Claim Missing Document
Check
Articles

PENILAIAN KONSEP GREEN BUILDING PADA GEDUNG LABORATORIUM TERPADU INSTITUT TEKNOLOGI KALIMANTAN SESUAI STANDAR GREENSHIP 1.2 Oryza Lhara Sari; Andika Ade Indra Saputra; Naila Anisa Dwigida Aprilla
Racic : Rab Construction Research Vol. 8 No. 2 (2023): DESEMBER
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v8i2.3469

Abstract

In the City of Balikpapan, the number of buildings that apply the green building concept and are certified according to the green building certification data still does not exist. Sustainable development at the Kalimantan Institute of Technology (ITK) is one of the largest in East Kalimantan. The development will have an impact on changes in environmental conditions. The application of the green building concept to the ITK building is expected to reduce the negative impact on environmental change. The focus of this research case study is the ITK Integrated Laboratory Building. The thing being reviewed is the application of green building in the ITK Integrated Laboratory building using the calculation parameters on Greenship for New Buildings Version 1.2. The method that will be used in this research is to evaluate the application of green building in the ITK Integrated Laboratory Building. The evaluation value of the application of green building in the ITK Integrated Laboratory building is 9.08 points or 8.99% which does not meet the requirements for implementing green building in accordance with the greenship 1.2 standard.
IDENTIFIKASI PENERAPAN GREEN BUILDING PADA BANGUNAN YANG SUDAH TERBANGUN DI KAWASAN INSTITUT TEKNOLOGI KALIMANTAN Raftonado Situmorang; Oryza Lhara Sari; Sherlia Sherlia
Racic : Rab Construction Research Vol. 8 No. 2 (2023): DESEMBER
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v8i2.3920

Abstract

Kampus Institut Teknologi Kalimantan (ITK) memiliki sekitar 7 gedung yang sudah terbangun. Gedung yang sudah terbangun ini diidentifikasi apakah bangunan yang ada sudah menerapkan Green Building atau tidak. Metode yang digunakan adalah metode quantitatif dengan menggunakan penilaian versi 1.1 dari Green Building Council Indonesia (GBCI). Penilaian ini dimulai dengan pengukuran data lapangan, yaitu pengukuran kualitas udara, tingkat pencahayaan, tingkat kebisingan, suhu dan kelembapan udara. Kemudian dilakukan survei kenyamanan pengguna Gedung kepada 30 persen dari jumlah populasi pengguna Gedung tetap. Tahapan selanjutnya adalah mengobservasi lapangan terkait kampanye yang dilakukan seperti kampanye penghematan energi, konservasi air, pemilahan sampah, pelarangan merokok, dan pengurangan kendaraan bermotor. Lalu mengumpulkan data sekunder terkait kebijakan, dan dokumen yang terkait lainnya. Hasil penilaian Green Building pada Gedung dikawasan ITK, Gedung A mendapatkan 26 poin, Gedung B mendapatkan 26 Poin, Gedung E mendapatkan 23 Poin, Gedung F mendapatkan 26 Poin, Gedung G mendapatkan 26 Poin, Gedung Laboratorium Terpadu 1 mendapatkan 23 Poin, dan Gedung Asrama Mahasiswa mendapatkan 28 Poin. Untuk predikat greenship yang didapatkan Gedung yang berada dikawasan ITK adalah tidak mendapatkan predikat peringkat greenship.
Analisis Penerapan Green Building pada Gedung E, F, dan G di Institut Teknologi Kalimantan Raftonado Situmorang; Hindiana Swastika; Tiara Rukmaya Dewi; Oryza Lhara Sari
Racic : Rab Construction Research Vol. 10 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v10i2.5763

Abstract

Institut Teknologi Kalimantan (ITK) CampusĀ  is currently planning a re-design that emphasizes the concept of Smart Eco-Campus and utilizing technological developments to create an environmentally environmentally friendly education. This program aims to increase the awareness and concern of the ITK campus community to contribute and be responsible for the environment. ITK campus to take part and be responsible for reducing global warming. global warming. Therefore, the research took a case study of on ITK campus buildings, precisely on buildings E, F, and G. This research refers to the application of the Green Building concept on the three buildings. refers to the application of the Green Building concept in the three buildings with the parameters of Greenship version 1.1 to the buildings that have been built with the purpose to find out how much the application of Green Building and get recommendations after getting validation from academics. recommendations after obtaining validation from academics and experts in the field of Green Building to further improve the application of Green Building. After assessment and validation, the points obtained for Building E amounted to 41 points with the Bronze predicate, in Building F points were obtained by 42 points with Bronze predicate and in Building G obtained points of 42 points with Bronze predicate. There are 4 categories of recommendations, namely the category of letter statement from top management, architectural category and policy and regulation category as well as recommendations for research support tools. and regulations and recommendations for research support tools
Evaluasi dan Tingkat Kepuasan Pengguna Terhadap Penerapan Pemeliharaan Bangunan Gedung Pasar Klandasan Kota Putri Ayu Teguh Kineret; Oryza Lhara Sari
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Departemen Teknik Sipil ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeliharaan gedung sangat penting sebagai faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan penggunanya. Pemeliharaan gedung diharapkan mampu memelihara, memperbaharui dan memperbaiki komponen gedung sesuai dengan standar yang telah ditetapkan (Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 24/PRT/M/2008) guna mempertahankan fungsi gedung sampai dengan masa pakainya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan Pemeliharaan Gedung Pasar Klandasan Kota Balikpapan serta mengetahui pengaruh penerapan pemeliharaan gedung terhadap tingkat kepuasan pengguna gedung. Pada penelitian ini, variabel pemeliharaan komponen gedung diperoleh dari studi literatur dan wawancara terstruktur, kemudian dilakukan filterisasi variabel dengan Uji Mean. Data penelitian didapatkan dari hasil observasi dan penyebaran kuesioner kepada pengguna gedung. Analisis data menggunakan metode Analisa Regresi Linear Berganda dengan program bantu statistik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa penerapan pemeliharaan pada Bangunan Gedung Pasar Klandasan Kota Balikpapan termasuk kategori tidak baik dengan nilai sebesar 2.92. Hal tersebut dikarenakan pemeliharaan yang telah dilakukan tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 24/PRT/M/2008. Adapun pengaruh antara variabel arsitektural, struktural, mekanikal, elektrikal dan ruang luar terhadap tingkat kepuasan pengguna gedung yaitu sebesar 59.2%. Berdasarkan pendapat para ahli direkomendasikan 4 indikator penerapan pemeliharaan yang perlu diperhatikan pada gedung Pasar Klandasan yaitu pada komponen dinding, plafon, atap dan lantai.
ANALISIS FAKTOR DOMINAN YANG BERPENGARUH TERHADAP KINERJA WAKTU PELAKSANAAN PROYEK X DI IKN Fitri Rahmawati; Oryza Lhara Sari
JURNAL REKAYASA Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas pembangunan di Pulau Kalimantan saat ini sedang mengalami peningkatan karena adanya rencana pemindahan ibu kota dengan nama resmi Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemindahan ini memicu berbagai persiapan, terutama di sektor pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan melalui proyek konstruksi. Berkaitan dengan waktu penyelesaian proyek yang memegang kunci utama agar tidak terjadi pembengkakan biaya dan pengurangan mutu, kinerja waktu adalah suatu proses yang digunakan untuk mengetahui perbandingan antara jadwal waktu yang telah direncanakan dengan waktu sebenarnya penyelesaian proyek (pekerjaan aktual). Mengingat pentingnya waktu penyelesaian pada sebuah proyek, penelitian ini akan dilakukan di Proyek XYZ di IKN yang pada masa pelaksanaannya menunjukkan adanya penurunan progres kerja proyek. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat penelitian dan pengolahan data menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan faktor paling dominan yang dapat memengaruhi kinerja waktu menurut perspektif pelaksana pada proyek adalah Faktor Keuangan (X5) dengan nilai Beta sebesar 0.540. Berdasarkan hasil analisis ini didapatkan rekomendasi ahli terkait faktor dominan yang ada agar dapat diterapkan pada proyek dengan melakukan pengelolaan keuangan yang baik oleh perusahaan, termasuk memiliki dana cadangan, kemampuan mencari modal tambahan, perencanaan penggunaan dana yang baik, melengkapi persyaratan administrasi pencairan termin proyek, memaksimalkan sumber daya yang ada, serta mengawasi jalannya proyek secara berkala.
Penilaian Penerapan Green Building Pada Gedung Terpadu Politeknik Negeri Balikpapan: 237 - 245 Oktavia Melati Putri; Oryza Lhara Sari
SPECTA Journal of Technology Vol. 10 No. 2 (2026): Specta Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/specta.v10i2.899

Abstract

Penilaian bangunan hijau pada gedung pendidikan yang telah beroperasi penting karena kegiatan operasional bangunan berkaitan dengan penggunaan energi, air, material, timbulan limbah, serta kualitas lingkungan dalam ruang. Penelitian ini mengevaluasi penerapan konsep green building pada Gedung Terpadu Politeknik Negeri Balikpapan menggunakan GREENSHIP Existing Building versi 1.1 dan mengidentifikasi faktor prioritas menurut pengguna gedung. Metode penelitian menggabungkan penilaian lapangan dan verifikasi ahli dengan survei kuesioner terhadap 100 dosen dan mahasiswa. Data kuesioner dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas Cronbach's alpha, statistik deskriptif, dan analisis kumulatif berbasis Pareto. Kondisi eksisting memperoleh 21,97 poin dari maksimum 117 poin atau 18,78%, sehingga belum mencapai batas minimum Bronze. Sebanyak 17 indikator yang dilaporkan memenuhi kriteria validitas (r > 0,165), sedangkan nilai Cronbach's alpha sebesar 0,957 menunjukkan instrumen yang reliabel. Mean tertinggi terdapat pada pengelolaan limbah melalui 3R dan pengelolaan sampah lebih lanjut (mean = 4,10). Meskipun demikian, perhitungan kumulatif menunjukkan bahwa sekitar 80% kontribusi total mean baru tercapai oleh 14 indikator, sehingga dua indikator tersebut diposisikan sebagai prioritas tertinggi, bukan sebagai satu-satunya faktor yang mewakili keseluruhan. Berdasarkan skor skenario perbaikan per kategori yang tersedia pada naskah, hasil perhitungan ulang mencapai 42,08 poin atau 35,97% dan berpotensi memasuki peringkat Bronze dengan syarat seluruh ketentuan prasyarat yang berlaku dipenuhi. Prioritas perbaikan diarahkan pada pengelolaan limbah operasional, efisiensi energi dan air, serta penguatan manajemen green building di tingkat institusi.