I Wayan Muliarta
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 60 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PELATIHAN INTERVAL ANAEROB DENGAN RASIO KERJA ISTIRAHAT 1:10 DAN 1:20 TERHADAP KECEPATAN LARI 100 METER ., I Dewa Made Mudiyasa; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v2i1.4058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 terhadap kecepatan lari 100 meter, (2) pengaruh pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:20 terhadap kecepatan lari 100 meter, (3) Perbedaan pengaruh pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 dan 1:20 terhadap kecepatan lari 100 meter. Subjek penelitian adalah siswa peserta ekstrakurikuler atletik SMP N 1 Mengwi tahun 2014 yang berjumlah 36 orang. Data kecepatan lari 100 meter diukur dengan tes lari cepat 100 meter. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan the modified group pre-test-post-test design. Analisis data menggunakan penghitungan statistik uji-t (t-test) pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data (1) pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 berpengaruh terhadap kecepatan lari 100 meter, dengan hasil thitung= 11,18 > ttabel = 2,042 (2) pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:20 berpengaruh terhadap kecepatan lari 100 meter, dengan hasil thitung = 32,11 > ttabel = 2,042 (3) terdapat perbedaan antara pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 dan 1:20 terhadap kecepatan lari 100 meter, dengan hasil thitung = 5,04 > ttabel = 2,042. Pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:20 memberikan pengaruh lebih baik dibanding pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 terhadap kecepatan lari 100 meter, dilihat dari hasil rata-rata pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:20 adalah 15,32 dan rata-rata pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 adalah 15,74. Kata Kunci : pelatihan, interval anaerob, rasio kerja dan istirahat, kecepatan. This study aims to determine (1) the effect of anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 to the speed of 100 meter sprint, (2) the effect of anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 to the speed of 100 meter sprint, (3) the difference effect of between the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 and 1:20 to the speed of 100 meter sprint. The subjects of this research were 36 students of athletic extracurricular SMP N 1 Mengwi. This research was an experimental study, with the modified group pre-test – post-test design. The data of 100 meter sprint speed was measured by a 100 meter sprint test. The data was analyzed using statistical calculations t-test at the 5% significance level. The results of this study are (1) the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 affected to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 11,18 > ttab = 2.042, (2) the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 affected to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 32,11 > ttab = 2.042, (3) there was difference effect of between the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 and 1:20 to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 5.04 > ttab = 2.042. The anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 gives a better effect than the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 to the speed of 100 meter sprint, seen from the average result of the anaerobic interval training with work and rest rasio 1:20 is 15,32 and the anaerobic interval training with work and rest rasio 1:10 is 15,74. keyword : This study aims to determine (1) the effect of anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 to the speed of 100 meter sprint, (2) the effect of anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 to the speed of 100 meter sprint, (3) the difference effect of between the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 and 1:20 to the speed of 100 meter sprint. The subjects of this research were 36 students of athletic extracurricular SMP N 1 Mengwi. This research was an experimental study, with the modified group pre-test – post-test design. The data of 100 meter sprint speed was measured by a 100 meter sprint test. The data was analyzed using statistical calculations t-test at the 5% significance level. The results of this study are (1) the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 affected to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 11,18 > ttab = 2.042, (2) the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 affected to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 32,11 > ttab = 2.042, (3) there was difference effect of between the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 and 1:20 to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 5.04 > ttab = 2.042. The anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 gives a better effect than the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 to the speed of 100 meter sprint, seen from the average result of the anaerobic interval training with work and rest rasio 1:20 is 15,32 and the anaerobic interval training with work and rest rasio 1:10 is 15,74.
PENGARUH PELATIHAN PULL-UP DAN PUSH-UP TERHADAP KEKUATAN OTOT LENGAN PADA SISWA PUTRA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI MADRASAH ALIYAH NEGERI PATAS TAHUN 2014 ., Imam Hambali; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v3i1.4832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan pull-up terhadap kekuatan otot lengan, (2) pengaruh pelatihan push-up terhadap kekuatan otot lengan, (3) perbedaan pengaruh pelatihan pull-up dan push-up terhadap kekuatan otot lengan. Subjek penelitian adalah siswa putra ekstrakurikuler bola voli MAN Patas berjumlah 30 orang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan the modified group pre-test – post-test design. Tes pengumpulan data menggunakan tes expanding dynamometer. Analisis data menggunakan perhitungan statistik Nonparametrik pada taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis data (1) pelatihan pull-up berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot lengan, (2) pelatihan push-up berpengaruh signifikan terhadap kekuatan otot lengan, (3) tidak ada perbedaan kekuatan otot lengan yang signifikan antara pelatihan pull-up dan push-up. Disimpulkan bahwa (1) Pelatihan pull-up berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot lengan pada siswa putra ekstrakurikuler bola voli MAN Patas tahun 2014, (2) Pelatihan push-up berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot lengan pada siswa putra ekstrakurikuler bola voli MAN Patas tahun 2014, (3) Tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara pelatihan push-up dan pull-up terhadap peningkatan kekuatan otot lengan pada siswa putra ekstrakurikuler bola voli MAN Patas tahun 2014. Kata Kunci : pelatihan, push-up, pull-up, kekuatan, bola voli This study aims to determine (1) the influence of the pull-up training arm muscle strength , (2) the effect of the push - up training on muscle strength of arm, (3) the effect of training pull- ups and push - ups against the arm muscle strength. The subjects were male student extracurricular volleyball MAN Patas numbered 30 people. This study used an experimental method to the design of the modified group pre - test - post - test design. Test data collection using expanding test dynamometer. Analysis of data using statistical calculations Nonparametric at a significance level of 0.05. The results of data analysis (1) The pull-up training a significant effect on the increase in forearm muscle strength, (2) training of push-ups a significant effect on the arm muscle strength, (3) there was no difference in muscle strength significantly between the training arm pull-up and push-up. It was concluded that (1) Training pull-ups significant effect on the increase in muscle strength in the arm by boys volleyball extracuricular MAN Patas 2014, (2) Training of push-ups a significant effect on the increase in muscle strength in the arm by boys volleyball extracurricular MAN Patas years 2014, (3) There is no significant difference between the training of push-ups and pull-ups to increase arm muscle strength in male student extracuricular volleyball MAN Patas 2014. keyword : training , push - ups , pull- ups , strength , volleyball
TINGKAT VOLUME OKSIGEN MAKSIMAL (VO2MAX) PEMAIN SEPAKBOLA BALI YOUTH FOOTBALL TAHUN 2021 Panjaitan, Anthoni; Agus Dharmadi, Made; Muliarta, I Wayan
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v12i2.40695

Abstract

Penelitian iini ibertujuan iuntuk imengetahui itingkat ivolume ioksigen imaksimal i(vo2max) ipemain isepak ibola iBali iYouth iFootball itahun i2021. iSubjek idalam ipenelitian iini iadalah ipemain isepakbola iBali iYouth iFootball iyang iberjumlah i15 ipemain. iMetodeyang idigunakan iadalah isurvey idengan ites idan ipengukuran. iInstrumen iyang idigunakan iuntuk imengetahui ivolume ioksigen imaksimal i(vo2max) iadalah iMultistage iFitness iTest i(MFT) iyang imerupakan ites iVo2max idengan ijarak i20M iyang iterdiri idari i21 ilevel idimana isetiap ilevel imemiliki ijumlah ibalikan iyang iberbeda-beda. iHasil ipenelitian imenunjukkan itidak iada ipemain iyang imeraih ikategori iistimewa idan ikategori isangat iburuk i(0%), idalam ikategori isangat ibaikter idapat i2 ipemain i(13,33%), idalam ikategori ibaik iterdapat i10 ipemain i(66,67), idalam ikategori isedang iterdapat i2 ipemain i(13,33%), idalam ikategori iburuk iterdapat i1 ipemain i(6,67%). iBerdasarkan ihasil ipersentase iterbesar itingkat iVo2max ipemain isepak ibola iBali iYouth iFootball isebagian ibesar imemiliki ikriteria ibaik. iSehingga idisarakan ibagi ipelatih iagar idalam imenyusun iprogram ilatihan imemperhatikan iupaya imempertahankan idan imeningkatkan itingkat ivolume ioksigen imaksimal i(vo2max) itanpa imengesampingkan ilatihan iteknik iatau ipun itaktik. iMaka idapat idisimpulakan ibahwa ipertandingan ipada icabang iolahraga isepakbola imembutuhkan itingkat ivolume ioksigen imaksimal i(VO2Max) iyang ibaik idan imaksimal iguna iuntuk imenunjang iperforma iseorang ipemain iselama i2 ix i45 imenit. iUntuk iitu iperlu idiketahui idata iterkini ikondisi itingkat ivolume ioksigen imaksimal i(VO2Max) ipemain isepakbola iBali iYouth iFootball.
MINAT DAN MOTIVASI BERLATIH ATLET PENCAK SILAT SATRIA MUDA INDONESIA KOMISARIAT WILAYAH BULELENG PADA MASA PANDEMIC COVID-19 YASA, KOMANG UKIR TIRTA; Suratmin, Suratmin; Muliarta, I Wayan
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 12, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v12i3.41549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara faktual minat dan motivasi berlatih atlet pencaksilat Satria Muda Indonesia Komisariat wilayah Buleleng pada masa pandemic Covid-19. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet pencaksilat Satria Muda Indonesia Komisariat wilayah Buleleng. Data instrumen dikumpulkan dengan menggunakan metode non tes yaitu kuesioner berjumlah 15 minat dan 10 motivasi intrinsik, 15 motivasi ekstriksik. Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan presentase. Hal ini menunjukan minat dan motivasi atlet pencaksilat Satria Muda Indonesia Komisariat wilayah Buleleng berdampak positif pada latihan pencaksilat di perguruan Satria Muda Indonesia Komisariat wilayah Buleleng. Sampel berjumlah 50 orang yang mengikuti latihan pencaksilat di perguruan Satria Muda Indonesia Komisariat wilayah Buleleng. Hasilnya bahwa (1) Minat berlatih atlet pencaksilat Satria Muda Indonesia Komisariat Wilayah Buleleng dimasa pendemic covid-19 dalam skala penilaian kategori dinyatakan sangat tinggi berminat untuk berlatih pencaksilat. (2) Motivasi intrinsik berlatih atlet pencak silat Satria Muda Indonesia Komisariat Wilayah Buleleng dimasa pendemic covid-19 alam skala penilaian kategori dinyatakan tinggi. (3) Motivasi ekstrinsik berlatih atlet pencaksilat Satria Muda Indonesia Komisariat wilayah buleleng dimasa pendemic covid-19 dalam skala penilaian kategori dinyatakan  tinggi motivasi untuk berlatih pencaksilat. Saran dari peneliti untuk atlet agar meningkatkan minat dan motivasi berlatih pada saat pandemic covid-19 ini. Untuk menjaga teknik, fisik, dan kemampuan taktik pencaksilat agar bisa berprestasi kedepannya.
“SECARA” TUBING DI BALI (SEHAT, CERIA DAN RAMAH LINGKUNGAN DENGAN TUBING) I Wayan Muliarta
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menjadi sehat merupakan dambaan setiap manusia. Diketahui umum kesehatan merupakan keadaan termahal di dunia ini. Sehat saja tidaklah cukup sebab keadaan sehat tidak akan bertahan lama kala, kesehatan badan, emosi diri tidak terjaga. Agar tetap sehat banyak orang melakukan berbagai upaya untuk mempertahankannya seperti memulai dari hal yang sederhana yaitu menjaga kebersihan, mengatur pola makan dan minum, cukup istirahat, tidak merokok, sampai dengan hal yang lebih kompleks yaitu dengan berolahraga secara rutin, melakukan perwatan diri seperti masase dan spa, memeriksakan kesehatan secara berkala, mangikuti meditasi dan yoga. Olahraga tubing memiliki berbagai bentuk produk dan keunikan yang belum banyak dikenal memberikan kesehatan, keceriaan  dan menginspirasi banyak orang untuk peduli terhadap lingkungan. Olahraga tubing merupakan olahraga air yang unik dimana pelaksanaannya meggunakan tube dari ban dalam bekas mobil fuso sebagai sarana dan perairan sebagai prasarana. Olahraga tubing dapat dilaksanakan diberbagai karakter sungai, danau dan pantai yang menarik untuk dijadikan tempat tubing yang bisa dijadikan sebagai ajang peduli terhadap lingkungan. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana bisa sehat, ceria,ramah lingkungan dengan tubing. Adapun manfaat yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah memberikan wawasan dan pemahaman tentang sehat, ceria,ramah lingkungan dengan tubing. Ternyata tubing sebagai olahraga mampu memberikan kesehatan, kecerian dan peduli terhadap lingkungan alam sekitar.  
THE EFFECTIVENESS OF CONTEXTUAL-BASED YOGA LEARNING MODEL ON STUDENT CHARACTER I Wayan Muliarta
JIPES - JOURNAL OF INDONESIAN PHYSICAL EDUCATION AND SPORT Vol 7 No 01 (2021): JIPES (Journal of Indonesian Physical Education and Sport)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low fitness is a projection of low movement skills and student learning energy so that it is possible to experience a decrease in mastery of the values ​​of each subject. This study was to analyze the effectiveness of the contextual-based yoga learning model (PYBK) on the character of the VIII grade junior high school students. This study used a quantitative research design with the type of research, namely experimental with this research design following the basic pattern of experimental design with the design of the Post Test Only Control Group Design to determine the character of the students. This research was conducted in junior high schools with a population of 144 students divided into 5 classes. The research sample was taken by random sampling technique so that two classes were determined to be the sample of this study. Class A with 27 students as the control group and class D with 30 students as the experimental group. The method used to collect data in this study is non-test. The data analysis used is descriptive and inferential. The data obtained were analyzed using the prerequisite test and t test for different samples using the help of the SPSS 25.0 for Windows program. The results of the hypothesis testing conducted showed the significance level of the Character count of 0,000. This result is smaller than the significance (α) 0.05. This means that there is a significant difference between students who were taught with the contextual-based Yoga learning model (PYBK) and students who were not taught with contextual-based Yoga learning models, after learning PJOK with the PYBK model.
Development of Video Media Basic Techniques of Petanque Game I Gede Suwiwa; I Ketut Budaya Astra; I Wayan Muliarta; Hendra Mashuri
Halaman Olahraga Nusantara : Jurnal Ilmu Keolahragaan Vol 5, No 1 (2022): Halaman Olahraga Nusantara (Jurnal Ilmu Keolahragaan)
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.806 KB) | DOI: 10.31851/hon.v5i1.6680

Abstract

The purpose of this study was to develop a video learning media product for the basic techniques of the petanque game. This type of research is development research by applying five steps, namely 1) analysis, 2) design, 3) development, 4) implementation, 5) evaluation. The number of respondents who reviewed teaching materials was 3 experts, 49 students. The instruments used to obtain data about the quality of teaching materials are questionnaires and tests. Performance tests are used to determine student learning outcomes between before and after using learning video media teaching materials during the field test. Product validation results by content experts with a total percentage of 90.00% with very good qualifications. The results of product validation by learning media experts with a total percentage of 90.00% with very good qualifications. The results of product validation by learning design experts with a total percentage of 93.30% with very good qualifications. The results of student research on the feasibility of the developed video media showed a percentage of 92, 62% which was the average of the individual test, small group test, and large group test where these results showed a very good category. Field results show that the video media developed has a significant influence on student learning outcomes and higher effectiveness. The results of the paired sample t-test from the pre-test and post-test showed sig (2-tailed) .000 which was smaller than the standard probability of .005 while the N-Gain results showed 6 students were in the medium category and 24 students indicated the high category. This study shows that the video media teaching materials have met the feasibility aspects of content, media, design and are suitable for use by students.
PENGARUH PELATIHAN KNEE TUCH JUMP DENGAN TWISTING CRUNCH TERHADAP KECEPATAN TENDANGAN DOLLYO CHAGI TAEKWONDO REMAJA PUTRA DI KLUB TAEKWONDO BULLDOG BULELENG TAHUN 2014 ., I Made Astika Putra; ., Wasti Danardani, S.Pd., M.A.; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v2i1.3877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan knee tuch jump dengan twisting crunch terhadap kecepatan tendangan dollyo chagi Taekwondo remaja putra di Klub Taekwondo Bulldog Buleleng tahun 2014. Jenis Penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi exsperimental) dengan rancangan penelitian the modified non-randomized pree-test post-test group design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur kecepatan tendangan dollyo chagi adalah tes kecepatan tendangan dollyo chagi. Data dianalisis dengan uji anava satu jalur pada taraf signifikansi ( ) 0,05 dengan bantuan program komputer SPSS 19,0. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, dengan menggunakan uji anava satu jalur untuk data kecepatan tendangan dollyo chagi diperoleh nilai signifikansi hitung lebih kecil dari nilai (Sig
PENGARUH PELATIHAN KNEE TUCH JUMP DENGAN TWISTING CRUNCH TERHADAP KECEPATAN TENDANGAN DOLLYO CHAGI TAEKWONDO REMAJA PUTRA DI KLUB TAEKWONDO BULLDOG BULELENG TAHUN 2014 ., I Made Astika Putra; ., Wasti Danardani, S.Pd., M.A.; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v2i1.3878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan knee tuch jump dengan twisting crunch terhadap kecepatan tendangan dollyo chagi Taekwondo remaja putra di Klub Taekwondo Bulldog Buleleng tahun 2014. Jenis Penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi exsperimental) dengan rancangan penelitian the modified non-randomized pree-test post-test group design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur kecepatan tendangan dollyo chagi adalah tes kecepatan tendangan dollyo chagi. Data dianalisis dengan uji anava satu jalur pada taraf signifikansi ( ) 0,05 dengan bantuan program komputer SPSS 19,0. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, dengan menggunakan uji anava satu jalur untuk data kecepatan tendangan dollyo chagi diperoleh nilai signifikansi hitung lebih kecil dari nilai (Sig
PENGARUH PELATIHAN INTERVAL ANAEROB DENGAN RASIO KERJA ISTIRAHAT 1:10 DAN 1:20 TERHADAP KECEPATAN LARI 100 METER ., I Dewa Made Mudiyasa; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v2i1.4058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 terhadap kecepatan lari 100 meter, (2) pengaruh pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:20 terhadap kecepatan lari 100 meter, (3) Perbedaan pengaruh pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 dan 1:20 terhadap kecepatan lari 100 meter. Subjek penelitian adalah siswa peserta ekstrakurikuler atletik SMP N 1 Mengwi tahun 2014 yang berjumlah 36 orang. Data kecepatan lari 100 meter diukur dengan tes lari cepat 100 meter. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan the modified group pre-test-post-test design. Analisis data menggunakan penghitungan statistik uji-t (t-test) pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data (1) pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 berpengaruh terhadap kecepatan lari 100 meter, dengan hasil thitung= 11,18 > ttabel = 2,042 (2) pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:20 berpengaruh terhadap kecepatan lari 100 meter, dengan hasil thitung = 32,11 > ttabel = 2,042 (3) terdapat perbedaan antara pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 dan 1:20 terhadap kecepatan lari 100 meter, dengan hasil thitung = 5,04 > ttabel = 2,042. Pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:20 memberikan pengaruh lebih baik dibanding pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 terhadap kecepatan lari 100 meter, dilihat dari hasil rata-rata pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:20 adalah 15,32 dan rata-rata pelatihan interval anaerob dengan rasio kerja istirahat 1:10 adalah 15,74. Kata Kunci : pelatihan, interval anaerob, rasio kerja dan istirahat, kecepatan. This study aims to determine (1) the effect of anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 to the speed of 100 meter sprint, (2) the effect of anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 to the speed of 100 meter sprint, (3) the difference effect of between the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 and 1:20 to the speed of 100 meter sprint. The subjects of this research were 36 students of athletic extracurricular SMP N 1 Mengwi. This research was an experimental study, with the modified group pre-test – post-test design. The data of 100 meter sprint speed was measured by a 100 meter sprint test. The data was analyzed using statistical calculations t-test at the 5% significance level. The results of this study are (1) the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 affected to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 11,18 > ttab = 2.042, (2) the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 affected to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 32,11 > ttab = 2.042, (3) there was difference effect of between the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 and 1:20 to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 5.04 > ttab = 2.042. The anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 gives a better effect than the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 to the speed of 100 meter sprint, seen from the average result of the anaerobic interval training with work and rest rasio 1:20 is 15,32 and the anaerobic interval training with work and rest rasio 1:10 is 15,74. keyword : This study aims to determine (1) the effect of anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 to the speed of 100 meter sprint, (2) the effect of anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 to the speed of 100 meter sprint, (3) the difference effect of between the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 and 1:20 to the speed of 100 meter sprint. The subjects of this research were 36 students of athletic extracurricular SMP N 1 Mengwi. This research was an experimental study, with the modified group pre-test – post-test design. The data of 100 meter sprint speed was measured by a 100 meter sprint test. The data was analyzed using statistical calculations t-test at the 5% significance level. The results of this study are (1) the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 affected to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 11,18 > ttab = 2.042, (2) the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 affected to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 32,11 > ttab = 2.042, (3) there was difference effect of between the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 and 1:20 to the speed of 100 meter sprint, with result thit = 5.04 > ttab = 2.042. The anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:20 gives a better effect than the anaerobic interval training with work and rest rasio of 1:10 to the speed of 100 meter sprint, seen from the average result of the anaerobic interval training with work and rest rasio 1:20 is 15,32 and the anaerobic interval training with work and rest rasio 1:10 is 15,74.