Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

EDUKASI BAHAYA KOPI TERHADAP HASIL URINE PADA PASIEN KLINIK JATI LUHUR PANDAAN Maulidiyanti, Ellies Tunjung Sari; Ainutajriani, Ainutajriani; Aliviameita, Andika; Ariana, Diah
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v3i2.14362

Abstract

Kopi merupakan minuman yang sudah melalui proses pengolahan dan ekstraksi dari biji tanaman kopi sehingga memiliki aroma khas. Kopi dapat memberikan manfaat yang baik untuk tubuh jika dikonsumsi tidak secara berlebihan. Kafein yang terkandung didalam kopi, menjadikan minuman kopi memiliki partikel yang lebih banyak dibandingkan air putih Untuk mengurangi risiko terbentuknya sedimentasi yang abnormal akibat dari mengkonsumsi kopi, alangkah baiknya masyarakat tidak mengkonsumsi kopi secara berlebihan. Tujuan dari kegiatan edukasi ini yaitu: 1) Memberikan informasi tentang kandungan kopi, manfaat dan bahaya minum kopi berlebihan. 2) Memberikan gambaran akibat minum kopi terhadap hasil pemeriksaan urine. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalag presentasi dan diskusi. . Untuk mengukurtingkat pemahaman peserta dilakukan tahap penjaringan (pre-test), kemudian pengolahan data dan yang terakhir tahap evaluasi kegiatan (post-test). Kegiatan ini diikuti sebanyak 38 peserta. Hasil rat-rata yang didapat dari pre-test sebesar 55,73 poin dan rata-rata hasil post test sebesar 78,41 poin. Hasil ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kandungan, bahaya dan akibat jika menkonsumsi kopi secara berlebihan. Kegiatan edukasi diharapkan dapat berkelanjutan sehingga masyarakat dapat mengkonsumsi kopi secara tidak berlebihan
Studi Literatur Profil Bakteri dan Pola Resisten Antibiotik Beta-Laktam pada Pasien Pneumonia Ainutajriani; Artanti, Dita; Yusuf, Muhammad Bilal; Maulidiyanti, Ellies Tunjung Sari
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 2 No 2 (2023): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v2i2.21031

Abstract

Pneumonia, suatu infeksi paru-paru yang umum yang sering ditemui di berbagai kelompok usia, mulai dari bayi hingga lansia. Bakteri yang umumnya terkait dengan pneumonia meliputi Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenza hingga Staphylococcus aureus. Namun, dengan kemajuan dalam teknologi diagnostik, berbagai jenis bakteri lainnya juga telah diidentifikasi sebagai penyebab pneumonia. Berbagai jenis bakteri ini dapat menunjukkan resistensi terhadap antibiotik tertentu, terutama kelompok beta-laktam. Resistensi antibiotik telah menjadi masalah yang semakin mendesak. Bakteri yang sebelumnya rentan terhadap antibiotik ini kini menunjukkan tingkat resistensi yang meningkat, mempersulit pengobatan infeksi pneumonia. Peningkatan penggunaan antibiotik yang tidak terkendali, baik dalam pengaturan medis maupun pertanian, telah berkontribusi pada peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Hasil menunjukkan bakteri penyebab utama pneumonia di Korea (Mycoplasma pneumonia : 97,7%), China (Streptococcus pneumonia : 39%), Mexico (Pseudomonas aeruginosa : 60%) dan Indonesia (Klebsiella pneumonia : 22.9%). Pola resistensi antibiotic beta-lactam terhadap K. pneumonia yaitu di Irank : resisten terhadap Ceftriaxone (18%), Imipenem (63%), China : resisten terhadap Ceftriaxone (100%), Imipenem (93%), Egypt : resisten terhadap Cefoxitin (38%), Imipenem (20%) dan Indonedia 80% sensitive terhadap Cefoxitin dan Imipenem. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya variasi profil bakteri penyebab pneumonia diberbagai Negara serta memiliki pola resisten antibiotik beta-lactam yang berbeda terhadap bakteri K. pneumoniae.
Karakterisasi Bakteri pada Urine Suspek Infeksi Saluran Kemih Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surabaya ainutajriani, ainutajriani; Artanti , Dita; Rohmayani, Vella; Kunsah, Baterun
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 3 No 2 (2024): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v3i2.24765

Abstract

Bakteri yang tumbuh di saluran kemih sering menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK), yang merupakan salah satu penyakit menular yang paling umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bakteri yang menyebabkan ISK pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya. Pengambilan sampel urin dari 20 mahasiswa yang diduga menderita ISK digunakan dalam pendekatan deskriptif. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa bakteri gram-negatif, terutama Escherichia coli (75%), adalah penyebab utama ISK. Klebsiella (10%) dan Pseudomonas aeruginosa (5%) juga ditemukan di kasus nosokomial, sementara bakteri gram-positif, seperti Staphylococcus aureus dan Streptococcus sp., masing-masing ditemukan pada 5% kasus. Hasil ini menunjukkan betapa pentingnya pengetahuan tentang bakteri penyebab ISK dan faktor risiko seperti pola hidup dan kebiasaan buruk yang dapat mempengaruhi kejadian ISK.
Identifikasi Bakteri Makanan Ringan Kiloan Yang Dijual Di Pasar Tradisional Dengan Metode Angka Lempeng Total Sispita Sari, Yeti Eka; Azizah, Fitrotin; Retno Arimurti, Anindita Riesti; Artanti, Dita; Rohmayani, Vella; Ainutajriani, Ainutajriani; Saputro, Tri Ade
Indonesian Academia Health Sciences Journal Vol 4 No 1 (2023): Indonesian Academia Health Sciences Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rise in food poisoning incidents lately has made researchers want to know if there is bacterial contamination in kilo snacks which are always the top choice for serving and serving at certain events such as celebrations, recitations, thanksgiving, weddings, and other events because the prices are cheaper and the taste is better. not inferior to packaged snacks. Many places selling kilo snacks are found in traditional markets which generally have low environmental conditions of air circulation and high humidity, so they can become breeding grounds for harmful microbes, one of which is bacteria that can pollute the environment and reduce the cleanliness of indoor air. The aim is to find out the bacterial contamination of kilo snacks sold in traditional markets. The population in this study was a total of 5 types of kilo snacks in traditional markets. The sample in this study were 30 samples of 5 types of kilo snacks were tested using the Total Plate Number method. No samples of kilo snacks were found that did not meet the Indonesian National Standard (SNI). Kilo snacks sold in traditional markets meet the requirements of the Indonesian National Standard (SNI) Number 7388 of 2009
A ANALISIS PENGARUH DURASI PENYIMPANAN SAMPEL URIN TERHADAP TOTAL BAKTERI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Niken Rositasari; Dita Artanti; Ainutajriani; Vella Rohmayani
THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Vol 8 No 2 (2025): The Journal of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmlt.v7i2.30343

Abstract

Latar belakang : Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolik kronik dengan ditandai hiperglikemia. Penderita DM rentan mengalami infeksi saluran kemih (ISK) karena tingginya kadar glukosa dalam urin yang mendukung pertumbuhan bakteri. Pemeriksaan urin yang tertunda dapat mempengaruhi akurasi hasil, khususnya dalam pemeriksaan total bakteri. Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil pemeriksaan total bakteri pada urin pasien DM berdasarkan penyimpanan sampel pada suhu ruang dengan perlakuan lama waktu penyimpanan sampel 0 jam, 3 jam, 5 jam, dan 7 jam. Metode : Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan desain cross- sectional. Sampel urin pasien DM diambil secara midstream, lalu dilakukan pemeriksaan total bakteri menggunakan teknik kultur kuantitatif (colony counting/teknik mayo). Hasil uji berupa jumlah koloni yang tumbuh pada media MacConkey Agar dikalikan 102 CFU/mL. Data dianalisis menggunakan uji statistik non-parametrik menggunakan uji Spearman sesuai distribusi data. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian pada pemeriksaan segera (0 jam) didapatkan rata-rata jumlah koloni sebesar 3,78 x 102 CFU/mL, setelah dilakukan penyimpanan pada suhu ruang dengan waktu penundaan pemeriksaan 3 jam didapatkan rata-rata jumlah koloni sebesar 22,72 x 102 CFU/mL, pada penundaan pemeriksaan 5 jam sebesar 41,89 x 102 CFU/mL, dan pada penundaan pemeriksaan 7 jam sebesar 69,83 x 102 CFU/mL. Sedangkan hasil uji spearman menunjukkan nilai koefisien korelasi lebih besar dari nilai signifikansi (p) 0.000 yaitu 0.973, yang berarti lama penundaan pemeriksaan berpengaruh terhadap jumlah koloni bakteri. Kata kunci: Diabetes Melitus, pemeriksaan total bakteri, waktu penyimpanan, suhu ruang Background: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia. The DM patients are susceptible to urinary tract infections (UTIs) due to high glucose levels in the urine, which support bacterial growth. Delayed urine tests can affect the accuracy of results, particularly for total bacteria tests. Objective: This study aimed to determine the results of total bacteria tests in urine of DM patients based on sample storage at room temperature, with sample storage times of 0, 3, 5, and 7 hours. Methods: This was a laboratory experiment with a cross-sectional design. Urine samples from DM patients were collected midstream, then total bacteria were examined using quantitative culture techniques (colony counting/Mayo technique). The test results were the number of colonies grown on MacConkey Agar media multiplied by 102 CFU/mL. Data were analyzed using non- parametric statistical tests using the Spearman test based on the data distribution. Results: Based on the results of the study, the immediate examination (0 hour) yielded an average colony count of 3.78 x 102 CFU/mL. After storage at room temperature with a 3-hour delay, the average colony count was 22.72 x 102 CFU/mL. After a 5-hour delay, it was 41.89 x 102 CFU/mL, and then after a 7-hour delay, it was 69.83 x 102 CFU/mL. The Spearman test showed a correlation coefficient greater than the significance level (p) of 0.000, indicating that the length of the delay affected the number of bacterial colonies. Keywords: Diabetes Mellitus, total bacterial examination, storage time, room temperature
PRODUCTION OPTIMIZATION, PARTIAL PURIFICATION, AND THROMBOLYTIC ACTIVITY EVALUATION OF PROTEASE OF Bacillus cereus HSFI-10 Ainutajriani, Ainutajriani; Darmawati, Sri; Zilda, Dewi Seswita; Afriansyah, Muhammad Ardi; Saptaningtyas, Ragil; Ethica, Stalis Norma
BIOTROPIA Vol. 30 No. 2 (2023): BIOTROPIA Vol. 30 No. 2 August 2023
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2023.30.2.1765

Abstract

Cardiovascular disease is the primary cause of mortality in the world due to the formation of blood clots or thrombi in blood vessels. Bacterial proteases commonly function as thrombus dissolver agents in the pharmaceutical industry. Bacterial isolate HSFI-10 (Holothuria scabra Fermented Intestine-10) previously isolated from Rusip fermented sea cucumber had demonstrated thrombolytic activity. This study aimed to produce crude protease of HSFI-10 strain at an optimized incubation time and determine the thrombolytic activity of crude and dialysate proteases on A, B, AB, and O blood types. Isolate HSFI-10 was first molecularly identified and found to be Bacillus cereus with a homology level of 99.80% with Bacillus cereus strain ST06. The optimum crude enzyme was obtained after 48-h incubation with an activity of 222.52 U/mL, which increased to 438.84 U/mL after ammonium sulfate precipitation and dialysis. Clot lysis activity of crude enzymes was measured based on the gravimetry method on blood in the ABO system, showing results that ranged from 68.99% to 69.76%, while the dialysate ranged from 81.16% to 82.52%. In conclusion, partial purification of bacterial protease could increase both its specific and thrombolytic activities on human blood in the ABO system, with only 1% activity variability between A, B, AB, and O blood types.
ANALISA MUTU PERBANDINGAN PEMERIKSAAN SAMPEL KUKU PETANI MENGGUNAKAN METODE FLOTASI NaCl JENUH DAN PENGENDAPAN NaOH 0,25% Lilik Mursidah; Vella Rohmayani; Ainutajriani; Diah Ariana
THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Vol 9 No 1 (2026): The Journal of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmlt.v9i1.30507

Abstract

Infeksi kecacingan merupakan suatu kondisi patologis yang disebabkan oleh infeksi parasit cacing yang menyerang tubuh manusia lalu berkembang biak dan menimbulkan penyakit. Orang yang memiliki resiko tinggi untuk terinfeksi Soil Transmitted Helminths (STH) adalah orang yang sering melakukan kontak langsung dengan tanah, petani merupakan salah satu yang rentan terinfeksi kecacingan, karena pekerjaannya sering kali melakukan kontak langsung dengan tanah. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan mutu pemeriksaan sampel kuku petani Sidorejo menggunakan metode flotasi NaCl jenuh dan metode pengendapan NaOH 0,25%. Metode:  Jenis penelitian menggunakan desain cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah petani di Sidorejo Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan dan diperoleh sampel 50 orang menggunakan teknik purposive random sampling. Teknik analisis data menggunakan Uji Mann-Whitney yang sebelumnya dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil: Secara kuantitatif, perbandingan mutu antara pemeriksaan sampel kuku petani menggunakan metode flotasi NaCl jenuh dan pengendapan NaOH 0,25% diperoleh hasil sebagai berikut: pada metode pengendapan NaOH 0,25% ditemukan telur cacing Ascaris lumbricoides pada sampel positif kecacingan. Sedangkan pada metode NaCl jenuh tidak ditemukan hasil positif. Kesimpulan: Metode pengendapan NaOH 0,25% lebih efektif dan unggul untuk mendeteksi STH karena mampu mendeteksi telur cacing Ascaris lumbricoides. Bagi masyarakat sangat dianjurkan untuk meningkatkan kesadaran terhadap praktik kebersihan diri, terutama kebersihan kuku tangan dan kaki sebagai upaya pencegahan infeksi STH.
ANALISIS MIKROBIOLOGI PADA JAJANAN PEDAGANG KAKI LIMA DI SEPANJANG JALAN SUTOREJO SURABAYA Ainutajriani Ainutajriani; Dita Artanti; Mulya Fitrah Juniawan
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2023): Desember
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v11i2.3559

Abstract

Coliform bacteria are indicators of food contamination that can cause diseases such as diarrhea. The presence of Coliform bacteria in food or beverages indicates poor hygiene and sanitation in food service providers. The purpose of this study was to determine Coliform bacteria in street vendors' snacks along Sutorejo street in Surabaya using the MPN (Most Probable Number) method, ALT (Total Plate Number) and identification of Coliform bacteria with Biochemical tests. This research method uses laboratory experiments. The results showed, of the 12 samples of snacks, there were 4 (33%) samples that met the MPN quality requirements and 8 (67%) samples that did not meet the requirements. Based on the ALT test, 3 (25%) samples met the SNI requirements and 9 (75%) samples did not meet the requirements. Coliform bacteria identification results, there were 6 (50%) positive samples of E.coli bacteria, 2 (17%) positive samples of Klebsiella sp., 1 (8%) positive sample of Enterobacter sp. and 3 (25%) samples were not contaminated by Coliform bacteria. From the results of this study it can be concluded that there are still many snacks contaminated by Coliform bacteria and dominated by E.coli.
STATUS KADAR TROMBOSIT AKIBAT PAPARAN PESTISIDA PADA PETANI Nur Vita Purwaningsih; Tri Ade Saputro; Ellies Tunjung SM; Rahma Widyastuti; Ainutajriani Ainutajriani; Baterun Kunsah
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v12i1.4132

Abstract

Pesticides are substances or chemicals used in agriculture, forestry, horticulture and public land to increase crop yields. Up to now, pesticides are the main choice for farmers to protect plants from the influence of various plant-disturbing organisms. Exposure to pesticides on the body can have a negative impact on components in the body, including blood. Pesticides can be estimated as one of the factors that affect the blood profile, one of which is thrombocyte. The purpose of this study was to determine the description of platelet levels in farmers exposed to pesticides in Trece Village, Mojokerto Regency. This research was a descriptive study with an observational design. This research was conducted by checking the thrombocyte count of farmers in Trece Village, Mojokerto Regency, which was carried out automatically using a hematology analyzer. The results showed that the farmers of Trece Village, Mojokerto Regency who had normal platelet levels were 26 people with a percentage of 87% and 4 people with a low percentage of 13%. The conclusion in this study is that not all reductions in thrombocyte levels are due to exposure to pesticides and not always those who exposed to pesticides have low thrombocyte level.
Uji Aktivitas Antibakteri Secara In Vitro Ekstrak Daun Jatropha multifida Linn. terhadap Salmonella typhi dengan Metode Difusi Sumuran Vella Rohmayani; Fika Zahratul Aisyah; Ainutajriani Ainutajriani; Dita Artanti; Nurhidayatullah Romadhon
Jurnal Penelitian IPTEKS Vol. 11 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/penelitianipteks.v11i2.3294

Abstract

Salmonella typhi merupakan bakteri patogen penyebab demam tifoid yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di berbagai negara berkembang. Penggunaan antibiotik sintetis secara luas dan tidak tepat telah berkontribusi terhadap meningkatnya resistensi bakteri, sehingga diperlukan alternatif agen antimikroba yang berasal dari bahan alami. Jatropha multifida Linn. (jarak cina) merupakan tanaman obat yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri secara in vitro ekstrak daun Jatropha multifida terhadap pertumbuhan Salmonella typhi serta menentukan konsentrasi ekstrak yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi sumuran dengan variasi konsentrasi ekstrak 85%, 90%, dan 95%. Kloramfenikol digunakan sebagai kontrol positif dan akuades steril sebagai kontrol negatif. Setiap perlakuan dilakukan dengan empat kali pengulangan. Analisis data dilakukan menggunakan uji non-parametrik Kruskal–Wallis. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek hambat yang bersifat konsentrasi-dependen dengan rata-rata diameter zona hambat masing-masing sebesar 3,5 mm (85%), 5,75 mm (90%), dan 9 mm (95%). Kontrol positif menunjukkan diameter zona hambat sebesar 21,75 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan adanya zona hambat. Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan (p < 0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun Jatropha multifida memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi dan berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami.