Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGAPLIKASIAN TEKNIK SHIBORI DENGAN PEWARNA SINTETIS PADA BUSANA ANAK Dinda Aulia; Rosmala Dewi; Novita .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peradaban manusia telah mengalami kemajuan dan terus berkembang hingga saat ini, salah satu bidang yang berdampak atas perkembangan tersebut adalah dunia fashion. Shibori merupakan kesenian dari Jepang, yaitu menghiasi kain dengan pola tertentu dengan cara mengikat, menjahit, melipat bahan kain kemudian dicelup kedalam pewarna. Pewarna sintetis merupakan zat pewarna kimia dengan berbagai variasi warna yang lebih menjanjikan dan mudah ditemukan. Kegiatan eksperimen pada penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan produk busana anak sebagai varian baru sekaligus menambah keberagaman serta dapat memberi inspirasi dalam dunia tekstil dan desain busana anak. Penulis memperhatikan pemilihan material tekstil, jenis pewarna, bahan kimia, susunan komposisi, seta jenis teknik Shibori yang digunakan pada penelitian ini. Hal ini bertujuan untuk menciptakan sebuah pembaharuan dalam produk busana anak yang lebih eksploratif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen terapan dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan teknik dokumentasi, teknik kepustakaan, eksperimen terapan dan kuesioner. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan rumus distribusi frekuensi perhitungan persentase. Hasil analisis data dari eksperimen dinarasikan sesuai dengan langkah-langkah kerja dan hasil yang diperoleh. Tanggapan responden sangat menyukai produk hasil eksperimen teknik shibori dengan pewarna sintetis pada busana anak. Motif yang dihasilkan memakai teknik shibori kumo, shibori nui, dan shibori itajime. Menciptakan tiga produk busana anak usia 3-5 tahun yaitu dengan model dasar bosque, empire, dan princess, dari ketiga model ini yang paling disenangi ialah model dasar bosque dengan memakai teknik shibori nui. Diharapkan dengan adanya teknik shibori ini dapat membuka wawasan mahasiswa dan juga masyarakat dalam membuat produk-produk dengan motif-motif yang unik.Kata Kunci: Teknik Shibori, Pewarna Sintetis, Busana Anak
DAYA TARIK PEMAKAIAN MUKENA BERWARNA DIKALANGAN MAHASISWI Miftahul Jannah; Fikriah Noer; Novita .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan dengan kemajuan teknologi dibidang tekstil, maka model, warna dan motif mukena sudah beraneka ragam sehingga menjadi daya tarik bagi kalangan mahasiswi dalam memilih mukena berwarna. Dalam Hadist telah dijelaskan bahwa anjuran untuk lebih menggunakan warna putih dan terjadi kemakruhan jika seorang menggunakan mukena yang berwarna di dalam shalat dikarenakan akan terjadi riya pada diri seseorang yang memakainya. Mukena berwarna yang ada dikalangan mahasiswi sangat praktis dan mudah untuk dibawa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Pendapat mahasiswi dalam pemakaian mukena berwarna dan (2) Faktor yang mempengaruhi daya tarik mahasiswi dalam pemakaian mukena berwarna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang bersifat naturalistik dengan sampel sebanyak tiga puluh responden. Teknik pengambilan data secara purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh dari kuisioner dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data, sebagian responden menggunakan mukena bercorak atau berwarna dalam mengerjakan shalat. Kurang dari setengah responden menggunakan mukena selain warna putih karena bahannya yang dingin. Lebih dari setengah responden memilih menggunakan mukena berwarna karena bahannya yang bagus. Lebih dari setengah mengetahui warna mukena yang dianjurkan dalam shalat yaitu warna putih. Akan tetapi, responden tetap menggunakan mukena berwarna atau bercorak karena menyukai bahan katun. Lebih dari setengah responden mengatakan bahwa mukena berwarna lebih murah dibandingkan mukena berwana putih. Simpulan penelitian ini adalah rata-rata dari responden lebih memilih mukena yang berwarna karena bahannya yang dingin dan dan harganya lebih murah dibandingkan mukena warna putih.Kata kunci: Daya Tarik Mahasiswa, Pemakaian Mukena Berwarna
PEMANFAATAN SISIK IKAN UNTUK KERAJINAN SOUVENIR Arina .; Rahmi Kamal; Novita .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sisik ikan merupakan hasil buangan dari ikan. Di tempat pemangkalan ikan terdapat banyak sekali sisik ikan yang berserakan dan dibuang begitu saja. Apabila sisik ikan ini tidak dimanfaatkan, maka sisik ini lama kelamanan akan mengeluarkan bau yang tidak sedap sehingga dapat mencemari lingkungan dan mengganggu aktivitas disekitarnya. Oleh karena itu, perlu adanya penanganan limbah untuk dapat memanfaatkan limbah tersebut. Dengan ide yang kreatif dan tangan yang terampil, sisik ikan ini dapat diolah menjadi bahan dalam pembuatan kerajinan souvenir yang menghasilkan produk-pruduk yang unik dan menarik serta memiliki nilai jual yang tinggi. Souvenir merupakan benda yang berukuran kecil, unik, cantik yang diberikan kepada tamu-tamu diacara tertentu seperti ulang tahun atau acara pernikahan sebagai ucapan terima kasih. Souvenir banyak dijumpai di pasaran dengan beragam bentuk yang menarik, ada yang buatan dari pabrik bahkan ada yang buatan tangan. Biasanya orang sengaja membuat dan mengkreasikan dengan tangannya sendiri untuk mendapatkan hasil yang lebih unik dan berbeda dengan souvenir yang lain. Tujuan penelitian ini adalah mengolah sisik ikan, membuat serta mengkreasikan menjadi berbagai macam produk kerajinan souvenir. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi atau pengetahuan bagi para pembaca mengenai cara pengolahan sisik ikan untuk kerajinan souvenir, Menambah wawasan tentang cara membuat serta mampu mengkreasikan sisik ikan menjadi produk kerajinan souvenir.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen terapan. Lokasi penelitian dilakukan di rumah Praktek Pengelolaan Sumber Daya Keluarga Program Studi Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala. Subjek penelitian adalah kerajinan souvenir dari sisik ikan sedangkan objek dalam penelitian adalah sisik ikan yang dikreasikan menjadi kerajinan souvenir. Hasil dari penelitian ini berupa produk kerajinan souvenir dengan kreasi dari sisik ikan yang terdiri dari lima produk yaitu gantungan kunci, kaktus, keranjang bunga, tempat snack dan rangkaian bunga.Kata kunci: Sisik Ikan, Kerajinan, Souvenir
PENERAPAN SULAMAN TIGA DIMENSI PADA HIASAN DINDING Rohani .; Fitriana .; Novita .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sulaman tiga dimensi merupakan sulaman yang dikerjakan tangan dan bantuan alat berupa jarum sebagai pengait benang di atas permukaan kain dengan ukuran yang mencakup panjang, lebar, tinggi, dan ketebalan supaya sulaman tersebut memiliki volume pada setiap ruang yang ditepatinya. Sulaman tiga dimensi dapat diterapkan pada hiasan dinding. Penerapan sulaman tiga dimensi pada hiasan dinding merupakan salah satu upaya memperkenalkan kembali sulaman tiga dimensi yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat, juga merupakan inovasi baru dalam memanfaatkan sebuah karya seni dan dapat menambah nilai keindahan dari hiasan dinding. Penerapan sulaman tiga dimensi juga dapat diterapkan diberbagai tempat, seperti pada pakaian, dan taplak meja, akan tetapi penerapan sulaman tiga dimensi pada selain media hiasan dinding memiliki sedikit kendala, yaitu dari bentuk sulaman yang timbul maka akan memberikan kesulitan pada saat penggunaan media tersebut, namun penerapan sulaman tiga dimensi pada media hiasan dinding dianggap lebih tepat karena hiasan dinding merupakan hiasan yang hanya akan dimanfaatkan untuk estetika mata yang diletakkan di dinding tanpa ada mobilitas penggunaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendesain motif sulaman tiga dimensi untuk hiasan dinding dan menerapkan sulaman tiga dimensi pada hiasan dinding. Penerapan sulaman tiga dimensi pada hiasan dinding dapat menambah nilai keindahan pada hiasan dinding. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen terapan. Lokasi penelitian dilakukan di laboratorium Tata Busana Prodi PKK FKIP Unsyiah. Objek penelitian ini adalah sulaman tiga dimensi yang diaplikasikan pada media hiasan dinding. Hasil penelitian telah mendesain empat buah motif sulaman tiga dimensi dan menerapkan satu buah motif sulaman tiga dimensi dengan memadukan tusuk hias pipih, tusuk rantai, tusuk duri ikan, tusuk hias kereta, tusuk bullion dan tusuk batang sebagai hiasan dinding.Kata kunci : Penerapan, sulaman tiga dimensi, hiasan dinding.
PEMELIHARAAN BAHAN TEKSTIL BUSANA DI JASA PENATU PEUNAYONG-BANDA ACEH Dian Fitriana; Fitriana .; Novita .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeliharaan adalah proses perawatan yang dilakukan pada suatu baranguntuk menjaga keutuhan dan keaslian barang tersebut agar tetap bagus dan tahan lama. Bahan tekstil busana adalah semua jenis serat tekstil seperti katun, wol, sutra, dan serat poliester yang sudah di jahit atau di produksi menjadi busana dengan model dan tujuan tertentu.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pemeliharaan bahan tekstil busana standar laundry sehingga dapat mempertahankan kualitas bahan tekstil busana dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah. Data dalam penelitian ini diperoleh dari studi kepustakaan dan juga dari hasil observasi, dokumentasi, dan wawancara. Sabjek dari penelitian ini sebanyak 4 orang yang terdiri dari petugas kasir, pencuci, pengepresan dan petugas penyetrikaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa jasa penatu Mr. Clean menerima semua jenis bahan tekstil busana untuk dicuci dan disetrika. Mr. Clean menawarkan jasa mencuci basah (laundry) dan juga mencuci kering (dry cleaning). Proses penjemuran/pengeringan di jasa penatu Mr. Clean semua dilakukan dengan mesin pengeringan tidak terkena sinar matahari langsung. Proses pengepresan juga dilakukan untuk menjaga bahan tekstil supaya tidak mudah pudar dan mengkilap. Proses penyetrikaan hanya dilakukan pada bagian-bagian yang tidak terjangkau pada saat proses pengepresan. Proses pengemasan bertujuan untuk menjaga pakaian agar tidak dipengaruhi oleh suhu ruangan dan tidak dimakan rayap untuk pakaian yang disimpan lama. Kesimpulan dari penelitian ini ialah Pemeliharaan atau perawatan bahan tekstil busana dapat dilakukan dari berbagai segi, diantaranya: Proses pencucian, proses pengeringan, proses penyetrikaan dan juga proses penyimpanan. Disarankan, Kepada Mr. Clean Laundry, terus tingkatkan kualitas pelayanan dan terus konsisten untuk memberikan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.Kata Kunci: Pemeliharaan, Bahan Tekstil Busana, Jasa Penatu
PEMANFAATAN MEDIA BAHAN ALAM PADA DESAIN BUSANA TIGA DIMENSI Kiky Velanty; Mukhirah .; Novita .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni rupa adalah salah satu jenis seni yang bentuknya dapat dilihat dan diraba karena memiliki bentuk dan wujud. Kerajinan merupakan salah satu contoh karya seni rupa, salah satu contoh kerajinan adalah desain busana tiga dimensi. Desain busana tiga dimensi dengan pemanfaatan media bahan alam adalah desain busana dalam format tiga dimensi yang menggunakan bahan alam sebagai bahan utamanya. Pemanfaatan media bahan alam pada desain busana merupakan salah satu upaya pemanfaatan limbah dan dapat menambah nilai seni serta keunikan dari desain. Media bahan alam adalah media yang diperoleh langsung dari alam. Bahan alam yang digunakan adalah bulu ayam dan pasir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan desain busana yang menarik dengan pemanfaatan media bahan alam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Lokasi penelitian dilakukan di laboratorium Tata Busana Prodi PKK FKIP Unsyiah. Subjek penelitian ini adalah desain busana tiga dimensi sedangkan objek penelitian ini adalah media bahan alam. Proses pembuatan desain busana tiga dimensi dengan pemanfaatan media bahan alam dilakukan melalui tiga tahapan yaitu tahap persiapan bahan, tahap persiapan desain, tahap pengaplikasian, dan tahap pembuatan background. Hasil dari desain busana tiga dimensi dengan pemanfaatan media bahan alam dapat menjadi salah satu karya seni rupa yang dapat digunakan sebagai hiasan dinding.Kata kunci: Desain busana tiga dimensi, bahan alam, karya seni
Minat Calon Pengantin Terhadap Warna Khas Busana Tradisional Aceh (Studi Kasus Pada Calon Pengantin Aceh) Radhiah Safitri; Mukhirah .; Novita .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara yang mempunyai beraneka ragam hasil kebudayaan, salah satunya adalah busana tradisional. Busana tradisional Indonesia merupakan sebuah warisan kebudayaan yang memiliki makna mendalam pada tiap-tiap daerah. Setiap daerah mempunyai busana tradisional yang berbeda-beda sesuai dengan adat istiadat. Akan tetapi, seiring dengan berkembangnya zaman, nilai nasionalisme terhadap busana tradisional ini kian memudar. Seperti kenyataan sekarang ini banyak generasi muda yang tidak mengetahui warna busana tradisional yang asli dari daerah mereka. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui minat calon pengantin terhadap warna khas busana tradisional Aceh di Banda Aceh dan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perkembangan pergeseran warna busana tradisional Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokementasi terhadap kelima responden yang memenuhi kriteria subjek penelitian. Analisis data menunjukkan bahwa responden menggunakan busana tradisional Aceh dengan warna yang sebenarnya walaupun ada salah satu responden sangat menginginkan mengenakan busana tradisional dengan busana dan warna yang sudah modifikasi. Menurut responden sebagai orang Aceh sebaiknya perlu dilestarikan khas dari budaya sendiri dengan cara memperkenalkan busana tradisional Aceh dengan warna yang sebenarnya pada saat acara resepsi pernikahan agar tamu undangan yang bukan dari daerah Aceh bisa mengenali salah satu ciri khas Aceh tersebut.Kata Kunci : Minat, calon pengantin, warna khas busana tradisional Aceh
Eksplorasi Daun Jati Sebagai Zat Pewarna Alami Pada Produk Pashmina Berbahan Katun Dengan Teknik Ecoprint Murizar Fazruza; Mukhlis .; Novita .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan bahan alam yang melimpah di Indonesia sangat mendukung perkembangan produk tekstil salah satunya adalah pewarnaan alami. Perkembangan teknologi tekstil menyebabkan penggunaan pewarna alami semakin berkurang. Mengingat dampak yang diakibatkan dari pewarna sintetis sangat berbahaya, peneliti melakukan sebuah penelitian yang berjudul Eksplorasi Daun Jati Sebagai Zat Pewarna Alami pada Kain Katun Sebagai Produk Pashmina dengan Teknik Ecoprint. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengetahui zat warna alami yang dihasilkan serta ketahanan warna daun jati pada kain katun sebagai produk pashmina dengan teknik ecoprint. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kualitatif serta jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengelolaan Sumber Daya Keluarga dan Laboratorium Tata Busana Program Studi Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga FKIP Unsyiah, dimulai dari tanggal 20 Juni 2018 sampai dengan tanggal 15 Juli 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah daun jati yang ada di daerah Darussalam, sedangkan dan sampel penelitian adalah daun jati muda yang diambil dari populasi secara acak sebanyak 250 gram. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan teknik ecoprint, dengan tahapan penelitian meliputi proses mordanting, pentransferan warna, fiksasi dan pengujian ketahanan warna. Proses pentransferan warna dengan teknik ecoprint dapat dilakukan dengan metode ketuk, rebus dan kukus dengan menggunakan fiksator tunjung, kapur dan tawas. Ketahanan warna dari ketiga metode tersebut diuji dengan pencucian dan penjemuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ketuk menghasilkan warna merah kecoklatan dan kuning kecoklatan, metode rebus dan kukus menghasilkan warna merah muda keunguan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa daun jati dapat dieksplorasi zat pewarna alami pada kain katun sebagai produk pashmina, warna yang dihasilkan adalah warna kecoklatan, kuning kecoklatan, dan merah muda keungunguan. Pewarnaan menggunakan teknik ecoprint dengan metode rebus dan kukus setelah difiksasi menggunakan tawas menunjukkan ketahanan warna yang paling baik.Kata Kunci: eksplorasi warna, daun jati, pewarna alami, kain katun, pashmina, ecoprint
PENGOLAHAN KULIT KAYU KERETENG (TRIUMFETTA PILOSA) MENJADI SERAT ALAM Zuhra, Bintang; ., Novita; Dewi, Rosmala
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2023): MEI 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpkk.v8i2.25135

Abstract

Penggunaan serat alam sebagai pengganti serat sintetis merupakan salah satu langkah dalam meningkatkan kualitas nilai serat yang unggul. Salah satu sumber serat alam yang dapat dimanfaatkan menjadi serat adalah Kereteng (Triumfetta Pilosa) yang diperoleh dari alam dataran tinggi tanoh Gayo. Kereteng (Triumfetta Pilosa) adalah jenis tumbuhan liar yang hidup pada semak semak belukar. Kereteng Triumfetta Pilosa dapat menghasilkan serat dari kulit batangnya. Serat dimanfaatkan sebagai tali-talian, kain, kanvas, dan kalin layar, karena memiliki daya tahan yang baik dalam kondisi lembab. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen terapan dengan pendekatan Kualitatif, subjek penelitian ini adalah 2 orang narasumber dengan objek kulit kayu Kereteng (Triumfetta Pilosa, Proses pengumpulan data untuk melengkapi penelitian ini dengan menggunakan 3 teknik pengumpulan data yaitu: teknik wawancara, dokumentasi dan eksperimen. Hasil ekplorasi menunjukan bahwa proses pengolahan kulit kayu Kereteng (Triumfetta Pilosa) dapat diolah menjadi serat tekstil dengan cara memisahkan kulit dari batang dan dibusukkan, lalu direndam, dibersihkan dan dipisahkan antara kulit dan serat, selanjutnya dijemur. Hasil penelitian menunjukkan pengujian kekuatan Tarik dan Mulur kulit kayu Kereteng (Triumfetta Pilosa) memiliki kekuatan tarik rata rata 125.00g. Hal ini menjelaskan bahwa serat kulit kayu Kereteng (Triumfetta Pilosa) memenuhi standar kekuatan serat yaitu minimal sebesar 1,2 g/denier. Serat tekstil diharapkan memiliki mulur yang baik dengan nilai mulur serat putus minimum 10%. Sedangkan dari hasil pengujian mulur dari serat kulit kayu Kereteng (Triumfetta Pilosa) dinilai kurang baik karena hanya memiliki mulur rata-rata sebesar 0.220%. Akan tetapi, serat Kereteng (Triumfetta Pilosa) dapat dimanfaatkkan menjadi tali karena serat yang sangat kuat. Pada penelitian ini, pengolahan serat Kereteng (Triumfetta Pilosa) dimanfaatkan dengan cara membuat produk yaitu tas kreasi sebanyak tiga model yang memadu-madankan serat Kereteng dengan bahan kayu, rotan, dan kerawang Gayo. Hal ini dilakukan untuk menciptakan suatu produk yang berbeda dengan tetap menjaga nilai estetika dan nilai prestige dari produk yang dihasilkan.Kata kunci: Pengolahan Kereteng (Triumfetta Pilosa), Serat Alam
GAYA BERPAKAIAN WANITA MUSLIMAH PADA TEMPAT REKREASI DI BANDA ACEH Lubis, Khajijah Adha Yana; ., Novita; ., Fadhilah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2023): MEI 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpkk.v8i2.25129

Abstract

Gaya berpakaian seorang perempuan muslim yang menggunakan jilbab namun tetap menunjukkan lekuk tubuh terutama bagian dada di sebut dengan istilah jilboobs. Jilboobs dicirikan oleh penggunaan jilbab yang pendek, baju atasan atau celana yang ketat, dan pakaian yang transparan. Gaya berpakaian seperti ini sudah banyak dijumpai pada tempat-tempat rekreasi di Banda Aceh. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi gaya berpakaian wanita muslimah pada tempat rekreasi di Banda Aceh, tanggapan wanita muslimah terhadap gaya berpakaian jilboobs pada tempat rekreasi di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian lima orang dengan gaya berpakaian ketat dan lima orang dengan gaya berpakaian syari. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa trend gaya berpakaian jilboobs disebabkan oleh faktor lingkungan, dan faktor media sosial yang menyebabkan sebagian besar wanita muslimah di tempat rekreasi mengenakan gaya berpakaian jilboobs. Pada umumnya responden memilih gaya berpakaian yang nyaman dan terlihat modis. Gaya berpakaian wanita muslimah pada tempat rekreasi kebanyakan mengenakan jilbab segiempat yang diikat. Dari hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian besar wanita muslimah pada tempat rekreasi tidak menggunakan busana yang sesuai syariat Islam. Tanggapan responden terhadap gaya berpakaian jilboobs sangat disayangkan karena di Aceh sendiri sudah ada syariat Islam dan pakaian tersebut dapat menunjukkan syahwat bagi yang melihat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah trend berpakaian jilboobs banyak diikuti oleh wanita muslimah pada tempat rekreasi di Banda Aceh. Empat dari lima responden wanita muslimah yang diwawancarai menggunakan gaya berpakaian jilboobs.Kata kunci: Gaya Berpakaian, Trend Jilboobs, Busana Syari