Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGEMBANGAN DIRI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI HUBUNGAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN PERILAKU KERJA TERHADAP KINERJA LEMBAGA PENDIDIKAN FORMAL (Studi Kasus SMA Negeri di Kabupaten Padang Pariaman) Masrina, Meri; Andri, Gus; Kobal, Hardinalis
Jurnal Menara Ekonomi : Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi Vol 12, No 1 (2026): VOLUME XII NO. 1 APRIL 2026
Publisher : Jurnal Menara Ekonomi : Pelatihan dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/me.v12i1.7839

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung pengaruh kepemimpinan transformasional dan perilaku kerja terhadap kinerja lembaga yang dimediasi oleh pengembangan diri.  Populasi penelitian ini berjumlah 532 orang guru teknik pengambilan sampel accidental sampling sehingga dibutuhkan rumus Slovin untuk menghitung sampel tersebut, maka sampel yang digunakan untuk penelitian ini 228 orang guru. Teknik pengumpulan data kuesioner dan analisa data mengunakan PLS-SEM dengan  aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian secara langsung kepemimpinan transformasional, perilaku kerja dan pengembangan diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja lembaga pendidikan formal. Kepemimpinan transformasional dan perilaku kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan diri guru. Hasil pengujian tidak langsung ditemukan kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh terhadap kinerja lembaga pendidikan formal yang dimediasi oleh pengembangan diri. Etos kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja lembaga pendidikan formal dimediasi pengembangan diri. Hasil uji R-square (R2) 0,690, artinya kinerja lembaga pendidikan formal dapat dijelaskan kepemimpinan transformasional, perilaku kerja sebesar 69% (sedang). R-square sebesar 0,479, artinya pengembangan diri dapat dijelaskan kepemimpinan transformasional, perilaku kerja sebesar 47,9% (lemah). Implikasi dari penelitian ini adalah kepemimpinan transformasional dan perilaku kerja dan pengembangan diri penting diperhatikan pada lembaga pendidikan formal di Kabupaten Padang Pariaman karena dapat meningkatnya kinerja. Untuk meningkatkan kinerja tersebut ke arah yang lebih baik kepa sekolah perlu meningkatkan komunikasi dua arah, penerapan disiplin yang konsisten, dan pemetaan kebutuhan para guru supaya kemampuannya meningkat dalam proses belajar mengajar sehingga kinerja lembaga pendidikan formal meningkat. Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional, Perilaku Kerja, Pengembangan Diri, Kinerja Lembaga Pendidikan Formal.
MODEL STRUKTURAL KINERJA PEMERINTAH DESA SAIBI SAMUKOP KECAMATAN SIBERUT TENGAH KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI: PERAN MEDIASI DUKUNGAN KEPEMIMPINAN Fernando, Fernando; Putra, Hafrizal Okta Ade; Andri, Gus
Jurnal Menara Ekonomi : Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi Vol 12, No 2 (2026): VOLUME XII NO. 2 APRIL 2026
Publisher : Jurnal Menara Ekonomi : Pelatihan dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/me.v12i2.7917

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung pengaruh budaya organisasi, etos kerja dan dukungan kepemimpinan sebagai variabel intervening terhadap kinerja pemerintah desa. Populasi penelitian ini berjumlah 178 orang dan sampel berjumlah 178 orang ditentukan dari total sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang dianalisa melalui PLS-SEM dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian terdapat pengaruh positif dan signifikan budaya organisasi dan dukungan kepemimpinan terhadap kinerja pemerintah desa. Sedangkan etos kerja tidak dapat memberikan pengaruh pada kinerja pemerintah desa. Budaya organisasi dan etos kerja terbukti mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap dukungan kepemimpinan. Hasil pengaruh tidak langsung dukungan kepemimpinan mampu memediasi budaya organisasi dan etos kerja terhadap kinerja pemerintah desa. Hasil uji R-square (R2) 0,558, artinya budaya organisasi dan etos kerja dapat menjelaskan dukungan kepemimpinan sebesar 55,8% (sedang). R-square sebesar 0,621, budaya organisasi dan etos kerja dapat menjelaskan kinerja pemerintah desa sebesar 62,1% (sedang).Kata Kunci: Budaya Organisasi, Etos Kerja, Dukungan Kepemimpinan, Kinerja, PLS-SEM