Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Relationship between Tahajud prayer frequency and memory in the elderly in brebes district Fuad, Wijayanti; Basuki, Rochman; Afiah, Dieska Laudza
South East Asia Nursing Research Vol 6, No 3 (2024)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/seanr.6.3.2024.%p

Abstract

In the elderly, as age increases, there will of course be a decline in organs and body functions which can disrupt daily activities. This can be caused by the aging process, one of which is characterized by a decline in cognitive function. One of the declines in cognitive function in the elderly is memory loss. Memory decline can be prevented with spiritual activities, one of which is the midnight prayer. This study aims to analyze the relationship between the frequency of midnight prayers and memory in the elderly in the Brebes Regency. This research method is quantitative analytical observational using a cross-sectional design. The research subjects were elderly people in RT 002/RW 004 Dukuhturi Village, Bumiayu District, Brebes Regency. The total sample that met the inclusion criteria was 35 respondents. The research was carried out in February 2024. The measuring instruments used were the Tahajud prayer questionnaire and the digit span questionnaire. The analytical test used in this research is the chi-square test. The results of the chi-square test showed a p-value of 0.004 (< 0.05), which means that there is a relationship between the frequency of midnight prayers and memory in the elderly in the Brebes Regency. The results of the analysis concluded that there was a significant relationship between the frequency of midnight prayers and memory in the elderly in the Brebes Regency.
Hubungan Faktor Risiko Stres dengan Tingkat Depresi pada Pedagang Objek Wisata Guci Tegal di Masa Pandemi Covid-19 Putri, Anindya Andhika; Widayati, Ratih; Fuad, Wijayanti
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Pandemi COVID-19 telah berdampak signifikan pada berbagai sektor, termasukpariwisata di Indonesia. Pembatasan sosial dan penutupan tempat wisata menyebabkan penurunan jumlahwisatawan, yang mempengaruhi pendapatan pedagang di lokasi wisata seperti Guci Kabupaten Tegal.Penurunan pendapatan ini berpotensi menjadi faktor risiko stres yang dapat meningkatkan risiko depresi.Depresi adalah gangguan mental dengan gejala seperti perasaan sedih persisten dan penurunan fungsikognitif dan sosial. Model diatesis-stres Monroe dan Simons menerangkan bahwa interaksi antarakerentanan individu dan peristiwa penuh tekanan dapat memicu gangguan psikologis seperti depresi. Metode : Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan sampel sejumlah 43orang pada pedagang Objek Wisata Guci Tegal dengan Teknik simple random sampling. Data diambilmenggunakan instrumen kuesioner yang kemudian diuji dengan bantuan software komputer. Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan degan tingkat depresi pada pedagang ObjekWisata Guci Tegal dengan nilai P value 0,000 dan keeratan hubungan kuat, yaitu r = 0,684.Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan degan tingkat depresi pada pedagangObjek Wisata Guci Tegal.Kata Kunci : Pendapatan, Tingkat Depresi, PSBB, COVID-19.
Edukasi dan Pengukuran Pengaruh Frekuensi Komunitas Pengguna Herbal terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Metode EQ-5D-5L di Sekolah Indonesia, Kuala Lumpur, Malaysia Muslimah, Muslimah; Noviasari, Nina Anggraeni; Fuad, Wijayanti; Asmara, Qeyza Naufalia Riz; Najib, Naufal; Hanif, Yazid Ahmad
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat-obatan tradisional menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran di masyarakat.Masyarakat menganggap obat tradisional sebagai obat yang murah dan memiliki efek samping yang lebihkecil dibandingkan obat dari bahan kimia. Berdasarkan penelitian Tengk Azlan Shah Tengku Mohamadpada tahun 2019, sebanyak 55,5% masyarakat Malaysia menggunakan herbal untuk kesehatan. Penggunaanobat herbal ini selain populer dikalangan masyarakat, juga populer di layanan kesehatan primer seperti dinegara Malaysia. Penggunaan obat herbal berdasarkan keamanan dan kebermanfaatan obat tersebut dapatmeningkatkan kualitas hidup bagi penggunanya, tinggi nya tingkat kesembuhan menandakan tingkatkualitas hidup yang baik. Tujuan PKM PKLN ini menciptakan kebiasaan menggunakan herbal agarimunitas dan kualitas hidup meningkat. Metode pengabmas ini: Lokasi pengabmas di sekolah IndonesiaKuala Lumpur Malaysia, metode pengambilan data kuesioner sekaligus edukasi tentang pentingnyapenggunaan herbal, kuesioner juga diberikan untuk pre edukasi dan post edukasi. Pelaksanaan pengabdianpada tanggal 26 September 2024. Hasil pengabdian diharapkan kebiasaan untuk menggunakan herbal baikyang dikonsumsi maupun yang dioleskan ke kulit dan penggunaan laiannya, di harapkan menjadi Habittercipta imunitas meninggkat sehingga kinerja guru meningkat pu;a karena jarang sakit. Luaran PKMPKLN ini Prosiding Nasional.Kata Kunci: Herbal alam, pengabmas, edukasi, obat tradisional
The Relationship between the Intensity of Tahajud Prayer and the Stress Level of Grade IX Students of Istiqomah Sambas Sambas Boarding School Purbalingga Novitri, Ersa Agriana; Fuad, Wijayanti; Basuki, Rochman
Buletin Farmatera Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bf.v10i1.23713

Abstract

Abstract: Stress can affect mental states in adolescents, especially students. Stress in Purbalingga Regency has a prevalence of 62.5%. This condition can be affected by a variety of factors. Islam provides one of the solutions to relieve stress, namely by getting closer to Allah, one of which is by performing tahajud prayers. Most studies have looked more at stress in college students than in college students. This study aims to analyze the relationship between the intensity of tahajud prayer and the stress level of grade IX students of Istiqomah Sambas Boarding School Purbalingga. The method used was observational analytics with a cross-sectional approach. The technique in the study was a total sampling with a total of 118 respondents and 92 respondents were included in the inclusion and exclusion criteria. The intensity of tahajud prayer was measured by a questionnaire on the intensity of tahajud prayer and the level of stress with a DASS scale of 42. Relationship analysis using the Spearman rank test. The intensity of tahajud prayer was mostly included in the good category, which was 36 students (39.1%) and the stress level of the majority of students was included in the normal category, which was 30 students (32.6%). The Spearman rank test showed a p-value of 0.000 and a correlation coefficient value of -0.743. There is a significant relationship between the intensity of tahajud prayer and the level of stress with the direction of a negative correlation, which means that the higher the intensity of tahajud prayer, the lower the student's stress level. 
Efektivitas Penyuluhan Praktik Perilaku Pola Asuh Pendampingan Makan Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Poncol Muslimah; Budi P, Susilo; Fuad, Wijayanti; Latifah, Yovita Nur
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.250

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi balita yang mengalami stunting di Indonesia sebanyak 24,3% pada 2021. Pemerintah pun menargetkan prevalensi stunting di Indonesia turun menjadi di bawah 14% pada 2024. Untuk itu, target penurunan prevalensi stunting setiap tahun harus sekitar 2,7%. Puskesmas Poncol merupakan salah satu puskesmas di Kota Semarang yang memiliki peran menurunkan angka stunting di kota Semarang. Faktor praktik pemberian makan yang kurang tepat menjadi faktor risiko yang mempengaruhi kondisi gizi anak. Tujuan kegiatan melakukan edukasi pencegahan stunting dan praktik pola asuh pendampingan makan anak serta menilai efektivitasnya penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penyuluhan praktik perilaku pola asuh pendampingan makan balita stunting. Metode: Kegiatan pengabdian yang berbasis penelitian quasi eksperimental dengan pre and post-test group design untuk menilai efektivitas kegiatan. Lokasi kegiatan di wilayah kerja Puskesmas Poncol pada November 2022. Sampel adalah ibu yang memiliki anak stunting, sebanyak 28 ibu. Bentuk pengabdian yang dilakukan yaitu pemberian edukasi menggunakan video terkait praktik pemberian makan anak. Hasil: Mayoritas balita stunting berusia 3 tahun (57.1%), balita berjenis kelamin laki laki (53.6%), pengetahuan ibu adalah cukup (42,9%%), perilaku ibu masuk ke dalam kategori tidak tepat (53.6%), dan pendidikan ibu adalah SD (39.3%). Nilai rata-rata yang didapatkan pada saat pretest 75,1 dan untuk nilai rata-rata post-test adalah 82,1. Terdapat perbedaan yang bermakna dari hasil pre dan post-test responden (p=0,000). Kesimpulan: Penyuluhan praktik perilaku pola asuh pendampingan makan balita dengan kejadian stunting dengan media edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan pengasuh di Wilayah Kerja Puskesmas Poncol.
Hubungan Spiritual Quotient dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa Kedokteran di Semarang Irfandi, Nurahmat Yanisa; Widayati, Ratih; Fuad, Wijayanti
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2024.v7.163-170

Abstract

Background Student medical is one major favorite where his students are confronted with various relative constraints difficult to take, like many it's a mandatory academic target resolved and prosecuted adapt from transition high school to college sure height different from facet academic, then environment social making student stressed and triggered it happened stress.  stress will raise problems for students when not managed with ok. The spiritual Quotient (SQ) is one factor that plays a role in controlling stress. Students who have a High Spiritual Quotient will be capable of controlling stress. Methods Research this characteristic quantitative, observational analysis with an approach cross-sectional. The instrument used consists of a questionnaire from the level Spiritual Quotient with the title “questionnaire spiritual intelligence” and level stress with the title "MSSQ questionnaire" and well both have been already through validity and test reliability. The analysis study use analysis bivariate with the Rank Spearman correlation test. The sample study is student-level beginning Faculty Medical Unimus class of 2021 as many as 115 of the 150 students taken with the Simple Random Sampling technique. Results Connection significant (p=0.001) and strong correlation (r=0.568) between the connection Spiritual Quotient with level stress on Unimus FK Students Class of 2021. In part, students own High Spiritual Quotient in circumstances stress moderate (55.7%), stress weight (3.5%), and stress mild (0.9%). Conclusions Increasingly tall Spiritual Quotient possessed, than the more low-level stress experienced by students level beginning class of 2021.