Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Tindak Tutur Ekspresif dalam Acara Mata Najwa "Perlawanan Mahasiswa" Astika, I Made; Murtiningrum, Diah Ayu; Tantri, Ade Asih Susiari
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v11i1.29366

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi, bentuk dan  kesopanan tuturan ekspresif yang terdapat dalam acara Mata Najwa. Dalam penelitian ini rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kwalitatif, kemudian metode dalam penelitian ini adalah simak, catat/mentranskip. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil dari penelitian ini adalah mengelompokkan seluruh tuturan yang termasuk ekspresif, dan dilanjutkan menganalisis yang termasuk tuturan ekspresif menggunakan fungsi, bentuk, dan prinsip kesopanan. Fungsi tuturan ekspresif yang ditemukan ialah tuturan ekspresif marah berjumlah 17 data, mengejek 12 data, mengeluh 5 data, menyalahkan 12 data, mengharapkan 9 data, memuji 1 data, dan mengucapkan terima kasih 1 data. Selain itu dalam penelitian ini ditemukan bentuk tindak tutur langsung literal sebanyak 34 data, tidak langsung literal 15 data, langsung tidak literal 2 data, tidak langsung tidak literal 5 data. Kemudian mengenai prinsip kesopanan berdasarkan Brown & Lavinson, ditemukan tuturan kesopanan strategi positif dan negatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai fungsi, bentuk, serta prinsip kesopanan tindak tutur ekspresif dalam acara Mata Najwa ditemukan 57 data tindak tutur ekspresif, dari 57 data tersebut ditemukan 8 fungsi tindak tutur ekspresif, 56 bentuk tuturan ekspresif, 32 strategi kesopanan positif, dan 23 strategi kesopanan negatif.Kata Kunci: Ekspresif; Mata Najwa; Tindak tutur.
PEMBELAJARAN MEMPRODUKSI TEKS DRAMA DI KELAS XI IPA 9 SMA NEGERI 5 DENPASAR ., Anak Agung Elva Surya Dewi; ., I Made Astika, S.Pd.; ., Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11594

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) perencanaan pembelajaran memproduksi teks drama, (2) pelaksanaan pembelajaran memproduksi teks drama, (3) evaluasi pembelajaran memproduksi teks drama, (4) kendala-kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran memproduksi teks drama. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran bahasa Indonesia yang mengajar di kelas XI IPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar. Objek penelitian ini adalah perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan kendala-kendala dalam pembelajaran memproduksi teks drama. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini mencakup tiga hal, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru berbentuk RPP sudah sesuai dengan pedoman yang tertera dalam salinan lampiran Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013, meliputi identitas RPP, kompetensi inti (KI), kompetensi dasar (KD), indikator, tujuan, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media, alat, sumber belajar, kegiatan pembelajaran, dan penilian; (2) Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sudah sesuai dengan langkah-langkah kegiatan yang tertera dalam RPP, meliputi pendahuluan, inti, dan penutup; (3) Evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru, meliputi tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan menggunakan metode penilaian observasi, penugasan, tes lisan, dan penilaian presentasi; (4) Kendala yang dialami guru dalam pembelajaran, yaitu kesulitan dalam memberi contoh ketika memainkan karakter yang bertolak belakang, sulitnya mencari topik yang tepat, keterbatasan buku penunjang, membuat pembelajaran bahasa Indonesia khususnya memproduksi teks drama menjadi pembelajaran yang menyenangkan, dan yang terakhir sulitnya memberikan motivasi belajar.Kata Kunci : pembelajaran, memproduksi, teks drama, kurikulum 2013 This study was aimed to describe (1) the lesson plan of drama text production learning, (2) the implementation of drama text production learning, (3) the evaluation in drama text production learning, (4) the obstacles faced by the teacher in drama text production learning. The design of this study was descriptive qualitative. The subject of this study was Indonesia teacher teaching in the eleventh grade students of Science nine at SMA Negeri 5 Denpasar. The object of this study was the planning, implementation, evaluation, and obstacles in learning drama text production. The data was collected through interview, documentation, and observation. The data was analysed by using data reduction, data presentation, and drawing conclusion. Based on the result of research, it can be concluded that (1) the lesson plan which was made by the teacher in drama text production learning has been appropriate with Salinan Lampiran Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013, consisting of core competency, basic competency, indicators, objectives, learning materials, learning method, media, tools, source of learning, learning activities, and assessment; (2) the implementation of drama text production learning in the classroom has been appropriate with learning activities in the lesson plan; (3) the evaluation of drama text production learning has three domains, namely affective, cognitive, and psychomotor which are evaluated through observation, assignment, oral test, and presentation; (4) the obstacles in drama text production learning are it is difficult to give examples when the teachers are playing different characters, it is difficult to find a relevant topic for the students, there are a limited source of books, it is difficult to make an engaging learning especially in drama production learning, and it is difficult to give the students motivation in learning it.keyword : learning, production, drama text, curriculum 2013
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI GURU BAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN TEKS PROSEDUR PADA SISWA KELAS VIII A1 SMP NEGERI 3 SAWAN ., Komang Wiwik Kristiani; ., Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd; ., I Made Astika, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6601

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) langkah-langkah penerapan metode demonstrasi guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran teks prosedur siswa kelas VIII A1 SMP Negeri 3 Sawan, (2) hasil belajar siswa terhadap penerapan metode demonstrasi guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran teks prosedur siswa kelas VIII A1 SMP Negeri 3 Sawan, dan (3) respons siswa terhadap penerapan metode demonstrasi guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran teks prosedur siswa kelas VIII A1 SMP Negeri 3 Sawan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A1 dan guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas VIII A1 SMP Negeri 3 Sawan. Objek penelitian adalah penerapan metode demonstrasi guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran teks prosedur. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, dokumentasi, tes, dan angket/kuesioner. Data dianalisis dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) langkah-langkah penerapan metode demonstrasi guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran teks prosedur terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Dalam setiap tahapan, guru sudah memenuhi standar pelaksanaan pembelajaran yang ditentukan. Keberhasilan tersebut dapat diperhatikan dari terpenuhinya keseluruhan sintak atau prosedur standar penyusunan langkah pembelajaran dengan metode demonstrasi. (2) hasil belajar siswa terhadap penerapan metode demonstrasi guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran teks prosedur tergolong tuntas. Keberhasilan tersebut dilihati dari jumlah siswa yang kebanyakan mendapat nilai di atas KKM. (3) respons siswa terhadap penerapan metode demonstrasi guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran teks prosedur sebagian besar menyampaikan bahwa mereka senang. Kata Kunci : pembelajaran, metode demonstrasi, teks prosedur This research aims to describes (1) the steps of demonstration method implementation of Indonesian language teacher in the procedure text learning of students VIII A1 SMP Negeri 3 Sawan, (2) students learning outcomes to the demonstration method implementation of Indonesian language teacher in the procedure text learning of students VIII A1 SMP Negeri 3 Sawan, and (3) student’s response to the implementation of demonstration method of teacher in the procedure text learning of students VIII A1 SMP Negeri 3 Sawan. The Subject in this research are students of VIII A1 and the Indonesian language teacher who tought the students of VIII A1 SMP Negeri 3 Sawan. The object is implementation of the demonstration method of the Indonesia language teacher in the procedure text learning. The data collection method that used was observation method, documention method, testing, and questionnaires. Data is were analyzed with descriptive qualitative data analysis techniques. The results showed (1) the steps of demonstration method implementation of Indonesia language teacher in the procedure text learning consists of three stages, it is planning, implementation, and assessment. In each stage, the teacher has filled the practice standards of learning that determined. The success can be noticed from the fulfillment of the overall syntax or standard procedure preparation of learning step with demonstration method. (2) students learning outcomes to the demonstration method implementation of Indonesian language teacher in the procedure text learning classified as complete. The success can be seen from the number of students who mostly got score above KKM. (3) student’s response to the implementation of demonstration method of teacher in the procedure text learning most of them convied that they were pleased. keyword : learning, demonstration method, procedure text
PENERAPAN METODE FIELD TRIP SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA DI KELAS VII A.3 SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., Ida Agung Ayu Mila Pradnyani; ., Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd; ., I Made Astika, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3281

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui peningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan menerapkan metode field trip di kelas VII A.3 SMP Negeri 1 Singaraja, (2) mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran menulis karangan deskripsi dengan menerapkan metode field trip yang diterapkan oleh guru di kelas VII A.3 SMP Negeri 1 Singaraja, (3) mengetahui respons siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan penerapan metode field trip di kelas VII A.3 SMP Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VII A.3 SMP Negeri 1 Singaraja, sedangkan objeknya adalah keterampilan menulis karangan deskripsi dengan menerapkan metode field trip. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tes, wawancara, dan kuesioner. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan metode field trip dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. Pada rekfleksi awal, sebelum menerapkan metode field trip, skor rata-rata menulis karangan deskripsi adalah 62, sedangkan pada siklus I, yakni setelah menerapkan metode field trip, skor rata-rata siswa adalah 79,36. Setelah diberikan tindakan pada siklus II, skor rata-rata siswa adalah 81,93. Persentase peningkatan skor rata-rata tersebut dari refleksi awal ke siklus I sebesar 17,36%, dan peningkatan skor rata-rata dari siklus I ke siklus II sebesar 2,57%. Dengan demikian, total peningkatan skor rata-rata siswa adalah 15,93%. Dari peningkatan tersebut, ketuntasan belajar klasikal yang dicapai siswa sudah memenuhi tuntutan yang diharapkan. Kata Kunci : field trip, menulis, deskripsi This study aims to (1) to know and the increase students skills in essay writing descriptions by applying the method on a class field trip in class VII A.3 SMP Negeri 1 Singaraja, (2) describe the steps of learning to write essays description field trip in class VII A.3 SMP Negeri 1 Singaraja, (3) to know the students response in writing essays with the application description method Field Trip in class VII A.3 SMP Negeri 1 Singaraja. This study uses action research design or study follow-grade (PTK). The subjects were teachers and students in class VII A.3 SMP Negeri 1 Singaraja, while the object is a description essay writing skills by applying the method of field trips. Data collection method used is the method of observation, tests, interviews, and questionnaires. This study used a qualitative descriptive analysis techniques and quantitative descriptive analysis techniques. The result show the method field trip in teaching essay writing descriptions can improve students’ ability to write essays description. At the beginning of reflection, before applying the method of field trips, the average score was 62 to write essays description, main while in the first cycle, that is after applying the method of the field trip, students’ average score was 79,36. After given the action in the second cycle, the score average student is 81,93. The percentage increase in the average scores of reflection early to the first cycle of 17,36%, and an increase in the average score from the first cycle to the second cycle of 2,57%. So, the total increase in the average score of students was 15,93. From the increasing, completeness classical learning achieved by students who already meet the expected demand.keyword : Key Word: field trip , write, describe
ANALISIS DEIKSIS CERPEN SISWA KELAS XI SMK NEGERI 2 SINGARAJA ., Dewa Ayu Sri Puspayanti; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd; ., I Made Astika, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5298

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan (1) mendeskripsikan jenis-jenis deiksis yang ada pada cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 2 Singaraja, (2) mendeskripsikan penggunaan deiksis yang ada pada cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 2 Singaraja. Subjek dalam penelitian ini adalah cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 2 Singaraja yang berjumlah sebanyak 35 cerpen. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah (1) dalam cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 2 Singaraja terdapat penggunaan deiksis berupa deiksis persona, deiksis tempat dan ruang, deiksis waktu, deiksis wacana, dan deiksis sosial. Deiksis yang paling banyak ditemukan adalah deiksis persona, yaitu sebanyak 151 deiksis. Deiksis persona yang paling banyak digunakan berupa penggunaan kata aku dan kamu. Dalam penelitian ini juga ditemukan penggunaan deiksis yang bukan berasal dari bahasa Indonesia seperti penggunaan kata gue dan loe yang merupakan kata yang berasal dari bahasa daerah (Betawi). (2) dalam hal penggunaannya, terdapat penggunaan deiksis morfem, deiksis kata, dan deiksis frasa. Kesalahan terjadi pada kesalahan penggunaan deiksis persona pertama jamak yaitu, penggunaan kata kita yang disejajarkan dengan penggunaan kata kami. Padahal kedua kata ini memiliki makna dan penggunaan yang berbeda. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi umpan balik bagi guru bahasa Indonesia dalam memperhatikan penggunaan deiksis siswa. Kata Kunci : Analisis deiksis, cerpen, siswa SMK This descriptive research aimed to (1) describe kinds of deixis in short story for eleventh grade students in SMK Negeri 2 Singaraja, (2) describe the use of deixis in short story for eleventh grade students in SMK Negeri 2 Singaraja. The subject of this study was short story of eleventh grade students in SMK Negeri 2 singaraja which included 35short stories. The method of data collection used was documenting technique. The data was analyzed with descriptive qualitative technique. The present study resulted (1) short stories of eleventh grade students in smkn 2 singaraja found persona deixis, place and setting deixis, time deixis, dicourse deixis, and social deixis. The most found deixis was persona deixis which were 151 deixis. The most used persona deixis were words aku dan kamu. In this study, it was also found deixis which was not from Bahasa Indonesia such as words gue dan loe , both were came from Betawi language. (2) in the matter of use, there were found the use of morpheme deixis, word deixis, and phrase deixis. The error happened in the use of plural persona deixis which was the word kita which was in libe with word kami. Even though, both words had different meaning and usage. The result of this study was expected become feedback for Bahasa Indonesia teacher in monitoring the deixis use by students. keyword : Analysis deixis, short story, student of SMK
Variasi Mengajar Guru dalam Pembelajaran Daring Indragani, Kadek Dewi Purnama; Astika, I Made; Tantri, Ade Asih Susiari
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 11, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v11i4.39865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi mengajar guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran daring di kelas IX SMP Negeri 1 Tejakula, dan mendeskripsikan kendala guru bahasa Indonesia dalam mengadakan variasi saat pembelajaran daring di kelas IX SMP Negeri 1 Tejakula. Objek penelitian ini adalah variasi mengajar guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran daring dan kendala yang dialami oleh guru ketika mengadakan variasi mengajar dalam pembelajaran daring. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode obervasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan variasi yang dimunculkan guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran daring di kelas IX SMP Negeri 1 Tejakula secara keseluruhan sudah ditampilkan secara bervariasi yaitu variasi gaya mengajar, variasi penggunaan media dan bahan ajar, dan variasi pola interaksi. Kendala yang dihadapi oleh guru bahasa Indonesia dalam mengadakan variasi saat pembelajaran daring di kelas IX SMP Negeri 1 Tejakula antara lain: kesediaan jaringan internet yang tidak stabil beberapa siswa masih belum memiliki sarana penunjang pembelajaran yang memadai, serta siswa terlambat bergabung dalam kelas google meet.Kata Kunci: Variasi Mengajar; Pembelajaran Daring; Bahasa Indonesia.
ANALISIS FORMULA “DIARI KAMBING JANTAN” KARYA RADITYA DIKA I Made Astika
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 17 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.465 KB) | DOI: 10.23887/prasi.v9i17.8923

Abstract

The purpose of the paper is to describe the formulas found in Kambing Jantan diary. The employed approach is textual analysis. The data unit is in form of the text collected by documenting method. The data is analyzed by explaining, comparing, relating, sorting, or combining with popular literary theory. From the previously completed analysis, Kambing Jantan diary has several formulas to construct itself as a comedy novel. The formulas are deployed in the diction (use of language), the topic of discussion selection, and the behavior of the characters. The type of humor is personal humor. By the use of bombastic slang, Kambing Jantan becomes a favorite kind of the new among the readers. In relation to this, the humor that is offered in Kambing Jantan tends to present itself as its function as a means of entertainment.Keywords: formula, humor, comedy, diary
CERPEN “KISAH PILOT BEJO” KARYA BUDI DARMA (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) I Made Astika
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 18 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.124 KB) | DOI: 10.23887/prasi.v9i18.8942

Abstract

The purpose of the research is to reveal the meaning of Budi Darma’s “Kisah Pilot Bejo” short story, by the deployment of Roland Barthes semiotic approaches. The data unit is in form of text taken from the short story and collected by documentation method. The data is analyzed descriptively by the use of short story structure reading method. “Kisah Pilot Bejo” shows the depiction of Indonesian aviation transportation failure, begins with the unprofessionalism of the pilot, the incredible aviation company, and the conditions of the planes which actually not feasible to fly. The representation is an outright critic for the government to seriously focus their attention toward the national aviation system professionally, transparently, and responsibly.Keywords: Kisah Pilot Bejo, Roland Barthes semiotic
POSISI DAN PENCAPAIAN UMBU LANDU PARANGGI DALAM ARENA SASTRA NASIONAL (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA PIERRE BOURDIEU) I Made Astika
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 16 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.233 KB) | DOI: 10.23887/prasi.v8i16.8999

Abstract

This research aimed to describe Paranggi’s in the national literary field. Data sets in this research involved texts and propositions of artists, man of letters, or journalists related to Paranggi. The data sets were collected through the use of documentation and interview techniques. Data were analyzed by describing, comparing, associating, sorting or combining them with the Bourdieu’s theories including arena, habitus, capital, strategy, and other concepts discussing cultural production field. In the national literature, Paranggi has occupied objective position as a consecrated and legitimated poet in his field. Such consecration and legitimacy have been based on the principle of specific legitimacy, i.e. recognition provided by a group of other poets that actually serve as his competitors. In other words, the recognition has positioned him in the art edge as an autonomous artist and not positioned based on the principle of dominant and popular legitimacy. Paranggi has been consistently involved in the field of limited production or the so called high level art. In such a competition, he prefers symbolic capitals, prestige involvement, charisma, authority, consecration, or artistic celebration in poetry. Poetry becomes ideology in Paranggi’s life.Keywords: Paranggi, position, and national literary field.
WANGUN LAN TEGES BEBLADBADAN RING GEGURITAN KASMARAN MADE DIAN AYU MURYANTINI .; Ida Bagus Putra Manik Aryana, S.S., M. .; I Made Astika, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.4763

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui bagaimanakah struktur bebladbadan yang ada di geguritan Kasmaran, dan 2) untuk mengetahui bagaimanankah makna bebladbadan yang ada di geguritan Kasmaran. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah geguritan Kasmaran dan yang menjadi objeknya adalah struktur dan makna yang ada di geguritan Kasmaran. Cara mendapatkan data penelitian menggunakan tiga metode yaitu, metode dokumentasi untuk bahan mendapatkan data, kedua metode studi pustaka untuk mengumpulkan data sesuai dengan masalah penelitian, dan yang ketiga metode wawancara untuk mencari informasi tentang masalah penelitian. Dari analisis data ini didapatkan tiga struktur bebladbadan dan tujuh pola pembangunan bebladbadan yang ada di geguritan Kasmaran. Kedua didapatkannya 220 makna arti sesungguhnya dari bebladbadan dan tiga kelompok kata benda arti sesungguhnya dari bebladbadan yang ada di geguritan Kasmaran. Karena kami Jurusan Pendidikan Bahasa Bali menggunakan Skripsi berbahasa Bali maka saya lampirkan abstrak berbahasa bali. Tetilik puniki matatujon nelatarang indik 1) Sapunapi wangun bebladbadan sane wenten ring geguritan Kasmaran, lan 2) Sapunapi teges bebladbadan sane wenten ring geguritan Kasmaran. Palihan sane kanggen inggih punika palihan deskriptif kualitatif. Subjek ring tetilik puniki inggih punika geguritan Kasmaran lan sane dados objek ring tetilik puniki inggih punika wangun lan teges bebladbadan sane wenten ring geguritan Kasmaran. Data sane kapolihang nganggen tiga kramaning inggih punika kramaning dokumentasi kaanggen piranti ngerereh data, kaping kalih kramaning kapustakaan kaanggen mupulang data manut ring pikobet tetilik, kaping tiga kramaning wawancara kaanggen ngamolihang informasi indik pikobet tetilik. Manut saking seseleh data punika, kapolihang tiga wangun bebladbadan lan pepitu paletan pawangunan bebladbadan sane wenten ring geguritan Kasmaran.. Sane kaping kalih kapolihang 220 teges sujati bebladbadan lan tigang soroh sarwa wastu teges sujati bebladbadan sane wenten ring geguritan Kasmaran.Kata Kunci : struktur, makna, bebladbadan, geguritan Kasmaran. The pruposes of this study are to find out 1) what is the structure of bebladbadan in geguritan Kasmaran and 2) what is the meaning of bebladbadan that is available in geguritan Kasmaran. This study is descriptive qualitative study. The subject of this study is geguritan Kasmaran and the object of the study are the structure and meaning of bebladbadan that is available in geguritan Kasmaran. The obtain the data, the researcher use theree method which are first documentation method that used to obtain the data, second reference study method that used to gather the information about the research problem, and the third interview method that used to find necessary information from the person who is an expert who knows about the research problem.From the data analysis, firstly there were theree structure of bebladbadan and seven development structure of bebladbadan construction that available in geguritan Kasmaran. Second, there were 217 meaning behind the bebladbadan and there group of meaning behind noun from bebladbadan geguritan Kasmaran.keyword : structure, meaning, bebladbadan, geguritan Kasmaran.
Co-Authors ., A.A. Sagung Putri Pramestiswari ., Anak Agung Elva Surya Dewi ., Desi Nurani Sari Ni Kadek ., Holifatul Hasanah ., I Gst Ayu Candra Puspita Dewi ., Ketut Adi Bawana ., Made Afpri Yantini ., Ni Luh Krisna ., Ni Made Supantini A.A. Sagung Putri Pramestiswari . Aisyaturradhiah . Ana Rohana . Anak Agung Elva Surya Dewi . Desak Nyoman Siti Ariani . Desak Nyoman Siti Ariani ., Desak Nyoman Siti Ariani Desi Nurani Sari Ni Kadek . Dewa Ayu Sri Puspayanti . Dewa Ayu Sri Puspayanti ., Dewa Ayu Sri Puspayanti Drs. I Nyoman Seloka Sudiara, M.Pd . Fitriani, Kadek Ayu Gde Artawan Gede Gunatama Holifatul Hasanah . I Dewa Gede Budi Utama I G N Nitya Santhiarsa I Gede Gita Wiastra . I Gede Gita Wiastra ., I Gede Gita Wiastra I Gede Nurjaya I Gst Ayu Candra Puspita Dewi . I Gusti Ayu Adhi Pusparini . I Gusti Ayu Adhi Pusparini ., I Gusti Ayu Adhi Pusparini I Gusti Komang Dwijana I Nengah Martha I Nyoman Yasa I Wayan Artika I Wayan Wendra Ida Agung Ayu Mila Pradnyani . Ida Ayu Putu Indah Komala Dewi Ida Bagus Putra Manik Aryana Ida Bagus Putrayasa Ida Bagus Rai, S.S., M.Pd . Ida Bagus Sutresna IGP Agus Suryawan IK Suarsana Indragani, Kadek Dewi Purnama Kadek Rihendra Dantes Kadek Vera Pratiwi . Ketut Adi Bawana . Ketut Desnaria . Ketut Desnaria ., Ketut Desnaria Komang Ayu Agustina . Komang Ayu Agustina ., Komang Ayu Agustina Komang Wiwik Kristiani . Komang Wiwik Kristiani ., Komang Wiwik Kristiani Luh Putu Onny Andriyani . M.Pd Drs. I Nyoman Seloka Sudiara . M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . M.Pd S.S. Ida Bagus Rai . Made Afpri Yantini . MADE DIAN AYU MURYANTINI . Murtiningrum, Diah Ayu NI GST. AYU KETUT SARI WAHINI . NI GST. AYU KETUT SARI WAHINI ., NI GST. AYU KETUT SARI WAHINI Ni Kadek Ima Suryani . Ni Luh Gede Wahyuni Lestari . Ni Luh Krisna . Ni Made Novalia Pramita Sari . Ni Made Novalia Pramita Sari ., Ni Made Novalia Pramita Sari Ni Made Supantini . Ni Wayan Harik Wahyuni . Ni Wayan Harik Wahyuni ., Ni Wayan Harik Wahyuni Nyoman Tri Purnamijayanthi . Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd . Putu Dian Pratiwi . Putu Lokantara Sang Ayu Putu Sriasih Siti Lutfiyah . Siti Lutfiyah ., Siti Lutfiyah Tantri, Ade Asih Susiari Widyatnyana, Kadek Nara Wisnu, I Wayan Gede