Claim Missing Document
Check
Articles

Rencana Keselamatan Konstruksi (Studi Kasus Gedung Laboratorium Terpadu 2 Institut Teknologi Kalimantan) Raftonado Situmorang; Oryza Lhara Sari; Andika Ade Indra Saputra
COMPACT: Spatial Development Journal Vol 1 No 2 (2022): COMPACT
Publisher : Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.318 KB) | DOI: 10.35718/compact.v1i2.772

Abstract

Manajemen keselamatan dan kesehatan konstruksi salah satu tahap pelaksanaannya adalah membuat Rencana Keselamatan Konstruksi. Salah satu rencana pekerjaan di Institut Teknologi Kalimantan adalah pembangunan Gedung laboratorium terpadu 2. Penilitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan risiko dan bahaya yang ada, kemudian membuat rencana keselamatan kerjanya. Metode yang digunakan adalah dengan survei yang dilakukan kepada pemangku kepentingan yang ada dan akademisi yang berada di wilayah Institut Teknologi Kalimantan terhadap studi rencana kerja konstruksi Gedung Laboratorium Terpadu 2. Data yang digunakan adalah data gambar rencana, lingkup  pekerjaan, metode pekerjaan, dan jadwal pelaksanaan. Hasil penelitian ini adalah didapatnya beberapa pekerjaan dengan risiko yang tinggi yaitu pekerjaan pondasi, galian, pilecap, bekisting kolom, pengecoran, pemasangan pipa air, begisting balok dan pelat lantai, pemasangan pipa listrik, dan pekerjaan pasang keramik.  Untuk pencegahan risiko kecelakaan dilakukan rekayasa teknik, tindak mitigasi, peraturan, dan alat pelindung diri.
ANALISIS FAKTOR KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA BALIKPAPAN Dimas Adhitya Putra; Oryza Lhara Sari; Raftonado Situmorang
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 9 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v9i1.2044

Abstract

Dalam dunia proyek konstruksi, waktu merupakan komponen terpenting dalam keberhasilan suatu proyek. Namun, kenyataannya secara umum di lapangan terdapat banyak proyek yang tidakvselesai tepatnwaktu atau mundur dari waktu yangztelah ditentukan sehingga pelaksanaannya mengalami keterlambatan. Dalam hal ini banyak proyek yang biasanya terjadi keterlambatan pada proses pelaksanaannya seperti proyek-proyek yangnada di Kota Balikpapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuisafaktor-faktor yangPmempengaruhi keterlambatanwproyek konstruksi, dan mengetahuiKfaktoroyanggpaling dominan dalam menyebabkan keterlambatan proyek konstruksi di Kota Balikpapan. Metode yangbdigunakancdalamxzpenelitian iniuyaitu metode kuantitatif, pengumpulan data dilakukan denganjpenyebaran kuesionerbyangmselanjutnya dilakukan analisis data berupa uji validitas, uji reliabilitas dan analisis faktor. Setelah dilakukan analisis diperoleh 8 faktorayang mempengaruhizketerlambatan proyek konstruksi di Kota Balikpapan yaitu kesalahan dan ketidaksesuaianbdesain, perubahankdesain olehnowner padapwaktu pelaksanaan, kurangnya kontrol / pengawasan pekerjaan di lapangan, tidak tersedianya bahan secara cukup pasti/layak sesuai kebutuhan atau kekurangan material konstruksi, metodebkonstruksi / pelaksanaan kerja yang salah atau tidak tepat, lambatnya izin pemerintah, mutu material tidak sesuai spesifikasi, dan pengumpulan data survey yang tidak memadai sebelum desain. Selain itu, dari penelitian ini juga diperolehxfaktor yangzpalingbdominan dalam menyebabkanpketerlambatan proyekzkonsturksi di Kota Balikpapan yaitu faktor kesalahan dan ketidaksesuaian desain.
Kriteria-Kriteria Pemancangan yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan pada Pemilihan Jenis Driven Pile dan Metode Pemancangan Oryza Lhara Sari; Andina Prima Putri; Christianto Credidi Septino Khala
SPECTA Journal of Technology Vol. 5 No. 1 (2021): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.178 KB) | DOI: 10.35718/specta.v4i3.227

Abstract

Pengambilan keputusan membuat praktisi berhadapan dengan berbagai kondisi yang mempengaruhi pemilihan jenis tiang dan metode pemancangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kriteria-kriteria pemancangan yang mempengaruhi pemilihan jenis driven pile dan metode pemancangan yang optimal. Konseptual model disajikan sebagai model teoritis dari literature review yang dilakukan. Survei pendahuluan dilaksanakan dengan mengidentifikasi kriteria dengan wawancara kepada empat expert yang berpengalaman melakukan pekerjaan pemancangan pondasi. Kriteria yang telah diidentifikasi oleh expert digunakan untuk survei kuesioner. Survei kuesioner dilakukan kepada 45 responden praktisi yang pernah melakukan pekerjaan pemancangan pondasi di Balikpapan. Analisis yang digunakan untuk mengetahui kriteria yang berpengaruh adalah analisis deskriptif, uji nonparametrik (Kruskal-Wallis), uji validitas dan reliabilitas. Hasil mendapatkan tiga variabel utama yang meliputi kriteria pemancangan, jenis driven pile dan metode pemancangan. Enam kriteria pemancangan penentu yang didapatkan yaitu karakteristik tanah, kondisi lapangan, karakteristik bangunan, biaya, waktu dan pengalaman sebelumnya.
Comparative Study of Open Frame Structure Modeling with Diagonal Bracing at the Integrated Laboratory of Institut Teknologi Kalimantan Christianto Credidi Septino Khala; Andina Prima Putri; Oryza Lhara Sari
SPECTA Journal of Technology Vol. 5 No. 1 (2021): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.077 KB) | DOI: 10.35718/specta.v4i3.229

Abstract

Generally, brick wall (hebel) is considered as non-structural element, which never be counted to bear structural load. But, if carefully calculated, brick walls take part in structure load bearing. In the purpose of reducing the main structural element properties, the brick wall needs to be considered in bearing structural load. In this article, the brick walls modelled as compressive bracings. Using the structure analysis program, the model showed some significant differences in terms of internal force. From the analysis, the differences of moment, shear, axial and torsional force between open frame model (usual model, OF) and compressive bracing (CB) model were 38.17 kN.m; 58.03 kN; 181.75 kN dan 44.18 kN.m, respectively, where the first model had the bigger numbers than the latter model. Displacement of OF model was quite larger than CB model, with the value of difference was up to 85.35% for the X direction structures, and 70.83% for the Y direction. Final properties used for the design are smaller compared than original design, 30/60 to 40/60 for the beams, 50/50 for the columns with the different reinforcements 16-D22 for the second model compared to 20-D22 for the first one. The depth of slab on the second model was 180 mm, slightly smaller than the first model, 190 mm. It can be concluded that using compressive bracing model, structural properties of ITK Integrated Laboratory Building may greatly be reduced, compared to OF model.
Perspektif Expert dalam Penentuan Komponen, Elemen dan Sub Elemen pada Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Sari, Oryza Lhara; Mangiwa, Aldyanto
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v8i1.14685

Abstract

Pada dasarnya sebuah bangunan harus mempunyai rencana dalam perawatan dan pemeliharaan bangunan untuk menjaga dari kondisi bangunan sesuai dengan umur rencana bangunan. Untuk mengurangi kerusakan yang terjadi pada suatu bangunan, perlu dilakukannya rencana perawatan dan pemeliharaan bangunan. Dalam kegiatan perawatan dan pemeliharaan didasarkan pada Peraturan Pemerintah No 24 tahun 2008. Sehingga segala dari komponen, elemen dan sub elemen bangunan yang perlu dilakukan perawatan dan pemeliharaan disesuaikan dengan peraturan tersebut. Akan tetapi, perlu dilakukannya validasi terhadap komponen, elemen dan sub elemen ada di Perarutan Pemerintah No 24 Tahun 2008 kepada expert untuk mengetahui komponen, elemen dan sub elemen yang masih relevan untuk dilakukan perawatan dan pemeliharaan di lapangan. Metode yang akan dipakai pada penelitian ini yaitu metode survei pendahuluan yang dimana dilakukan wawancara dan pengisian kuesioner kepada ahli/expert serta melakukan pengujian nilai mean dan nilai cut off dari hasil kuesioner tersebut. Hasil yang didapatkan dari analisis hasil survei pendahuluan, didapatkan 58 sub elemen dari total 159 sub elemen yang dapat dikatakan relevan untuk dilakukan peninjauan pada perawatan dan pemeliharaan bangunan.
SOSIALISASI KESELAMATAN BERLALU LINTAS UNTUK PENGENDARA PEMULA Yanti, Rossana Margaret Kadar; Saputra, Andika Ade Indra; Hadid, Muhammad; Apriani, Dyah Wahyu; Putri, Andina Prima; Sari, Oryza Lhara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 1 No 03 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM Azramedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v1i03.164

Abstract

Kota Balikpapan merupakan salah satu kota dengan angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tinggi. Lakalantas di Kota ini didominasi kalangan usia produktif (Polresta Balikpapan, 2018). Pada Tahun 2017 tercatat jumlah lakalantas di salah satu jalan di Kota Balikpapan yaitu jalan Soekarno Hatta mencapai 47 kasus. Berdasarkan angka lakalantas yang terus meningkat, maka perlu dilakukan tindakan pencegahan. Banyaknya pelanggaran berlalulintas pada anak usia remaja dan usia produktif dikarenakan pada usia tersebut rasa ingin tahu dan ingin mencoba sangat tinggi, sehingga banyak sekali pelanggaran lalu lintas ini dilanggar oleh remaja dan usia produktif. Beberapa pelanggaran ini terjadi akibat pendidikan mengenai disiplin berlalu lintas yang langka dikalangan anak-anak baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Dengan adanya kondisi ini, perlu dilakukan sosialisasi keselamatan pada pengendara pemula kepada siswa di SMK AIRLANGGA Balikpapan. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar pengendara pemula memiliki kesadaran dan pengetahuan berkendara dengan baik, aman, serta akan selalu terdorong untuk tertib pada peraturan lalu lintas yang ada. Kegiatan ini dilakukan dengan tiga tahapan meliputi tahap persiapan berupa administrasi, alat dan bahan, serta materi; dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan sosialisasi; dan evaluasi. Proses berjalannya kegiatan ini cukup baik terbukti dengan banyaknya jumlah peserta yang hadir dan keaktifan peserta pada saat pelaksanaan sosialisasi.
PENGEMBANGAN KAWASAN PESISIR DENGAN MEMANFAATKAN RUANG TERBUKA SEBAGAI TAMAN REKREASI DAN SISTEM PENGELOLAAN JARINGAN PERSAMPAHAN YANG LAYAK PADA RT 8 KELURAHAN MANGGAR BARU Lhara Sari, Oryza; Putri, Andina Prima; Yanti, Rossana Margaret Kadar; Apriani, Dyah Wahyu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 2 No 03 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM Azramedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v2i03.573

Abstract

Manggar Baru is one of the sub-districts in East Balikpapan District, Balikpapan City. According to the 2012-2032 RTRW of Balikpapan City, Manggar Baru is planned to become a minapolitan and tourism area based on the geographical conditions which are located along the coast. Optimizing the potential of coastal areas is carried out by developing existing land or open spaces into proper beach tourism and can be enjoyed by residents and visitors. Based on the results of a survey that has been conducted, Kampung Nelayan RT 8 Kelurahan Manggar Baru has unfavorable solid waste conditions. Overcoming this problem regarding waste regulations, several things can be done, namely managing existing waste conditions through the provision of infrastructure such as garbage dumps in front of every house in RT 8 to make it easier to collect and sort waste. Then, conduct outreach to the surrounding community regarding education on waste management based on its type and utilization. One of the uses of waste that can be developed is to use plastic bottles or other plastic waste to make eco bricks. In addition, the results of the ecobrick that has been made can be used as material to build a vertical garden. The garden area can be used to develop toga plants for the local community. Seeing the waste problems that occur in RT 8, it is necessary to empower the community in managing waste. Community empowerment can be carried out using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach which first takes inventory of assets owned by the community to be used as resources in waste management. The community empowerment methods that require participation include Rapid Rural Appraisal (RRA), Participatory Rapid Appraisal (PRA), Participatory Learning and Action (PLA) and Participatory Training. It is hoped that some of the solutions described above can be a way out of existing problems and can have an impact on both the surrounding community and the people who come to use these facilities.
ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT DALAM PENERAPAN KONSEP SUSTAINABLE CONSTRUCTION Sari, Oryza Lhara; Simamora, Karines Sri Rostin
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol 4 No 4 (2023): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Teknik Sipil Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/asce.v4i4.104083

Abstract

Intensitas kebutuhan infrastruktur mengalami peningkatan setiap harinya, namun industri konstruksi kerap menjadi akar permasalahan utama yang berkaitan dengan lingkungan karena sering bertentangan dengan kelestarian alam. Dampak negatif yang berasal dari perkembangan industri konstruksi sangat mengkhawatirkan. Maka dari itu, diperlukan kerangka pemikiran yang cakupannya luas dengan mempertimbangkan kebutuhan generasi di masa depan, konsep ini disebut sustainable construction atau konstruksi berkelanjutan. Tetapi masih banyak pembangunan yang belum menerapkan konsep ini karena beberapa faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penghambat, faktor penghambat utama yang paling berpengaruh serta solusi dalam penerapan konsep sustainable construction. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada para stakeholder dan analisis data yang menggunakan metode statistik dengan uji validitas, uji reliabilitas dan analisis faktor. Dari analisis ini, beberapa variabel yang kurang berpengaruh akan dieliminasi. Adapun variabel tersebut adalah kinerja dari produk hijau yang belum diuji, menolak untuk menerima risiko dan terjadi konflik dengan arsitek terkait jenis material yang akan digunakan.
Pemanfaatan Lahan Pekarangan Sempit Dengan Teknologi Akuaponik Pada Masyarakat Balikpapan Dyah Wahyu Apriani; Tiara Rukmaya Dewi; Andina Prima Putri; Maryo Inri Pratama; Oryza Lhara Sari; Rossana Margaret Kadar Yanti
Jurnal Dharma Jnana Vol. 2 No. 3 (2022): JURNAL DHARMA JNANA
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Muara Rapak merupakan kawasan industri, kawasan pertahanan dan keamanan, serta ruang terbuka hijau yang terletak di kota Balikapapan Kalimantan Timur. Secara spesifik, kawasan Muara Rapak merupakan lokasi padat penduduk dengan lahan kosong yang minim sehingga diperlukan penggunaan lahan seoptimal mungkin. Upaya pemanfaatan lahan kosong menjadi lahan produktif di Kelurahan Muara Rapak Rukun Tetangga 07 telah dilakukan melalui sistem hidroponik, namun sistem ini dinilai tidak optimal dalam pemanfaatan lahan kosong karena hanya menghasilkan panen berupa sayuran, sehingga diperlukan sistem lain yang dapat memberikan hasil yang lebih optimal. Sistem Akuaponik merupakan sistem yang menggabungkan metode hidroponik dan akuakultur, dimana sistem ini merupakan alternatif menanam sayur dan memelihara ikan dalam satu wadah tanpa perlu menyedikan lahan tambahan/memperluas lahan. Sistem ini cocok untuk dikembangkan pada daerah sasaran dikarenakan masyarakat memiliki kendala luas lahan dan telah banyak mengetahui mengenai budidaya ikan dan metode hidroponik. Pembuatan model akuaponik serta sosialisasi tentang teknik dan tatacara sistem akuaponik dilakukan pada daerah sasaran untuk mengatasi masalah tersebut. Pelaksanaan program dilakukan selama enam bulan dan menghasilkan model akuaponik yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar, sosialisasi juga telah dilakukan dengan menghadirkan masyarakat daerah sasaran, selain itu dibuat pula media sosial yang berisi seluruh infrormasi pengembangan akuaponik.
Analisis Pengaruh K3, Disiplin Kerja, Beban Kerja Terhadap Kinerja Pekerja Pembangunan Laboratorium Terpadu II Institut Teknologi Kalimantan Imanuel, Siahaan Putra Fransisco; Sari, Oryza Lhara
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v8i2.5406

Abstract

Pertumbuhan proyek konstruksi di Indonesia telah mendorong perkembangan industri jasa konstruksi yang membutuhkan tenaga kerja dengan kinerja yang tinggi. Faktor-faktor seperti K3, disiplin, dan beban kerja memengaruhi kinerja pekerja dan pencapaian tujuan perusahaan. Penelitian dilakukan di Proyek Gedung Laboratorium Terpadu II ITK untuk mengevaluasi dampak K3, disiplin, dan beban kerja terhadap kinerja pekerja menggunakan regresi linier berganda dan IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa K3 dan beban kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pekerja, dengan nilai t hitung masing-masing 2,272 dan 2,084, serta nilai signifikansi kurang dari 0,05 (0,03 dan 0,046). Namun, disiplin kerja tidak berpengaruh signifikan dengan nilai t hitung (1,415) t tabel (2,040) dan nilai signifikansi 0,167 0,05. Secara keseluruhan, uji secara simultan menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kinerja pekerja, dengan nilai f hitung (18,475) f tabel (2,901) dan nilai signifikansi 0,001 0,05. Melalui uji IPA, telah diidentifikasi 10 sub-variabel prioritas utama untuk membantu perusahaan meningkatkan kinerja pekerja.