Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS MOLEKULER BAKTERI ASAM LAKTAT PADA ISOLAT MEKONIUM BAYI BARU LAHIR MENGGUNAKAN PRIMER 16sRNA METODE PCR (POLYMERASE CHAIN REACTION) Sri Anggarini Rasyid; Sanatang; Nasti
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.7.1.5

Abstract

Mekonium adalah suatu materi berwarna hijau gelap yang terdapat dalam saluran cerna janin dalam kandungan. Mekonium tersebut terdiri dari sekresi gastrointestinal fetus, sel debris, mucus, darah, lanugo, dan verniks. Tujuan penelitian ini untuk mendeteksi potensi Bakteri Asam Laktat pada mekonium bayi baru lahir dengan menggunakan metode PCR (polymerase Chain Reaction).Hasil pembiakkan pada media MRSA menunjukkan pertumbuhan koloni mekonium bayi yang mengkonsumsi susu formula (F13A, F23A,F34A, F12B, dan F11D) mekonium bayi yang lahir secara Caesar ( C23A) dan mekonium bayi yang mengkonsumsi ASI (A11A dan A14A) , sedangkan pada mekonium bayi yang lahir Normal tidak ada pertumbuhan koloni. Hasil karakterisasi morfologi ini menunjukkan bahwa pada sampel mekonium bayi yang baru lahir dengan 4 kategori yaitu mekonium bayi yang mengkonsumsi ASI, mekonium bayi yang mengkonsumsi susu formula, mekonium bayi yang lahir secara normal dan mekonium bayi yang lahir secara caesar menunjukkan hasil morfologi koloni yang sama yaitu berbentuk bulat, berukuran besar, berwarna putih atau krem dengan tepi utuh. Selanjutnya pada uji pewarnaan gram semua sampel teridentifikasi sebagai bakteri gram postif dengan bentuk coccus, pada uji katalase semua sampel merupakan bakteri dengan katalase negatif. Hasil identifikasi menggunakan PCR ditemukan pita DNA pada semua sampel. Pita DNA yang terbentuk di perkirakan berada pada target 1300 bp. Berdasarkan hasil tersebut dapat diasumsikan bahwa sampel tersebut merupakan Bakteri asam laktat. Diperlukan pengujian selanjutnya dengan menggunakan metode PCR yang berbeda dan menggunakan primer spesifik Bakteri Asam Laktat untuk memperoleh keseragaman hasil isolat dalam menentukan jenis Bakteri asam Laktat. Untuk menentukan jenis bakteri dapat dilanjutkan ke tahap Sequencing.
IDENTIFIKASI PENGARUH LAMA WAKTU PERENDAMAN FIKSASI TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI PANKREAS PADA MENCIT (Mus musculus) SETELAH INDUKSI ALOKSAN Sri Anggarini Rasyid; Elsa Sapitri; Marsidin
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 7 No. 2 (2023): JURNALMEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.7.2.14

Abstract

Aloksan merupakan bahan kimia yang digunakan untuk menginduksi diabetes pada hewan model hiperglikemik. Pemberian aloksan adalah cara yang cepat untuk menghasilkan kondisi diabetik eksperimental(hiperglikemik) pada hewan percobaan.. Fiksasi merupakan suatu perlakuan tertentu terhadap elemen-elemen jaringan, terutama inti sel atau nukleusnya, sehingga dapat di awetkan dalam kondisi aslinya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah pengaruh pewarnaan pada sediaan morfologi histologi pankreas pada sitoplasma akibat lama waktu perendaman fiksasi 5 jam dan 9 jam pada mencit setelah induksi aloksan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Populasi yang digunakan adalah 3 ekor mencit, 1 ekor sebagai kontrol negatif dan 2 ekor yang telah induksi Aloksan Hasil penelitian idenfikasi gambaran histopatologi pankreas mencit dilakukan dengan menggunakan metode histoteknik dan pewarnaan hematoxyline eosin. dari 3 sampel pankreas mencit, 1 mencit yang tanpa perlakuan dan 2 mencit yang telah diberikan perlakuan menunjukkan gambaran sitoplasma, inti sel, dan sel asinar tampak normal. Hal ini menunjukkan bahwa fiksasi selama 5 jam dan 9 jam masih masuk kedalam waktu yang direkomendasikan untuk dipakai dalam melakukan fiksasi untuk histoteknik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil gambaran histopatologi pankreas mencit (Mus musculus) pasca induksi Aloksan adalah jaringan pankreas yang diamati di labolatorium klinik Universitas Mandala Waluya tidak mengalami kerusakan setelah fiksasi 5 jam dan 9 jam. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan waktu fiksasi 5 jam dan 9 jam masih masuk kedalam waktu yang direkomendasikan untuk dipakai dalam melakukan fiksasi untuk histoteknik
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN PETUGAS LABORATORIUM KESEHATAN TERHADAP MUTU INTERNAL PELAYANAN LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH (LABKESDA) PROVINSI SULAWESI TENGGARA Sri Anggarini Rasyid; Rahmawati; Herlina
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 7 No. 2 (2023): JURNALMEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/

Abstract

Laboratorium merupakan salah satu penentu diagnosa penyakit. Spesimen yang akan di periksa di Laboratorium tidak hanya rujukan atau permintaan dokter tetapi juga langsung dari masyarakat. Sehingga dengan begitu perlunya peningkatan mutu pelayanan sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan memuaskan pemakai jasa pelayanan. Laboratorium memerlukan suatu pedoman yaitu Standar Operasional Prosedur, untuk mematuhi suatu SOP maka di butuhkan kepatuhan petugas laboratorium dalam menerapkan SOP pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan tingkat kepatuhan petugas laboratorium kesehatan terhadap mutu internal pelayanan Laboratorium Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian analitik korelasi. Populasi pada penelitian adalah seluruh pegawai Labkesda Provinsi Sulawesi Tenggara sebanyak 33 orang, Teknik penarikan sampel dengan rumus slovin sehingga diperoleh 30 responden. Analisis data menggunakan Uji Korelasi Rank Sperman. Hasil yang diperoleh terhadap mutu pelayanan laboratorium kategori sangat baik 15 orang dengan frekuensi 50%, baik 15 orang dengan frekuensi 50%, begitu pun pada kepatuhan pegawai diperoleh hasil kategori sangat baik 15 orang dengan frekuensi 50%, baik 15 orang dengan frekuensi 50%. Berdasarkan ahsil uji statistik korelasi rank spearman nilai sign. 0,000 < 0,05. Nilai tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas mutu pelayan dan kepatuhan pegawai di LABKESDA Provinsi Sulawesi Tenggara. Berdasarkan penelitian yang telah yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas mutu pelayan dan kepatuhan pegawai di LABKESDA Provinsi Sulawesi Tenggara. Saran penelitian untuk terus meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan dalam memberikan pelayanan kepada pasien sehingga rasa aman dan nyaman dapat terpenuhi.
ANALISIS KADAR KETON URINE PADA WANITA LANSIA PENDERITA DIABETES MELITUS BERDASARKAN LAMA MENDERITA DI DESA POLA, KECAMATAN PASIR PUTIH, KABUPATEN MUNA Sri Anggarini Rasyid; Nining Sri Salwa Yanti
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 8 No. 2 (2024): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.08.01.12

Abstract

Diabetes melitus meluas pada suatu kumpulan aspek gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh adanya peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia). Pada pasien Diabetes Melitus yang tidak terkontrol akan terjadi keadaan dimana tubuh tidak mampu mengelolah glukosa menjadi energi sehingga sebagai gantinya tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi. Hasil pemecahan lemak yaitu badan keton yang apabila berlebihan dapat terdeteksi dalam urine yang disebut dengan ketonuria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar keton urine pada wanita lansia penderita Diabetes Melitus berdasarkan lama menderita di Desa Pola, Kecamatan Pasir Putih, Kabupaten Muna. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 32 orang dengan jumlah sampel 24 orang. Berdasarkan hasil penelitian dari 24 sampel yang menderita ≤5 tahun dan >5 tahun dengan menggunakan metode carik celup yaitu, pasien yang menderita ≤5 tahun terdapat 19 orang dengan hasil pemeriksaan 10 orang (42%) negatif keton, 7 orang (29,2% ) positif + dan 2 orang (8,3 %. ) positif ++. Sedangkan yang menderita >5 tahun terdapat 5 orang dengan hasil pemeriksaan 2 orang (8,3%) positif +, 3 orang (12,5% ) positif ++ dan tidak ditemukan negatif keton urine. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keton urine tidak hanya ditemukan pada pasien yang menderita >5 tahun, tetapi ditemukan juga pada pasien yang menderita ≤5 tahun dengan kadar glukosa tidak normal. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian mengenai perbandingan hasil pemeriksaan kadar keton urine pada penderita Diabetes Melitus dengan menggunakan metode carik celup dan metode urine analyzer.
ANALISIS KADAR KETON URINE PADA WANITA LANSIA PENDERITA DIABETES MELITUS BERDASARKAN LAMA MENDERITA DI DESA POLA, KECAMATAN PASIR PUTIH, KABUPATEN MUNA Sri Anggarini Rasyid; Nining Sri Salwa Yanti
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 8 No. 1 (2024): JURNALMEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.08.01.12..

Abstract

Diabetes melitus meluas pada suatu kumpulan aspek gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh adanya peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia). Pada pasien Diabetes Melitus yang tidak terkontrol akan terjadi keadaan dimana tubuh tidak mampu mengelolah glukosa menjadi energi sehingga sebagai gantinya tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi. Hasil pemecahan lemak yaitu badan keton yang apabila berlebihan dapat terdeteksi dalam urine yang disebut dengan ketonuria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar keton urine pada wanita lansia penderita Diabetes Melitus berdasarkan lama menderita di Desa Pola, Kecamatan Pasir Putih, Kabupaten Muna. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 32 orang dengan jumlah sampel 24 orang. Berdasarkan hasil penelitian dari 24 sampel yang menderita ≤5 tahun dan >5 tahun dengan menggunakan metode carik celup yaitu, pasien yang menderita ≤5 tahun terdapat 19 orang dengan hasil pemeriksaan 10 orang (42%) negatif keton, 7 orang (29,2% ) positif + dan 2 orang (8,3 %. ) positif ++. Sedangkan yang menderita >5 tahun terdapat 5 orang dengan hasil pemeriksaan 2 orang (8,3%) positif +, 3 orang (12,5% ) positif ++ dan tidak ditemukan negatif keton urine. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keton urine tidak hanya ditemukan pada pasien yang menderita >5 tahun, tetapi ditemukan juga pada pasien yang menderita ≤5 tahun dengan kadar glukosa tidak normal. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian mengenai perbandingan hasil pemeriksaan kadar keton urine pada penderita Diabetes Melitus dengan menggunakan metode carik celup dan metode urine analyzer.
PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN KADAR ASAM URAT MENGGUNAKAN METODE ENZIMATIK (KOLORIMETRIC) DAN METODE POCT (POINT OF CARE TEST) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA KENDARI Sri Anggarini Rasyid; Asni; Firmansyah
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 8 No. 2 (2024): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v8i2.984

Abstract

Asam urat merupakan produk akhir dari katabolisme purin dalam tubuh manusia. Penyebab meningkatnya kadar asam urat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor antara lain alkohol, genetik, hipotiroid, obesitas, dan diet tinggi purin. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur kadar asam urat menggunakan metode POCT dan metode enzimatik (colorimetric) yang dijadikan sebagai gold standard dari pengukuran kadar asam urat. Adapun tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan kadar asam urat dengan menggunakan metode POCT dan enzimatik (kolorimetric) di RSUD Kota Kendari. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain penelitian cross selectional. Populasi dari penelitian ini berjumlah 10 orang. Sampel yang digunakan adalah pasien pasien penderita asam urat yang berjumlah 10 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Analisisis data yang digunakan uji T Dependent. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari. Diperoleh umur responden didapatkan responden paling banyak adalah pada kelompok usia lansia (46-65) yaitu 7 orang dengan presentase 70%. Berdasarkan jenis kelamin lebih banyak yang berjenis kelamin laki-laki yaitu 6 orang dengan presentase 60%. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan kadar asam urat dengan menggunakan metode POCT dan metode enzimatik kolorimetri.yaitu (p=0,00 <0,005). Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan kadar asam urat dengan menggunakan metode POCT dan metode enzimatik kolorimetri. Saran dalam penelitian ini diharapkan pasien rutin memeriksakan kadar asam urat ke laboratorium enam bulan sekali.
Hubungan Dukungan Orang Tua Dan Guru Bimbingan Konseling (BK) Dengan Kesiapan Remaja Menghadapi Pubertas Di SMPN 41 Konawe Selatan Pongdatu, Merry; Anggarini Rasyid, Sri; Fitriyana, Helen
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v2i2.575

Abstract

Kesiapan Remaja Menghadapi Pubertas menjadi salah satu masalah di SMPN 41 Konawe Selatan karena kurangnya dukungan Orang Tua dan Guru Bimbingan Konseling (BK) untuk mengembangkan rasa tanggung jawab pada remaja. Masih terdapat sebagian Dukungan Orang Tua yang masih terikat dengan kebudayaan dalam menghadapi masalah pubertas dan kurangnya tenaga Guru Bimbingan Konseling (BK) juga merupakan salah satu permasalah remaja dalam mendapatkann informasi mengenai pubertas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan orang tua dan guru Bimbingan Konseling (BK) dengan kesiapan remaja menghadapi pubertas di SMPN 41 Konawe Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study, populasi penelitian ini adalah siswi SMP 41 Konawe Selatan kelas VII sebanyak  46 siswi yang terdiri dari 4 kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random samping. Metode analisis menggunakan Uji chi square dan uji phi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan sosial orang tua dengan kesiapan remaja menghadapi pubertas diperoleh X² hitung = 19.043, dengan nilai phi = 0,643. Hubungan dukungan sosial guru Bimbingan Konseling (BK) diperoleh X² hitung = 26.074, dengan nilai phi 0,753. Dari Penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kuat antara dukungan orang tua dan guru Bimbingan Konseling (BK) dengan kesiapan remaja menghadapi pubertas di SMPN 41 Konawe Selatan. Saran dalam penelitian, diharapkan dapat menjadi masukan bagi Orang Tua, Guru Bimbingan Konselng (BK), dan remaja dalam menghadapi massalah pubertas sehingga dapat menumbuhkan kesadaran kepada orang tua dan guru bimbingan konseling untuk mau memberikan edukasi mengenai kesiapan remaja menghadapi pubertas.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Motui Kabupaten Konawe Utara nei, nei intan; Kadarman, Achmad; Rasyid, Sri Anggarini
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v2i3.508

Abstract

Insiden diare semua umur secara nasional adalah 270/1.000 penduduk. Target cakupan pelayanan penderita diare pada balita yang datang ke sarana kesehatan adalah 10% dari perkiraan jumlah penderita Diare balita. Cakupan pelayanan penderita diare Balita untuk Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 26,59%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Motui Kabupaten Konawe Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional study, Populasi dalam penelitian ini adalah 790 ibu yang memiliki balita. Jumlah sampel 88 orang. Teknik pengambil sampel menggunakan teknik simple random sampling. Metode analisis menggunakan uji chi-square dan uji phi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan lemah status gizi dengan kejadian diare (X2hitung = 4,940 > X2tabel = 3,841). Ada hubungan lemah pemberian ASI ekslusif dengan kejadian diare (X2hitung = 3,629 < X2tabel = 3,841) dan ada hubungan lemah sanitasi sanitasi dasar dengan diare (X2hitung = 4,205 > X2tabel = 3,841). Disarankan bagi masyarakat agar mencari informasi tentang penyakit diare.