Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

DISKRIMINASI ETNIS TIONGHOA DI GORONTALO MASA ORDE BARU Latif, Fikryanto R.; Yulan, Yulan; Malae, Andris K.
Jambura History and Culture Journal Vol 4, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jhcj.v4i2.24548

Abstract

The New Order was a gripping order for the ethnic Chinese community, how could they not get different treatment at that time when massive discrimination by the Indonesian government had a major impact in all corners of Indonesia. This discriminatory behavior was caused by several factors, including the occurrence of the "coup" in 1965, because it was suspected that China participated in the Indonesian Communist Party in the "coup" of 1965. After the "coup" in 1965, the situation in the People's Republic of China and Indonesia worsened, which influenced the New Order government's policy towards ethnic Chinese and led to discriminatory behavior. This discrimination occurred in Gorontalo, so that places of worship and schools for Chinese were closed and they were not allowed to perform their traditional ceremonies.
Pemanfaatan Situs Sejarah Kota Gorontalo sebagai Laboratorium Sejarah Untuk Mengembangkan Kesadaran Belajar Siswa di SMA Negeri 1 Suwawa Timur Panti, Moh. Awit; Mondong, Tonny Iskandar; Malae, Andris K.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6993

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak fundamental dari pemanfaatan berbagai situs sejarah di Kota Gorontalo yang difungsikan sebagai "laboratorium sejarah" dalam upaya menumbuhkan kesadaran belajar siswa di SMA Negeri 1 Suwawa Timur. Fokus utama penelitian ini terletak pada strategi transformasi situs-situs ikonik, seperti kemegahan arsitektur Benteng Otanaha, jejak historis lokasi Pendaratan Pesawat Amfibi (Museum Soekarno), hingga kedalaman spiritual di kompleks Makam-Makam Aulia. Tempat-tempat ini tidak lagi hanya dipandang sebagai objek wisata statis, melainkan direkonstruksi menjadi ruang belajar praktikum yang dinamis, edukatif, dan eksploratif di luar sekat dinding kelas konvensional. Proses pembelajaran inovatif ini dijalankan secara metodis melalui tiga tahapan sistematis, yakni tahap perencanaan yang matang melalui penyusunan panduan observasi, pelaksanaan eksplorasi lapangan yang partisipatif, serta tahap tindak lanjut berupa diskusi kritis dan refleksi mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi laboratorium hidup ini berhasil meningkatkan kesadaran belajar siswa secara signifikan. Dengan menyentuh langsung artefak dan memahami narasi tempat, siswa terbukti menunjukkan keberhasilan luar biasa dalam menguasai materi sejarah yang sebelumnya bersifat abstrak menjadi jauh lebih konkret dan mudah dipahami. Keberhasilan transformatif ini ditandai dengan tajamnya kemampuan siswa dalam merekonstruksi nilai-nilai heroisme, religi, dan kearifan budaya dari setiap situs yang dikunjungi ke dalam bentuk laporan analitis yang kritis. Sebagai simpulan, pemanfaatan situs sejarah sebagai laboratorium hidup terbukti sangat efektif dalam membangun fondasi identitas nasional, memperkuat daya serap materi secara permanen, serta menumbuhkan motivasi belajar mandiri yang tinggi bagi siswa SMA Negeri 1 Suwawa Timur dalam menghargai warisan peradaban bangsa.
Adaptasi Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan di Desa Pasokan Kabupaten Tojo Una-Una Mahmud, Djulia Indriani A.H; Manay, Helman; Malae, Andris K.; Mondong, Tonny Iskandar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk-bentuk adaptasi sosial dan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat nelayan di Desa Pasokan, Kabupaten Tojo Una-Una, dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi pada lingkungan pesisir. Kehidupan masyarakat nelayan sangat dipengaruhi oleh dinamika alam, perubahan iklim, serta tekanan ekonomi yang semakin meningkat. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat nelayan di Desa Pasokan menghadapi berbagai tantangan seperti penurunan hasil tangkapan ikan, ketidakpastian kondisi cuaca, meningkatnya biaya operasional melaut, serta persaingan dengan penggunaan teknologi alat tangkap modern. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya stabilitas ekonomi rumah tangga nelayan dan mendorong munculnya berbagai strategi adaptasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan nelayan, tokoh masyarakat, dan aparat desa, serta dokumentasi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan memperhatikan validitas melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat nelayan Desa Pasokan melakukan berbagai strategi adaptasi sosial ekonomi untuk mempertahankan keberlangsungan hidup. Adaptasi tersebut antara lain melalui diversifikasi pekerjaan seperti berdagang, bertani, membuka usaha kecil, serta merantau ke kota untuk mencari pekerjaan alternatif. Selain itu, masyarakat juga memanfaatkan jaringan sosial, solidaritas komunitas, serta pelestarian tradisi lokal sebagai bentuk adaptasi sosial budaya dalam menghadapi tekanan ekonomi dan perubahan lingkungan.  
Perkembangan Ekonomi Masyarakat Di Desa Siduwonge Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato Mohi, Sofyan; Manay, Helman; Malae, Andris K.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7564

Abstract

Perkembangan ekonomi desa merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Desa sebagai unit pemerintahan terkecil memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan ekonomi masyarakat Desa Siduwonge sejak terbentuknya desa pada tahun 2008 hingga saat ini, serta mengidentifikasi potensi dan kendala yang dihadapi dalam proses pembangunan ekonomi desa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara sistematis untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi ekonomi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perekonomian masyarakat Desa Siduwonge mengalami perkembangan yang cukup signifikan dari waktu ke waktu. Hal ini ditandai dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta perdagangan kecil. Komoditas utama yang menjadi sumber penghasilan masyarakat adalah kelapa dan jagung yang diolah menjadi berbagai produk, seperti kopra. Selain itu, potensi ekonomi pesisir seperti perikanan dan produksi garam juga memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, serta membuka peluang usaha baru melalui pengolahan hasil laut dan pertanian. Meskipun demikian, dalam perkembangannya masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh masyarakat, seperti keterbatasan modal usaha, akses pasar yang belum optimal, serta rendahnya tingkat pengolahan hasil produksi. Hal ini menyebabkan potensi ekonomi yang dimiliki belum dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengembangan ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat, serta dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan dan fasilitas yang memadai. 
Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Melalui Metode Karya Wisata Di Cagar Budaya Gorontalo Utara: Suatu Penelitian di kelas X SMA Negeri 7 Gorontalo Utara Sintia Pakaya; Resmiyati Yunus; Andris K. Malae
KOLONI Vol. 2 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v2i2.339

Abstract

This study aims to increase students' understanding of history subjects using the field trip method in North Gorontalo cultural heritage in class X SMA Negeri 7 North Gorontalo. By conducting this research, it can be found out that using the field trip method in the North Gorontalo cultural heritage can increase students' understanding of history subjects. The research results found in this study with the use of cultural heritage as a learning medium have not been widely used in history learning. Even though the use of cultural heritage can help students see first-hand the historical heritage in their area. In the research conducted by the researcher, it can be seen that this method was used successfully, students' understanding increased after the field trip method was applied to history learning in the North Gorontalo cultural reserve. This research can see how students respond to learning history. Learning history that is held outside the classroom makes students play an active role and students' curiosity increases compared to learning in the classroom.  Keywords: Improving students' understanding, History lessons, Field Trips, North Gorontalo Cultural Heritage, North       Gorontalo 7 Public High School
Sosok Soeharto Di Mata Masyarakat Gorontalo Sutrisno Mohamad; Asmun Wantu; Andris K. Malae
KOLONI Vol. 2 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v2i2.355

Abstract

The purpose of this research is to describe how Soeharto is in the eyes of the people of Gorontalo. The results of the research show that the figure of Suharto played an important role during the New Order era which slightly changed conditions in Indonesia which also had an impact on Gorontalo. It can be said that Soeharto himself during the New Order era was known as an extraordinary and kind person, but apart from that, there are many stories that tell about his badness where Suharto was a pretty tough person, as well as news about the case. Corruption committed by him and his son during his tenure as president during the New Order era. Suharto's role in Gorontalo was to create an army training command, which was located on Jalan Nani Wartabone, namely the first 317 Company in Gorontalo.  Keywords: Soeharto, Gorontalo people, history
Perkembangan Pasar Ikan Di Tamboo, 2017-2020 Sutrisno Mohamad; Asmun Wantu; Andris K. Malae
KOLONI Vol. 2 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v2i1.365

Abstract

The purpose of this study was to find out the development of the fish market in Tamboo Village in 2017-2020. At the beginning of its establishment, the fish market in Tamboo Village did not have complete facilities. In 2017 the market facilities in Tamboo Village still used makeshift tools. In 2018, the community received assistance from the government in the form of fish stalls using cement and clean water. This assistance, although not comprehensive, can help the community's trading activities. In 2019 the market position or market location was moved back to its initial position, which was near the beach. The relocation of the market caused differences of opinion between the community and the village government. The community and the village government have made an agreement on the location of the permanent market in the new location and the market facilities have been reopened. The impact of the agreement is that trading activities run normally. Market developments in 2020 are marked by concreting and clean water. The number of public facilities that support selling activities is adequate and complete. Los as a place to sell can accommodate various traders. The market has foremen and janitors. Keywords: Fish market, fishermen, facilities.
Proses Penempatan dan Adaptasi Sosio-Ekologis Masyarakat Transmigran Jawa di Gorontalo (1980-1981) Tiara Handayani A. Rasyid; Helman Manay; Andris K. Malae
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11734

Abstract

Program transmigrasi pada masa Orde Baru merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat ekonomi lemah melalui pembagian lahan di wilayah baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penenmpatan serta dinamika adaptasi sosio-ekologis masyarakat transmigran asal Jawa di UPT Marisa 1 (kini Desa Manunggal Karya, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo) pada periode 1980–1981. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang bertumpu pada pengumpulan sumber primer berupa wawancara mendalam dengan pelaku sejarah/eks-petugas transmigrasi serta analisis dokumen autentik desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kedatangan 110 KK transmigran asal Jawa Timur dan Jawa Barat ke Marisa berlangsung secara bertahap melalui rute laut dengan tantangan logistik yang cukup signifikan di masa transisi. Setibanya di lokasi, para transmigran menghadapi tantangan ekologis yang berat berupa wilayah yang masih berupa hutan, gangguan satwa liar, hingga ancaman banjir yang memicu kegagalan panen awal. Strategi survival dan adaptasi masyarakat dilakukan melalui jalur kultural defensif, seperti mempertahankan tradisi gotong royong gugur gunung untuk pembukaan lahan, serta kepatuhan sosiokultural kosmologi Jawa dalam tata ruang pemakaman umum yang terpisah dari pekarangan rumah. Hubungan interaksi dengan warga lokal sempat diwarnai kecemburuan sosial akibat perbedaan kecakapan bertani dan hambatan bahasa, namun berhasil diredam melalui pembinaan terpadu oleh petugas lapangan. Kesimpulannya, ketahanan ekonomi dan sosial transmigran di Gorontalo berhasil dibentuk melalui integrasi bantuan fasilitas pemerintah dan pemeliharaan nilai-nilai budaya asal yang adaptif terhadap lingkungan baru.