MPa dan nilai slump antara 8-10 cm. Molaritas larutan NaOH yang baik untuk rasio Na2SiO3/NaOH = 1.5 adalah 8 M.
The Non Linear Finite Element Model for Characterization of Brick Masonry Infill Wall under Cyclic Lateral Forces B. Budiono; Herwani Herwani
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol. 35 No. 2 (2003)
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/itbj.sci.2003.35.2.4

Abstract

Brick masonries as the infill walls between columns, for some degree of horizontal loading, are capable of resisting the horizontal load as shear walls. The different behavior of the structure due to the existence of the brick masonries in this case will change the stiffness as well as the strength of the structure. Ignoring this contribution of the brick masonries develops a misleading concept and design for the structure. In this study, a mathematical model representing the relationship between uniaxial stress vs. strain and the failure envelope of the infill brick wall masonry is developed. The implementation of the model is expected to be capable for analyzing the behavior of the structures subjected to external load in particular under cyclic loading. The model assumes that the contribution of the infill walls are taken into account for the analysis and the brick material used is considered as a compression dominated material. Analysis was carried out using non-linear discrete finite element method. Eight nodal isoparametric elements are developed representing concrete and brick masonry elements. Steel reinforcement and linkage elements are modeled as three nodal plane truss element. The variables studied in the analysis are degree of energy dissipation and stiffness degradation. The result showed that the model gives satisfactory results. However, some improvement needs to be considered in the linkage element model.
Strength Enhancement, Ductility, and Confinement Effectiveness Index of Fly Ash-based Geopolymer Concrete Square Columns Herwani Herwani; Iswandi Imran; Bambang Budiono; Ediansjah Zulkifli
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 54 No. 4 (2022)
Publisher : Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2022.54.4.11

Abstract

Geopolymer concrete is an environmentally friendly construction material that has the potential to be applied in building structures. It is important to understand the structural behavior of geopolymer concrete. This paper presents an experimental investigation into the performance of structural elements of geopolymer concrete under concentric axial loads. The specimens were twelve square columns with a size of 170 x 170 mm and a height of 480 mm. The study variables were the tie spacing and the compressive strength of unconfined geopolymer concrete (f’c). The test results showed that the increase in f'cc was not as significant as the increase in unconfined concrete compressive strength (f'c). The value of strength enhancement (K) tended to decrease. The column ductility (m) and confinement effectiveness index (Ic) had optimum values. The effect of increasing the tie spacing (s) decreased the K, Ic, and m values of the column. The proposed f’cc formulation for geopolymer concrete is compatible.
ANALISIS PERCEPATAN JADWAL (CRASHING PROJECT) MENGGUNAKAN SISTEM SHIFT DENGAN TRACKING PDM (PRECEDENCE DIAGRAMMING METHOD) (STUDI KASUS : PEMBANGUNAN RUSUN UNIVERSITAS NAHDHATUL ULAMA KALIMANTAN BARAT) Sonny Franata; Herwani Herwani; Rafie Rafie
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.60729

Abstract

Keterlambatan dalam pelaksanaan proyek konstruksi dapat diatasi dengan melakukan percepatan dalam pelaksanaannya agar dapat mencapai target rencana. Dalam hal ini dilakukan percepatan jadwal menggunakan system shift dengan tracking PDM (precedence diagramming method) untuk mengatasi masalah keterlambatan yang tidak sesuai dengan waktu rencana, system yang ditinjau pasti mengalami bengkaknya biaya total hal ini dilakukan supaya pekerjaan dilapangan dalam segi waktu dapat teratasi, untuk mengejar keterlambatan antara waktu actual dan rencana. Kemudian hal yang perlu dilakukan adalah mempercepat waktu proyek dengan biaya yang minimum. Hal ini ditunjukkan dari mencari cost slope tiap kegiatan yang terkecil dan dilakukan percepatan waktu masing-masing kegiatan supaya biaya yang dikeluarkan akibat percepatan tidak begitu besar. Dalam melakukan percepatan jadwal maka yang perlu diketahui yaitu menganalisis waktu dan biaya normal masing-masing kegiatan dengan waktu normal 173 hari dan Normal cost bahan dan Upah yaitu Rp. 3.620.511.290. setelah itu melakukan tracking waktu masing-masing kegiatan dan didapatkan 113 hari dan Crash Cost Upah yaitu Rp.4.301.693.726. sehingga kesimpulannya adalah waktu yang di hasilkan akibat proses percepatan yaitu didapatkan waktu percepatan sesuai dengan perencanaan yang di tetapkan, akan tetapi biaya yang dikeluarkan akibat proses percepatan juga akan mengalami kenaikan sebesar 7,38%.Kata Kunci: Crash Cost, Sistem Shift, Tracking PDM, Waktu Normal.
Perancangan Struktur Beton Bertulang Bangunan Gedung Perkantoran Enam Lantai di Kota Pontianak Insan Ari Maulana; Herwani Herwani; Muhammad Yusuf
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.57487

Abstract

Ditreskrimsus merupakan unsur utama pelaksana pokok di bawah Kapolda. Untuk melaksanakan tugas tersebut dibutuhkan suatu fasilitas berupa gedung perkantoran bertingkat. Ditreskrimsus Kepolisian Daerah Kalimantan Barat pada awalnya telah dibangun gedung tiga lantai dan direncanakan ulang menjadi gedung enam lantai. Gedung perkantoran enam lantai dirancang sesuai SNI 2847-2013, SNI 1727-2013 dan SNI 1726-2012. Kota Pontianak merupakan lokasi gedung yang direncanakan dengan kategori desain seismik B sehingga sistem penahan gaya gempa yang digunakan adalah sistem rangka pemikul momen biasa (SRPMB). Analisis struktur dibantu oleh  program komputer. Pelat lantai dengan ketebalan 12 cm menggunakan tulangan wiremesh M9-150 dari lantai satu hingga lantai atap. Balok yang direncanakan adalah balok induk ukuran 50x70 cm dan balok anak ukuran 40x60 cm. Balok induk menggunakan tulangan longitudinal dan tulangan transversal berdiameter 22 mm dan 12 mm. Balok anak menggunakan tulangan longitudinal dan tulangan transversal berdiameter 19 mm dan 12 mm. Kolom direncanakan berpenampang persegi dengan ukuran 60x60 cm menghasilkan tulangan pakai 16D25. Fondasi yang direncanakan adalah fondasi tiang pancang yang terdiri dari pile cap ukuran 180x180x60 cm dan tiang pancang spun pile dengan diameter 40 cm. Diperoleh tulangan bawah D25-250 dan tulangan atas D19-300 pada pile cap.
ANALISIS KINERJA SIMPANG EMPAT TAK BERSINYAL (STUDI KASUS : PERSIMPANGAN JALAN SOMPAK-JALAN BENGKAYANG-JALAN PONTIANAK-JALAN KAMPUNG BARU, DI KECAMATAN MEMPAWAH HULU KABUPATEN LANDAK DENGAN METODE MKJI 1997) Hermanus, Hermanus; Herwani, Herwani; Mukti, Elsa Tri
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i3.68897

Abstract

 Persimpangan Empat tak bersinyal di simpang Jalan Sompak "“ Jalan Bengkayang "“ Jalan Pontianak, Jalan Kampung Baru di kecamatan Mempawah Hulu kabupaten Landak ini merupakan persimpangan empat lengan yang tak bersinyal dimana pada Jalan ini setiap harinya dilewati berbagai macam kendaraan baik bermotor maupun tidak bermotor seperti sepeda, sepeda motor, angkutan umum pedesaan dan mobil pribadi. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisa kinerja simpang untuk kondisi saat ini. Memproyeksi/prediksi arus lalu` lintas yang melewati simpang pada 5 dan 10 tahun mendatang. Setelah dilakukan analisis menggunakan metode pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 memperlihatkan bahwa kinerja simpang masih dalam kondisi baik dengan derajat kejenuhan (DS) kurang dari 0,85 untuk arus lalu lintas sebanyak 3,083 smp/jam. Pada proyeksi tahun (2022) DSnya sebanyak 0,06 untuk tahun (2027) sebanyak 0,18 dan pada tahun (2032) DSnya sebanyak 0,71, Pada persimpangan Jalan Sompak "“ Jalan Bengkayang - Jalan Pontianak - Jalan Kampung Baru perlu Penambahan rambu arus lalu lintas seperti rambu rambu penunjuk arah di simpang Jalan Sompak"“Jalan Bengkayang-Jalan Pontianak-Jalan Kampung Baru serta, Perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut terhadap kinerja simpang dengan menggunakan metode yang lain.Kata kunci : Derajat kejenuhan (DS), Kapasitas (C), Kinerja simpang dengan menggunakan metode MKJI 1997,   Peluang antrian dan tingkat pelayanan (LOS), Tundaan (D).
PERHITUNGAN STRUKTUR BETON BERTULANG BANGUNAN SEKOLAH TUJUH LANTAI DI KOTA PONTIANAK Salsabila, Putri Najwa; Herwani, Herwani; Faisal, Faisal
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i2.82865

Abstract

Sarana pendidikan yang sangat penting dan harus ada di setiap daerah di Indonesia adalah sekolah. Bangunan sekolah seharusnya dibangun dengan baik agar tingkat pendidikan semakin tinggi. Pada penulisan ini dirancang pembangunan suatu bangunan sekolah tujuh lantai dengan struktur beton bertulang tahan gempa dan berpedoman pada Standar Nasional Indonesia yang sedang berlaku. Analisis struktur pada perancangan ini dilakukan dengan melakukan pemodelan struktur tiga dimensi (3D) menggunakan program komputer Extended Three Dimensional Analysis of Building System (ETABS). Terdapat dua jenis balok yaitu balok B1 (400/800) dan balok B2 (350/700) dengan menggunakan tulangan longitudinal D25 dan tulangan transversal Ø13. Tebal pelat lantai 120 mm menggunakan wiremesh M12. Tebal pelat tangga dan bordes 150 mm dengan tulangan lentur D12 dan tulangan susut dan suhu D10. Dimensi kolom yang digunakan yaitu 700 × 700 dengan tulangan lentur 20D25 dan tulangan geser 3Ø10. Digunakan fondasi tiang pancang persegi dengan dua jenis fondasi yang digunakan, yaitu fondasi F1 (2000×2000) dan fondasi F2 (3000×2000).
ANALISIS HUBUNGAN BALOK KOLOM SISTEM STRUKTUR RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS Andreas, Ricky; Aryanto, Aryanto; Herwani, Herwani
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i2.66243

Abstract

Hubungan balok dan kolom (HBK) adalah daerah pertemuan antara elemen balok dan kolom pada struktur rangka gedung. HBK juga merupakan komponen penting dalam struktur bangunan tahan gempa. Hal ini dikarenakan pada daerah ini banyak terjadi mekanisme baik itu gaya ataupun momen dari elemen balok dan kolom yang bertemu dengan masing-masing kapasitasnya saat terjadinya beban gempa. Perencanaan HBK sendiri bertujuan untuk menambah sifat daktail pada sturuktur, sehingga bangunan tidak akan mengalami keruntuhan secara tiba-tiba (bersifat getas) melainkan struktur akan mengalami beberapa fase secara bertahap sampai pada fase runtuh. Pada perencanaan Hubungan balok kolom kali ini akan dilakukan pada bangunan bertingkat dan berfokus pada struktur dengan daktilitas tinggi, yakni bangunan dengan sistem Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Adapun pada perencanaan HBK yang dimaksud adalah perhitungan dalam menentukan jumlah tulangan geser yang akan dipasang pada daerah pertemuan balok dan kolom. Perhitungan tulangan tersebut diperoleh dengan memperhitungkan gaya tarik pada tulangan, nilai momen akibat balok, dan gaya geser pada ujung-ujung kolom serta pada bagian tengah HBK.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DI KELAS Herwani, Herwani
ILJ: Islamic Learning Journal Vol. 1 No. 4 (2023): October
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/iljjislamiclearningjournal.v1i4.1272

Abstract

The problems that occur show that students have not been able to be active in learning and the teacher has not been maximized in managing the class. This study aims to describe the teacher's role in managing the classroom to increase student activeness in the classroom. This research is a literature study which literature, with documentary data collection and analysis using content analysis. The results state that the teacher's role in organizing an active class is an effort to organize life in the classroom in order to create an effective and efficient learning process. Teachers use collaborative methods, namely involving students actively in the learning process in it, students are more confident, brave and able to work together in expressing the arguments they get in the learning process, students who are not responsible for the tasks assigned by the teacher, or families who do not cooperate with the teacher. The solution is that teachers must be more creative in using learning methods, students are given advice and motivation, families and schools work together in helping to improve achievement in madrasah.
Implementasi Pendidikan Multikultural dalam Membangun Toleransi di Lingkungan Sekolah Syahmil, Muhammad; Herwani, Herwani
ILJ: Islamic Learning Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/iljjislamiclearningjournal.v3i1.2027

Abstract

This study aims to analyze the implementation of multicultural education in building tolerance in the school environment. Cultural diversity in Indonesia is often a challenge in the world of education, so an approach that is able to accommodate differences and create an inclusive learning environment is needed. Multicultural education is present as a solution by instilling the values of diversity, tolerance, and inclusive attitudes in students' social interactions. The research method used in this study is library research, which is carried out by analyzing various literature related to multicultural education, both from academic books, scientific journals, and official documents. The results show that multicultural education contributes significantly to reducing prejudice and stereotypes, increasing students' social participation, and strengthening cultural identity without discrimination. The implementation of multicultural education in schools can be done through integration in the curriculum, interactive teaching methods, and diversity-based extracurricular activities.However, the implementation of multicultural education still faces various challenges, such as teachers' lack of understanding of the concept of multicultural education, limited curriculum that accommodates diversity, and social prejudice in the school environment. Therefore, support from various parties, including the government, educators, and the community, is needed to strengthen the implementation of multicultural education in building a more tolerant and inclusive society.