I Wayan Muliarta
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 60 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PELATIHAN PULL-UP DAN PUSH-UP TERHADAP KEKUATAN OTOT LENGAN PADA SISWA PUTRA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI MADRASAH ALIYAH NEGERI PATAS TAHUN 2014 ., Imam Hambali; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v3i1.4832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan pull-up terhadap kekuatan otot lengan, (2) pengaruh pelatihan push-up terhadap kekuatan otot lengan, (3) perbedaan pengaruh pelatihan pull-up dan push-up terhadap kekuatan otot lengan. Subjek penelitian adalah siswa putra ekstrakurikuler bola voli MAN Patas berjumlah 30 orang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan the modified group pre-test – post-test design. Tes pengumpulan data menggunakan tes expanding dynamometer. Analisis data menggunakan perhitungan statistik Nonparametrik pada taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis data (1) pelatihan pull-up berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot lengan, (2) pelatihan push-up berpengaruh signifikan terhadap kekuatan otot lengan, (3) tidak ada perbedaan kekuatan otot lengan yang signifikan antara pelatihan pull-up dan push-up. Disimpulkan bahwa (1) Pelatihan pull-up berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot lengan pada siswa putra ekstrakurikuler bola voli MAN Patas tahun 2014, (2) Pelatihan push-up berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot lengan pada siswa putra ekstrakurikuler bola voli MAN Patas tahun 2014, (3) Tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara pelatihan push-up dan pull-up terhadap peningkatan kekuatan otot lengan pada siswa putra ekstrakurikuler bola voli MAN Patas tahun 2014. Kata Kunci : pelatihan, push-up, pull-up, kekuatan, bola voli This study aims to determine (1) the influence of the pull-up training arm muscle strength , (2) the effect of the push - up training on muscle strength of arm, (3) the effect of training pull- ups and push - ups against the arm muscle strength. The subjects were male student extracurricular volleyball MAN Patas numbered 30 people. This study used an experimental method to the design of the modified group pre - test - post - test design. Test data collection using expanding test dynamometer. Analysis of data using statistical calculations Nonparametric at a significance level of 0.05. The results of data analysis (1) The pull-up training a significant effect on the increase in forearm muscle strength, (2) training of push-ups a significant effect on the arm muscle strength, (3) there was no difference in muscle strength significantly between the training arm pull-up and push-up. It was concluded that (1) Training pull-ups significant effect on the increase in muscle strength in the arm by boys volleyball extracuricular MAN Patas 2014, (2) Training of push-ups a significant effect on the increase in muscle strength in the arm by boys volleyball extracurricular MAN Patas years 2014, (3) There is no significant difference between the training of push-ups and pull-ups to increase arm muscle strength in male student extracuricular volleyball MAN Patas 2014. keyword : training , push - ups , pull- ups , strength , volleyball
PENGARUH PELATIHAN DOT DRILL DAN DOWN THE LINE DRILL TERHADAP KELINCAHAN PADA ATLET KARATE USIA 13-15 TAHUN KLUB KARATE BATUR TAHUN 2014 ., I Gede Putu Arimbawa; ., I Kd. Happy Kardiawan, S.Pd.; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v3i1.4855

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan dot drill terhadap peningkatan kelincahan atlet karate usia 13-15 tahun Klub Karate Batur tahun 2014, (2) pengaruh pelatihan down the line drill terhadap peningkatan kelincahan atlet karate usia 13-15 tahun Klub Karate Batur tahun 2014, (3) perbedaan pengaruh antara pelatihan dot drill dan down the line drill terhadap peningkatan kelincahan pada atlet karate usia 13-15 tahun Klub Karate Batur tahun 2014. Subyek penelitian adalah atlet karate usia 13-15 tahun Klub Karate Batur tahun 2014 berjumlah 30 orang. Data kelincahan diukur dengan tes dogging-run. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan the modified pretest-posttest the same subject design. Analisis data menggunakan penghitungan statistik uji-t pada taraf signifikansi 0,05%. Hasil pretest pada kelompok pelatihan dot drill menunjukan hasil rata-rata sebesar 0,915 dan posttest sebesar 0,87 dengan peningkatan sebesar 0,045, persentase peningkatan sebersar 4,95%. Sedangkan hasil pretest pada kelompok pelatihan down the line drill menunjukan hasil rata-rata sebesar 0,875 dan posttest sebesar 0,835 dengan peningkatan sebesar 0,4, persentase peningkatan sebesar 4,5%. Hasil analisis data (1) pelatihan dot drill berpengaruh terhadap peningkatan kelincahan, dengan hasil nilai t hitung 9,83 > t tabel 2,101 (dk = 23), (2) pelatihan down the line drill berpengaruh terhadap peningkatan kelincahan, dengan hasil nilai t hitung 14,284 > t tabel 2,101 (dk = 23), (3) pelatihan down the line drill memberikan pengaruh lebih baik dibanding pelatihan dot drill terhadap peningkatan kelincahan, dilihat dengan hasil rata-rata nilai t hitung 2,604 > t tabel 2,028 (dk = 38). Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa (1) terdapat pengaruh pelatihan dot drill terhadap peningkatan kelincahan, (2) terdapat pengaruh pelatihan down the line drill terhadap peningkatan kelincahan, (3) terdapat perbedaan kelincahan antara dot drill dengan down the line drill, dimana pelatihan dot drill lebih baik daripada pelatihan down the line drill terhadap peningkatan kelincahan atlet karate usia 13-15 tahun Klub Karate Batur tahun 2014. Kata Kunci : Kata kunci: Pelatihan Dot Drill, Pelatihan Down The Line Drill, Kelincahan, Karate. ABSTRACT This study aims to determine (1) the influence of the dot drill training to increase the agility of karate athletes aged 13-15 Batur Karate Club in 2014, (2) the effect of training down the line drills to increase agility athletes 13-15 years old karate Karate Club Batur 2014, (3) the difference between the effect of training dot drill and drill down the line to increase the agility of karate athletes aged 13-15 Batur Karate Club in 2014. Subjects were 13-15 years old karate athletes Karate Club Batur in 2014 amounted to 30 people. Data agility measured by test-run dogging. This study used an experimental method with the modified design pretest-posttest design the same subject. Analysis of data using statistical calculation test at a significance level of 0.05%. Pretest results on the dot drill training group showed an average yield of 0.915 and a posttest at 0.87 with an increase of 0,045, a percentage increase of 4.95% sebersar. While the results of the pretest on group training drills down the line shows the average yield of 0.875 and posttest of 0.835 with an increase of 0.4, the percentage increase of 4.5%. The results of data analysis (1) training dot drill affect the increase in agility, with the results of the t value 9.83> t table 2.101 (df = 23), (2) training drill down the line to affect the increased agility, with the results of the t value 14.284> t table 2.101 (df = 23), (3) training drill down the line gives a better effect than the dot drill training to increase agility, seen with an average yield of 2,604 t value> t table 2.028 (df = 38) . Based on data analysis concluded that (1) there is the influence of the dot drill training to increase agility, (2) there is a training effect down the line drills to increase agility, (3) there is a difference between dot agility drill with drill down the line, where the dot drill training better than training drill down the line to increase the agility of karate athletes aged 13-15 Batur Karate Club in 2014. keyword : Keywords: Dot Drill Training, Training Drill Down The Line, Agility, Karate.
PENGARUH PELATIHAN LARI BERANTAI KELILING BENDERA DAN LOMBA SLALOM MENGGIRING BOLA TERHADAP KETERAMPILAN DRIBBLING BOLA PADA SISWA EKSTRA KURIKULER SEPAKBOLA SMP NEGERI 5 NEGARA TAHUN 2015 ., I Komang Agus Priyanata; ., I Kd. Happy Kardiawan, S.Pd.; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v3i1.5572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan lari berantai keliling bendera terhadap keterampilan dribbling bola, (2) pengaruh pelatihan lomba slalom menggiring bola terhadap keterampilan dribblilng bola, (3) Perbedaan pengaruh antara pelatihan lari berantai kelilillng bendera dengan loma slalom menggiring bola terhadap keterampilan dribbing bola. Subjek penelitian adalah siswa ekstra kurikuler SMP Negeri 5 Negara yang berjumlah 30 orang. Data keterampilan dribbling bola diukur dengan tes menggiring bola. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan “the modified non-randomized pre-test post test goup design”. Analisis data menggunakan penghitungan statistik uji-t (t-test) pada taraf signifikansi 0.05. Hasil analisis data (1) pelatihan lari berantai keliling bendera berpengaruh terhadap keterampila dribbling bola, dengan hasil thitung = 46,499 >ttabel = 2.145 (2) pelatihan lomba slalom menggiring bola, berpengaruh terhadap keterampilan dribblling bola, dengan hasil thitung = 68,214 > ttabel = 2,145 (3) pelatihan lomba slalom menggiring bola memberikan pengaruh lebih baik dibanding pelatihan lari berantai keliling bendera terhadap keterampilan dribbling bola, dilihat dengan hasil rata-rata 19,45 >18,39. Disimpulkan bahwa (1) terdapat pengaruh pelatihan lari berantai keliling bendera terhadap peningkatan keterampilan dribbling bola, (2) terdapat pengaruh pelatihan lomba slalom menggiring bola terhadap peningkatan keterampilan dribbling bola, (3) terdapat perbedaan peningkatan keterampilang dribbling bola antara pelatihan lari berantai keliling bendera dengan lomba slalom menggiring bola, dimana pelatihan lomba slalom menggiring bola lebih baik dari pada pelatihan lari berantai keliling bendera terhadap peningkatan keterampilan dribblilng bola. Kata Kunci : Lari berantai keliling bendera, slalom dan Keterampilan dribbling bola. This study was aimed to investigate 1. The effects of running chain go around the flag training toward the ability in dribbling ball, 1. The effects of slalom dribbling ball contest toward the ability in dribbling ball, 3. The difference effects between running chain go around the flag training and slalom dribbling ball contest toward the ability in dribbling ball. The subjects of this study were 30 extra training students’ of SMP N 5 Negara. The data of students’ dribbling ability was measured by dribbling test. This study was an experimental study which the design was the modified non-randomized pre-test post test group design. The data of this study was analyzed by using t-test statistic measurement with the degree of significance is 0,05. The result of the data analysis showed that 1. Running chains go around the flag training influenced students’ ability in dribbling ball with the result of thitung = 46,499 >ttabel = 2.145, 2. Slalom dribbling ball contest influenced students’ ability in dribbling ball with the result of thitung = 68,214 > ttabel = 2,145, 3. Slalom dribbling ball contest give better influenced rather than running chains go around the flag training toward the students’ ability in dribbling ball which can be seen on the average result which is 19,45 >18,39 From the result of the study it can be concluded that, 1. Running chains go around the flag training was influenced the improvement of students’ ability in dribbling ball. 2. Slalom dribbling ball contest influenced the improvement students’ ability in dribbling ball. 3. There were differences of the improvement of students ability in dribbling ball between running chains go around the flag training and Slalom dribbling ball contest, where slalom dribbling ball contest gave better progression in dribbling ball rather than running chains go around the flag training. keyword : Running chains go around the flag, Slalom, The ability in dribbling ball.
PENGARUH PELATIHAN LATERAL CONE HOPS DAN HURDLE HOPS TERHADAP POWER OTOT TUNGKAI PADA ATLET KARATE KUMITE KLUB TRI YUDHA SAKTI DI KECAMATAN SUKASADA TAHUN 2015 ., Agus Kadarman; ., Luh Putu Tuti Ariani, S.Pd; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v3i1.5573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan lateral cone hops terhadap power otot tungkai atlet karate, (2) pengaruh pelatihan hurdle hops terhadap power otot tungkai atlet karate dan (3) perbedaan pengaruh antara pelatihan lateral cone hops dan hurdle hops terhadap power otot tungkai atlet karate. Subjek penelitian adalah atlet karate kumite Klub Tri Yudha Sakti di Kecamatan Sukasada, tahun 2015 yang berjumlah 26 orang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan rancangan the modified group pre-tes post-test design. Tes pengumpulan data menggunakan tes standing broad jump. Analisis data menggunakan perhitungan dengan uji-t (t-test) signifikansi α = 0,05 program SPSS. Hasil analisis data (1) pelatihan lateral cone hops berpengaruh terhadap power otot tungkai dengan mean difference -3,385, (2) pelatihan hurdle hops berpengaruh terhadap power otot tungkai dengan mean difference 3,385, dan (3) pelatihan hurdle hops memberikan pengaruh lebih baik dari pada pelatihan lateral cone hops terhadap power otot tungkai dengan mean difference 3,385.Kata Kunci : Kata kunci: Lateral cone hops, hurdle hops, power otot tungkai, karate This study aims to determine (1) the effect of the lateral cone hops training on leg muscle power karate athletes, (2) the effect of hurdle hops training on leg muscle power karate athletes and (3) the difference between training lateral cone hops and hops hurdle against leg muscle power karate athletes. The subjects were athletes karate kumite club Yudha Tri Sakti in District Sukasada, 2015, amounting to 26 people. This study used an experimental method to the design of the modified group pre-test post-test design. Test data collection using standing broad jump test. Data analysis using t-test calculations with significance level α = 0.05 SPSS program. lateral cone hops training effect on leg muscle power with a mean difference -3,385, (2) hurdle hops training effect on leg muscle power with a mean difference of 3,385 and (3) hurdle hops training gives better effect than lateral cone hops training to the leg muscle power with a mean difference of 3,385.keyword : Keywords: Lateral cone hops, hurdle hops, power leg muscle, karate
PENGARUH PELATIHAN FARTLEK DAN HOLLOW SPRINT TERHADAP DAYA TAHAN ANAEROBIK ATLET KYORUGI REMAJA PUTRA USIA 15-19 TAHUN BULDOG TAE KWON DO CLUB TAHUN 2015 ., Gede Arix Subagia; ., I Kd. Happy Kardiawan, S.Pd.; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v3i1.5574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pelatihan fartlek terhadap daya tahan anaerobik, (2) pengaruh pelatihan pelatihan hollow sprint terhadap daya tahan anaerobik, (3) perbedaan pengaruh antara pelatihan fartlek dan hollow sprint terhadap daya tahan anaerobik. Subyek penelitian adalah atlet kyourugi usia 15-19 tahun Bulldog Tae Kwon Do Club berjumlah 22 orang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan rancangan the modified two groups pretest-posttest design. Pengumpulan data menggunakan tes lari 300 meter. Analisis data menggunakan perhitungan statistik uji-t (t-test) pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data (1) pelatihan fartlek berpengaruh terhadap terhadap daya tahan anaerobik, dengan hasil thit = 3,81> ttab = 2,22, (2) pelatihan hollow sprint berpengaruh terhadap daya tahan anaerobik, dengan hasil thit = 2,39< ttab = 2,22, (3) tidak terdapat perbedaan pengaruh daya tahan anaerobik antara pelatihan fartlek dan hollow sprint , dengan hasil thit = -0,09< ttab = 2,08. Disimpulkan bahwa (1) terdapat pengaruh pelatihan fartlek terhadap peningkatan daya tahan anaerobik, (2) terdapat pengaruh pelatihan hollow sprint terhadap peningkatan daya tahan anaerobik, (3) tidak terdapat perbedaan pengaruah antara pelatihan fartlek dan hollow sprint terhadap peningkatan daya tahan anaerobik.Kata Kunci : PELATIHAN FARTLEK, PELATIHAN HOLLOW SPRINT, DAYA TAHAN ANAEROBIK This study aims to determine (1) the effect of fartlek training for anaerobic endurance, (2) the effect of hollow sprint training for anaerobic endurance, (3) the difference against between the influence of fartlek training and hollow sprint for anaerobic endurance. The subjects of this research were 22 people at 15-19 years old from Bulldog Tae Kwon Do Club. This research was an appearance experimental study, with the modified group pre-test – post-test design. The data collection test was using 300 m run. The data was analyzed using statistical calculations t-test at the 5% significance level. The results of this study are (1) the fartlek training affected to the anaerobic endurance, with result thit = 3,81 > ttab = 2,22, (2) the hollow sprint training affected to the anaerobic endurance, with result thit = 2,39 > ttab = 2,22, (3) there was not differences in the anaerobic endurance between the fartlek training and hollow sprint training, with result thit = 0,09> ttab = 2,08. The conclution of the study are (1) the fartlek training affected to the anaerobic endurance, (2) the hollow sprint training affected to the anaerobic endurance, (3) there was not differences in the anaerobic endurance between the fartlek training and hollow sprint training. keyword : Pelatihan fartlek dan hollow sprint, daya tahan anaerobik
PENGARUH PELATIHAN SQUAT THRUST DAN SHUTTLE RUN TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PADA SISWA PUTRA PESERTA EKSTRAKULIKULER SEPAKBOLA SMA PGRI 1 AMLAPURA TAHUN 2015 ., Kadek Arnawa Dwi Payana; ., Suratmin, S.Pd. M.Or; ., I Wayan Muliarta, S.Pd., M.Or.
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v3i1.6111

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh pelatihan squat thrust terhadap peningkatan kelincahan pemain sepakbola, (2) Pengaruh pelatihan shuttle run terhadap peningkatan kelincahan pemain sepakbola, dan (3) Perbedaan pengaruh pelatihan squat thrust dan shuttle run terhadap kelincahan. Subyek penelitian ini adalah siswa putra peserta exstrakurikuler sepakbola SMA PGRI 1 Amlapura tahun 2015 yang berjumlah 22 orang. Tes kelincahan menggunakan illinois agility run. Penelitian ini mengunakan metode eksperimen dengan rancangan the modified grup pre-tes-post-tes. Analisis data mengunakan perhitungan statistic uji-t (t-test) padatarafsignifikasi 5%. Hasil analisis data, (1) Pelatihan squat thrust terhadap peningkatan kelincahan pemain sepakbola dengan hasilthitung =7,18 >ttabel = 2,086, (2) Pelatihan shuttle run terhadap peningkatan kelincahan pemain sepakbola dengan hasil thitung =15,37 >ttabel = 2,086, dan (3) Tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara pelatihan squat thrust dengan pelatihan shuttle run dengan hasilthitung = 0,27887 t table = 2.086, (2) shuttle run training to the improve football players’ agilitywith the outcome t = 15.37> table = 2.086, and (3) There is no significant difference between training with training squat thrust and shuttle run with the results of t = 0.27887
Tingkat Volume Oksigen Maksimal (Vo2max) Pemain Sepakbola Bali Youth Football Tahun 2021 Panjaitan, Anthoni; Agus Dharmadi, Made; Muliarta, I Wayan
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 12 No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v12i2.40695

Abstract

Penelitian iini ibertujuan iuntuk imengetahui itingkat ivolume ioksigen imaksimal i(vo2max) ipemain isepak ibola iBali iYouth iFootball itahun i2021. iSubjek idalam ipenelitian iini iadalah ipemain isepakbola iBali iYouth iFootball iyang iberjumlah i15 ipemain. iMetodeyang idigunakan iadalah isurvey idengan ites idan ipengukuran. iInstrumen iyang idigunakan iuntuk imengetahui ivolume ioksigen imaksimal i(vo2max) iadalah iMultistage iFitness iTest i(MFT) iyang imerupakan ites iVo2max idengan ijarak i20M iyang iterdiri idari i21 ilevel idimana isetiap ilevel imemiliki ijumlah ibalikan iyang iberbeda-beda. iHasil ipenelitian imenunjukkan itidak iada ipemain iyang imeraih ikategori iistimewa idan ikategori isangat iburuk i(0%), idalam ikategori isangat ibaikter idapat i2 ipemain i(13,33%), idalam ikategori ibaik iterdapat i10 ipemain i(66,67), idalam ikategori isedang iterdapat i2 ipemain i(13,33%), idalam ikategori iburuk iterdapat i1 ipemain i(6,67%). iBerdasarkan ihasil ipersentase iterbesar itingkat iVo2max ipemain isepak ibola iBali iYouth iFootball isebagian ibesar imemiliki ikriteria ibaik. iSehingga idisarakan ibagi ipelatih iagar idalam imenyusun iprogram ilatihan imemperhatikan iupaya imempertahankan idan imeningkatkan itingkat ivolume ioksigen imaksimal i(vo2max) itanpa imengesampingkan ilatihan iteknik iatau ipun itaktik. iMaka idapat idisimpulakan ibahwa ipertandingan ipada icabang iolahraga isepakbola imembutuhkan itingkat ivolume ioksigen imaksimal i(VO2Max) iyang ibaik idan imaksimal iguna iuntuk imenunjang iperforma iseorang ipemain iselama i2 ix i45 imenit. iUntuk iitu iperlu idiketahui idata iterkini ikondisi itingkat ivolume ioksigen imaksimal i(VO2Max) ipemain isepakbola iBali iYouth iFootball.
Analisis Manajemen Sepakbola Usia Dini Di Sekolah Sepakbola Negaroa Football Academy Tahun 2022 Ginting, Esan Teopilus; Happy Kardiawan , I Kadek; Muliarta, I Wayan
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 13 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v13i1.52209

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai bagaimana manajemen pengelolan sekolah sepakbola di Negaroa Football Academy dimana fungsi manajemen pengelolaan di Negaroa Football Academy belum terlihat dengan jelas sehingga penelitian ini akan menjadi informasi baru bagi masyarakat banyak terutama menjadi evaluasi bagi Negaroa Football Academy untuk semakin berbenah menjadi Sekolah Sepakbola dengan segudang prestasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, kajian pustaka, wawancara, dan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan di Negaroa Football Academy dalam hal perencanaan 72,5%, pengorganisasian 76,8%, penggerakan 68,75%, pengawasan 71,4%, dan evaluasi 78,1%. Jumlah total keseluruhan dari manajemen pengelolaan di Negaroa Football Academy mencapai 73,51%. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan di Negaroa Football Academy sejauh ini sudah berjalan dengan baik. Kendati demikian, Negaroa Football Academy tetap harus meningkatkan kualitas disetiap fungsi-fungsi manajemen mulai dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan, dan evaluasi. Peningkatan kualitas dapat berupa penambahan sarana latihan, lebih aktif mengikuti kejuaraan, dan menetapkan kepengurusan dengan jelas dan tegas.
Tingkat Volume Oksigen Maksimal (VO2Max) Atlet Putra Klub Gladiator Premier Basketball Academy Qonitin, Ana Nisa’ul; Happy Kardiawan, I Kadek; Muliarta, I Wayan
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 13 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpko.v13i1.52210

Abstract

Penelitian ini bertujuan sebagai data awal dan untuk mengetahui tingkat volume oksigen maksimal (VO2Max) atlet putra klub Gladiator Premier Basketball Academy. Subjek dalam penelitian ini adalah atlet putra klub Gladiator Premier Basketball Academy yang bejumlah 20 orang. Metode yang digunakan adalah survey dengan menggunakan tes dan pengukuran. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui volume oksigen maksimal (VO2Max) adalah Multistage Fitness Test (MFT) yang merupakan tes VO2Max dengan jarak 20 M yang terdiri dari 21 level dimana setiap level memiliki jumlah balikan yang berbeda-beda. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan tidak ada atlet yang meraih kategori istimewa 0 (0%), sangat baik 0 (0%), dan baik 0 (0%), dalam kategori sedang terdapat 5 atlet (25%), dalam kategori sangat buruk 10 atlet (50%), dalam kategori buruk terdapat 5 atlet (25%) dengan nilai rata-rata 36,11 dikategorikan buruk. Dapat disimpulkan setelah melakukan tes MFT untuk mengetahui tingkat volume oksigen maksimal (VO2Max) kepada atlet putra Klub Gladiator Premier Basketball Academy bahwa kondisi VO2Max tidak berada dalam kategori istimewa, sangat baik, dan kategori baik. Hasil ini memberikan makna bahwa untuk mencapai tingkat volume oksigen maksimal (VO2Max) yang baik perlu dilakukan latihan peningkatan daya tahan aerobic serta latihan-latihan daya tahan lainnya secara rutin dan berkesinambungan.
Minat dan Motivasi Berlatih Atlet Pencaksilat Satria Muda Indonesia Komisariat Wilayah Buleleng Pada Masa Pandemic Covid-19 Ukir Tirta Yasa, I Komang; Suratmin, Suratmin; Muliarta, I Wayan
Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Undiksha Vol 12 No 3 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara faktual minat dan motivasi berlatih atlet pencaksilat Satria Muda Indonesia Komisariat wilayah Buleleng pada masa pandemic covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sama yaitu, seluruh atlet pencaksilat Satria Muda Indonesia Komisariat Wilayah Buleleng yang berjumlah 50 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, kuiesoner/angket dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data yang digunakan adalah teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) minat berlatih atlet pencak silat Satria Muda Indonesia Komisariat Wilayah Buleleng di masa pandemic covid-19 adalah berskala sangat tinggi, (2) motivasi intrinsik berlatih atlet pencaksilat Satria Muda Indonesia Komisariat Wilayah Buleleng dimasa pendemic covid-19 adalah berskala tinggi, (3) Motivasi ekstrinsik berlatih atlet pencaksilat Satria Muda Indonesia Komisariat wilayah buleleng dimasa pendemic covid-19 adalah berskala tinggi.