Claim Missing Document
Check
Articles

REPRESENTATION OF A STRONG WOMAN IN THE LYRIC OF ROLLING IN THE DEEP BY ADELE ., Putu Yasamahadewi; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8547

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk menemukan representasi dari sosok seorang wanita tangguh yang dideskripsikan di dalam syair lagu yang berjudul Rolling in the Deep oleh Adele. Penelitian ini dirancang menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga representasi dari sesosok wanita tangguh yang digambarkan di dalam syair lagu Rolling in the Deep by Adele, yaitu, keberanian, kekayaan, dan harga diri. Keberanian dari sosok wanita tangguh di dalam syair tersebut digambarkan sebagai seseorang yang memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya. Representasi wanita tangguh selanjutnya digambarkan dalam sesosok wanita tangguh yang memiliki kekayaan. Dalam hal ini sosok wanita yang berada didalam lirik tersebut digambarkan memiliki kekayaan lebih banyak dibandingkan mantan kekasihnya. Sementara representasi yang terakhir, yaitu seorang wanita tangguh yang memiliki harga diri. Wanita ini digambarkan sebagai seseorang yang mencintai dirinya lebih dari siapapun yang membuat dia berjuang untuk membela dirinya sendiri agar tidak dimanfaatkan oleh orang lain.Kata Kunci : representasi wanita tangguh, feminisme, syair lagu This research aimed to find the representation of a strong woman in the lyric of Rolling in the Deep by Adele. This study was a qualitative study in which the data was described descriptively. The results of this study showed that there were three representations of strong woman in the lyric of Rolling in the Deep by Adele, namely, courage, wealth, and self-worth. The courage representation of a strong woman in the lyric was represented as someone who had the courage to express her feelings. The next representation was represented as someone who had wealth. In this case, the speaker of the poem was represented as someone who had better financial income than her ex lover. Meanwhile, the last representation of a strong woman was the one who had self-worth. The speaker of the poem was described as someone who loved herself more than anyone that made her stood up for herself to prevent the other people to harm her.keyword : representation woman, feminism, lyric
THE EFFECT OF STORYTELLING ON FIFTH GRADE STUDENTS' LISTENING SKILL AT PRIMARY SCHOOL IN BULELENG DISTRICT ., Ni Md Purnama Dwi y; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan dari penggunaan storytelling menggunakan media pop up dan sound effect terhadap kemampuan mendengarkan siswa kelas 5 SD. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan Posttest-Only Control Group Design sebagai desain penelitian. Terdapat 80 siswa yang digunakan sebagai sampel penelitian. Mereka dikelompokkan secara acak menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan teknik undian. Grup eksperimen diberi perlakuan menggunakan storytelling. Sedangkan grup kontrol diberi perlakuan menggunakan strategi mengajar konvensional. Hasil dari data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik dan inferensial menggunakan SPSS versi 16.0. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan bahasa Inggris siswa yang diberi perlakuan menggunakan storytelling lebih tinggi secara signifikan daripada siswa yang diberi perlakuan menggunakan strategi mengajar konvensional. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata dari grup eksperimen yaitu 80.02 sementara nilai rata-rata grup kontrol yaitu 76.80. Selain itu, hasil dari analisis t-test menunjukkan bahwa nilai dari t-observed (tobs) yaitu 3.722. Nilai ini lebih tinggi dari nilai t-critical value (tcv) yaitu 1.9909 pada level signifikan 0.05. Disamping itu, hasil dari perhitungan effect size yaitu 0.8, yang berarti bahwa storytelling menggunakan media pop up dan sound effect mempunyai pengaruh yang tinggi terhadap kemampuan mendengarkan siswa. Hal ini juga menunjukkan bahwa null hypothesis ditolak dalam penelitian ini. Kesimpulannya, storytelling memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan mendengarkan siswa.Kata Kunci : Storytelling, Kemampuan Mendengarkan, Pelajar Usia Dini This study was aimed at investigating the effectiveness of storytelling using pop up media and sound effect on fifth grade students’ listening skill. This study was an experimental study which adopted Posttest-Only Control Group Design as the research design. There were 80 students who were taken as the sample of the study. They were classified randomly into experimental and control group by using lottery technique. The experimental group was treated by using storytelling. Meanwhile, control group was treated by using conventional teaching strategy. The result of the obtained data were analyzed both statistically and inferentially by using SPSS version 16.0. The result showed that the English listening ability of the students who were taught by storytelling was significantly higher than the students who were taught by conventional teaching strategy. It was proven by the mean of experimental group was 80.02 while the mean score of control group was 76.80. Moreover, the result of t-test analysis showed that the t-observed (tobs) was 3.722. It was higher than the t-critical value (tcv) that was 1.9909 at the level significance 0.05. Furthermore, the result of the effect size calculation was 0.8, which means that storytelling using pop up book media and sound effect has high influence on students’ listening skill. It also indicated that the null hypothesis was rejected in this study. In conclusion, the use of storytelling gave a significant effect on students’ listening skill.keyword : Storytelling, Listening Skill, Young Learners
THE EFFECT OF “PLEASE” STRATEGY ON STUDENTS' WRITING COMPETENCY AT TENTH GRADE OF SMA NEGERI 1 SUKASADA IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Putu Amelia Wardani; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menivestigasi apakah ada perbedaan yang signifikan dalam kemampuan menulis antara siswa yang diajar menggunakan strategi “PLEASE” dan siswa yang diajar menggunakan strategi menulis konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain Post-test Only Control Group. Populasi terdiri dari siswa kelas sepuluh SMA Negeri 1 Sukasada pada tahun ajaran 2016/2017 dengan 44 siswa sebagai sample yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan writing competency test. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan t-test yang dibantu dengan SPSS 19.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan menulis antara siswa yang diajar menggunakan strategi “PLEASE” dan siswa yang diajar menggunakan strategi menulis konvensional (tobs = 12.506, p < 0.05) dimana pencapaian siswa yang diajar menggunakan strategi “PLEASE” lebih baik dalam kemampuan menulis dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan strategi menulis konventional. Kata Kunci : kemampuan menulis, strategi “PLEASE”, strategi menulis konvensional. This research was aimed at investigating whether there was a significant difference on writing competency between the students who were taught by using “PLEASE” strategy and those who were taught by using conventional writing strategy. This research was an experimental research with Post-test Only Control Group Design. The population of this research was the tenth grade students of SMA Negeri 1 Sukasada in academic year 2016/2017 with the sample of 44 students who were selected through random sampling technique. The data were collected by using writing competency test. The obtained data were analyzed by using t-test assisted with SPSS 19.0. The result of the research showed that there was a significant difference on writing competency between the students who were taught by using “PLEASE” strategy and those who were taught by using conventional writing strategy (tobs = 12.506, p < 0.05) in which the students who were taught by using “PLEASE” strategy achieved better in writing competency than those who were taught by conventional writing strategy.keyword : conventional writing strategy, “PLEASE” strategy, writing competency
THE EFFECT OF RECIPROCAL QUESTIONING STRATEGY IN COOPERATIVE LEARNING SETTING TOWARD STUDENTS’ READING COMPREHENSION OF SMA NEGERI 4 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Putu Indah Puspitasari; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8700

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menginvestigasi ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan dalam kemampuan memahami bacaan antara siswa yang diajar menggunakan strategi Reciprocal Questioning dalam situasi Cooperative Learning dan siswa yang diajar menggunakan metode konvensional. Penelitian inimerupakan penelitian eksperimen dengan desain Post-test Only Control Group. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Singaraja. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas sebelas di SMA Negeri 4 Singaraja pada tahun akademik 2016/2017 dengan 60 siswasebagaisampel yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan reading comprehension test. Data yang terkumpul dianalisis dengan t-test yang dibantu oleh SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara siswa kelas sebelas yang diajar menggunakan strategi Reciprocal Questioning dalam situasi Cooperative Learning dan siswa yang diajar menggunakan metode konvensional (t=3.845, p
THE EFFECT OF DIRECTED READING THINKING ACTIVITY IN COOPERATIVE LEARNING SETTING TOWARD STUDENTS’ READING COMPREHENSION OF THE ELEVENTH GRADE STUDENTS IN SMA NEGERI 3 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Sang Ayu Kompyang Arisetyawati; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah terdapat pengaruh yang berarti terhadap pemahaman membaca siswa kelas sebelas antara siswa yang diajarkan menggunakan Directed Reading Thinking Activity in Cooperative Learning Setting dan siswa yang diajarkan dengan Directed Reading Thinking Activity saja. Penelitian ini adalah penelitian ekperimental dengan Post-Test Only Control Group Design. Penilitian ini dilaksanakan di SMA N 3 Singaraja. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas sebelas pada tahun ajaran 2016/2017 dengan sampel dari 65 siswa yang dipilih melalui random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan test pemahaman membaca. Data yang terkumpul dianalisa menggunakan t-test dibantu dengan SPSS 22.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan membaca siswa kelas sebelas, dimana siswa yang diajar menggunakan Directed Reading Thinking Activity in Cooperative Learning Setting menunjukkan pemahaman membaca yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang diajar mengunakan Directed Reading Thinking Activity saja (tobs = 4.056, p < 0.05).Kata Kunci : cooperative learning, directed reading thinking activity, kemampuan memahami bacaan This research was aimed at investigating whether there was a significant effect on reading comprehension of the eleventh grade students who were taught by using Directed Reading Thinking Activity in Cooperative Learning Setting and who were taught by using Directed Reading Thinking Activity only. The research was an experimental research with Post-Test Only Control Group Design. The research was conducted at SMA N 3 Singaraja. The population of this research was the eleventh grade students in academic year 2016/2017 with the samples of 65 students who were selected through random sampling technique. The data were collected by using reading comprehension test. The obtained data were analyzed by using t-test assisted with SPSS 22.0. The result of the research showed that there was a significant effect on reading comprehension of the eleventh grade students in which the students who were taught by using Directed Reading Thinking Activity in Cooperative Learning Setting achieved better reading comprehension than who were taught by using Directed Reading Thinking Activity only (tobs = 4.056, p < 0.05).keyword : cooperative learning, directed reading thinking activity, reading comprehension
THE EFFECT OF THE COMBINATION OF IDEA-DETAILS AND P.O.W.E.R.S. STRATEGY ON TENTH GRADE STUDENTS’ WRITING ACHIEVEMENT AT SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., I Putu Agus Ariangga Iswara; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan menulis teks recount siswa kelas 10 dengan menggunakan strategi kombinasi Idea-Details dan P.O.W.E.R.S. di SMA Laboratorium UNDIKSHA Singaraja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Post-test Only Control Group. Populasi dari penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 10 di SMA Laboratorium UNDIKSHA Singaraja. Kemudian, teknik random sampling digunakan untuk memilih sampel dalam penelitian ini. Ada dua kelompok sampel yaitu kelompok eksperimen yang diajar dengan menggunakan strategi kombinasi Idea-Details dan P.O.W.E.R.S., dan kelompok kontrol yang diajar menggunakan strategi mengajar menulis konvensional. Data penelitian diambil dari hasil post-test yang diselenggarakan setelah dua kelompok tersebut belajar dengan strategi yang berbeda selama 6 kali pertemuan. Setelah itu, data penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil dari analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memiliki kemampuan lebih baik daripada kelompok kontrol dimana nilai rata-rata kelompok eksperimen (88,85) lebih tinggi daripada nilai rata-rata kelompok kontrol (78,29). Kemudian, pada analisis statistik inferensial, menunjukkan bahwa the observed t value yang sejumlah 3,240 (tobs) lebih tinggi dari t critical value yang sejumalah 2,06 (tcv) pada level standar alfa (α = .05). Hal ini berarti hipotesis nol ditolak atas hipotesis alternatif. Kesimpulannya, hal ini memastikan bahwa ada pengaruh yang signikan pada kemampuan menulis teks recount siswa kelas 10 dengan menggunakan strategi kombinasi Idea-Details dan P.O.W.E.R.S.Kata Kunci : Strategi Idea-Details, Strategi P.O.W.E.R.S., Teks Recount, Kemampuan Menulis This study was aimed at investigating whether or not there was a significant effect on the tenth grade students’ writing achievement in recount text by the combination of Idea-Details and P.O.W.E.R.S. strategy at SMA Laboratorium UNDIKSHA Singaraja. Post-test Only Control Group Design was used as the research design. The population for this study was tenth grade students in SMA Laboratorium UNDIKSHA Singaraja. Then, simple random sampling technique was used in selecting the sample. There were two groups of sample, namely experimental group which was taught by the combination of Idea-Details and P.O.W.E.R.S. strategy and control group which was taught by conventional teaching writing strategy. The data for this study were gathered through the post-test which conducted after those two groups were given different treatment for six meetings. After that, the research data were analyzed by using descriptive statistics analysis and inferential statistics analysis. The result of descriptive statistics analysis showed that the experimental group had better performance in writing where the experimental group’s mean score (88.85) was higher than the control group’s mean score (78.29). Furthermore, in inferential statistics analysis, it was found that the observed t value of 3.240 (tobs) was higher than the t critical value of 2.06 (tcv) at standard alpha level (α = .05). It means the null hypothesis was rejected in favour of the alternative hypothesis. Therefore, it could be confirmed that there was a significant effect on the tenth grade students’ writing achievement in recount text by the combination of Idea-Details and P.O.W.E.R.S. strategy.keyword : Idea-Details strategy, P.O.W.E.R.S. strategy, Recount Text, Writing Achievement.
AN ANALYSIS OF THE ENGLISH LEARNING MATERIALS BASED ON CURRICULUM 2013 AT SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., Anak Agung Istri Pita Paramita Octovia; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 4 No. 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan materi pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 yang terdapat dalam rencana pelaksanaan pembelajaran yang direncanakan oleh guru, dan penerapan kegiatan pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 oleh guru dalam pembelajaran bahasa Inggris. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui analisis isi, dan hasil pengamatan. Analisis isi digunakan untuk menganalisis perencanaan materi pembelajaran, pengamatan dilaksanakan untuk mengumpulkan data tentang implementasi materi pembelajaran. Subjek dari penelitian ini adalah guru bahasa inggris dan objek dalam penelitian ini adalah materi pembelajaran dalam perencanaan pelaksanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru beserta implementasinya di kelas. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Singaraja. Data dikumpulkan dengan melakukan studi dokumen, wawancara dan observasi. Data dianalisis berdasarkan fungsi sosial, unsur kebahasaan, dan struktur teks. Hasil dari penelitian menunjukkan (1) perencanaan materi pembelajaran direncanakan berdasarkan KI, KD, Indikator, fungsi sosial, unsur kebahasaan dan struktur teks, (2) materi pembelajaran pada perencanaan pelaksanaan pembelajaran tidak spenuhnya dilaksanakan di dalam kelas.Kata Kunci : Kurikulum 2013 ,materi pembelajaran, fungsi sosial, unsur kebahasaan, struktur teks. This study aimed at analyzing the planning of learning materials the teacher’s lesson plans and its implementation in teaching English based on the Curriculum 2013. This study was descriptive qualitative. Content analysis and observational study were used in this research. Content analysis was used for analyzing data about planning of learning materials based on the Curriculum 2013, observational study was conducted in collecting data about implementation of learning materials based on the Curriculum 2013. The subject was the English teacher and the objects of this study were learning materials contained in the teacher’s lesson plan, and implementation in the classroom. The setting of the study was in SMP Negeri 2 Singaraja. The data were collected by doing document study, interview, and observation. The data were analysed based on topic, social function, language feature, and text structure. The result of this study shows that (1) The learning materials planned in the lesson plans were planned based on KI, KD, Indicator, social function, language feature and text structure, (2) the learning materials in the lesson plan were not fully implemented in the classroom.keyword : Curriculum 2013, learning materials, social function, language feature, text structure.
TYPES OF FIGURES OF SPEECH USED IN THE TOURISM COMPANIES'WEB ADVERTISEMENT ., I Kadek Yogi Sancaya; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.10628

Abstract

Studi ini merupakan sebuah studi deskriptif kualitatif yang menganalisa tentang penggunaan majas (figure of speech) oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang pariwisata dalam penulisan headline iklannya yang ditemukan pada alamat website perusahaan tersebut. 75 headline yang berasal dari 72 perusahaan jasa pariwisata terkemuka di Bali dipilih sebagai obyek penelitian dalam studi ini. Seluruh data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan analisis dari isi iklan tersebut dan tabel persentase yang bertujuan untuk menentukan jenis majas yang paling banyak digunakan pada headline iklan-iklan pariwisata yang dimaksud. Kategori majas yang digunakan sebagai acuan penelitian pada studi ini adalah berdasarkan klasifikasi majas yang dikemukakan oleh Corbett (1961). Hasil studi menunjukkan bahwa kebanyakan dari perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan majas dalam penulisan headlinenya. Kategori trope dan grammatical structure/scheme banyak muncul pada data. 48% majas yang yang digunakan pada headline tergolong kedalam kategori tropes, sedangkan 52% merupakan kategori schemes. Kategori majas yang banyak digunakan iklan tersebut adalah tropes khususnya metaphor (10.7%), hyperbole (9.3%), dan personification (6.7%). Jenis majas lain yang juga sering digunakan adalah schemes seperti asyndeton (6.7%), assonance (5.3%), end rhyme (5.3%), internal rhyme (4%), polyptoton (4%), dan ellipsis (4%). Faktor penentu yang menyebabkan majas sering digunakan pada penulisan headline oleh para penerbit iklan adalah karena majas dapat memberi efek ‘prosaik’ yang dapat mempengaruhi pikiran para pembaca. Hal ini dipercaya dapat menarik minat pembaca untuk membeli produk yang diiklankan. Sebagai unsur penting dalam penulisan headline sebuah iklan, majas dianjurkan untuk diteliti lebih mendalam dalam penelitian-penelitian yang sama selanjutnya, khususnya dalam hal yang berkaitan dengan kegiatan promosi produk-produk pariwisata. Hal ini dipercaya dapat memberi keuntungan bagi pengguna jasa iklan dan praktisi yang bergerak dibidang pariwisata.Kata Kunci : headline, iklan ,majas This present study was a descriptive qualitative study which concerned in analyzing the used of figures of speech in tourism companies’ advertisement found in web-sites. There were 75 ads-headlines which randomly selected from 72 leading tourism companies in Bali were used as the objects of the study. The data were analyzed descriptively by providing content analysis and a percentage table which were intended to find out the executional factors and the prominent types of figures used in the headlines. The figures examined in this study, were based on Corbett’s (1961) classification. The results showed that most of tourism companies in Bali used various types of figures in their headline. The figures of trope and grammatical structure/ scheme appeared almost evenly in the data. There were 48% figures belonged to the category of tropes, while the rest, 52% belonged to the schemes. The most prominent figures used on the advertisements were the category of tropes, particulary metaphor (10.7%), hyperbole (9.3%), and personification (6.7%). Other figures, as the part of schemes were also frequently used, such as asyndeton (6,7%), assonance (5.3%), end rhyme (5.3%), internal rhyme (4%), polyptoton (4%), and ellipsis (4%). The executional factor by which the figures commonly applied by the ads-publishers in headline was determined by the extended ‘prosaic’ effect of those kinds of figurative language to the reader’s mind. This phenomenon might impact on the readers’ curiosity to get in the products sale. As the most pominent element used in headline advertisement, figures of speech were recommended to be intensely examined by further researchers or tourism practitioners, especially in dealing with promotional activities or products campaign. It is believed that this concern might give benefits to ads users and practitioners of tourism industry. keyword : advertisement, figures of speech, headline
THE EFFECT OF AUDIOBOOKS ON STUDENTS' SPEAKING COMPETENCE OF THE 8TH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 1 BANJAR IN THE ACADEMIC YEAR OF 2016/2017 ., Agung Indra Sembiring; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan dalam prestasi berbicara siswa yang diajarkan dengan menggunakan audiobooks sebagai media pembelajaran dan siswa yang diajarkan dengan menggunakan media yang biasa digunakan dalam pembelajaran. Desain penelitian yang digunakan adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Banjar dan penentuan sampel penelitian menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Kelas VIII E terpilih sebagai kelas ekperimen dimana media audiobooks digunakan untuk mengajar speaking dan kelas VIII G terpilih sebagai kelas control dimana teknik menggunakan media biasa dalam pembelajaran bahasa Inggris digunakan. Hasil analis data menunjukan siswa di kelas eksperimen medapatkan hasil yang lebih baik dari pada siswa di kelas kontrol. Hal ini dibuktikan oleh hasil statistik deskriptif yang menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 79.84 sedangkan nilai rata-rata dari kelompok control adalah 76.06. Selain itu, hasil dari uji t-test juga menunjukkan bahwa nilai tob lebih besar dari tcv tersebut. Nilai tob itu 2.187 sedangkan nilai tcv adalah 1.245 (α = 0,05). Ini berarti bahwa terdapat perbedaan prestasi berbicara yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan audiobooks sebagai media dan mereka yang diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran yang biasa. Jadi dapat disimpulkan bahwa media audiobooks dapat meningkatkan prestasi siswa dalam berbicara.Kata Kunci : audiobiooks, media pembelajaran biasa, kompetensi dalam berbicara. This study aimed at investigating whether or not there was significant difference in speaking competence between students who were taught by using audiobooks as the teaching media and those who were taught by conventional teaching media. The research design used in this study was Post-test Only Control Group Design. The population in this study was eigth grade students of SMP Negeri 1 Banjar and the samples of the study were selected by using Cluster Random Sampling. Class VIII E was assigned as the experimental group that was taught by using audiobooks and class VIII G as the control group that was taught by using conventional teaching media. The result of the data analysis showed that students in the experimental group performed better than the students in the control group. It was proven by the result of the descriptive statistics that showed the mean score of the experimental group was 79.84 while the mean score of the control group was 76.06. The result of the t-test also showed that the value of the tob was higher than the tcv. The value of the tob was 2.187, while the value of the tcv was 1.245 (α = 0.05). It means that there was a significant effect of students’ speaking competence who were taught using audiobooks and those who were taught by using conventional teaching media. It was concluded that audiobooks as the media in teaching and learning English can improve students’ speaking competence.keyword : audiobooks, conventional teaching media, speaking competence.
Developing a Computer Game as a Learning Media to Learn English Vocabulary for Young Learners ., I Putu Surya Pratama; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah permainan komputer sebagai media belajar untuk mempelajari kosakata Bahasa Inggris untuk anak usia dini. Penelitian ini menggunakan model penelitian Hannafin dan Peck. Subjek penelitian ini adalah 5 guru Bahasa Inggris dan 160 siswa kelas empat dari 5 sekolah dasar yang berbeda di Singaraja, Bali. Sekolah tersebut adalah SDN 1 Paket Agung, SDN 2 Paket Agung, SDN 1 Banjar Jawa, SDN 3 Banjar Jawa, dan SD Lab UNDIKSHA. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi panduan interview, kuisioner, dan lembar penilaian. Topik yang diselipkan dalam permain komputer ini adalah binatang, warna, dan angka. Dalam hal kualitas produk, nilai rata-rata menunjukkan angka 4.67 di mana permainan komputer ini dikategorikan sangat baik. Hal itu menunjukkan bahwa produk ini dapat membantu siswa kelas empat SD dalam mempelajari kosakata Bahasa Inggris.Kata Kunci : Anak usia dini, kosakata Bahasa Inggris, media belajar, permainan komputer This study was aimed to develop a computer game as a learning media to learn English vocabulary for young learners. This study used Hannafin and Peck design model. The subjects of this study were five English teachers and 160 fourth-grade students of five different elementary schools in Singaraja, Bali. The schools were SDN 1 Paket Agung, SDN 2 Paket Agung, SDN 1 Banjar Jawa, SDN 3 Banjar Jawa, and SD Lab UNDIKSHA. The instruments used in this study were an interview guide, a questionnaire, and evaluation sheets. The topics inserted in the computer game were animals, colors, and numbers. In term of product quality, the mean score was 4.67 in which the computer game was categorized excellent. It showed that this product was able to help four-grade students of elementary school to learn English vocabulary.keyword : Computer game, English vocabulary, learning media, young learners
Co-Authors ., Agung Indra Sembiring ., Agung Indra Sembiring ., Anak Agung Istri Pita Paramita Octovia ., Anak Agung Istri Pita Paramita Octovia ., Fadhila Rizki Ariyanti ., Fadhila Rizki Ariyanti ., Gusti Ngurah Arya Bayu Permadi ., I Gede Yoga Permana ., I Kadek Yogi Sancaya ., I Kadek Yogi Sancaya ., I Putu Agus Ariangga Iswara ., I Putu Agus Ariangga Iswara ., I Putu Surya Pratama ., I Putu Surya Pratama ., I Wayan Rengkuh Febri Subrata ., I Wayan Rengkuh Febri Subrata ., Komang Ayu Sukmawati ., Komang Ayu Sukmawati ., Made Gede Viktor ., Made Gede Viktor ., Ni Ketut Arie Suasti Wahyuni ., Ni Ketut Arie Suasti Wahyuni ., Ni Luh Karisma Dewi ., Ni Luh Karisma Dewi ., Ni Luh Patma Gita ., Ni Luh Patma Gita ., Ni Luh Tresnia Widyantari ., Ni Made Budi Artati ., Ni Made Indah Sari ., Ni Made Sinta Dwi Putri ., Ni Made Sinta Dwi Putri ., Ni Md Purnama Dwi y ., Ni Putu Tri Martya Ersa Fridayanthi ., Ni Wayan Erarani ., Ni Wayan Erarani ., Pande Nyoman Purwaningsih ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha ., Putu Amelia Wardani ., Putu Indah Puspitasari ., Putu Yasamahadewi ., Putu Yasamahadewi ., Putu Yogi Agustia p ., Sang Ayu Kompyang Arisetyawati ., Sang Ayu Kompyang Arisetyawati ., Sang Ayu Putu Permata Devi ., Sang Ayu Putu Permata Devi ., Virginia Helzainka ., Virginia Helzainka Adnyayanti, Ni Luh Putu Era Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Ayu Putu Pradnyani ., Dewa Ayu Putu Pradnyani Dewa Komang Tantra Drs. Asril Marjohan,MA . Dwi Anggani Linggar Bharati G.A.P. Suprianti Gusti Agung Ayu Made Indah Pradnyawati . I Gede Budasi I Gede Gangga Suwana . I Gede Pratama Danan Jaya . I Gede Saryana ., I Gede Saryana I Made Ery Indrawan ., I Made Ery Indrawan I Made Yudhy Lesmana Dinatha . I Nyoman Adi Jaya Putra I PUTU INDRAWAN . I Wayan Agus Setiyawan . I Wayan Suarnajaya Ida Ayu Fajar Librayanti ., Ida Ayu Fajar Librayanti IGA Pt Novita Sari Paragae Indah Aditiya Pratiwi Issy Yuliasri Januarius Mujiyanto, Januarius Julio Saputra, Made Kadek Era Kusuma Dewi ., Kadek Era Kusuma Dewi Kadek Sintya Dewi Ketut Ary Sri Prawrethy ., Ketut Ary Sri Prawrethy Komang Ayu Mas Triana Dewi . Komang Sas Dewiyanti Luh Diah Surya Adnyani Luh Gede Meitha Trisna Utami . Luh Putu Artini M.L.S ., Dr.Sudirman, M.L.S M.L.S Drs.Sudirman . M.Pd ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. Nadia Santa ., Nadia Santa Ni Kadek Heny Sayukti ., Ni Kadek Heny Sayukti Ni Kadek Marta Seridewi . Ni Kadek Nia Novita Wiliani . Ni Komang Arie Suwastini Ni Luh Putu Era Adnyayanti Ni Made Lia Indra Dewi . Ni Made Ratminingsih Ni Made Yuni Setyawati Ni Putu Astiti Pratiwi Ni Wayan Anggi Septya Dianithi ., Ni Wayan Anggi Septya Dianithi Ni Wayan Kristina . Ni Wayan Rusmala Dewi ., Ni Wayan Rusmala Dewi Ni Wayan Surya Mahayanti Nope Luh Sita Dewi Nyoman Gana Suputra ., Nyoman Gana Suputra Nyoman Karina Wedhanti Pande Putu Resita Wulan . Paragae, IGA Pt Novita Sari Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha . Putri Dito Rembulan ., Putri Dito Rembulan Putu Adi Krisna Juniarta Putu Chintya Dewi . Putu Kerti Nitiasih Putu Tirta Dewi ., Putu Tirta Dewi S.Pd. I G A Lokita P Utami . S.Pd. Putu Eka Dambayana S. . Setyawati, Ni Made Yuni Sita Dewi, Nope Luh