Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Buletin Ekonomi Perikanan

Kontribusi Peran Perempuan dalam Pengelolaan Usaha Budidaya dan Penanganan Pasca Panen Rumput Laut di Pulau Nusa Penida, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Propinsi Bali Taryono .
Buletin Ekonomi Perikanan Vol. 5 No. 2 (2004): Buletin Ekonomi Perikanan
Publisher : Buletin Ekonomi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.958 KB)

Abstract

Balinese women had significant role in their rural economies. In many cases, moreover, they also worked in the hard duties, such as construction worker. According to rural economies, the seaweed culture had become major activities for coastal communities in Nusa Pen ida Island, since a long time ago. This research was dedicated to analyse the women's role in those activities. The more detail analysis was developed to understand their role in the seaweed culture management including planning step, post harvest handling, marketing process and managing profit of the business. Eventually, the results of the research brought up the clearly evidence of the significant role of the Balinese women in the all management steps of the coastal seaweed culture in the Nusa Pen ida Island.
Pengembangan metode Rapid Appraisal for Fisheries (RAPFISH) yang mulai diperkenalkan oleh Fisheries Center, University of Columbia di tahun 1999 sa at ini telah banyak dilakukan di berbagai negara. Namun demikian, RAPFISH sebagai suatu metode untuk mengukur dan menggambarkan kondisi lestari sumberdaya kelautan dan perikanan di suatu tempat atau wilayah masih tetap aktual untuk dilakukan di Indonesia. Masih relevannya penggunaan analisis RAPFISH di Indonesia dikarenakan data-clata aktual yang men Tjahjo Tri Hartono; Taryono Kodiran; M Ali Iqbal; Sonny Koeshendrajana
Buletin Ekonomi Perikanan Vol. 6 No. 1 (2005): Buletin Ekonomi Perikanan
Publisher : Buletin Ekonomi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan metode Rapid Appraisal for Fisheries (RAPFISH) yang mulai diperkenalkan oleh Fisheries Center, University of Columbia di tahun 1999 sa at ini telah banyak dilakukan di berbagai negara. Namun demikian, RAPFISH sebagai suatu metode untuk mengukur dan menggambarkan kondisi lestari sumberdaya kelautan dan perikanan di suatu tempat atau wilayah masih tetap aktual untuk dilakukan di Indonesia. Masih relevannya penggunaan analisis RAPFISH di Indonesia dikarenakan data-clata aktual yang menggambarkan kondisi wilayah pengelolaan perairan di Indonesia masih sangat minim. Oi sisi lain kebutuhan akan pengelolaan yang berkelanjutan atas wilayah tersebut semakin mendesak. Makalah ini memaparkan upaya pengembangan metode RAPFISH yang sesuai dengan kondisi perikanan tangkap di Indonesia. Kesesuaian metode RAPFISH ini diharapkan dapat menggambarkan dengan cepat dan akurat suatu kondisi pemanfaatan dan pengelolaan perikanan tangkap di suatu wilayah, sehingga dapat digunakan sebagai indicator kinerja pembangunan berkelanjutan perikanan tangkap di Indonesia.