Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Factors Related to the Implementation of Hospital Management Information System (SIMRS) at the Kendari City Regional General Hospital Chivansa, Firsta Wahyuni; Saafi, La Ode; Rasyid, Sri Anggarini; Risky, Sartini
Waluya The International Science of Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Waluya The International Science Of Health Journal
Publisher : Magister Kesehatan Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/m6shfm19

Abstract

Introduction: The Hospital Management Information System (SIMRS) has been used at Kendari City Hospital. The use of the Hospital Management Information System (SIMRS) has several obstacles including the Integrated Patient Development Record (CPPT) which is constrained by the network and slow internet network and the limited availability of computers and printers so that it is necessary to analyze factors related to the implementation of the Hospital Management Information System (SIMRS) at the Kendari City Regional General Hospital. Method: This type of research uses an observational design and is used as descriptive with a quantitative approach. Analytically, the data from the measurement of variables was carried out using descriptive analysis, inferential analysis, mutivariate analysis to find out the factors related to the implementation of the Hospital Management Information System (SIMRS) at Kendari City Hospital. Result: The respondents' behavior related to people, organization, technology and net benefits had a value below the significant level (<0.05) and a chi-square test value of <3,841, so that the criteria showed that there was no significant relationship with the implementation of SIMRS. Conclusion: The conclusion in this journal. There was no significant relationship between people, organizations, technology and net benefits to the implementation of SIMRS at Kendari Hospital.
UJI KUALITAS MIKROBIOLOGIS AIR KOLAM RENANG UMUM BALUWU DI DESA MATANAUWE KECAMATAN SIOTAPINA KABUPATEN BUTON Sugireng; Sri Anggarini Rasyid; Rahmawati Onai
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 4 No. I (2020): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883./5

Abstract

Kebutuhan manusia terdiri dari kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Air termasuk dalam salah satu kebutuhan primer, karena manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa adanya air dan hampir semua kegiatan memerlukan air. Kebutuhan air yang paling utama bagi manusia adalah air minum, karena manusia tidak dapat bertahan 2-3 hari tanpa air minum. Dalam pemenuhan akan kebutuhan air baku, masyarakat Desa Bajo Bahari Makmur memanfaatkan kolam renang umum Baluwu yang terletak di Desa Matanauwe sebagai sumber air yang digunakan untuk keperluan higiene sanitasi, namun air yang digunakan masyarakat tersebut belum teruji kualitasnya. Kualitas air secara biologis ditentukan oleh kehadiran bakteri di dalamnya. Seperti halnya bakteri Escherichia coli dan bakteri lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air kolam renang umum Baluwu, secara mikrobiologis menurut SNI 2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif berbasis laboratorium. Populasi dalam penelitian ini adalah air kolam renang umum Baluwu yang bersumber dari mata air di Desa Matanauwe, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton. Pengambilan dilakukan dengan teknik Hand Dip Methode dengan jumlah sebanyak 3 sampel. Hasil penelitian metode kultur didapatkan untuk pemeriksaan Angka Lempeng Total (ALT) pada sampel 1 pengenceran 10-5 sebanyak 96 koloni, sampel 2 pengenceran 10-5 sebanyak 39 koloni, serta sampel 3 pada pengenceran 10-5 diperoleh sebanyak 564 koloni. Dari hasil pengujian Coliform diperoleh hasil bahwa sampel 1 dengan seri 3-1-1 dengan nilai MPN menurut tabel yakni 75 koloni/100 mL, Sampel 2 dan 3 hasil positif dengan semua seri yaitu 3-3-3 dengan nilai MPN yaitu >1100 koloni/100 mL. Hasil pengujian bakteri Escherichia coli diperoleh hasil bahwa pada sampel 1 negatif, sedangkan sampel 2 dan 3 adanya koloni Escherichia coli, yang merupakan bakteri Gram Negatif pada pewarnaan Gram. Sedangkan pada pengujian Pseudomonas aeruginosa diperoleh hasil bahwa ketiga sampel negatif tidak adanya bakteri Pseudomonas aeruginosa.
DETEKSI MYCOBACTERIUM TUBERKULOSIS METODE PCR PADA SPUTUM PEROKOK AKTIF DENGAN RIWAYAT KONTAK SERUMAH PENDERITATB DI PUSKESMAS WAARA Sanatang; Sri Anggarini Rasyid2; Waino
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 4 No. I (2020): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883./7

Abstract

Tuberkulosis (TB) dan merokok merupakan dua masalah yang berdampak besar bagi kesehatan di dunia. Merokok dapat mempengaruhi bagaimana seseorang dapat terinfeksi oleh Mycobacterium tuberculosis dan bagaimana infeksi tuberkulosis (TB) dapat berlanjut menjadi penyakit TB aktif. Tujuan umum penelitian ini adalah Untuk Mengetahui deteksi mycobacterium tuberkulosis pada sputum perokok aktif dengan riwayat kontak penderita tb di puskesmas Waara dengan menggunakan PCR (Polymerase Chai Reaction). Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Observasional secara laboratoris. Desain penelitian yang di gunakan adalah desain cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah 9 orang Perokok aktif yang kontak serumah dengan penderita TB di puskesmas Waara. Dengan Metode pengambilan sampel yang di gunakan adalah total sampling. Berdasarkan Hasil penelitian deteksi Mtb metode PCR pada sputum perokok Aktif dengan riwayat kontak penderita TB diperoleh dengan 2 sampel (22.22%) yang positif sedangkan penderita TB Negatif 7 sampel (77.77). Jadi dapat disimpulkan bahwa deteksi Mtb menggunakan PCR menunjukan hasil yang lebih akurat, karena dapat mengidentifikasi bakteri Mtb yang Bukan (+) pada pemeriksaan mikroskopik
IDENTIFIKASI GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL PADA MENCIT (Mus musculus) PASCA INJEKSI AZOXYMETHANE (AOM) DAN DEXTRAN SODIUM SULFATE (DSS) Sri Anggarini Rasyid; Dini Anggraeni Nasruddin
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.5.2.1

Abstract

Kanker kolorektal merupakan suatu penyakit dimana sel-sel pada kolon atau rektum menjadi abnormal dan membelah tanpa terkontrol dan membentuk sebuah massa tumor. Penyebaran kanker terjadi di dalam lumen usus yaitu melalui limfatik dan sistem sirkulasi. Bila sel tersebut masuk melalui sistem sirkulasi, maka sel kanker tersebut dapat terus masuk ke organ hati, kemudian metastase ke organ paru-paru. Penyebaran lain dapat ke adrenal, ginjal, kulit, tulang, dan otak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran histopatologi ginjal mencit (Mus musculus) pasca injeksi azoxymethane (AOM) dan dextrane sodium sulfate (DSS) dengan menggunakan pewarnaan hematoksilin eosin (HE). Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen deskriptif. Populasi yang digunakan adalah 3 ekor mencit, 1 ekor sebagai kontrol dan 2 ekor yang telah diinjeksikan AOM dan DSS selama 2 bulan. Hasil penelitian gambaran identifikasi histopatologi ginjal mencit dilakukan dengan metode histoteknik dan pewarnaan hematoksilin eosin, dari 3 sampel ginjal mencit yang merupakan ginjal mencit kontrol dan kelompok perlakuan menunjukkan gambaran sitoplasma dan nukleus atau inti sel yang terlihat jelas struktur batasnya. Berdasarkan hasil dari laboratorium patologi anatomi, jaringan ginjal yang diamati tidak mengalami perubahan.
IDENTIFIKASI KERAGAMAN GENETIK ISOLAT BAKTERI MEKONIUM BAYI BARU LAHIR DENGAN METODE PCR-RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) Satriani Syarif; Sri Anggarini Rasyid; Ayu Puspita Dewi
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.5.2.8

Abstract

Keragaman genetik bakteri merupakan variasi gen atau genom yang dimiliki oleh setiap individu anggota spesies. Semakin tinggi keragaman genetik maka semakin tinggi pula peluang untuk mendapatkan sumber gen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keragaman genetik isolat bakteri mekonium bayi yang baru lahir dan melihat variasi pita DNA yang terbentuk dengan primer OPL-5 dan menggunakan metode PCR-RAPD (Random Amplified Polymorfic DNA) yang berbasis PCR. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu 13 sampel isolat bakteri mekonium bayi yang baru lahir. Dimana pada proses klastering terdapat 7 klaster yang terbentuk. Klaster 1 terdiri dari isolat N1(3B), A1(1A), F1(3A), F3(4A) dan F3(1A) dimana A1(1A) dan F1(3A) diduga adalah spesies yang sama dengan indeks similaritas 100%, F3(4A) dan F3(1A) memiliki hubungan dengan indeks similaritas 100%. Sedangkan N1(3B), A1(1A) dan F1(3A) memiliki hubungan dengan indeks similaritas 83,3%, Klaster 2 terdiri dari isolat F1(1D), A1(3B) dan F2(3A) dimana isolat F1(1D) dan A1(3B) memiliki indeks similaritas 100%, sedangkan F2(3A) dan F1(1D) dan A1(3B) memiliki indeks similaritas 85,7%, sedangkan pada klaster 3,4,5,6 dan 7 masing – masing diisi oleh isolat tunggal yaitu A1(4A), C2(3A), F1(2B), F2(3B) dan F1(4A). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat keragaman genetik pada isolat bakteri mekonium bayi yang baru lahir. Diharapkan untuk peneliti selanjutnya untuk melakukan analisis sekuensing DNA untuk mengetahui jenis bakteri apa saja yang terdapat pada sampel isolat yang akan diidentifikasi.
DETEKSI GEN INTERLEUKIN-6 (IL-6) DAN TUMOR NECROSIS FACTOR ALPHA (TNF-α) PADA SAMPEL KLINIS Tuberculosis (TB) DENGAN METODE PCR DI UNIVERSITAS MANDALA WALUYA Sri Anggarini Rasyid; Ummul Fadillah; La Ode Hamiru
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.6.1.2

Abstract

Penderita tuberculosis pada kondisinya sitokin TNF-α dan IL-6 berperan baik di fase awal infeksi untuk memulai respon imun; maupun pada fase akhir untuk menahan dan mengatur respon imun tersebut pada saat terjadi inflamasi. Polymerase Chain Reaction (PCR) adalah salah satu teknik sintesis dan amplifikasi DNA secara in vitro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya gen TNF-α dan IL-6 pada penderita tuberkulosis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian semi kuantitatif dengan desain penelitian experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita tuberkulosis yang melakukan pengobatan di Laboratorium Puskesmas Poasia Kota Kendari dalam 1 bulan dan 3 bulan dengan jumlah 3 orang. Perstabilan atau total sampling yang merupakan penderita TB yang tidak memiliki riwayat penyakit lain selain tuberkulosis. Hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa dari ketiga sampel penderita tuberkulosis yang diperiksa menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) terhadap deteksi gen Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) diperoleh hasil DNA target yaitu 143 bp sebagai hasil positif. Sedangkan pada deteksi gen Interleukin-6 (IL-6) diperoleh hasil DNA target yaitu 525 bp yang melebihi target DNA yang ingin dicapai yaitu 360 bp sebagai hasil positif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jenis sitokin yang berperan dalam terjadinya inflamasi ketika seseorang terinfeksi bakteri tuberculosis adalah Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) dan Interleukin-6 (IL-6), dan disarankan pada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian lebih lanjut ke tahap identifikasi spesies (sequencing).
HUBUNGAN NEUTROFIL LIMFOSIT RATIO TERHADAP KEBIASAAN MEROKOK PADA REMAJA DI SMAN 11 KENDARI Sri Anggarini Rasyid; Syawal Abdurrahman; Dinda Rizki Amalia
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.6.2.9

Abstract

Kebiasaan merokok menjadi salah satu penyebab terjadinya penyakit yang menyerang berbagai organ tubuh manusia seperti kanker mulut, paru dan pankreas. Neutrofil limfosit ratio merupakan pemeriksaan darah rutin yang dapat dihitung secara sederhana dengan membagi jumlah neutrofil dan limfositnya yang dapat digunakan sebagai biomarker baru inflamasi sistemik. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan neutrofil limfosit ratio terhadap kebiasaan merokok pada remaja di SMAN 11 kendari. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 44 orang. Sampel pada penelitian ini adalah siswa laki-laki kelas XII di SMAN 11 kendari yang berjumlah 30 orang yang terbagi atas 3 kelompok klasifikasi perokok yaitu perokok ringan, sedang, dan berat. Uji statistik yang digunakan yaitu uji one sample Kolmogorov smirnov . Hasil penelitian hubungan neutrofil limfosit ratio terhadap kebiasaan merokok pada remaja di SMAN 11 kendari yaitu dari total 30 sampel, terdiri dari kelompok usia yang paling banyak yaitu 17 tahun sebanyak 23 orang (76,66%) sedangkan usia 18 tahun sebanyak 7 orang (23,33%). Dari 30 sampel perokok remaja hanya terdapat 1 pasien (3,33%) dengan neutrofil limfosit ratio yang meningkat dan 29 pasien (96,66%) dengan neutrofil limfosit dalam batas normal. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan neutrofil limfosit ratio terhadap kebiasaan merokok pada remaja. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan memperhatikan faktor- faktor selain jumlah rokok yang dihisap dan lama waktu merokok responden.
PERBANDINGAN PROTEIN BAKTERI ASAM LAKTAT TERHADAP LAMA PENYIMPANAN ASI PERAH Sri Anggarini Rasyid; Suwarny Ruhi; Nur Abidah
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.5.1.3

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang paling pertama kali dibutuhkan oleh bayi dari umur 0 hingga 24 bulan. Selain berfungsi sebagai sumber makanan, ASI juga berfungsi sebagai antibodi. Kegiatan menyetok ASI merupakan hal yang sudah biasa dilakukan ibu meyusui di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan protein bakteri asam laktat yang terdapat di dalam ASI berdasarkan variasi waktu penyimpanan. Waktu variasi ini yaitu pada hari ke-1, hari ke-2, hari ke-3, hari ke-4, dan hari ke-5. ASI perah yang digunakan berasal dari ibu menyusui di kelurahan Benu-Benua. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 5 orang. Pemeriksaan ASI menggunakan metode sampel Analisis penelitian mengunakan Uji Univariat dan Uji Paired Sampel T-Test. Hasil penelitian yang didapatkan kadar protein pada ASI perah tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Hari ke – 1, yaitu 2788 µg/mL dengan terbentuk pita SDS-PAGE 1 pita mayor (152 kDa) dan 3 pita minor (33 kDa,28 kDa dan 9,5 Kda). Hari ke – 2 yaitu, 2837,5 µg/mL dengan terbentuk pita SDS- PAGE 3 pita mayor (152 kDa,130 kDa,dan 102 kDa) dan 3 pita minor (36 kDa,33 kDa dan 9,5 kDa). Hari ke – 3, yaitu 2866 µg/mL dengan terbentuk pita SDS- PAGE 1 pita mayor (152 kDa) dan 1 pita (8,8 kDa). Hari ke – 4, yaitu 2846,5 µg/mL dengan terbentuk pita SDS-PAGE 1 pita mayor (152 kDa). Hari ke – 5, yaitu 2855 µg/mL dengan terbentuk pita SDS-PAGE 1 pita minor (8,8 kDa).
DETEKSI gen Cat P PENYANDI RESISTEN ANTIBIOTIK KLORAMFENIKOL PADA Salmonella typhi DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PCR Sri Anggarini Rasyid; Sugireng; Adelia Pratiwi
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2020): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.4.2.1

Abstract

Demam tifoid merupakan infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Antibiotik yang sering digunakan dalam terapi demam tifoid adalah klorampenikol. Penggunaan antibiotik diketahui menyebabkan masalah baru yaitu munculnya resistensi terutama pada pemakaian antibiotik yang tidak prosedural dan tidak terkontrol. Resistensi terhadap kloramfenikol (Cm) diperantarai oleh enzim yang terletak pada plasmid yang disebut Acetyltransferase kloramfenikol (CAT). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Deteksi Gen Cat P Penyandi Resisten Antibiotik Kloramfenikol Pada Salmonella typhi dengan Menggunakan Teknik PCR. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional yakni untuk menganalisi Deteksi Gen Cat P Penyandi Resisten Terhadap Antibiotik Kloramphenikol Pada Salmonella thypi dengan Menggunakan Metode PCR. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah darah penderita demam tifoid yang disajikan dalam bentuk kultur berjumlah 10 sampel. Hasil pemerikaan gen Cat P dari 10 sampel penelitian didapatkan hasil negatif pada semua sampel yang ditandai dengan tidak ditemukan pita DNA gen Cat P sesuai target yaitu dengan target DNA 436 bp. Untuk peneliti selanjutnya disarankan agar meneliti variabel pemeriksaan gen Cat P sebagai penanda resistensi antibiotik Kloramfenikol pada penderita demam tifoid stadium lanjut dengan menggunakan sampel feces dan urin.
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN ERITROSIT PADA SAMPEL URINE YANG MENGALAMI INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) DENGAN METODE DIPSTICK DAN MIKROSKOPIS DI RSUD KOTA KENDARI Asni Ramayana Tina; Sri Anggarini Rasyid; Selin Anugrah
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal MediLab Mandala Waluya
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883.7.1.1

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi yang paling umum terjadi di komunitas masyarakat bahkan di rumah sakit. Biasanya pada urine pasien dengan infeksi saluran kemih akan ditemukan eritrosit dalam jumlah rendah hingga tinggi tergantung pada seberapa besar luka yang menyebabkan infeksi di dalam saluran kemih, pada tahun selanjutnya 2020 jumlah pasien ISK menurun sebanyak 5 orang. Tujuan penelitian untuk membandingkan hasil pemeriksaan eritrosit pada sampel urine yang mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK) dengan metode Dipstick dan Mikroskopis Di RSUD Kota Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian obsevasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Metode yang digunakan yaitu metode dipstick dan mikroskopis. Dengan jumlah sampel 23 pasien dan teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dan total sampling. Berdasarkan hasil penelitian pada uji wilcoxon. Test Statistics diperoleh nilai Signifikan atau p-value sebesar 0,564. Nilai p-value > α (0,564 > 0,05) yang menujukan bahwa tidak ada perbandingan hasil pemeriksaan eritrosit pada sampel urine yang mengalami infeksi saluran kemih (ISK) dengan metode dipstick dan mikroskopis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat di simpulkan Tidak ada perbandingan atau perbedaan hasil pemeriksaan eritrosit pada sampel urine yang mengalami infeksi saluran kemih (ISK) dengan metode dipstick dan mikroskopis.