Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

APLIKASI ANYAMAN DAUN PANDAN KHAS ACEH TIMUR UNTUK PRODUK BUSANA Maulid Sarah; Novita .; Fitriana .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anyaman daun pandan banyak diproduksi di daerah Aceh Timur. Pekerjaan ini dilakukan oleh kaum wanita yaitu ibu rumah tangga dan wanita usia lanjut, dengan membentuk kelompok-kelompok hingga menjadi kelompok pengrajin. Pengembangan anyaman daun pandan dalam bentuk tikar sudah begitu banyak sehingga menarik minat peneliti untuk melakukan pengembangan lebih lanjut. Pengaplikasian anyaman daun pandan khas Aceh Timur adalah merupakan bentuk pengembangan kerajinan khas Aceh Timur kedalam produk busana dan wujud mempertahankan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis anyaman daun pandan khas Aceh Timur, mendesain produk busana dengan pengaplikasian anyaman daun pandan khas Aceh Timur, mengaplikasikan anyaman daun pandan khas Aceh Timur pada produk busana sebagai pegembangan kerajinan daerah. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen terapan dan pendekatan kualitatif, subjek dalam penelitian ini mendesain produk busana yang diaplikasikan anyaman daun pandan khas Aceh Timur serta mengkontruksikannya dalam produk busana dengan aplikasi anyaman daun pandan khas Aceh Timur, anyaman diaplikasikan pada bagian tengah muka, pada kedua bagian lengan dan pada bagian kepala. Hasil penelitian yaitu menganalisi motif anyaman daun pandan khas Aceh Timur, mendesain 4 model busana dengan aplikasi anyaman daun pandan, dan produk busana dengan aplikasi anyaman daun pandan yang dapat dilepas dan dipasang sehingga memudahkan dalam proses pemeliharaannya, bahan yang digunakanan untuk produk busana yaitu findy silk dan organza.Kata Kunci : Busana, anyaman daun pandan
STRATEGI INDUSTRI RUMAH TANGGA KERAWANG GAYO DALAM PENGEMBANGAN USAHA DI KECAMATAN LUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH Rima Maghfirah; Fadhillah .; Novita .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 7, No 1 (2022): FEBRUARI 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri rumah tangga Kerawang Gayo merupakan salah satu sektor yang potensial untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi industri rumah tangga Kerawang Gayo dalam pengembangan usaha di Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dalam bentuk penelitian studi deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu 4 orang pelaku usaha industri rumah tangga Kerawang Gayo di Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif yang dilakukan dengan empat langkah utama, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan tenaga kerja oleh sebagian besar pelaku usaha industri rumah tangga Kerawang Gayo telah dilaksanakan secara baik karena menggunakan tenaga kerja yang disesuaikan dengan jenis pekerjaan; Modal yang digunakan untuk menunjang usaha industri rumah tangga Kerawang Gayo yang dimiliki pelaku usaha sebagian besar tergolong baik; Pemasaran yang dilakukan pelaku usaha adalah promosi untuk mengenalkan hasil produksinya dan sudah memiliki strategi pemasaran yang baik untuk menghadapi persaingan; Sebagian besar pelaku mampu untuk merencanakan alat dan bahan secara baik karena mereka dapat memprioritaskan kebutuhan dan cara perolehan bahan dengan memperhitungkan pemakaian bahan usaha industri rumah tangga Kerawang Gayo. Adapun strategi industri rumah tangga Kerawang gayo dalam pengembangan usaha di Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah adalah (1) Meningkatkan keterampilan tenaga kerja dengan mengadakan pelatihan agar kualitas produk tetap terjaga; (2) Meleng- kapkan alat dan bahan yang digunakan agar banyak produk yang dihasilkan; (3) Mening- katkan keaktifan promosi melalui media sosial agar mampu menjangkau pasar sampai ke mancanegara; dan (4) Meningkatkan kualitas dan inovasi produk agar lebih menarik minat konsumen.Kata Kunci: strategi, industri rumah tangga, Kerawang gayo, pengembangan usaha
DESAIN SERAGAM PAUD KASIH BUNDA DI KECAMATAN SULTAN DAULAT KOTA SUBULUSSALAM Siti Rujainah; Mukhirah .; Novita .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain seragam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bertujuan untuk mendeskripsikan model, bahan dan warna pada seragam, mendesain seragam dan untuk mengetahui tanggapan responden terhadap model seragam yang dirancang untuk PAUD Kasih Bunda. Penelitian ini menggunakan metode Research dan Development (RD) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dirangkum melalui studi pustaka, observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan pengambilan keputusan/verifikasi. Subjek ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah subjek 1 kepala sekolah dan 3 guru di Sekolah PAUD kasih Bunda. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa seragam PAUD Kasih Bunda belum memenuhi kriteria busana anak, karena tekstur bahan yang digunakan kasar dan tebal serta model yang kurang menarik sehingga tidak memberi kenyamanan dan membatasi anak dalam melakukan aktivitas. Oleh karena itu, peneliti membuat desain seragam PAUD dengan model yang praktis, menggunakan bahan yang lembut, nyaman dan menyerap keringat. Seragam PAUD telah di desain dengan 3 model yang terdiri dari baju, celana dan jilbab. Model I menggunakan lipit pada bagian pinggang dan celana panjang yang menyerupai bentuk jogger, model II didesain dengan model lipit pada bagian belakang dan lengan baju, serta celana panjang. Sedangkan model III merupakan desain baju anak laki-laki dengan menggunakan baju kemeja dan celana panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden menyukai ketiga desain seragam yang telah dirancang oleh penulis.Kata kunci: Desain, Seragam PAUD Kasih Bunda, Subulussalam
TEKNIK PEWARNAAN TEKSTUR BAHAN TEMBUS PANDANG DAN BERBULU PADA DESAIN BUSANA DUA DIMENSI Mulia Fadhila; Novita .; Mukhirah .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik pewarnaan pada desain ada tiga macam, yaitu teknik pewarnaan secara kering, basah dan campuran. Tiga teknik ini akan diterapkan pada tekstur tembus pandang dan berbulu pada desain busana dua dimensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis berbagai teknik dan pengaplikasiannya yang tepat pada saat mewarnai desain dua dimensi untuk bahan yang bertekstur tembus pandang dan berbulu. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan kuesioner yang dibagikan kepada 8 guru mata pelajaran desain yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang dibagikan secara online dengan beberapa aspek pertanyaan yaitu, ketepatan dalam pengaplikasian bahan pewarnaan, kemampuan dalam mengkombinasikan warna, kerataan warna, ketepatan dalam menimbulkan kesan tekstur bahan, dan hasil jadi desain. Adapun hasil dari penelitian ini 1) Desain tekstur tembus pandang dengan teknik kering rata-ratanya 4,4 menunjukkan hasil baik. 2) Desain tekstur berbulu dengan teknik kering rata-ratanya 4,6 menunjukkan hasil sangat baik. 3) Desain tekstur tembus pandang dengan teknik basah rata-ratanya 4,5 menunjukkan hasil baik. 4) Desain tekstur berbulu dengan teknik basah rata-ratanya 4,7 menunjukkan hasil sangat baik. 5) Desain tekstur tembus pandang dengan teknik campuran rata-ratanya 4,6 menunjukkan hasil sangat baik. 6) Desain tekstur berbulu dengan teknik campuran rata-ratanya 4,6 menunjukkan hasil sangat baik. Hasil terbaik dari beberapa teknik pewarnaan untuk menghasilkan tekstur bahan desain adalah dengan teknik pewarnaan secara basah untuk menghasilkan tekstur berbulu.Kata Kunci : Teknik Pewarnaan, Tekstur Tembus Pandang, Tekstur Berbulu, Desain Dua Dimensi.
DESAIN BUSANA MUSLIM UNTUK SANTRIWAN Rahmah Yulianiza; Fadhilah .; Novita .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Busana muslim santriwan merupakan busana yang digunakan sesuai dengan kriteria dan ruang lingkup sebuah pesantren. Busana yang dimaksud merupakan busana muslim yang islami dan yang sudah ditetapkan dengan peratuan yang berlaku. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendesain busana muslim untuk santriwan, membuat busana muslim untuk santriwan, dan mengetahui tanggapan responden terhadap desain busana muslim santriwan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen terapan (applied research) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling yang berjumlah 9 orang yang terdiri dari 2 santri tsanawiyah (SMP), 2 santri aliyah (SMA), pimpinan dayah, 2 ustad dan 2 ustazah di dayah modern Darul Ulum Banda Aceh. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi, observasi, studi kepustakaan, eksperimen terapan dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian busana muslim untuk santriwan, responden banyak menyukai desain I karena model, motif dan warna yang terdapat pada desain I sangat sesuai dengan kriteria berbusana untuk santriwan, sedangkan pada desain yang dieksperimenkan responden menyukai model dan warna yang digunakan pada desain model IV karena desain model IV sangat sesuai dengan busana santriwan serta warna pada desain IV merupakan warna yang netral agar dapat digunakan oleh semua jenis kulit. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan ketentuan berbusana untuk santriwan. Dari ke 6 desain, hanya 1 desain yang diproduksi yaitu desain IV. Menurut responden, model desain IV sangat sesuai dengan busana santriwan karena dari segi motif sangat unik dan segi warna sangat netral sehinga dapat digunakan oleh jenis kulit manapun. Disarankan untuk santriwan agar dapat menggunakan busana muslim sesuai dengan kesempatan.Kata Kunci: Desain, Busana Muslim
DESAIN BUSANA SENAM YANG SYARI DAN TRENDI BAGI WANITA DI ACEH Yulia Rizki; Annizar Ahmad; Novita .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senam telah menjadi salah satu kegiatan olahraga yang sangat digemari oleh sebagian besar masyarakat Aceh, mulai dari remaja hingga lanjut usia. Namun dalam mengikuti kegiatan senam masih banyak wanita Aceh yang memakai busana tidak sesuai dengan syariat Islam, sebaiknya memakai pakaian yang tidak terlalu ketat, agar sesuai dengan ketetapan yang diterapkan di Aceh dan bahan yang digunakan harus memiliki pori-pori longgar agar menyerap keringat dengan baik. Tujuan dari penelitian ini menciptakan desain busana senam yang syari dan trendi bagi wanita di Aceh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (RD) dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini pakar desain dan dosen mata kuliah desain di prodi PKK FKIP Tata Busana Universitas Syiah Kuala, yang menjadi objek yaitu produk busana yang dihasilkan. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memberikan analisis data responden memberikan tanggapan positif terhadap produk busana senam wanita yang trendi dan syari. Hasil penelitian menciptakan empat desain busana senam dan satu produk busana senam yang direalisasikan. Langkah-langkah dalam pembuatan busana senam yang syari dan trendi bagi wanita di Aceh yaitu diawali dengan menyiapkan segala alat dan bahan, membuat desain, memilih kain untuk dijahit, serta menjahit sendiri perlengkapan busana senam wanita tersebut. kedua responden menyukai desain-desain dan produk yang di ciptakan, karena sangat variatif dan inovatif namun tetap memperhatikan detail-detail terkecil agar desain lebih sempurna.Kata kunci: Desain, Busana senam wanita, Syari,
EKSPLORASI BAHAN ALAM TUMBUHAN DALAM PENCIPTAAN MOTIF BUSANA REMAJA Afra Resturi; Mukhirah .; Novita .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 2 (2021): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pewarnaan alam berasal dari tumbuhan sudah lama dikenal dan dimanfaatkan sebagai pewarna tekstil. Namun seiring dengan berkembangnya zaman begitupun dengan industri tekstil, penggunaan pewarna alami semakin sedikit dan mulai digantikan dengan pewarna sintetis, hampir semua zat warna terpenuhi dari produksi zat warna sintetik. Industri tekstil yang masih menggunakan pewarna alami salah satunya yaitu industri tekstil tehnik ecoprint, tehnik ecoprint merupakan salah satu teknik pewarnaan alami yang sudah mulai menghiasi panggung fashion Indonesia. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi daun tumbuhan yang akan diaplikasikan pada bahan tekstil dengan teknik ecoprint, mengetahui warna serta motif yang dihasilkan dengan teknik ecoprint, dan mengetahui minat dan daya tarik remaja terhadap busana motif ecoprint.Teknik pengumpulan data yaitu dengan library research, dokumentasi, eksperimen terapan dan angket. Dari hasil eksperimen penulis menemukan beberapa daun yang dapat dijadikan sebagai bahan pewarnaan tekstil teknik ecoprint seperti: daun Jarak Kepyar (Ricinus Communis L), daun Jarak wulung (Jatopha Gossypiifolia), daun Kedondong Pagar (Lannea Nigritana),dan daun Ketapang (Terminalia Catappa). Kain ecoprint yang dihasilkan dari eksperimen ini sebanyak 7 kain, kain pertama dan kedua motif daun Kedondong Pagar (Lannea Nigritana) dengan warna motif kuning dan abu-abu gelap. Kain ketiga dan keempat motif daun Jarak Kepyar (Ricinus Communis L) dan daun Minyak Kayu Putih (Melaleuca Leucadendra Syn.M. Leucadendron). dengan warna motif kuning kehijauan dan orange gelap. Kain lima motif daun Jarak Kepyar (Ricinus Communis L), Jarak wulung (Jatopha Gossypiifolia), dan daun Ketapang (Terminalia Catappa), warna motif yang dihasilkan warna hijau tua. kain enam dan tujuh motif daun Jarak Kepyar (Ricinus Communis L), daun Nangka (Artocarpus Heterophyllus) dan daun Daun Kersen/Seri (Prunus Cerasus), dengan warna motif kuning. Dari ketiga busana yang dihasikan, busana kedua paling banyak diminati oleh remaja bardasarkan model, warna sekaligus motif yang dihasilkan. Diharapkan mahasiswa serta masyarakat dapat mengembangkan ide kreatif, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan serta dapat melihat potensi tumbuhan di lingkungan sekitar yang dapat di manfaatkan untuk pembutan motif tekstil dengan teknik ecoprint.Kata Kunci : Eksplorasi, busana remaja, teknik ecoprint
PEMANFAATAN AMPAS TEBU DALAM PEMBUATAN KERTAS SENI UNTUK PRODUK KERAJINAN Siti Khadijah; Novita .; Fadhilah .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas tebuadalah residu dari proses penggilingan tanamantebu, tanaman ini sangat diminati oleh masyarakat karena menghasilkan air tebu yang manis dan juga sangat bermanfaat untuk kesehatan, akan tetapi pembakaran ampas tebu menimbulkan pencemaran udara. Hal ini yang mendasarinpemilihan ampas tebu sebagai bahan alternatif pembuat kertas seni untuk produk kerajinan dengan menggunakan metode organosolv dengan pelarut organik tanpa menimbulkan pencemaran lingkungan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pemanfaatan ampas tebu sebagai bahan utama untuk pembuatan kertas seni dengan menggunakan metodeorganosolv, mengaplikasikan kreativitas kertas seni dari pemanfaatan ampas tebu untuk produk kerajinan.Untuk mengetahui respon konsumen terhadap kertas seni dan pengaplikasiannya pada produk kerajinan lampu hias. Produk lampu hias yang dieksperimenkan berjumlah 3 buah dengan bentuk yang berbeda. Dari hasil analisis data responden memberikan tanggapan positif terhadap ide pembuatan kertas seni dengan pengaplikasiannya pada produk kerajinan lampu hias. Beberapa poin yang menjadi pertanyaan seperti tanggapan terhadap ide pembuatan kertas seni dari pemanfaatan ampas tebu, pengaplikasian pada produk kerajinan lampu hias, tanggapan mengenai kerapian produk, tanggapan terhadap bentuk dan motif lampu hias hasil dari pengaplikasian kertas seni. Hasil penelitian menyatakan 50% konsumen sangat menyukai produk lampu hias model 1, dan sebanyak 67,5% sangat menyukai produk lampu hias model 2, dan hampir seluruhnya sangat menyukai produk lampu hias model 3 yaitu 82,5 %. Berdasarkan presentase tersebut dapat disimpulkan bahwa dari ketiga model lampu hias yang dihasilkan dari peneliti ini, lampu hias model 3 merupakan model yang sangat disukai dan diminati dengan berdasarkan bentuk dan motifnya. Diharapkan mahasiswa dan masyarakat dapat mengembangkan kreativitas dan keterampilannya dalam memanfaatkan ampas tebu yang tidak terpakai lagi menjadi barang atau produk yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.Kata Kunci : Ampas Tebu, Kertas Seni, Produk Kerajinan.
PEMANFAATAN SERAT KAIN PERCA SEBAGAI MEDIA LUKISAN Nurul Manzili; Rosmala Dewi; Novita .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 2 (2020): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni sudah menjadi salah satu bagian dalam kehidupan manusia dari zaman ke zaman dari masa prasejarah hingga sekarang, keberadaan seni sangat melekat dalam setiap sendi kehidupan dan jiwa manusia sehingga tidak dapat terpisahkan sampai saat ini. Kain perca merupakan limbah anorganik yang dihasilkan industri konveksi, limbah tersebut menjadi permasalahan lingkungan karena kuantitas maupun tingkat bahayanya mengganggu kelangsungan makhluk hidup. Kain perca yang kurang diperhatikan oleh masyarakat, sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai media/bahan, dalam pembuatan karya seni. Berdasarkan masalah diatas peneliti ingin melakukan penelitian yang berjudul Pemanfaatan serat kain perca sebagai media lukisan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menciptakan desain busana dengan bahan serat kain perca sebagai lukisan dengan teknik kolase. (2) Mengkreasikan desain busana dengan bahan serat kain perca sebagai lukisan dengan teknik kolase.(3) Mengetahui respon mahasiswa terhadap desain busana dengan bahan serat kain perca sebagai lukisan dengan teknik kolase. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode eksperimen terapan. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, karena metode eksperimen sebagai bagian dari metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini ialah Mahasiswa angkatan 2015 Tata Busana sebanyak 38 orang dan Mahasiswa FKIP Sendratasik Jurusan Seni Rupa angkatan 2015 sebanyak 5 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. pengambilan sampel pada penelitian ini sebanyak 43 orang. Pengumpulan data dulakukan dengan angket tertutup. Adapun angket dalam penelitian ini bersifat tertutup dan dibuat berjenjang mulai dari intensitas paling rendah sampai intensitas paling tinggi. Dari hasil analisis data mahasiswa memberikan tanggapan positif terhadap produk media lukisan. Beberapa poin yang menjadi pertanyaan seperti mengenai desain produk, perpaduan warna, kerapian lukisan, teknik kolase. Hasil penelitian menciptakan dua produk media lukisan dari serat kain perca. Dari kedua model yang dieksperimenkan, mahasiswa yang memilih sangat menyukai pada desain II sebanyak (62,77%) dan konsumen yang memilih sangat menyukai pada desain I sebanyak (53,44%) . Diharapkan kepada masyarakat dapat mengembangkan ide kreatif, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam membuat lukisan.Kata Kunci : Pemanfaatan, Kain Perca, Media Lukisan
PENGGUNAAN CADAR DI KALANGAN MAHASISWI UNIVERSITAS SYIAH KUALA Nirna .; Mukhirah .; Novita .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cadar adalah sebutan untuk kain yang digunakan oleh perempuan untuk menutupi wajahnya, biasanya yang nampak hanya bagian matanya saja. Penggunaan cadar ditujukan untuk menutupi aurat secara lebih sempurna. Namun sebagian orang keliru dalam penggunaanya. Penggunaan cadar sudah banyak dijumpai dikalangan masyarakat, termasuk di kalangan mahasiswi Universitas Syiah Kuala. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui alasan/motivasi serta faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswi menggunakan cadar, dan mengetahui model serta kepraktisan pemakaian cadar yang digunakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik kepustakaan, observasi, wawancara, serta dokumentasi. Subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling dan acidental sampling dengan memilih enam orang responden, satu diantaranya adalah mahasiswi FMIPA, dan lima lainnya berasal dari FKIP. Tempat penelitian ini dilakukan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan pada tanggal 27 maret sampai 4 Mei 2020, dan di Fakultas MIPA pada tanggal 17 dan 18 Mei 2020. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kepustakaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang ini dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif meliputi reduksi, penyajian dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi termotivasi menggunakan cadar karena dipengaruhi oleh keinginan internal, pengaruh lingkungan tempat tinggal, dan pengaruh teman. Adapun faktor yang melatarbelakangi mahasiswi menggunakan cadar selain karena ingin berhijrah juga dipengaruhi oleh rasa penasaran, tokoh idola, dan mengikuti sunnah. Model cadar yang dijual di wilayah Aceh masih sulit ditemukan yang benar-benar nyaman untuk digunakan, dimana bahan cadar umumnya panas sehingga kurang nyaman digunakan.Kata Kunci : Penggunaan Cadar, Kalangan Mahasiswi