Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

MEMBACA TREN EDUKASI AL-QUR’AN PADA MASYARAKAT MILLENIALS (STUDI ANALISIS PADA PLATFORM “SYARIHUB.ID) Muhafizah el-Feyza; Ani Nafisah; M. Riyan Hidayat; Erik Pebrikarlepi; Muhamad Nuryadi
TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2023): TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIQI Al-Qur'an Al-Ittifaqiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/taujih.v5i1.332

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tren edukasi Al-Qur'an yang diterima oleh masyarakat milenial melalui platform "Syarihub.id". Dalam era digital yang semakin berkembang, platform-platform online telah menjadi sarana penting dalam menyediakan akses mudah dan luas terhadap sumber-sumber pengetahuan dan informasi. Salah satu platform yang popular di kalangan masyarakat milenial adalah "Syarihub.id", yang menyajikan beragam konten edukasi Al-Qur'an. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah analisis konten, yang melibatkan pengumpulan dan analisis data terkait tren edukasi Al-Qur'an yang disajikan di "Syarihub.id". Data yang dikumpulkan mencakup artikel, video, dan diskusi yang terkait dengan topik pendidikan dan pemahaman Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa tips dan metode belajar Al-Qur’an yang ditawarkan kepada masyarakat milenial di platform "Syarihub.id". Beberapa tren tersebut meliputi pemahaman bacaan tajwid dalam Al-Qur'an, aplikasi praktis ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, serta pendekatan kreatif dalam mengedukasi masyarakat digital. Konten yang disajikan dengan gaya yang menarik, menggunakan teknik audiovisual yang inovatif, dan interaktif cenderung mendapat perhatian lebih dari masyarakat milenial.
Influencer dalam Al-Qur’an: Sebuah Kajian Tafsir Tematik Ahmad Murtaza MZ; M. Riyan Hidayat
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 01 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v3i01.323

Abstract

Pada penelitian pustaka (library research) ini memiliki tujuan untuk menggali lebih dalam makna influencer yang terdapat dalam literatur kitab-kitab tafsir terhadap surat An-Nahl ayat 125 tentang penggunaan media sosial oleh influencer. Di samping itu, penelitian ini merupakan kajian tafsir tematik agar dapat mengungkapkan makna dari influencer yang sesuai dengan petunjuk dari Al-Qur’an yang dibuktikan melalui literatur tafsir hingga menemukan aturan-aturan dari Al-Qur’an yang bermanfaat bagi influencer. Prinsip-prinsip yang terkandung dari Al-Qur’an ini bermaksud agar influencer memberikan dampak positif bagi tiap pengikutnya di media sosial. Dalam penelitian ini menghasilkan bahwa tiap influencer memiliki caranya tersendiri dalam menyampaikan kebaikan yang disesuaikan dengan sarana prasarana masa sekarang.
Fiqh Lingkungan: Analisis Atas Qs. Ar-Rum’ [30]: 41 Prespektif Maqasidi Matsna Afwi Nadia; M. Riyan Hidayat
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v5i1.360

Abstract

Konservasi lingkungan telah menjadi salah satu masalah terpenting dalam perhatian manusia zaman sekarang. Dalam diskursus Al-Qur’an sudah mulai dilakukan aktifitas penafsiran yang mengarah ke hal tersebut. Artikel ini mengkaji permasalahan konservasi lingkungan atas QS. Ar-Rum’ [30]: 41 dengan menggungakan metode tafsir maqashidi. Artikel ini menemukan bahwa deskripsi ayat menunjukkan cakupan penjagaan keberlangsungan kehidupan generasi manusia (hifdz al-bi’ah) yang ditunjukkan dengan konservasi lingkungan. Keberlangsungan kehidupan manusia menjadi tujuan utama (ghayah) yang dihadirkan melalui diksi dampak kerusakan alam oleh manusia (wasilah). Dampak terjadinya kerusakan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari disebabkan oleh ulah tangan manusia, yang menegaskan urgensi untuk menjaga dan melestarikan alam demi kelangsungan hidup kita dan generasi mendatang.
Epistemology of Nusantara Exegesis in the 17th Century: A Study of Tarjumān al-Mustafīd by Abdurrauf al-Singkili Lail, Moh. Jamalul; Hidayat, M. Riyan; Wijaya, Roma
QOF Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Keiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/qof.v8i2.2491

Abstract

The position of Tarjumān al-Mustafīd by Abdurrauf al-Singkili as a precedent for interpretive literature in Indonesia has ontological problems. Accusations circulated that Tarjumān al-Mustafīd was just a translated copy of al-Baiḍāwi's commentary on Anwār al-Tanzīl wa Asrār al-Ta'wīl. In comparison, other groups consider it a translation of Tafsīr Jalālayn. These two claims seem to cast doubt on Tarjumān Al-Mustafīd as an authentic interpretation work. Every work of interpretation always involves the subjectivity of the interpreter. Through an analysis of the epistemology of interpretation, this research reveals the genealogy, method, and validity of al-Singkili's interpretation in Tarjumān al-Mustafīd. The findings of this research highlight three essential aspects: First, Tarjumān al-Mustafīd is not merely the result of translation (vernacularization) of one particular interpretation as has been alleged so far. Several other tafsir, such as Tafsīr Jalālayn and Tafsīr al-Khāzin, also influenced the presentation pattern of Tarjumān al-Mustafīd. Second, al-Singkili's interpretive method is similar to al-Baiḍāwi but not wholly the same. Al-Singkili also adopted the pattern of writing the Indonesian turath books, which use keywords such as fāidah, tanbīh, the word mufasir, and others. Third, Tarjumān al-Mustafīd qualifies as a valid or authentic interpretation of consistency and correspondence. This research offers a novel contribution by positioning Tarjumān al-Mustafīd as a unique synthesis of classical Islamic exegesis and the scholarly tradition of the Nusantara, demonstrating its originality as an interpretive work that bridges global Islamic scholarship with localized epistemological frameworks.
MAKANAN SEHAT DAN HALAL DALAM AL-QUR’AN (Studi Analisis dalam Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nur T.M Hasbi Ash-Shiddieqy) M. Riyan Hidayat dan Aty Munsihah
Al-Dhikra Vol. 3 No. 2 (2021): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan pemikiran Teuku M. Hasbi Ash-Shiddieqy ketika menafsirkan atau meinterpretasikan ayat yang berhubungan dengan makanan dan minuman. Tulisan ini menggunakan metode deskripsi-analisis fokusnya lebih pada kitab tafsirnya yang diberi judul Tafsir al-Qur’anul Majid An-Nur. Tulisan ini mencoba untuk menjelaskan secara detail yang berhubungan dengan suatu masalah yang mampu menghasilkan suatu hasil pemikiran yang mendalam. Penulis menganalisis nya dengan pendekatan ulum Al-Qur’an dan pandangan dari Teuku M. Hasbi Ash-Shiddieqy melalui ayat-ayat yang mengkaji tentang makanan. Artikel ini juga mendukung temuan Usman dan Suhardi yang menggambarkan eksistensi makanan halal dan t}ayyib dengan sudut pandang ekonomi dan kesehatan, sehinggga didapatlah bahwa makanan yang t}ayyib dan halal adalah makananan yang dilihat dari segi zat ataupun proses mendapatkannya. Selanjutnya dalam artikel ini ditemukan pola makanan sehat dan halal ala Hasbi Ash-Shiddieqy. Menurutnya, hal itu sangat penting sebab makanan yang dikonsumsi manusia tidak hanya sekedar berfungsi untuk menahan rasa lapar dan dahaga semata, namun juga berimplikassi pada kesehatan lahir batinnya.
EKOTEOLOGI AL-QUR'AN: ANALISIS HERMENEUTIKA GADAMER TERHADAP KONSEP KHALIFAH DAN STEWARDSHIP Khozinul Alim; M. Riyan Hidayat
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 5 No 02 (2024): Desember 2024
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Al-Qur'an Al-Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v5i02.1029

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep ekoteologi dalam Al-Qur’an melalui pendekatan hermeneutika Hans-Georg Gadamer, dengan fokus pada ayat-ayat yang menggambarkan manusia sebagai khalifah (pemimpin) di bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep khalifah dan stewardship (pengelolaan amanah) dapat memberikan landasan teologis dan etis dalam menghadapi krisis ekologi global. Ayat-ayat seperti QS. Al-Baqarah: 30 dan QS. Al-An’am: 165 dianalisis untuk memahami tanggung jawab manusia terhadap lingkungan dalam konteks modern. Melalui pendekatan hermeneutika Gadamer, artikel ini menggabungkan horizon teks Al-Qur'an dengan tantangan ekologi kontemporer, sehingga menghasilkan pemahaman yang relevan dan aplikatif. Studi ini menunjukkan bahwa khalifah bukan hanya sekadar status, tetapi amanah moral untuk menjaga keseimbangan ekologis sebagai bagian dari kehendak ilahi. Selain itu, konsep stewardship menawarkan paradigma keberlanjutan yang mengintegrasikan dimensi spiritual dan ekologi. Dengan menekankan dialog antara tradisi Islam dan isu-isu modern, artikel ini berkontribusi pada pengembangan ekoteologi sebagai pendekatan holistik untuk menyikapi kerusakan lingkungan.