Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Megaptera

Kesesuaian Konstruksi Jaring Insang Dasar Monofilamen yang Dioperasikan Nelayan Desa Tesabela Berdasarakan SNI 01-7214-2006 Rajab, Resky Amalia; Prasetyo, Ganang Dwi; Siahaan, Irandha Citra M.; Widagdo, Aris; Polin, Charlens
JURNAL MEGAPTERA Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v2i1.13708

Abstract

Jaring insang dasar monofilamen yang dioperasikan oleh nelayan Desa Tesabela umumnya dibuat sendiri sehingga terdapat variasi-variasi ukuran antar alat tangkap, selain itu juga penggunaan pemberat yang berbahan dasar batu dan dipasang pada tali pemberat sehingga adanya variasi berat pemberat dalam satu unit alat tangkap. Perbedaan ukuran tersebut akan mempengaruhi kinerja alat tangkap saat dioperasikan yang akan mempengaruhi jumlah hasil tangkapan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kesesuaian konstruksi jaring insang dasar monofilamen yang dioperasikan oleh nelayan Desa Tesabela dengan SNI 01-7214-2006. Penelitian ini dilaksanakan di pada bulan Oktober – Desember 2023 di Desa Tesabela, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitan ini, yaitu deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dari 11 kriteria ketentuan konstruksi jaring insang dasar monofilamen yang dioperasikan oleh nelayan Desa Tesabela dengan SNI 01-7214-2006 terdapat 10 kriteria yang belum memenuhi, yaitu 1) Hanging ratio datar, 2) Perbandingan panjang jaring terpasang dengan tinggi jaring terpasang, 3) Perbandingan diameter benang dengan mata jaring teregang, 4) Perbandingan daya apung dengan panjang tali ris atas, 5) Perbandingan daya tenggelam dengan panjang tali ris bawah, 6) Perbandingan daya tenggelam dengan daya apung, 7) Perbandingan jarak pelampung dengan tinggi jaring, 8) Perbandingan jarak pemberat dengan tinggi jaring, 9) Perbandingan jarak pelampung dengan panjang tali ris atas, 10) Perbandingan jarak pemberat dengan panjang tali ris bawah. Terdapat 1 kriteria yang memenuhi, yaitu perbandingan panjang jaring tali ris bawah dengan panjang tali ris atas.The monofilament bottom gill nets operated by Tesabela Village fishermen are generally made by themselves so that there are variations in size between fishing gear, in addition to the use of weights made from stone and attached to weight lines so that there are variations in the weight of the weight in one unit of fishing gear. The difference in size will affect the performance of the fishing gear when operated which will affect the amount of catch. The aim of this research is to describe the suitability of monofilament bottom gill net construction operated by Tesabela Village fishermen with SNI 01-7214-2006. This research was carried out in October – December 2023 in Tesabela Village, West Kupang District, Kupang Regency. The method used in this research is descriptive. The results of the research show that of the 11 criteria for the construction of monofilament bottom gill nets operated by Tesabela Village fishermen with SNI 01-7214-2006, there are 10 criteria that are not met, namely 1) Flat hanging ratio, 2) Comparison of the length of the installed net with the height of the installed net, 3) Comparison of the diameter of the thread with the stretched mesh, 4) Comparison of buoyancy with the length of the top rope, 5) Comparison of sinking power with the length of the bottom rope, 6) Comparison of sinking power with buoyancy, 7) Comparison of the distance between the float and the height of the net, 8) Comparison of the distance between the weights and the height of the net, 9) Comparison of the distance between the buoys and the length of the top rope, 10) Comparison of the distance between the weights and the length of the bottom rope. There is 1 criterion that is met, namely the ratio of the length of the lower ris rope net to the length of the upper ris rope.
Pengaruh Aspek Teknis Pukat Cincin Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Pada KMN. Audy Maega Dalle Yang Berlabuh Di PPPI Oeba, Kupang, Nusa Tenggara Timur Sugiono, Sugiono; Rajab, Resky Amalia; Mau, Yesaya; Olbata, Yandri Ishakh
JURNAL MEGAPTERA Vol 3, No 1 (2024): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v2i2.13673

Abstract

Aspek teknis merupakan salah satu faktor yang secara teknis operasional yang mempengaruhi keberhasilan pengoperasian alat tangkap Pukat Cincin dan perolehan hasil tangkapan ikan, beberapa aspek teknis tersebut antara lain, durasi waktu penyinaran lampu pengumpul ikan, durasi waktu pelingkaran jaring dan durasi waktu penarikan tali kerut. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2023 sampai 23 Mei 2023 di KMN. Audy Maega Dalle berpangkalan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba Kupang. Analisis deskriptif digunakan mendeskripsikan tentang teknik penangkapan dengan alat tangkap purse seine, pada waktu pelingkaran alat tangkap, penarikan tali kerut dan penggunaan alat bantu lampu pengumpul ikan. Pengaruh aspek teknis pukat cincin terhadap hasil tangkapan. Yaitu lama pelingkaran sebesar 34,12 %. Lama penarikan tali kerut sebesar 40,48%. Lama waktu penyinaran sebesar 0,38%, artinya setiap penambahan 1 menit dalam dua perlakuan tersebut akan terjadi penurunan hasil tangkapan sedangkan pengaruh penyinaran apabila berkurang 1 menit akan terjadi penurunan hasil tangkapan. . Dengan demikian, semakin cepat durasi waktu pelingkaran jaring, waktu penarikan tali kerut dan semakin lama durasi waktu penyinaran lampu pengumpul ikan, maka hasil tangkapan ikan yang diperoleh akan semakin besar.The technical aspect is one of the technically operational factors that influences the successful operation of the purse seine fishing gear and the acquisition of fish catches. Some of these technical aspects include, the duration of the time the fish collector lights are illuminated, the duration of the net circling time and the duration of the time for pulling the crimp line. The research was carried out from March 15, 2023 to May 23, 2023 at KMN. Audy Maega Dalle is based at the Oeba Kupang Fish Landing Base (PPI). Descriptive analysis was used to describe fishing techniques using purse seine fishing gear, when circling the fishing gear, pulling the crimp line and using fish collecting lamps. The influence of technical aspects of purse seining on catch results. That is, the circle length is 34.12%. The length of time to withdraw the crimp rope is 40.48%. The length of the exposure time was 00.38%, meaning that for every additional 1 minute in the two treatments there would be a decrease in catch, while the effect of exposure if it was reduced by 1 minute would result in a decrease in catch. . Thus, the faster the duration of the net circling time, the time for pulling the crimping line and the longer the duration of shining the fish collecting lamp, the greater the fish catch obtained.
PENDUGAAN KELOMPOK UMUR IKAN BARONANG DI PERAIRAN DESA TESABELA DALAM MENUNJANG PERIKANAN BERKELANJUTAN Rasdam, Rasdam; Rajab, Resky Amalia; Ulat, Muhamad Ali; Siregar, Jhon Septin M.; Mau, Yesaya; Sadir, Edizul Adiwijaya
JURNAL MEGAPTERA Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Megaptera (JMTR) Issue In Progress
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v4i2.18933

Abstract

Ikan Baronang yang tertangkap di perairan Desa Tesabela rata-rata menggunakan jaring insang millenium. Penangkapan ikan Baronang yang dianggap sebagai hama bagi rumput laut perlu diperhatikan ukuran layak tangkapnya guna menjaga keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran frekuensi panjang tiap bulan dan pendugaan kelompok umur ikan Baronang (Siganus canaliculatus) sebagai acuan dalam upaya pengelolaan perikanan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan analisis Kohort berdasarkan data panjang ikan. Hasil analisis kohort diperoleh dua kelompok umur relatif ikan Baronang yaitu: (1) kelompok umur pada kisaran panjang 5,0 – 15,4 cm sebanyak 290 ekor dengan panjang rata-rata 11,91 cm, (2) kelompok umur pada kisaran panjang 15,5 – 23,8 cm sebanyak 47 ekor dengan panjang rata-rata 22,58 cm.