Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN METODE SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK KELOMPOK B DI RA. BAITUL MUTA'ALLIM DESA TEGALLINGAH TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Sumandari; ., Drs. Nyoman Wirya; ., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 4 No. 3 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v4i3.8902

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan perkembangan bahasa anak melalui penerapan metode sosiodrama pada Kelompok B RA Baitul Muta’alim Desa Tegallinggah Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Data tentang hasil belajar dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan analisis dekriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan perkembangan bahasa anak kelompok B RA Baitul Muta’alim Desa Tegallinggah dari penerapan metode sosiodama mencapai 16.8%. Data ini didapat dari perbandingan antara data siklus I dan data siklus II, dimana nilai rata-rata skor persentase pada siklus I sebesar 64.85% yang termasuk kriteria sedang dan terjadi peningkatan pada siklus II yaitu 81.65% yang termasuk kriteria tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode sosidrama dapat meningkatkan perekmbangan bahasa anak pada kelompok B Semester I RA Baitul Muta’alim Desa Tegallinggah. Kata Kunci : Metode Sosiodrama, Perkembangan Bahasa, Kemampuan Berbicara. This study aims to determine the increase in child language development through the application of methods sociodramas in Group B RA Baitul Muta'alim Tegallinggah village in the academic year 2016/2017. This research is a classroom action research. Data on learning outcomes in this study using the method of observation, interviews and documentation. The collected data were analyzed using descriptive statistical analysis and quantitative descriptive analysis. The result showed that an increase in child language development group B RA Baitul Muta'alim Tegallinggah Village of application of the method sosiodama reached 16.8%. This data was obtained from a comparison between the data first cycle and the second cycle of data, where the value of the average percentage score in the first cycle of 64.85%, which includes the criteria of being and an increase in the second cycle is 81.65%, which included high criteria. It can be concluded that the application of the method sosidrama can improve children's language perekmbangan in group B Semester RA Baitul Muta'alim Tegallinggah village.keyword : Methods Sociodramas, Language Development, Speech.
PENERAPAN METODE DEMONTRASI UNTUKMENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI MENGGAMBAR DEKORATIF PADA ANAK KELOMPOK B DI TK KUMARA SHANTI SEDANA SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Ketut Ria Astuti; ., Putu Aditya Antara, S.Pd.; ., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 4 No. 3 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v4i3.8903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode demonstrasi melalui kegiatan menggambar dekoratif dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak semester I di TK Kumara Shanti Sedana Singaraja tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dan subjek sebanyak 20 orang anak usia 5-6 tahun di TK Kumara Shanti Sedana Singaraja Tahun Pelajaran 2016/2017. Data penelitian tentang perkembangan motorik halus anak dikumpulkan dengan metode observasi dengan instrumen berupa format observasi. Data data hasil penelitian dianalisis dengan metode analisis deskriptif dan metode deskriptif kuantitatif. Hasil analisi data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan perkembangan motorik halus pada anak di TK Kumara Shanti Sedana Singaraja setelah diterapkan metode demonstrasi melalui kegiatan menggambar dekoratif. Rata-rata presentase perkembangan motorik halus anak pada siklus I sebesar 57,81% yang berada pada kategori rendah, mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 80,31% yang tergolong pada kategori tinggi. Jadi, terjadi peningkatan perkembangan motorik halus anak dari kategori rendah menjadi kategori tinggi sebesar 22,5% pada anak TK Kumara Shanti Sedana Singaraja. Kata Kunci : metode demonstrasi, menggambar dekoratif, perkembangan motorik halus. This study aims to determine the method demonstration through drawing decorative can imptove fine motor development of children second semester in TK Kumara Shanti Sedana Singaraja 2016/2017 School years. The type of research in clasroom action research conducted in two cycles and the subject of as many as 20 children aged 5 to 6 years in TK Kumara Shanti Sedana Singaraja 2016/2017 school year. Research data on fine motor development of children collected by observation with an instrument in the form of observational format. The data research results were analized with descriptive analysis and quantitative descriptive method. The results of data analysis showed that an increase in fine motor development in children in TK Kumara Shanti Sedana Singaraja after the applied methods through drawing decorative demonstration. The average percentage of gross motor development of children in frist cycle at 57,81% which is at the low category, an increase in second cycle becomes 80,31% were clas sified in the high category. This, an increase in fine motor development of children from lower category to higher category by 22,5% in children TK Kumara Shanti Sedana Sinagaraja. keyword : demonstration method, drawing decorative, fine motor development.
Pengaruh Model Pembelajaran Behavioristik melalui Teknik Token Economy terhadap Perilaku Disiplin di Taman Kanak-kanak Gugus V Singaraja Rianti, Ni Luh Winda; Jampel, I Nyoman; Ujianti, Putu Rahayu
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.10979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku disiplin antara anak yang menggunakan model pembelajaran behavioristik melalui teknik token economy dan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini tergolong quasi experiment dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian adalah anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Gugus V Singaraja Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 265 orang. Sampel penelitian ini dipilih dengan teknik random sampling. Data penelitian tentang perilaku disiplin dikumpulkan dengan metode observasi. Data yang dikumpulkan adalah data perilaku disiplin anak yang dianalisis menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan perilaku disiplin anak yang menggunakan model pembelajaran behavioristik melalui teknik token economy dengan anak yang menggunakan model pembelajaran konvensional (Fhitung = 8,325 dengan sig = 0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran behavioristik melalui teknik token economy berpengaruh terhadap perilaku disiplin anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Gugus V Singaraja Tahun Pelajaran 2016/2017 (Fhitung > Ftabel = 8,325>2,021).Kata Kunci : disiplin, model pembelajaran behavioristik, token economy TThis study aimed at determining differences of disciplinary behavior between children using behavioristic learning model through token economy techniques and conventional learning model. This study was classified as quasi experiment with post-test only control group design. The population of the study was group B children in Kindergarten, cluster V, Singaraja in the Academic Year 2016/2017 in which the number of children were 265. The sample of this study was chosen by random sampling technique. The data on discipline behavior was collected by observation method. The data collection was children's discipline behavior in which the data was analyzed by descriptive statistical analysis and t-test. The result of the study shows that there are significant differences in the behavior of children's discipline using behavioristic learning model through token economy technique with children using conventional learning model (Fcount = 8,325 with sig = 0,05). Thus, it can be concluded that the behavioristic learning model through token economy technique affects the behavior of discipline of group B children in Kindergarten, cluster V, Singaraja in the Academic Year 2016/2017 (Fcount> Ftable = 8,325> 2,021).keyword : disciplinary, behavioristic learning model, token economy
Penerapan Metode Pemberian Tugas Melalui Kegiatan Mencocok dengan Berbantuan Media Gambar untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus pada Anak Saraswati, Kadek Emi; Antara, Putu Aditya; Ujianti, Putu Rahayu
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 1 (2017): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan kemampuan motorik halus anak setelah diterapkan metode pemberian tugas melalui kegiatan mencocok berbantuan media gambar pada anak kelompok A di TK Widya Kumara Desa Munduk Bestala tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitiannya 10 orang anak TK Widya Kumara Desa Munduk Bestala pada Kelompok A Tahun pelajaran 2013/2014. Data penelitian tentang kemampuan motorik halus dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan catatan dokumen. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukan nilai rata-rata kemampuan motorik halus pra siklus dengan rata-rata 7,3 termasuk dalam kategori sangat rendah ternyata mengalami peningkatan pada siklus I menjadi 8,1 termasuk dalam kategori rendah. Dikarenakan belum mencapai kriteria keberasilan maka diadakan siklus II. Pada siklus II mengalami peningkatan rata-rata menjadi 9,7 termasuk dalam kategori tinggi. Jadi dapat disimpulkan terjadi peningkatan kemampuan motorik halus pada anak yaitu pada pra siklus ke siklus I sebesar 0.8 dan pada siklus I ke siklus II sebesar 1,6. Dalam meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak kelompok A di TK Widya Kumara Desa Munduk Bestala tahun pelajaran 2013/2014 setelah diterapkan kegiatan mencocok dengan berbantuan media gambar.Kata Kunci : metode pemberian tugas, media gambar, kegiatan mencocok, motorik halus. This study aims to determine whether there is improvement of fine motor abilities of children after applied method of assignment through the activities of media-aided matching images in children group A in TK Widya Kumara Village Munduk Bestala year lesson 2013/2014. This type of research is a classroom action research conducted in two cycles. The subjects of his research were 10 children of Widya Kumara Kindergarten Munduk Bestala Village in Group A Lesson 2013/2014. Research data on fine motor skills were collected by observation techniques, interviews, and document records. The data of the research were analyzed by using descriptive statistic analysis method and quantitative descriptive analysis method. The results of data analysis showed the average value of fine motor skills pre cycle with an average of 7.3, including in the very low category turned out to increase in cycle I to 8.1 included in the low category. Due to not reached the criteria of success then held cycle II. In the second cycle has increased the average to 9.7 included in the high category. So it can be concluded that there is improvement of fine motor ability in children that is in pre cycle to cycle I for 0.8 and on cycle I to cycle II equal to 1,6. In improving fine motor skills in the group A children in Widya Kumara Kindergarten Munduk Bestala Village in the academic year 2013/2014 after applying the matching activities with the help of media images. keyword : media-added method, media images, task through pin images, soft motor.
PENGARUH METODE SOSIODRAMA BERMUATAN CERITA RAKYAT TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA PADA ANAK TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA PADA ANAK ., Gusti Ayu Kade Hepi Widiawati; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berbicara yang signifikan antara kelompok anak yang dibelajarkan menggunakan metode sosiodrama bermuatan cerita rakyat dan kelompok anak yang dibelajarkan menggunakan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah penelitian semu (quasi eksperimen),dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelompok B1 di TK Gugus II Kecamatan Buleleng. Sampel penelitian ini adalah kelompok B1 TK Kemala Bhayangkari 2 Singaraja dan Kelompok B TK Widya Kumarasthana . Sampel ditentukan menggunakan teknik random sampling. Data kemampuan berbicara dikumpulkan menggunakan instrumen kemampuan berbicara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berbicara antara kelompok anak yang dibelajarkan menggunakan metode sosiodrama bermuatan cerita rakyat dan kelompok anak yang dibelajarkan menggunakan metode pembelajaran konvensional pada anak Kelompok B di TK Gugus II Kecamatan Buleleng. Hal ini ditunjukkan oleh thitung (9,413) > ttabel (2,000). Selanjutnya, rata-rata (mean) kelompok eksperimen (31,56) lebih besar daripada rata-rata (mean) kelompok kontrol(20). Dengan demikian, metode sosiodrama bermuatan cerita rakyat berpengaruh positif terhadap kemampuan berbicara pada anak Kelompok B di TK Gugus II Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Metode Sosiodrama, Cerita Rakyat, Kemampuan Berbicara This study aims to identify the difference in the significance of speech capability between group of children who were taught by using socio-drama method with folklore as the basis and group of children who were taught by using conventional learning method. This research is a quasi-experiment with the design of non-equivalent post-test only control group. The population of this study were all groups of B1 in kindergarten of cluster II in Buleleng Sub-district. The sample of this study was group B1 of ‘TK KemalaBhayangkari 2 Singaraja’ and Group B of TK Widya Kumarasthana. The sample was determined by using random sampling technique. Speech capability data was collected by using speaking skill instrument. The data obtained were analyzed by using statistical analysis technique and inferential statistical analysis (t-test). The results showed that there were differences in the speech capability between group of children who were taught by using socio-drama method with folklore as the basis and group of children who were taught by using conventional learning method on the children of Group B in kindergarten of cluster II in Buleleng Sub-district. This is shown by tarithmetic (9,413) > ttable (2,000). Furthermore, the mean of experimental group (31.56) is greater than the mean of control group (20). Thus, the socio-drama method with folklore as the basis has a positive effect on the speech capability to the children of Group B in kindergarten of cluster II in Buleleng Sub-district in the academic year of 2016/2017.keyword : socio-drama method, folklore, speech capability
PENGARUH RAGAM HIAS GEOMETRI TERHADAP KECERDASAN VISUAL-SPASIAL PADA ANAK GUGUS V KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN ., Ni Luh Gede Nita Pradnyawati; ., Dr. Putu Aditya Antara, S.Pd.,M.Pd; ., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kecerdasan visual-spasial antara anak yang mendapat pembelajaran ragam hias geometri dengan anak yang mendapat pembelajaran konvensional (exspositori) kelompok B di gugus V Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan rancangan menggunakan non equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B gugus V Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan yang berjumlah 148 orang. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster sampling. Sampel penelitian ini adalah anak-anak kelompok B1 di Taman Kanak-Kanak Sartika Nyitdah yang berjumlah 15 orang anak sebagai kelompok eksperimen yang diberikan pembelajaran ragam hias geometri dan anak kelompok B2 di Taman Kanak-Kanak Cipta Karya II Pejaten yang berjumlah 14 orang anak sebagai kelompok kontrol yang diberikan pembelajaran konvensional (exspositori). Data hasil kecerdasan visual-spasial anak dikumpulkan dengan teknik observasi yang dianalisis menggunakan teknik analisis anava satu jalur (one way anava). Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung adalah 7,770 dan ttabel dengan taraf siginifikan 5% dan derajat kebebasan (db) 27 adalah 2,052 dengan demikian thitung>ttabel. Berdasarkan kriteria pengujian, maka HA diterima yaitu terdapat perbedaan yang signifikan kecerdasan visual-spasial antara anak yang mendapat pembelajaran ragam hias geometri dengan anak yang mendapat pembelajaran konvensional (exspositori). Adapun nilai rata-rata anak kelompok yang diberikan pembelajaran ragam hias geometri yaitu 56,33 lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan pembelajaran konvensional (exspositori) yaitu 29,30. Dari penelitian ini dapat disarankan agar sekolah membuat program pengembangan kecerdasan visual-spasial dengan treatment yang terbukti unggul yakni pembelajaran ragam hias.Kata Kunci : ragam hias, kecerdasan visual-spasial The aimed of this study is to find out the significant different of visual-spatial intelligence between the students who were treated by geometric ornamental learning and those who were treated by conventional learning (expository) in group B cluster V in Kediri District, Tabanan Regency in academic year 2016/2017. It was a quasi-experimental research which used non-equivalent control group design. The population of this study was 148 students from group B in cluster V in Kediri District, Tabanan Regency. In addition, the samples of this study were selected by administering cluster random sampling. From that population, the samples of this study were 15 students of group B1 in Kartika Sartika Nyitdah Kindergarten as experimental group treated by geometric ornamental learning and 14 students of group B2 in Cipta Karya II Pejaten Kindergarten as control group treated by conventional learning (expository). The data of visual-spatial intelligence were obtained by observation technique and analyzed quantitatively by using one way anava. It was found that tobs is 7.770 and ttable is 2.025 (α=0.05) in the degree of freedom (df) 27. Therefore, in terms of hypothesis testing, it showed that Ha is accepted. It means that there is a significant different of visual-spatial intelligence between the students who were treated by geometric ornamental learning and those who were treated by conventional learning (expository). Besides, it could be proven by the result of the mean score of both groups in which the mean score of experimental group (56.33) is higher than the mean score of control group (29.30). As a suggestion, the researcher propose geometric ornamental learning as media which was proven to develop visual-spatial intelligence of the students.keyword : geometric ornamental, visual-spatial intelligence
PENGARUH METODE BERMAIN PERAN TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL PADA ANAK KELOMPOK B DI TAMAN KANAK-KANAK GUGUS VII KECAMATAN BULELENG ., Kadek Novia Dewi; ., Drs. Nyoman Wirya; ., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11515

Abstract

Berdasrkan rumusan masalah yang di paparkan diatas, maka tujuan dilakukannya penelitian ini adalah. Untuk mengetahui perbedaan antara metode bermain peran dengan metode konvensional terhadap perkembangan sosial emosional dalam perilaku prososial pada anak di gugus VII Kecamatan Buleleng semester genap tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelompok B Taman Kanak-kanak Gugus VII Kecamatan Buleleng pada tahun pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian ini di ambil dengan teknik random sampling yang dilibatkan 2 kelompok B TK Bina Putra dan TK Weda Purana. Data hasil penelitian dikumpulkan dengan metode observasi. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan metode analisis deskriptif dan hipotesis penelitian diuji dengan statistik t-test. Analisis data menunjukkan bahwa perkembangan sosial emosional anak kelompok eksperimen dengan rata-rata (M) = 83,63%, tergolong pada kriteria tinggi, sedangkan perkembangan sosial emosional anak kelompok kontrol dengan rata-rata (M) = 74,13% , yang tergolong pada kriteria sedang. Pengujian hipotesis dengan analisis t-test menunjukkan nilai t sebesar 3.348 dengan sig. α 0,002. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan metode bermain peran terhadap perkembangan sosia emosional anak dalam periaku prososial di TK Bina Putra Singaraja Tahun Pelajaran 2016/2017 (sig= 0,002> 0,05). Kata Kunci : Kata kunci : Metode Bermain Peran, Perkembangan Sosial Emosional, Perilaku Prososial Based on the formulation of the problems described above, then the purpose of this research is. To know the difference between role playing method with conventional method toward emotional social development in prosocial behavior in children in cluster VII Buleleng District even semester of academic year 2016/2017. This research is a kind of quasi experiment research (quasi experiment) with post-test design only control group design. The population in this research is all students of group B Kindergarten Class VII Buleleng District in academic year 2016/2017. The sample of this research was taken by random sampling technique which involved 2 groups B TK Bina Putra and TK Veda Purana. Data of research result collected by observation method. The collected data then analyzed by descriptive analysis method and research hypothesis tested with t-test statistic. The data analysis showed that the emotional social development of children in the experimental group with average (M) = 83.63%, belonged to high criterion, while the emotional social development of children control group with average (M) = 74.13% On the medium criterion. Hypothesis testing with t-test analysis shows t value of 3.348 with sig. Α 0.002. The result of the research shows that there is a significant influence of role playing method toward the development of emotional social sosia in prosocial acts in kindergarten Bina Putra Singaraja Lesson Year 2016/2017 (sig = 0,002> 0,05).keyword : Keywords: Role Playing Method, Emotional Social Development, Prosocial Behavior
EFEKTIVITAS METODE BERCERITA DENGAN MEDIA BONEKA WAYANG TERHADAP KEMAMPUAN BERCAKAP-CAKAP ANAK KELOMPOK B DI TK WIDYA SESANA SANGSIT TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Pebri Damaryanti Ni Putu; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11557

Abstract

Penelitianinibertujuanuntukmengetahuikemampuanbercakap-cakapanak yang dibelajarkandenganmetodeberceritadengan media bonekawayanglebihbaikdaripadakemampuanbercakap-cakap yang dibelajarkandenganmetodekonvensional. Jenispenelitianiniadalaheksperimensemudengandesainpenelitianpost test only control group design. Subjekpenelitianiniadalahseluruhanakkelompok B yang berada di TK WidyaSesanaSangsitTahun Pelajaran 2016/2017. Data kemampuanbercakap-cakapanakdiperolehmenggunakanlembarobservasi. Data dianalisismenggunakanUji-t satuekorpadatarafsignifikan 5%. Hasilujihipotesismenunjukkanbahwa lebihdari sehingga ditolak, dengan rata-rata skorkemampuanbercakap-cakapanak yang dibelajarkandengandenganmetodeberceritadengan media bonekawayangsebesar 81,11 lebihdari rata-rata skorkemampuanbercakap-cakapanak yang dibelajarkandenganpembelajarankonvensionalyakni 70,28. Dengandemikiandapatdisimpulkanbahwakemampuanbercakap-cakapanakantarakelompokanak yang dibelajarkanmetodeberceritadengan media bonekawayanglebihbaikdaripadakelompokanak yang menggunakan model pembelajarankonvensional.Kata Kunci : metodebercerita, media bonekawayang, kemampuanbercakap-cakap This study aim at find conversational child ability who teached by telling story method with puppets is better than teached by conventional method. This study is quasi experiment using post test only control group design. Subject study is children in B group at TK WidyaSesanaSangsit2016/2017. The data of children’ conversation ability was obtained by using observation instrument. The Data analyse using one tail sample t-test at significancy level 5%. Hypothetic test result show that more than , so is rejected, with children’s conversation ability mean who teached by telling story method with puppets is better is 81,11higher than teached by conventional method is 70,28. According the result, can be concluded that conversational child ability who teached by telling story method with puppets is better than teached by conventional method.keyword : telling story method, puppets, conversational children ability
PENGARUH PERMAINAN TRADISIOAL ENGKLEK TERHADAP KEMAMPUAN ANAK DALAM MENGENAL ANGKA PADA KELOMPOK B DI TK BAYU KUMDHALA BUBUNAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Kadek Mas Anggi Dwi Yasari; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i2.11592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan mengenal angka anak pada anak antara kelompok yang belajar dengan permainan tradisional engklek dan dengan pembelajaran konvensional pada kelompok B1 di TK Bayu Kumdhala Bubunan tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan posttes Only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B di TK Bayu Kumdhala Bubunan yang berjumlah 31 orang. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah anak kelompok B1 yang berjumlah 14 orang anak sebagai kelompok eksperimen yang dibelajarankan dengan permainan tradisional engklek dan anak kelompok B3 berjumlah 13 orang anak sebagai kelompok kontrol dengan pembelajan konvensional. Data hasil kemampuan anak dalam mengenal angka dikumpulkan dengan teknik observasi yang dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung = 4,364 sedangkan pada taraf signifikansi 5% dengan dk=25 diperoleh nilai ttabel = 2,06 sehingga thitung = 4,364 > ttabel = 2,06. Berdasarkan kriteria pengujian, maka H0 ditolak, ini berarti hipotesis Ha diterima yang menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan permainan tradisional engklek terhadap kemampuan anak dalam mengenal angka pada anak kelompok B di TK Bayu Kundhala Bubunan Tahun Pelajaran 2016/2017. Adapun nilai rata-rata kemampuan anak dalam mengenal angka pada kelompok yang dibelajarakan dengan permainan tradisional engklek adalah 24,64, sedangkan nilai rata-rata pada kelompok yang dibelajarkan dengan metode konvensional adalah 18,23. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh permainan tradisional engklek terhadap kemampuan anak dalam mengenal angka pada anak kelompok B di TK Bayu Kumdhala Bubunan Singaraja Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : permainan tradisional engkek, Kemampuan mengenal angka This study aims to determine the effect of traditional games on the ability of children to know the numbers in the group B1 in kindergarten Bayu Kumdhala Bubunan 2016/2017 academic year. This type of research is a quasi experimental research with posttest design of Only control group design. The population of this study is all children of group B in kindergarten Bayu Kumdhala Bubunan, amounting to 31 people. The sample is determined by random sampling technique. The sample in this study was the children of group B1, which amounted to 14 children as experimental group which was recommended by traditional lapel games and B3 group children amounted to 13 children as control group with conventional learning. Data on the ability of children in recognizing numbers were collected by observation techniques analyzed by using descriptive statistical analysis and inferential statistics with t-test. Based on the results obtained t calculation = 4,364 while at the level of significance of 5% with dk = 25 obtained ttable value = 2.06 so thitung = 4,364> ttable = 2.06. Based on the test criteria, then H0 is rejected, this means the accepted Ha hypothesis which states there is a significant effect of traditional games on the ability of children to know the number of children in group B in Kindergarten Bayu Kundhala Bubunan Lesson Year 2016/2017. The mean value of the child's ability to recognize the numbers in the group studied by the traditional game of the crest was 24,64, while the mean score in the group taught by the conventional method was 18,23. Based on the result of this research can be concluded that there is influence of traditional game of kpek to children ability in recognize number in child of group B in kindergarten Bayu Kumdhala Bubunan Singaraja academic year 2016/2017keyword : traditional games, Ability to recognize numbers
PENGARUH STRATEGI PERMAINAN IMAJINATIF TERHADAP KREATIVITAS ANAK KELOMPOK B GUGUS III KECAMATAN BULELENG TAHUN AJARAN 2016/2017 ., Pandan Sari Luh Putu; ., Dr. Putu Aditya Antara, S.Pd.,M.Pd; ., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i2.11656

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kreativitas yang antara kelompok anak yang mendapat strategi permainan imajinatif dengan anak yang mendapat strategi pembelajaran ekspositori terhadap kreativitas pada anak Taman Kanak-kanak di gugus III Kecamatan Buleleng tahun ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan rancangan menggunakan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B gugus III Kecamatan Buleleng yang berjumlah 244 orang.Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster sampling. Sampel penelitian ini adalah eksperimen pada kelompok B2 di TK Widya Kumara yang berjumlah 15 anak, dan kontrol pada kelompok B1 di TK Dana yang berjumlah 17 anak. Data hasil kreativitas anak dikumpulkan dengan teknik observasi yang dianalisis menggunakan teknik analisis anava satu jalur (one way anava). Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung adalah 17,32 dan ttabel dengan taraf siginifikan 5% dan derajat kebebasan (db) 30 adalah 2,0422 dengan demikian thitung>ttabel. Berdasarkan kriteria pengujian, maka HA diterima yaitu terdapat perbedaan yang signifikan kreativitas antara anak yang mendapat strategi permainan imajinatif dengan anak yang mendapat strategi pembelajaran ekspositori. Adapun nilai rata-rata anak kelompok yang diberikan strategi permainan imajinatif yaitu 41,33 lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan strategi pembelajaran ekspositori yaitu 18,88. Dari penelitian ini dapat disarankan agar sekolah membuat program pengembangan kreativitas dengan treatment yang terbukti unggul yakni strategi permainan imajinatif.Kata Kunci : anak, kreativitas, strategi The purpose of this research was to describe the differences of creativity between groups of children that taught an imaginative game strategy with children that taught an expository learning strategy on creativity in children kindergarten in gugus III Kecamatan Buleleng academic year 2016/2017. This research was a quasi-experimental research using posttest design only control group design. The research population was all children of group B gugus III Kecamatan Buleleng which belong to 244 people. The sample determination technique in this research uses cluster sampling technique. The samples of this research was experiment in group B2 in kindergarten Widya Kumara which belong to 15 children, and control group B1 in Dana kindergarten which amount 17 children. The data of children creativity was collected by observation technique which was analyzed by using one way anava analysis technique. Based on the result of analysis obtained tcount was 17,32 and ttable with significance level 5% and degrees of freedom (db) 30 is 2,0422 thus thitung> ttabel. Based on the criteria, then HA accepted that there was a significant difference in creativity between children that get an imaginative game strategy with children that get expository learning strategies. The average value of children group that was given an imaginative game strategy is 41.33 higher than the group with an expository learning strategy that is 18.88. From this research can be suggested that the school create creativity development program with a proven superior treatment that is imaginative game strategy.keyword : Keywords: child, creativity, strategy.
Co-Authors ., Amalia Rizki ., Anggreni Ni Made ., Beta Al Kautsar Islamiyya ., Dewa Ayu Ketut Gayatri Suciati ., Diah Galih Wahyuni ., Dr. I Ketut Gading,M.Psi ., Drs. I Nyoman Wirya, M.Pd. ., Erma Widiastuti ., Gusti Ayu Kade Hepi Widiawati ., Ida Ayu Istri Agung Ardyatmika ., Ida Ayu Ketut Alit Supartini ., Kadek Ena Partini ., Kadek Mas Anggi Dwi Yasari ., Kadek Novia Dewi ., Ketut Ria Astuti ., Luh Evi Juli Artini ., LUH NELI ANTARI ., Luh Sri Apriani ., Ni Kadek Ayu Antini ., Ni Luh Gede Nita Pradnyawati ., Ni Luh Sri Lastiari Putri ., Ni Luh Suantari ., Ni Luh Wayan Supadma Putri ., Ni Made Rian Pratiwi ., Ni Putu Dessy Rumilasari ., Ni Putu Vivin Indrawati ., Ni Wayan Kiki Handayani ., NUR HIDAYAH ., Nur Izza Avcarina ., Nyoman Wida Komalasari ., Pandan Sari Luh Putu ., Pebri Damaryanti Ni Putu ., Putu Ayu Sri Setiawati ., Putu Winda Suyeni ., Sang Ayu Putu Laksmi Uttari ., Sumandari ., TITIS IMANDA ., Winda Sutiana Agung Gede Agung Ananda, Vadila Nurista Anggreni, Rani Aulya Anggun La Patissera Ariani, Ni Kadek Arsa, Ni Made Risa Arsani Asih, Trisna Sari Basilius Redan Werang Bella Vira Rista Cyntia, Anastasia Ade Desak Putu Parmiti Dewa Ayu Puteri Handayani Dewi Ayu Surya Jayanti Dewi, Putu Sinta Dewi, Putu Sri Darma Diantari, Ni Made Puspa Drs. Nyoman Wirya . Elina Dewi Permatasari Febiantari, Made Rininta Gusti Ayu Made Dewi Wedayanti ., Gusti Ayu Made Dewi Wedayanti I Gede Astawan I Gusti Ayu Tri Agustiana I Gusti Ngurah Kade Rama Tanaya I Ketut Gading I Made Suarjana I Made Tegeh I Nengah Suastika I Nyoman Jampel I Nyoman Laba Jayanta I Wayan Karta I Wayan Widiana I Wayan Widiana Indah Cahayani Damanik Kadek Yudiana Ketut Anggun Cahyani ., Ketut Anggun Cahyani Ketut Pudjawan Komang Srianis . Larasantika, Ni Komang Luh Ayu Suryastini . Luh Putu Juniyanasari ., Luh Putu Juniyanasari Luh Wini Ayu Wreti Kandayun ., Luh Wini Ayu Wreti Kandayun M.Pd Drs. I Ketut Dibia,S.Pd . M.Pd. Dra. Made Sulastri . M.S. ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S. M.Si Drs. Gede Raga . Made Dwi Purnama Sari ., Made Dwi Purnama Sari Made Samiati ., Made Samiati Made Vina Arie Paramita Mega Eni Lestari Mutiara Magta Ni Kadek Arsita Tirtadewi Ni Kadek Dwi Mariyani . Ni Kadek Feby Priska Rismayani Ni Ketut Antari ., Ni Ketut Antari Ni Ketut Resmini Ni Ketut Suarni Ni Komang Evi Yudiasmini . Ni Luh Ami Yestiari . Ni Luh Putu Agustini Ari . Ni Luh Riniasih . Ni Made Anik Krisna Dewi ., Ni Made Anik Krisna Dewi Ni Made Ayu Aristyadewi ., Ni Made Ayu Aristyadewi Ni Made Putri Widiarsini Ni Putu Sukma Sariani ., Ni Putu Sukma Sariani Ni Wayan Eka Suniantari . Ni Wayan Rasmini Patissera, Anggun La Permatasari, Elina Dewi Pramesti, Putu Desta Pratiwi, Komang Ayu Martha Arista Pratiwi, Ni Komang Yadni Okta Pribadi, Silmi Imaning Priyandana, I Wayan Putra Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd . Putu Aditya Antara Putu Arya Widiastawan Putu Desta Pramesti Putu Sinta Dewi Putu Sri Darma Dewi Rendy Setyowahyudi Resmini, Ni Ketut Rianti, Ni Luh Winda Rosalina, Putu Pena Saraswati, Kadek Emi Sheila Julia Ningrum Sukiyati, Nengah Sumartiwi, Ni Made Sumiatiari, Ni Made Nopi Susanti, Ni Putu Desy Tarisna, Kadek Sri Virianingsih, Perima Yuli, Ni Kadek Yunita Marlina Salang