Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Perbedaan Hasil Tangkapan Berdasarkan Waktu Pengoperasian TRAWL pada KM BINAMA 03 Rasdam Rasdam; Resky Amalia Rajab; Yesaya Mau; Imer Baok; Aman Saputra
JURNAL MEGAPTERA Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v4i2.19742

Abstract

Perbedaan waktu penangkapan dapat mempengaruhi hasil tangkapan serta dampaknya terhadap ekosistem. Biasanya, udang memiliki pola aktivitas yang berbeda antara malam dan siang hari. Beberapa spesies udang lebih aktif di malam hari, sehingga pengoperasian trawl pada malam hari bisa menghasilkan tangkapan yang lebih banyak. Sebaliknya, udang tertentu mungkin lebih aktif selama siang hari, sehingga waktu pengoperasian trawl yang sesuai dengan pola aktivitasnya bisa meningkatkan hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan hasil tangkapan udang pada siang dan malam hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan mengikuti langsung kegiatan operasi penangkapan alat tangkap Trawl kapal KM. Binama 03. Jumlah hasil tangkapan yang diperoleh pada malam hari sebesar 62% dan pada siang hari sebesar 38%.
Pendugaan Kelompok Umur Ikan Baronang di Perairan Desa Tesabela dalam Menunjang Perikanan Berkelanjutan Rasdam Rasdam; Resky Amalia Rajab; Muhamad Ali Ulat; Jhon Septin M. Siregar; Yesaya Mau; Edizul Adiwijaya Sadir
JURNAL MEGAPTERA Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Megaptera (JMTR)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jmtr.v4i2.18933

Abstract

Ikan Baronang yang tertangkap di perairan Desa Tesabela rata-rata menggunakan jaring insang millenium. Penangkapan ikan Baronang yang dianggap sebagai hama bagi rumput laut perlu diperhatikan ukuran layak tangkapnya guna menjaga keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran frekuensi panjang tiap bulan dan pendugaan kelompok umur ikan Baronang (Siganus canaliculatus) sebagai acuan dalam upaya pengelolaan perikanan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan analisis Kohort berdasarkan data panjang ikan. Hasil analisis kohort diperoleh dua kelompok umur relatif ikan Baronang yaitu: (1) kelompok umur pada kisaran panjang 5,0 – 15,4 cm sebanyak 290 ekor dengan panjang rata-rata 11,91 cm, (2) kelompok umur pada kisaran panjang 15,5 – 23,8 cm sebanyak 47 ekor dengan panjang rata-rata 22,58 cm.
Kombinasi Jenis Umpan terhadap Hasil Tangkapan Rawai Dasar pada Kapal KM. Kupang Jaya 1 yang Berpangkalan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tenau, Kupang Resky Amalia Rajab; Rasdam Rasdam; Rahmat Suhada Lawang; Yesaya Mau; Aman Saputra
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 6, No 2 (2025): April 2026
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v6i2.7564

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi jenis umpan terhadap hasil tangkapan rawai dasar di perairan Laut Timor. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2024 dengan metode observasi langsung pada operasi penangkapan menggunakan jumlah mata pancing yang seragam (3.600 unit). Perlakuan yang diuji meliputi kombinasi dua jenis umpan (tembang dan tongkol) serta kombinasi tiga jenis umpan (tembang, tongkol, dan hiu), masing-masing dengan 20 ulangan. Data yang dikumpulkan berupa hasil tangkapan per trip (kg) dan dianalisis secara deskriptif serta inferensial menggunakan uji independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total tangkapan kombinasi dua umpan sebesar 1.700 kg dengan rata-rata 85,00 ± 21,21 kg, sedangkan kombinasi tiga umpan sebesar 1.725 kg dengan rata-rata 86,25 ± 29,39 kg. Perbedaan rata-rata sebesar 1,25 kg menunjukkan selisih yang sangat kecil. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua perlakuan (P > 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa penambahan jenis umpan tidak memberikan peningkatan hasil tangkapan yang bermakna. Secara operasional, penggunaan kombinasi dua jenis umpan dinilai lebih efisien karena mampu menghasilkan tangkapan yang setara tanpa meningkatkan kompleksitas dan biaya. Temuan ini menegaskan bahwa variasi umpan tidak selalu menjadi faktor utama dalam meningkatkan produktivitas penangkapan.Kata kunci: Rawai Dasar, Umpan, Hasil Tangkapan, Perikanan Tangkap
TEKNIK PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP LONG LINE DAN TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN PADA KM PERMATA 318 DI WPPNRI 573 SELATAN PULAU TIMOR Charlens Polin; Edizul Adiwijaya Sadir; Resky Amalia Rajab; Agustinus A.H. Ratung; Kusmedy B; Mukhlis Ali
Hexagon Vol 7 No 2 (2026): EDISI 11
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v7i2.7566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pengoperasian long line serta menganalisis tingkat keramahan lingkungan alat tangkap tersebut pada KM Permata 318 yang beroperasi di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 573 Selatan Pulau Timor. Penelitian dilaksanakan melalui metode observasi langsung di atas kapal, wawancara dengan Nakhoda dan Anak Buah Kapal (ABK), serta dokumentasi selama kegiatan penangkapan ikan berlangsung. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan mengacu pada indikator alat tangkap ramah lingkungan menurut FAO (Food and Agriculture Organization). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengoperasian long line pada KM Permata 318 terdiri terbagi beberapa tahapan, yaitu persiapan operasi, setting, soaking, hauling, penanganan hasil tangkapan, dan penyimpanan hasil tangkapan. Long line memiliki komponen utama berupa tali utama, tali cabang, mata pancing, pelampung, pemberat, dan radio buoy. Daerah penangkapan di WPPNRI 573 Selatan Pulau Timor dengan target utama ikan tuna, khususnya tuna sirip kuning (yellowfin tuna) dan tuna mata besar (big eye tuna). Berdasarkan analisis tingkat keramahan lingkungan menggunakan kriteria FAO, long line pada KM. Permata 318 termasuk dalam kategori ramah lingkungan karena memiliki selektivitas tinggi, tidak merusak habitat dasar perairan, hasil tangkapan berkualitas baik, dan dampak terhadap biodiversitas relatif rendah. Namun demikian, masih diperlukan mitigasi hasil tangkapan sampingan (bycatch) untuk mengurangi penangkapan tidak disengaja terhadap spesies yang dilindungi seperti hiu dan penyu.
Sistem Pengelolaan Kapal Pole and Line di Pangkalan Pendaratan Ikan Amaragapati Kabupaten Flores Timur Resky Amalia Rajab; Rasdam Rasdam; Martinus Mukeni Leway; Septin M. Jhon Septin M. Siregar Siregar; Aman Saputra; I Made Aditya Nugraha; Yesaya Mau
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 6, No 1 (2025): November 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v6i1.7485

Abstract

Ikan cakalang merupakan salah satu hasil laut potensial yang dimiliki oleh Kabupaten Flores Timur, dimana dalam pemanfaatannya nelayan menggunakan alat tangkap pole and line pada saat melakukan operasi penangkapan. Untuk itu diperlukan sistem pengelolaan kapal pole and line yang baik dalam memaksimalkan pemanfaatan sumber daya perikanan (cakalang) yang ada di Kabupaten Flores Timur, menjaga kelestarianya dan meningkatakan taraf hidup nelayan sekitar. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan sistem pengelolaan kapal pole and line di pangkalan pendaratan ikan Amagarapati, Larantuka. Adapun metode yang digunakan adalah deskriptif yakni melalui pengamatan atau observasi terhadap objek yang dijadikan sumber data, wawancara terhadap pihak-pihak yang terkait dan telibat secara langsung pada setiap kegiatan yang berkaitan tentang pengelolaan pangkalan pendaratan ikan, dalam hal ini pengelolaan kapal pole and line. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sistem pengelolaan kapal pole and line di pangakalan pendaratan ikan Amagarapati terdiri dari pengelolaan kapal, pengelolaan pelabuhan, pengelolaan anggaran dan pemasaran hasil tangkapan.Kata kunci: Cakalang; Sistem Pengelolaan; Pole and Line