I Wayan Muliarta
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 58 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PELATIHAN KNEE TUCH JUMP DENGAN TWISTING CRUNCH TERHADAP KECEPATAN TENDANGAN DOLLYO CHAGI TAEKWONDO REMAJA PUTRA DI KLUB TAEKWONDO BULLDOG BULELENG TAHUN 2014 ., I Made Astika Putra; ., Wasti Danardani, S.Pd., M.A.; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v2i1.3877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan knee tuch jump dengan twisting crunch terhadap kecepatan tendangan dollyo chagi Taekwondo remaja putra di Klub Taekwondo Bulldog Buleleng tahun 2014. Jenis Penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi exsperimental) dengan rancangan penelitian the modified non-randomized pree-test post-test group design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur kecepatan tendangan dollyo chagi adalah tes kecepatan tendangan dollyo chagi. Data dianalisis dengan uji anava satu jalur pada taraf signifikansi ( ) 0,05 dengan bantuan program komputer SPSS 19,0. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, dengan menggunakan uji anava satu jalur untuk data kecepatan tendangan dollyo chagi diperoleh nilai signifikansi hitung lebih kecil dari nilai (Sig
PENGARUH PELATIHAN BOX JUMP DAN SIDE HOP TERHADAP POWER OTOT TUNGKAI PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI SMP NEGERI 1 BANJAR TAHUN 2014 ., Putu Ngurah Agung Juliawan; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v3i1.4831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan box jump terhadap power otot tungkai, (2) pengaruh pelatihan side hop terhadap power otot tungkai, (3) perbedaan pengaruh antara pelatihan box jump dan side hop terhadap power otot tungkai. Subjek penelitian adalah peserta ekstrakurikuler bola voli SMP Negeri 1 Banjar tahun 2014, berjumlah 30 orang laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan the modified group pre-tes post-test design. Pengumpulan data menggunakan tes vertical jump. Analisis data menggunakan perhitungan dengan manual uji-t independent pada taraf signifikansi (α) 0,05, dengan bantuan program SPSS 16,0. Hasil analisa data: (1) pelatihan box jump berpengaruh terhadap power otot tungkai, dengan hasil thit = 8,94 > ttab = 2,048, (2) pelatihan side hop berpengaruh terhadap power otot tungkai, dengan hasil thit = 16,51 > ttab = 2,048, (3) Terdapat perbedaan antara pelatihan box jump dan side hop terhadap power otot tungkai, dengan hasil thit = 10,01 > ttab = 2,048. Pelatihan side hop memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan pelatihan box jump terhadap power otot tungkai, dilihat dari hasil rata-rata pelatihan side hop = 52,80 > pelatihan box jump 48,80. Disimpulkan bahwa (1) Ada pengaruh pelatihan box jump yang segnifikan terhadap peningkatan power otot tungkai, (2) Ada pengaruh pelatihan side hop yang segnifikan terhadap peningkatan power otot tungkai, (3) Ada perbedaan peningkatan power otot tungkai antara pelatihan box jump dan side hop, dimana pelatihan side hop lebih baik dari pada pelatihan box jump terhadap peningkatan power otot tungkai.Kata Kunci : Power, otot tungkai, pelatihan, ekstrakurikuler This study aims to determine ( 1 ) the effect of the training box jump to the leg muscle power , ( 2 ) the effect of the training side hop on leg muscle power , ( 3 ) the difference effect between the training box jump and hop side of the leg muscle power . Subjects were participants in extracurricular volleyball SMP Negeri 1 Banjar 2014 , amounted to 30 men . This study used an experimental method to the design of the modified group pre - test post - test design . Collecting data using vertical jump test . Analysis of data using manual calculation with independent t-test at a significance level ( α ) of 0.05 , with SPSS 16.0 . The results of the data analysis : ( 1 ) training box jump effect on limb muscle power , with the result thit = 8.94 > ttab = 2.048 , ( 2 ) training hop side effect on limb muscle power , with the result thit = 16.51 > ttab = 2,048 , ( 3 ) There are differences between the training box jump and hop side of the leg muscle power , with the result thit = 10.01 > ttab = 2.048 . Training side hops give better results than training box jump to the leg muscle power , seen from the average yield of the training side hop = 52.80 > 48.80 jump box training . It was concluded that ( 1 ) There is a box jump training effect that segnifikan to increase leg muscle power , ( 2 ) There is a side effect of hops that segnifikan training to increase leg muscle power , ( 3 ) There is a difference between the increase in leg muscle power training side box jumps and hops , where training is better hop side of the box jump training to increase leg muscle power .keyword : Power , leg muscle , training , extracurricular
PENGARUH PELATIHAN SPLIT JUMP DAN SKIPPING TERHADAP DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PADA SISWA PUTRA PESERTA EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS SMP NEGERI 1 SERIRIT TAHUN 2014 ., I Nyoman Agus Aryawan; ., Luh Putu Tuti Ariani, S.Pd; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v3i1.4671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan split jump terhadap daya ledak otot tungkai, (2) pengaruh pelatihan skipping terhadap daya ledak otot tungkai, (3) perbedaan pengaruh antara pelatihan split jump dan skipping terhadap daya ledak otot tungkai. Subjek penelitian adalah siswa putra peserta ekstrakurikuler bulutangkis SMP Negeri 1 Seririt tahun 2014 yang berjumlah 30 orang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan the modified group pre-tes post-test design. Tes pengumpulan data menggunakan tes vertical jump. Analisis data menggunakan perhitungan dengan uji anava satu jalur taraf signifikansi α = 0,05 bantuan program SPSS 16,0. Data hasil penelitian ini diuji menggunakan Uji Least Significant Difference (LSD), dengan hasil (1) pelatihan split jump berpengaruh terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai dengan hasil rata-rata pre-test 47,47 dan rata-rata post-test 49,93, sehingga didapatkan rata-rata gain-score 2,47, (2) pelatihan skipping berpengaruh terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai dengan hasil rata-rata pre-test 46,93 dan rata-rata post-test 50,60, sehingga didapatkan rata-rata gain-score 3,67, (3) pelatihan skipping memberikan pengaruh lebih baik dari pada pelatihan split jump terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai dengan mean difference 1,200. Disimpulkan bahwa (1) Ada pengaruh pelatihan split jump terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai, (2) Ada pengaruh pelatihan skipping terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai, (3) Ada perbedaan pengaruh antara pelatihan split jump dan skipping terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai, dimana pengaruh pelatihan skipping lebih baik dari pada pelatihan split jump terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai. Kata Kunci : split jump, skipping, daya ledak, otot tungkai. This study aims to determine (1) the effect of the split jump training on explosive power leg muscle , (2) the effect of skipping training on leg muscle explosive power , (3) the difference between the effect of the split jump and skipping training on explosive power leg muscle . The subjects were male student extracurricular participants badminton SMP Negeri 1 Seririt 2014 , amounting to 30 people . This study used an experimental method to the design of the modified group pre - test post - test design . Test data collection using vertical jump test . Data analysis using ANOVA test calculations with one lane significance level α = 0.05 SPSS 16.0. Data were tested using the Least Significant Difference test ( LSD ) , with the result (1) training split jump affect the increase in leg muscle explosive power with the average results of pre-test average of 47.47 and a post-test 49.93 , so we get an average gain -score of 2.47 , (2) training skipping effect on the increase in leg muscle explosive power with the average results of pre-test average of 46.93 and a post-test 50.60 , so we get the average -rata gain -score of 3.67 , (3) training skipping give better effect than the split jump training to increase the explosive power of the leg muscles with a mean difference of 1,200 . It was concluded that (1) There is an effect of split jump training to increase leg muscle explosive power , (2) There is the effect of skipping training to increase leg muscle explosive power , (3) There is a difference between the effect of the split jump and skipping training to increase explosive power leg muscle , where the effect of skipping training is better than the split jump training to increase explosive power leg muscle. keyword : split jump , skipping , explosive power , muscular legs.
PENGARUH PELATIHAN KNEE TUCH JUMP DENGAN TWISTING CRUNCH TERHADAP KECEPATAN TENDANGAN DOLLYO CHAGI TAEKWONDO REMAJA PUTRA DI KLUB TAEKWONDO BULLDOG BULELENG TAHUN 2014 ., I Made Astika Putra; ., Wasti Danardani, S.Pd., M.A.; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v2i1.3878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan knee tuch jump dengan twisting crunch terhadap kecepatan tendangan dollyo chagi Taekwondo remaja putra di Klub Taekwondo Bulldog Buleleng tahun 2014. Jenis Penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi exsperimental) dengan rancangan penelitian the modified non-randomized pree-test post-test group design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur kecepatan tendangan dollyo chagi adalah tes kecepatan tendangan dollyo chagi. Data dianalisis dengan uji anava satu jalur pada taraf signifikansi ( ) 0,05 dengan bantuan program komputer SPSS 19,0. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, dengan menggunakan uji anava satu jalur untuk data kecepatan tendangan dollyo chagi diperoleh nilai signifikansi hitung lebih kecil dari nilai (Sig
PENGARUH PELATIHAN SERVIS ATAS DENGAN SASARAN TETAP DAN BERUBAH-UBAH TERHADAP KETEPATAN SERVIS ATAS PADA SISWA PUTRA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI SMP NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN 2014 ., Ahmad; ., Luh Putu Tuti Ariani, S.Pd; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v2i1.4278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan servis atas dengan sasaran tetap dan servis atas dengan sasaran berubah-ubah terhadap ketepatan servis atas pada siswa putra ekstrakurikuler bola voli SMP Negeri 2 Singaraja Tahun 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan rancangan ?the modified pre test post test group design?. Subyek penelitian berjumlah 30 orang ketepatan servis atas diukur dengan tes servis dari Nurhasan (2001: 170). Teknik pengumpulan data penelitian ini diperoleh dari pengukuran variabel terikat yaitu ketepatan melakukan servis atas. Teknik analisis data mengunakan uji-t independen dengan taraf signifikansi ? = 0,05. Hasil penelitian ini (1) pelatihan servis atas dengan sasaran tetap berpengaruh terhadap ketepatan servis atas, dengan hasil thit = 36,534 > t tab 2,145 , (2) pelatihan servis atas dengan sasaran berubah-ubah berpengaruh terhadap ketepatan servis atas, dengan hasil thit =20,840 > t tab 2,145 , (3) Terdapat perbedaan pengaruh pelatihan servis atas dengan sasaran tetap dan pelatihan servis atas dengan sasaran berubah-ubah terhadap ketepatan servis atas, dengan hasil thit = 3,467 > t tab 2,048. Pelatihan servis atas dengan sasaran berubah-ubah memberikan pengaruh yang lebih baik dibanding pelatihan servis atas dengan sasaran tetap terhadap ketepatan servis atas, dilihat dari hasil rata-rata pelatihan servis atas dengan sasaran berubah-ubah = 10,8 > pelatihan servis atas dengan sasaran tetap = 9,07 Dari hasil analisis data dan pembahasan disimpulkan bahwa: (1) ada pengaruh pelatihan servis atas dengan sasaran tetap terhadap ketepatan servis atas (2) ada pengaruh pelatihan servis atas dengan sasaran berubah-ubah terhadap ketepatan servis atas (3) ada perbedaan pengaruh pelatihan servis atas dengan sasaran tetap dan sasaran berubah-ubah terhadap ketepatan servis atas.Kata Kunci : servis atas dengan sasaran tetap, servis atas dengan sasaran berubah-ubah, ketepatan servis atas bola voli This study aimed at investigating the effect of upper serve coaching with constant target and upper serve coaching with inconstant target toward the upper service?s accuracy of male students? members of volleyball extracurricular at SMP Negeri 2 Singaraja in the academic year 2014. The design of this study was quasi experimental with design the modified pre test post test group design. The subjects of the study were 30 students. Those 30 students? upper services were measured by service test from Nurhasan (2001: 170). The data collection was obtained by counting dependent variable to the upper service?s accuracy. The data analysis used technique t-test independen at significant level ? = 0, 05. The result of this study showed that (1) there was an effect of upper serve coaching with constant target the training toward the upper service?s accuracy, in which thit = 36,534 > ttab = 2,145, (2) there was an effect of upper serve coaching with inconstant target toward the upper service?s accuracy, in which thit = 20,840 > ttab = 2,145, (3) there was a difference on effect of upper serve coaching with constant target and upper serve coaching with inconstant target toward the upper service?s accuracy, in which thit = 2,599 > t tab 2,048. upper serve coaching with inconstant target a better effect than of upper serve coaching with constant target on the ability upper service?s accuracy. It could be seen from the mean score of upper serve coaching with inconstant target was = 10,8 > upper serve coaching with constant target was 9,07 From the data analysis and findings, it can be sumerized that (1) there is effect of upper serve coaching with constant target toward the upper service?s accuracy (2) there is effect of upper serve coaching with inconstant target toward the upper service?s accuracy (3) there is significant effect between of upper serve coaching with constant target and upper serve coaching with inconstant target toward the upper service?s accuracy.keyword : upper service with constant target, upper service with inconstant target, service accuracy, volleyball upper service
PENGARUH PELATIHAN LARI BERANTAI KELILING BENDERA DAN LOMBA SLALOM MENGGIRING BOLA TERHADAP KETERAMPILAN DRIBBLING BOLA PADA SISWA EKSTRA KURIKULER SEPAKBOLA SMP NEGERI 5 NEGARA TAHUN 2015 ., I Komang Agus Priyanata; ., I Kd. Happy Kardiawan, S.Pd.; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v3i1.5572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan lari berantai keliling bendera terhadap keterampilan dribbling bola, (2) pengaruh pelatihan lomba slalom menggiring bola terhadap keterampilan dribblilng bola, (3) Perbedaan pengaruh antara pelatihan lari berantai kelilillng bendera dengan loma slalom menggiring bola terhadap keterampilan dribbing bola. Subjek penelitian adalah siswa ekstra kurikuler SMP Negeri 5 Negara yang berjumlah 30 orang. Data keterampilan dribbling bola diukur dengan tes menggiring bola. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan ?the modified non-randomized pre-test post test goup design?. Analisis data menggunakan penghitungan statistik uji-t (t-test) pada taraf signifikansi 0.05. Hasil analisis data (1) pelatihan lari berantai keliling bendera berpengaruh terhadap keterampila dribbling bola, dengan hasil thitung = 46,499 >ttabel = 2.145 (2) pelatihan lomba slalom menggiring bola, berpengaruh terhadap keterampilan dribblling bola, dengan hasil thitung = 68,214 > ttabel = 2,145 (3) pelatihan lomba slalom menggiring bola memberikan pengaruh lebih baik dibanding pelatihan lari berantai keliling bendera terhadap keterampilan dribbling bola, dilihat dengan hasil rata-rata 19,45 >18,39. Disimpulkan bahwa (1) terdapat pengaruh pelatihan lari berantai keliling bendera terhadap peningkatan keterampilan dribbling bola, (2) terdapat pengaruh pelatihan lomba slalom menggiring bola terhadap peningkatan keterampilan dribbling bola, (3) terdapat perbedaan peningkatan keterampilang dribbling bola antara pelatihan lari berantai keliling bendera dengan lomba slalom menggiring bola, dimana pelatihan lomba slalom menggiring bola lebih baik dari pada pelatihan lari berantai keliling bendera terhadap peningkatan keterampilan dribblilng bola. Kata Kunci : Lari berantai keliling bendera, slalom dan Keterampilan dribbling bola. This study was aimed to investigate 1. The effects of running chain go around the flag training toward the ability in dribbling ball, 1. The effects of slalom dribbling ball contest toward the ability in dribbling ball, 3. The difference effects between running chain go around the flag training and slalom dribbling ball contest toward the ability in dribbling ball. The subjects of this study were 30 extra training students? of SMP N 5 Negara. The data of students? dribbling ability was measured by dribbling test. This study was an experimental study which the design was the modified non-randomized pre-test post test group design. The data of this study was analyzed by using t-test statistic measurement with the degree of significance is 0,05. The result of the data analysis showed that 1. Running chains go around the flag training influenced students? ability in dribbling ball with the result of thitung = 46,499 >ttabel = 2.145, 2. Slalom dribbling ball contest influenced students? ability in dribbling ball with the result of thitung = 68,214 > ttabel = 2,145, 3. Slalom dribbling ball contest give better influenced rather than running chains go around the flag training toward the students? ability in dribbling ball which can be seen on the average result which is 19,45 >18,39 From the result of the study it can be concluded that, 1. Running chains go around the flag training was influenced the improvement of students? ability in dribbling ball. 2. Slalom dribbling ball contest influenced the improvement students? ability in dribbling ball. 3. There were differences of the improvement of students ability in dribbling ball between running chains go around the flag training and Slalom dribbling ball contest, where slalom dribbling ball contest gave better progression in dribbling ball rather than running chains go around the flag training. keyword : Running chains go around the flag, Slalom, The ability in dribbling ball.
“SECARA” TUBING DI BALI (SEHAT, CERIA DAN RAMAH LINGKUNGAN DENGAN TUBING) Muliarta, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menjadi sehat merupakan dambaan setiap manusia. Diketahui umum kesehatan merupakan keadaan termahal di dunia ini. Sehat saja tidaklah cukup sebab keadaan sehat tidak akan bertahan lama kala, kesehatan badan, emosi diri tidak terjaga. Agar tetap sehat banyak orang melakukan berbagai upaya untuk mempertahankannya seperti memulai dari hal yang sederhana yaitu menjaga kebersihan, mengatur pola makan dan minum, cukup istirahat, tidak merokok, sampai dengan hal yang lebih kompleks yaitu dengan berolahraga secara rutin, melakukan perwatan diri seperti masase dan spa, memeriksakan kesehatan secara berkala, mangikuti meditasi dan yoga. Olahraga tubing memiliki berbagai bentuk produk dan keunikan yang belum banyak dikenal memberikan kesehatan, keceriaan  dan menginspirasi banyak orang untuk peduli terhadap lingkungan. Olahraga tubing merupakan olahraga air yang unik dimana pelaksanaannya meggunakan tube dari ban dalam bekas mobil fuso sebagai sarana dan perairan sebagai prasarana. Olahraga tubing dapat dilaksanakan diberbagai karakter sungai, danau dan pantai yang menarik untuk dijadikan tempat tubing yang bisa dijadikan sebagai ajang peduli terhadap lingkungan. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana bisa sehat, ceria,ramah lingkungan dengan tubing. Adapun manfaat yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah memberikan wawasan dan pemahaman tentang sehat, ceria,ramah lingkungan dengan tubing. Ternyata tubing sebagai olahraga mampu memberikan kesehatan, kecerian dan peduli terhadap lingkungan alam sekitar.  
PENGARUH PELATIHAN PASSING BERPASANGAN SATU SENTUHAN DAN PASSING BERPASANGAN DUA SENTUHAN TERHADAP KETERAMPILAN PASSING CONTROL SEPAKBOLA PADA SISWA SEKOLAH SEPAKBOLA (SSB) TABANAN UNITED USIA 12 (U-12) TAHUN 2014 ., I Gede Doni Sasmita Darma; ., I Kd. Happy Kardiawan, S.Pd.; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v2i1.4279

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan passing berpasangan satu sentuhan terhadap keterampilan passing control, (2) pengaruh pelatihan passing berpasangan dua sentuhan terhadap keterampilan passing control, (3) Perbedaan pengaruh pelatihan passing berpasangan satu sentuhan dan passing berpasangan dua sentuhan terhadap keterampilan passing control. Subjek penelitian adalah siswa sekolah sepakbola (SSB) Tabanan United U-12 tahun 2014 yang berjumlah 24 orang. Data passing control diukur dengan tes passing control ke dinding. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan the modified group pre-test-post-test design. Analisis data menggunakan penghitungan statistik uji-t (t-test) pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data (1) pelatihan passing berpasangan satu sentuhan berpengaruh terhadap kemampuan passing control, dengan hasil thitung= 10,31>ttabel= 2,074 (2) pelatihan passing berpasangan dua sentuhan terhadap kemampuan passing control, dengan hasil thitung= 15,64>ttabel= 2,074 (3) pelatihan passing berpasangan dua sentuhan memberikan pengaruh lebih baik dibanding pelatihan passing berpasangan satu sentuhan terhadap kemampuan passing control, dilihat dengan hasil rata-rata 17,33>15,92. Disimpulkan bahwa (1) terdapat pengaruh pelatihan passing berpasangan satu sentuhan terhadap peningkatan kemampuan passing control, (2) terdapat pengaruh pelatihan passing berpasangan dua sentuhan terhadap peningkatan kemampuan passing control, (3) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan passing control antara pelatihan passing berpasangan satu sentuhan dengan passing berpasangan dua sentuhan, dimana pelatihan passing berpasangan dua sentuhan lebih baik dari pada pelatihan passing berpasangan satu sentuhan terhadap kemampuan passing control sepakbola Kata Kunci : Kata-kata Kunci : Sepakbola, passing control, pelatihan. This study aimed to determine (1) the effect of training pairs one-touch passing on the skills of passing control, (2) the effect of passing the training pairs two touches to control the passing skills, (3) The difference in the effect of training pairs one-touch passing and two touch passing pairs of skills passing control. The subjects were students of the school football (SSB) Tabanan United U-12 in 2014, amounting to 24 people. The data measured by passing control tests passing control to the wall. This study used an experimental method to the design of the modified group pre-test-post-test design. Data were analyzed using t-test statistical calculations (t-test) at the 5% significance level. The results of the data analysis (1) training in pairs one-touch passing effect on the ability of passing control, with the result t = 10.31> t table = 2.074 (2) training in pairs of two touch passing on the ability of passing control, with the result t = 15.64> t table = 2.074 (3) training in pairs of two touch passing is better than the effect of training pairs one-touch passing on the ability of passing control, seen with an average yield of 17.33> 15.92. It was concluded that (1) there are significant training in pairs one-touch passing to the increased ability of passing control, (2) there are significant training in pairs of two touch passing to the increased ability of passing control, (3) there are differences in the increase in the ability of passing control between training pairs one-touch passing with unpaired two-touch passing, where the training pairs two touch passing is better than passing the training pairs one touch to control the football passing ability. keyword : Keywords: Football, passing control, training.
PENGARUH PELATIHAN LATERAL CONE HOPS DAN HURDLE HOPS TERHADAP POWER OTOT TUNGKAI PADA ATLET KARATE KUMITE KLUB TRI YUDHA SAKTI DI KECAMATAN SUKASADA TAHUN 2015 ., Agus Kadarman; ., Luh Putu Tuti Ariani, S.Pd; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v3i1.5573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan lateral cone hops terhadap power otot tungkai atlet karate, (2) pengaruh pelatihan hurdle hops terhadap power otot tungkai atlet karate dan (3) perbedaan pengaruh antara pelatihan lateral cone hops dan hurdle hops terhadap power otot tungkai atlet karate. Subjek penelitian adalah atlet karate kumite Klub Tri Yudha Sakti di Kecamatan Sukasada, tahun 2015 yang berjumlah 26 orang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan rancangan the modified group pre-tes post-test design. Tes pengumpulan data menggunakan tes standing broad jump. Analisis data menggunakan perhitungan dengan uji-t (t-test) signifikansi α = 0,05 program SPSS. Hasil analisis data (1) pelatihan lateral cone hops berpengaruh terhadap power otot tungkai dengan mean difference -3,385, (2) pelatihan hurdle hops berpengaruh terhadap power otot tungkai dengan mean difference 3,385, dan (3) pelatihan hurdle hops memberikan pengaruh lebih baik dari pada pelatihan lateral cone hops terhadap power otot tungkai dengan mean difference 3,385.Kata Kunci : Kata kunci: Lateral cone hops, hurdle hops, power otot tungkai, karate This study aims to determine (1) the effect of the lateral cone hops training on leg muscle power karate athletes, (2) the effect of hurdle hops training on leg muscle power karate athletes and (3) the difference between training lateral cone hops and hops hurdle against leg muscle power karate athletes. The subjects were athletes karate kumite club Yudha Tri Sakti in District Sukasada, 2015, amounting to 26 people. This study used an experimental method to the design of the modified group pre-test post-test design. Test data collection using standing broad jump test. Data analysis using t-test calculations with significance level α = 0.05 SPSS program. lateral cone hops training effect on leg muscle power with a mean difference -3,385, (2) hurdle hops training effect on leg muscle power with a mean difference of 3,385 and (3) hurdle hops training gives better effect than lateral cone hops training to the leg muscle power with a mean difference of 3,385.keyword : Keywords: Lateral cone hops, hurdle hops, power leg muscle, karate
PENGARUH PELATIHAN DOT DRILL DAN DOWN THE LINE DRILL TERHADAP KELINCAHAN PADA ATLET KARATE USIA 13-15 TAHUN KLUB KARATE BATUR TAHUN 2014 ., I Gede Putu Arimbawa; ., I Kd. Happy Kardiawan, S.Pd.; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v3i1.4855

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan dot drill terhadap peningkatan kelincahan atlet karate usia 13-15 tahun Klub Karate Batur tahun 2014, (2) pengaruh pelatihan down the line drill terhadap peningkatan kelincahan atlet karate usia 13-15 tahun Klub Karate Batur tahun 2014, (3) perbedaan pengaruh antara pelatihan dot drill dan down the line drill terhadap peningkatan kelincahan pada atlet karate usia 13-15 tahun Klub Karate Batur tahun 2014. Subyek penelitian adalah atlet karate usia 13-15 tahun Klub Karate Batur tahun 2014 berjumlah 30 orang. Data kelincahan diukur dengan tes dogging-run. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan the modified pretest-posttest the same subject design. Analisis data menggunakan penghitungan statistik uji-t pada taraf signifikansi 0,05%. Hasil pretest pada kelompok pelatihan dot drill menunjukan hasil rata-rata sebesar 0,915 dan posttest sebesar 0,87 dengan peningkatan sebesar 0,045, persentase peningkatan sebersar 4,95%. Sedangkan hasil pretest pada kelompok pelatihan down the line drill menunjukan hasil rata-rata sebesar 0,875 dan posttest sebesar 0,835 dengan peningkatan sebesar 0,4, persentase peningkatan sebesar 4,5%. Hasil analisis data (1) pelatihan dot drill berpengaruh terhadap peningkatan kelincahan, dengan hasil nilai t hitung 9,83 > t tabel 2,101 (dk = 23), (2) pelatihan down the line drill berpengaruh terhadap peningkatan kelincahan, dengan hasil nilai t hitung 14,284 > t tabel 2,101 (dk = 23), (3) pelatihan down the line drill memberikan pengaruh lebih baik dibanding pelatihan dot drill terhadap peningkatan kelincahan, dilihat dengan hasil rata-rata nilai t hitung 2,604 > t tabel 2,028 (dk = 38). Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa (1) terdapat pengaruh pelatihan dot drill terhadap peningkatan kelincahan, (2) terdapat pengaruh pelatihan down the line drill terhadap peningkatan kelincahan, (3) terdapat perbedaan kelincahan antara dot drill dengan down the line drill, dimana pelatihan dot drill lebih baik daripada pelatihan down the line drill terhadap peningkatan kelincahan atlet karate usia 13-15 tahun Klub Karate Batur tahun 2014. Kata Kunci : Kata kunci: Pelatihan Dot Drill, Pelatihan Down The Line Drill, Kelincahan, Karate. ABSTRACT This study aims to determine (1) the influence of the dot drill training to increase the agility of karate athletes aged 13-15 Batur Karate Club in 2014, (2) the effect of training down the line drills to increase agility athletes 13-15 years old karate Karate Club Batur 2014, (3) the difference between the effect of training dot drill and drill down the line to increase the agility of karate athletes aged 13-15 Batur Karate Club in 2014. Subjects were 13-15 years old karate athletes Karate Club Batur in 2014 amounted to 30 people. Data agility measured by test-run dogging. This study used an experimental method with the modified design pretest-posttest design the same subject. Analysis of data using statistical calculation test at a significance level of 0.05%. Pretest results on the dot drill training group showed an average yield of 0.915 and a posttest at 0.87 with an increase of 0,045, a percentage increase of 4.95% sebersar. While the results of the pretest on group training drills down the line shows the average yield of 0.875 and posttest of 0.835 with an increase of 0.4, the percentage increase of 4.5%. The results of data analysis (1) training dot drill affect the increase in agility, with the results of the t value 9.83> t table 2.101 (df = 23), (2) training drill down the line to affect the increased agility, with the results of the t value 14.284> t table 2.101 (df = 23), (3) training drill down the line gives a better effect than the dot drill training to increase agility, seen with an average yield of 2,604 t value> t table 2.028 (df = 38) . Based on data analysis concluded that (1) there is the influence of the dot drill training to increase agility, (2) there is a training effect down the line drills to increase agility, (3) there is a difference between dot agility drill with drill down the line, where the dot drill training better than training drill down the line to increase the agility of karate athletes aged 13-15 Batur Karate Club in 2014. keyword : Keywords: Dot Drill Training, Training Drill Down The Line, Agility, Karate.