Claim Missing Document
Check
Articles

AN ANALYSIS OF MORAL VALUES FOUND IN ROBERT FROST'S SELECTED POEMS ., I Wayan Rengkuh Febri Subrata; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13632

Abstract

AN ANALYSIS OF MORAL VALUES FOUND IN ROBERT FROST SELECTED POEMS By I Wayan Rengkuh Febri Subrata, NIM 1112021079 English Education Department ABSTRACT This research is entitled “An Analysis of Moral Values Found in Robert Frost Selected Poems”. This research that has been written in for analyzing the moral values point from the six selected poems namely : A Patch Of Old Snow, Dust Of Snow, Nothing Gold Can Stay, Devotion, A Question, and The Sound Of The Trees. This research use the library research method with supporting data from the internet. The Moral Values from the human behavior in good and bad. The first is A Patch Of Old Snow has a moral value to keep the kindness and love for peace and harmony. The second poem is Dust Of Snow that has a moral value of the forbidden way of the human action for killed himself. Killed himself as a part of the hell entrance or a wrong way of human choice in the new era. The third poem is A Question, that has a moral value for preventing ourself for the selfishness. Selfishness create the poverty and lack of humility. The fourth poem is devotion that has a moral value of unstoppable willpower of the human being for get the success point in their entire life. The fifth poem is Nothing Gold Can Stay that has a moral value of the beauty cannot stay in the long time. The sixth poem, The Sound Of The Trees has a moral value of the human consistency in staying in homeland because of the responsibilities and jobs. keyword : Key Words: Moral Values, A Patch Of Old Snow, Dust Of Snow, A Question, Devotion, Nothing Gold Can Stay, The Sound Of The Trees.
The Use of Media in English Language Teaching at SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar ., Putu Yogi Agustia p; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14957

Abstract

This study intends to investigate kinds of media that used by the English teacher in teaching English at SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar, the way how those media used, the benefits and the weaknesses of using media in teaching English, and the teachers’ reason of using media in teaching English. It utilized qualitative method in collecting the data. The data were collected from observation sheet and interview guide. It also used smartphone to take a picture when the researcher observed teaching-learning process in the classroom. It also used to record the conversation between the researcher and the English teacher in interview section. The obtained data were mainly analyzed based on Heinich, et al (2002) theory about Instructional Media and Technologies for Learning. It showed there are twelve media that used by the English teachers in teaching English at SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar. There were some benefits and weaknesses from using media in teaching English which appears based on the way those media used and the conditions in the classroom. Those data was collected by using observation sheet. The data about the English teachers’ reason in using media will be showed by using interview guide. The English teachers stated that media have big impact to increase the students motivation in learning.Kata Kunci : media for teaching English, the way how used media, benefits and weaknesses of media, teachers’ reason of using media Penelitian ini bermaksud untuk menyelidiki jenis-jenis media yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam mengajar Bahasa Inggris di SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar, cara bagaimana media tersebut digunakan, manfaat dan kelemahan menggunakan media dalam mengajar bahasa Inggris, dan alasan guru menggunakan media dalam mengajar bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam pengumpulan data. Data dikumpulkan dari lembar observasi dan panduan wawancara. Penelitian ini juga menggunakan smartphone untuk mengambil gambar ketika peneliti mengamati proses belajar mengajar di kelas. Ini digunakan untuk merekam percakapan antara peneliti dan guru bahasa Inggris di bagian wawancara. Data yang diperoleh terutama dianalisis berdasarkan Heinich, et al (2002) teori tentang Media Instruksional dan Teknologi untuk Belajar. Ini menunjukkan ada dua belas media yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam mengajar Bahasa Inggris di SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar. Ada beberapa manfaat dan kelemahan dari menggunakan media dalam mengajar bahasa Inggris yang muncul berdasarkan pada cara media tersebut digunakan dan kondisi di kelas. Data-data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi. Data tentang alasan guru bahasa Inggris dalam menggunakan media akan ditunjukkan dengan menggunakan panduan wawancara. Guru bahasa Inggris menyatakan bahwa media memiliki dampak besar untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.keyword : jenis-jenis media untuk mengajar bahasa inggris, cara penggunaan media, kelebihan dan kekurangan media, alasan guru dalam menggunakan media
PROMISE ACTS EXPRESSED BY EFL STUDENTS AT SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 MENGWI ., Ni Made Sinta Dwi Putri; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15158

Abstract

Tindakan berjanji merupakan salah satu tindakan komisif yang paling lazim digunakan oleh masyarakat dalam percakapan sehari-hari. Tindakan berjanji merupakan tindak tutur yang berhubungan dengan sesuatu yang mungkin terjadi di masa depan dan komitmen dari pembicara. Tindakan ini selalu digunakan oleh siswa EFL di Indonesia. Janji digunakan untuk menciptakan atau menjaga hubungan sosial antara individu dalam masyarakat. Namun, siswa tidak tahu dan mengerti tentang bentuk dan strategi tindakan berjanji. Permasalahan pada penelitian difokuskan pada lokusi (tindakan verbal) dan perlocutionary (tanggapan). Desain deskriptif kualitatif digunakan dengan subjek penelitian dari siswa EFL. Data dikumpulkan melalui mengamati simulasi permainan peran dan dianalisis secara deskriptif dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menggunakan bentuk informal sebagai tindakan dan tanggapan verbal berjanji. Siswa paling sering memilih strategi future action sebagai tindakan verbal, sementara, penerimaan (acceptance) paling sering dipilih sebagai tindakan menanggapi janji. Penelitian ini dibatasi melalui permainan peran dibawah lima situasi.Kata Kunci : bentuk, tindakan verbal, menjanjikan, tindakan respon, strategi Promise is one of the most familiar acts of commissives acts used by EFL students in Indonesia. It is used to create or maintain social relationships between the individuals in any society. However, the students did not know and understand about the forms and strategies of promise acts. The problem were focused on the locutionary (verbal acts) and perlocutionary (response acts). The research design was descriptive qualitative and used EFL senior high school students as the subject. The data were collected through observing simulated speech encounter from the role play and they were analyzed descriptively. The results showed that most of the students employed informal forms as their verbal acts and verbal response forms of promise. The students were most frequently chosen future acts strategy as the verbal acts, while acceptance was most frequently chosen as verbal response of promise. This research was limited through a role play under five situations. keyword : form, locutionary acts, perlocutionary acts, promising, strategy
AN ANALYSIS OF HESITATION PHENOMENA IN SECONDARY SCHOOL TEACHERS’ SPEECH AT AN INTERNATIONAL SCHOOL IN BADUNG. ., Ni Luh Patma Gita; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16537

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari hesitation phenomena (fenomena keragu-raguan) yang digunakan oleh guru sekolah menengah saat mengajar di sekolah internasional, Badung. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi tipe-tipe hesitation yang digunakan guru saat mengajar; (2) mengetahui tipe mana yang paling sering muncul; dan (3) kenapa tipe tersebut yang paling sering muncul saat guru mengajar. Subjek dari penelitian ini adalah tiga guru yang merupakan penutur asli bahasa Inggris (English Native Speaker) dan menggunakan bahasa Inggris dalam mengajar. Obyek daari penelitian ini adalah hesitation yang digunakan oleh guru saat mengajar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode observasi dan interview dalam mengumpulkan data. Data dianalisis menggunakan teori yang dikemukakan oleh Lacey and Luff (2009) yang terdiri dari 5 tahap yaitu Transcription, Organizing the Data, Familiarization, Coding, dan Themes. Berdasarkan teori hesitation yang dikemukakan oleh Rose (2013), terdapat enam tipe hesitation yang mucul yaitu: Silent Pause (11,4%), Filled Pause (52.1%), False Start (5.9%), Repair (4.2%), Repeat (12.7%), dan Lengthening (13.6%). Tipe hesitation yang paling sering muncul adalah Filled Pause. Para guru paling sering menggunakan Filled Pause karena Filled Pause dapat menghubungkan kalimat yang satu dengan yang lainnya saat mereka ragu, membuat guru terdengar lebih profesional dan para murid juga tidak akan sadar jika guru ragu-ragu berbicara.Kata Kunci : guru sekolah menengah, hesitation, ucapan This research studied about hesitation phenomena occurred in secondary school teachers’ speech at an international school in Badung. The aims of this research were (1) to identify the types of hesitation occurred in the teachers’ speech; (2) to know which type of hesitation that mostly occurred; and (3) to know the reasons why such hesitation occurred. The subjects of the study were three teachers who taught in secondary school. They were English native speakers and used English in teaching the students. The object of the study was the hesitation used by the teacher while teaching the students. The research was a descriptive qualitative research and the data were collected by using observation method and interview method. The data were analyzed by using data analysis proposed by Lacey and Luff (2009) which consisted of five steps: Transcription, Organizing the Data, Familiarization, Coding, and Themes. According to the theory of hesitation proposed by Rose (2013), six types of hesitation were occurred in the teachers’ speech: Silent Pause (11,4%), Filled Pause (52.1%), False Start (5.9%), Repair (4.2%), Repeat (12.7%), and Lengthening (13.6%). The most dominant one was Filled Pause. Filled pause was used frequently because it could connect the teacher’s previous sentence with their following sentence, it was also more professional when using filled pause and the student would not notice or realize that the teacher hesitated.keyword : hesitation, secondary school teacher, speech
The Analysis of Figurative Language and Character Values in Sabrina Benaim's Poetry ., Virginia Helzainka; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16791

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bahasa kiasan dan nilai karakter yang digunakan dalam puisi Sabrina Benaim "Explaining My Depression to My Mother". Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini berkaitan dengan variabel tertentu, indikasi atau fenomena tertentu yang terjadi di tempat tertentu. Ditemukan bahwa bahasa kiasan yang ditemukan dalam puisi adalah metafora, simili, personifikasi, hiperbola, litotes, metonimi, paradoks, ironi, denotasi, dan konotasi. Dari puisi ini, beberapa nilai karakter dapat dipelajari. Itu adalah agama, jujur, kreatif, mandiri, ingin tahu, altruistik, ramah, peduli terhadap lingkungan dan kesadaran sosial. Mengajar bahasa Inggris melalui puisi tidak hanya eksposur ke literatur bahasa target tetapi juga mengajarkan nilai moral. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk melakukan studi eksperimental terhadap penggunaan puisi dalam pembelajaran bahasa dan nilai karakter.Kata Kunci : Puisi, Bahasa Kiasan, Nilai Karakter The current study intended to find out the figurative language and the character value in used in Sabrina Benaim’s poetry “Explaining My Depression to My Mother”. This study was designed as a descriptive qualitative research. This research concerned with a certain variable, indication or specific phenomenon happened in a particular place. It was found that the figurative language that found in the poetry are metaphor, simile, personification, hyperbole, understatement, metonymy, paradox, irony, denotation and connotation. From this poetry, several character values can be learnt. Those are religious, honest, creative, independent, curious, altruistic, friendly, care for the environment and social awareness. Teaching English through poetry is not only an exposure to target language literature but also teaching moral value. A further study is suggested to conduct an experimental study toward the use of poetry in language learning and character value.keyword : Poetry, Figurative Language, Character Value
An Analysis of Translation Strategies in the Short Story Entitled In Twilight Born by John H. McGlynn ., Fadhila Rizki Ariyanti; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Putu Adi Krisna Juniarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16994

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis strategi terjemahan yang sering dan jarang digunakan dalam cerita pendek yang berjudul In Twilight Born oleh John. H. McGlynn. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan menggunakan checklist dan rubrik sebagai instrumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan translation by paraphrase using unrelated word sebagai strategi yang paling sering digunakan dan Translation using loan word or loan word plus explanation sebagai strategi yang paling jarang digunakan. Terdapat 11 kata yang termasuk strategi translation by paraphrase using unrelated word dan 4 kata termasuk strategi translation using a loan word or loan word plus explanation. Selain itu, kualitas terjemahan yang dimiliki dalam cerita pendek yaitu akurat, berterima, dan mudah dibaca. Dalam aspek keakuratan, ditemukan data sebanyak 254 kalimat yang termasuk sebagai terjemahan akurat, 47 kalimat termasuk terjemahan kurang akurat, dan 1 kalimat termasuk terjemahan tidak akurat. Dalam aspek keberterimaan, ditemukan sebanyak 272 kalimat yang termasuk sebagai terjemahan berterima, 30 kalimat termasuk terjemahan kurang berterima, dan 1 kalimat termasuk terjemahan tidak berterima. Dalam aspek keterbacaan, ditemukan sebanyak 279 kalimat yang termasuk sebagai terjemahan terbaca, 14 kalimat termasuk terjemahan kurang terbaca, dan 0 kalimat termasuk terjemahan tidak terbaca. Dengan demikian, penelitian ini bermanfaat untuk para penerjemah dapat memberikan hasil terjemahan yang lebih baik melalui penggunaan strategi dalam menerjemahkan teks dan meningkatkan kualitas terjemahan. Selanjutnya, peneliti lain diharapkan bisa menggunakan jenis strategi lain dan teks yang berbeda.Kata Kunci : terjemahan, strategi terjemahan, kualitas terjemahan, cerita pendek This study was aimed at analyzing translation strategies in the short story entitled In Twilight Born by John H. McGlynn. This study is qualitative research that used checklist and rubric as the instruments. It was found that translation by paraphrase using unrelated word as a strategy that mostly used and the translation using loan word or loan word plus explanation as a strategy that rarely used. There were 11 words in translation by paraphrase using unrelated word and 4 words in translation using a loan word or loan word plus explanation. Moreover, the quality of short story translation was accurate, acceptable, and readable. In accuracy aspect, there were 254 sentences categorized as an accurate translation, 47 sentences as less accurate translation, and 1 sentence as an inaccurate translation. In acceptable aspect, there were 272 sentences categorized as an acceptable translation, 30 sentences as less acceptable translation, and 1 sentence as an inacceptable translation. In readability aspect, there were 279 sentences categorized as a high readability, 14 sentences as a medium readability, and 0 sentence as a low readability. Thus, it is beneficial for other translators to conduct better translation result by applying the strategies and improving the quality of translation as well as it is as the reflection for the other researchers to apply other strategies and use other text sources.keyword : translation, translation strategy, quality of translation, short story
CHARACTER EDUCATION IMPLEMENTATION BY THE ENGLISH TEACHER AT JUNIOR HIGH SCHOOL ., Sang Ayu Putu Permata Devi; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18427

Abstract

Penelitian ini berusaha menggambarkan penyisipan nilai-nilai utama Penguatan Pendidikan Karakter dalam pelajaran bahasa Inggris di SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Penelitian ini merupakan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris dan siswa kelas tujuh. Peneliti mengidentifikasi cara guru dalam menyisipkan nilai-nilai ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pengimplementasiannya dan tanggapan siswa terhadap penerapan nilai-nilai yang disisipkan dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. Nilai-nilai yang diamati seperti religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong, dan integritas. Instrumen yang digunakan adalah peneliti, panduan wawancara, catatan, dokumen, ceklis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), ceklis observasi, kamera, dan kuesioner. Temuan menunjukkan bahwa guru menyisipkan nilai-nilai secara implisit melalui setiap kegiatan yang dirancang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil observasi menunjukkan bahwa guru telah menerapkan semua nilai utama. Skor tanggapan siswa mencapai 83,35% yang berarti bahwa mereka selalu menerapkan semua nilai utama pendidikan karakter di kelas.Kata Kunci : pendidikan karaktek, pelajaran bahasa Inggris This study attempted to describe the insertion of the main values of Character Education Revitalization in English lesson at SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. This study was a case study design. The subjects were an English teacher and seventh-grade students. The researcher identified the teacher's ways in inserting the values into the lesson plan, the implementation and the students’ responses toward the implementation of the values inserted in the learning process. The values were religious, nationalist, self-directedness, mutual cooperation, and integrity. The instruments used were interview guide, note, documents, lesson plan analysis checklist, observation checklist, camera, and questionnaire. The findings indicated that the teacher inserted the values implicitly through each activity designed in the lesson plan. The observations result showed that the teacher has already implemented all of the main values. The students' responses scores gained 83,35% which means that they always implemented all of the values in class activity.keyword : character education, English lesson
CHARACTER EDUCATION IMPLEMENTATION BY THE ENGLISH TEACHER AT JUNIOR HIGH SCHOOL ., Sang Ayu Putu Permata Devi; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18428

Abstract

Penelitian ini berusaha menggambarkan penyisipan nilai-nilai utama Penguatan Pendidikan Karakter dalam pelajaran bahasa Inggris di SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Penelitian ini merupakan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris dan siswa kelas tujuh. Peneliti mengidentifikasi cara guru dalam menyisipkan nilai-nilai ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pengimplementasiannya dan tanggapan siswa terhadap penerapan nilai-nilai yang disisipkan dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. Nilai-nilai yang diamati seperti religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong, dan integritas. Instrumen yang digunakan adalah peneliti, panduan wawancara, catatan, dokumen, ceklis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), ceklis observasi, kamera, dan kuesioner. Temuan menunjukkan bahwa guru menyisipkan nilai-nilai secara implisit melalui setiap kegiatan yang dirancang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil observasi menunjukkan bahwa guru telah menerapkan semua nilai utama. Skor tanggapan siswa mencapai 83,35% yang berarti bahwa mereka selalu menerapkan semua nilai utama pendidikan karakter di kelas.Kata Kunci : pendidikan karaktek, pelajaran bahasa Inggris This study attempted to describe the insertion of the main values of Character Education Revitalization in English lesson at SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. This study was a case study design. The subjects were an English teacher and seventh-grade students. The researcher identified the teacher's ways in inserting the values into the lesson plan, the implementation and the students’ responses toward the implementation of the values inserted in the learning process. The values were religious, nationalist, self-directedness, mutual cooperation, and integrity. The instruments used were interview guide, note, documents, lesson plan analysis checklist, observation checklist, camera, and questionnaire. The findings indicated that the teacher inserted the values implicitly through each activity designed in the lesson plan. The observations result showed that the teacher has already implemented all of the main values. The students' responses scores gained 83,35% which means that they always implemented all of the values in class activity.keyword : character education, English lesson
CHARACTER EDUCATION IMPLEMENTATION BY THE ENGLISH TEACHER AT JUNIOR HIGH SCHOOL ., Sang Ayu Putu Permata Devi; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18429

Abstract

Penelitian ini berusaha menggambarkan penyisipan nilai-nilai utama Penguatan Pendidikan Karakter dalam pelajaran bahasa Inggris di SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Penelitian ini merupakan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris dan siswa kelas tujuh. Peneliti mengidentifikasi cara guru dalam menyisipkan nilai-nilai ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pengimplementasiannya dan tanggapan siswa terhadap penerapan nilai-nilai yang disisipkan dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. Nilai-nilai yang diamati seperti religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong, dan integritas. Instrumen yang digunakan adalah peneliti, panduan wawancara, catatan, dokumen, ceklis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), ceklis observasi, kamera, dan kuesioner. Temuan menunjukkan bahwa guru menyisipkan nilai-nilai secara implisit melalui setiap kegiatan yang dirancang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil observasi menunjukkan bahwa guru telah menerapkan semua nilai utama. Skor tanggapan siswa mencapai 83,35% yang berarti bahwa mereka selalu menerapkan semua nilai utama pendidikan karakter di kelas.Kata Kunci : pendidikan karaktek, pelajaran bahasa Inggris This study attempted to describe the insertion of the main values of Character Education Revitalization in English lesson at SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. This study was a case study design. The subjects were an English teacher and seventh-grade students. The researcher identified the teacher's ways in inserting the values into the lesson plan, the implementation and the students’ responses toward the implementation of the values inserted in the learning process. The values were religious, nationalist, self-directedness, mutual cooperation, and integrity. The instruments used were interview guide, note, documents, lesson plan analysis checklist, observation checklist, camera, and questionnaire. The findings indicated that the teacher inserted the values implicitly through each activity designed in the lesson plan. The observations result showed that the teacher has already implemented all of the main values. The students' responses scores gained 83,35% which means that they always implemented all of the values in class activity.keyword : character education, English lesson
DEVELOPING ICT-BASED LEARNING MEDIA USING CAMTASIA FOR FOURTH GRADE ELEMENTARY SCHOOL IN SD 3 BANJAR JAWA ., Ni Luh Tresnia Widyantari; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Ni Putu Astiti Pratiwi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18771

Abstract

The use of ICT-based learning media were rarely used to present learning material especially in the form of video made by using Camtasia Studio. The purpose of this study is to develop learning media in form of video made by using Camtasia Studio and to identify the quality of Camtasia video as learning media for fourth grade student. Thirty students of fourth grade students in SD 3 Banjar Jawa involved in implementation. Questionnaire was used to get response from the students and their English teacher. The result is significance and gets positive respond from the students and the teacher. The quality of the media assessed by three experts is excellent, good, and average. It suggested for the teachers to involve this media in learning process. It also suggested to the next researcher to conduct the related study in depth.Kata Kunci : Camtasia Studio, media for learning, young learner Penggunaan media pembelajaran berbasis ICT jarang digunakan dalam menyampaikan materi pembelajaran khususnya media dalam bentuk video yang dibuat menggunakan aplikasi Camtasia Studio. Penelitian ini bertijuan untuk mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk video yang dibuat menggunakan Camtasia Studio dan untuk mengidentifikasi kualitas dari video tersebut sebagai media pembelajaran.untuk siswa kelas empat. Tiga puluh siswa dari kelas empat di SD 3 Banajr Jawa terlibat dalam proses implementasi. kuisioner digunakan untuk mendapatkan tanggapan dari siswa dan guru bahasa Inggris, Hasil dari penelitian ini signifikan dan mendapat tanggapan positif dari para siswa dan guru. Kualitas dari media tersbut yang dinilai oleh tiga ahli dinilai semua sangat baik, baik, dan rata-rata. Disarankan kepada para guru untuk melibatkan media daam proses belajar. Hal ini pula disarankan pula untuk peneliti lainnya untuk melakukan penelitian sejenis lebih dalam lagi.keyword : Camtasia Studio, media pembelajaran, pelajar muda
Co-Authors ., Agung Indra Sembiring ., Agung Indra Sembiring ., Anak Agung Istri Pita Paramita Octovia ., Anak Agung Istri Pita Paramita Octovia ., Fadhila Rizki Ariyanti ., Fadhila Rizki Ariyanti ., Gusti Ngurah Arya Bayu Permadi ., I Gede Yoga Permana ., I Kadek Yogi Sancaya ., I Kadek Yogi Sancaya ., I Putu Agus Ariangga Iswara ., I Putu Agus Ariangga Iswara ., I Putu Surya Pratama ., I Putu Surya Pratama ., I Wayan Rengkuh Febri Subrata ., I Wayan Rengkuh Febri Subrata ., Komang Ayu Sukmawati ., Komang Ayu Sukmawati ., Made Gede Viktor ., Made Gede Viktor ., Ni Ketut Arie Suasti Wahyuni ., Ni Ketut Arie Suasti Wahyuni ., Ni Luh Karisma Dewi ., Ni Luh Karisma Dewi ., Ni Luh Patma Gita ., Ni Luh Patma Gita ., Ni Luh Tresnia Widyantari ., Ni Made Budi Artati ., Ni Made Indah Sari ., Ni Made Sinta Dwi Putri ., Ni Made Sinta Dwi Putri ., Ni Md Purnama Dwi y ., Ni Putu Tri Martya Ersa Fridayanthi ., Ni Wayan Erarani ., Ni Wayan Erarani ., Pande Nyoman Purwaningsih ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha ., Putu Amelia Wardani ., Putu Indah Puspitasari ., Putu Yasamahadewi ., Putu Yasamahadewi ., Putu Yogi Agustia p ., Sang Ayu Kompyang Arisetyawati ., Sang Ayu Kompyang Arisetyawati ., Sang Ayu Putu Permata Devi ., Sang Ayu Putu Permata Devi ., Virginia Helzainka ., Virginia Helzainka Adnyayanti, Ni Luh Putu Era Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Ayu Putu Pradnyani ., Dewa Ayu Putu Pradnyani Dewa Komang Tantra Drs. Asril Marjohan,MA . Dwi Anggani Linggar Bharati G.A.P. Suprianti Gusti Agung Ayu Made Indah Pradnyawati . I Gede Budasi I Gede Gangga Suwana . I Gede Pratama Danan Jaya . I Gede Saryana ., I Gede Saryana I Made Ery Indrawan ., I Made Ery Indrawan I Made Yudhy Lesmana Dinatha . I Nyoman Adi Jaya Putra I PUTU INDRAWAN . I Wayan Agus Setiyawan . I Wayan Suarnajaya Ida Ayu Fajar Librayanti ., Ida Ayu Fajar Librayanti IGA Pt Novita Sari Paragae Indah Aditiya Pratiwi Issy Yuliasri Januarius Mujiyanto, Januarius Julio Saputra, Made Kadek Era Kusuma Dewi ., Kadek Era Kusuma Dewi Kadek Sintya Dewi Ketut Ary Sri Prawrethy ., Ketut Ary Sri Prawrethy Komang Ayu Mas Triana Dewi . Komang Sas Dewiyanti Luh Diah Surya Adnyani Luh Gede Meitha Trisna Utami . Luh Putu Artini M.L.S ., Dr.Sudirman, M.L.S M.L.S Drs.Sudirman . M.Pd ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. Nadia Santa ., Nadia Santa Ni Kadek Heny Sayukti ., Ni Kadek Heny Sayukti Ni Kadek Marta Seridewi . Ni Kadek Nia Novita Wiliani . Ni Komang Arie Suwastini Ni Luh Putu Era Adnyayanti Ni Made Lia Indra Dewi . Ni Made Ratminingsih Ni Made Yuni Setyawati Ni Putu Astiti Pratiwi Ni Wayan Anggi Septya Dianithi ., Ni Wayan Anggi Septya Dianithi Ni Wayan Kristina . Ni Wayan Rusmala Dewi ., Ni Wayan Rusmala Dewi Ni Wayan Surya Mahayanti Nope Luh Sita Dewi Nyoman Gana Suputra ., Nyoman Gana Suputra Nyoman Karina Wedhanti Pande Putu Resita Wulan . Paragae, IGA Pt Novita Sari Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha . Putri Dito Rembulan ., Putri Dito Rembulan Putu Adi Krisna Juniarta Putu Chintya Dewi . Putu Kerti Nitiasih Putu Tirta Dewi ., Putu Tirta Dewi S.Pd. I G A Lokita P Utami . S.Pd. Putu Eka Dambayana S. . Setyawati, Ni Made Yuni Sita Dewi, Nope Luh