Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV Anisa Widyaningrum; Warli; Sri Wahyuni
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas IV melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions). Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas IV A SD Negeri Sendangharjo 4 Tuban, dengan hanya 39% siswa yang mencapai ketuntasan belajar pada tahap pra siklus. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, menggunakan model Kemmis & McTaggart yang terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa dari 39% pada pra siklus menjadi 61% pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 89% pada siklus II. Peningkatan ini didukung oleh pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam kerja kelompok, penerapan tutor sebaya, serta penggunaan media dan metode pembelajaran yang bervariasi dan menarik. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas IV. Penelitian ini juga memberikan refleksi bagi guru dalam menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif, kolaboratif, dan inklusif.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA WORDWALL KELAS II Anggun Andayani Lestari; Warli; Sri Wahyuni
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4328

Abstract

Tujuan   dari   penelitian   ini   adalah   untuk   meningkatkan   hasil   belajar   siswa   dalam pembelajaran  Pendidikan  Pancasila  melalui  penerapan  model  pembelajaran Problem  Based Learning dengan berbantuan media Wordwall. Penelitian  ini dilakukan  pada  siswa  kelas  IIA SDN Sendangharjo 4.  Pendekatan  yang digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  Penelitian  Tindakan  Kelas  (PTK).  Subjek  penelitian terdiri  dari  22  orang  siswa  kelas .  Proses  penelitian  dilakukan  dalam  beberapa  siklus yang   mencakup   perencanaan,   pelaksanaan   tindakan,   observasi,   dan   refleksi.   Objek penelitian  ini  adalah  hasil  belajar  pada  mata  pelajaran  Pendidikan  Pancasila  dengan  materi Hubungan Antara Simbol dengan Sila dalam Lambang Garuda Pancasila . Penelitian ini  menggunakan  data kuantitatif  dan  kualitatif. Penelitian  ini  menunjukan  bahwa  adanya  peningkatan  rata-rata  dan  ketuntasan  belajar peserta didik kelas IIA ditunjukan dengan hasil belajar kognitif yang diperoleh 22 peserta didik pada prasiklus 54,5% belum tuntas dan 45,4% tuntas. Pada siklus I , dengan memperoleh ketuntasan 63,3% dan 36,4% belum tuntas. Sedangkan pada siklus II, dilakukan refleksi sehingga mengalami peningkatan dengan presentase 86,3% tuntas dan 13,6% belum tuntas. Hal ini menunjukan terdapat presentase peningkatan hasil belajar mulai dari prasiklus sampai siklus II. Hasil  belajar  peserta  didik  lebiih  baik,  setelah  menerapkan model Problem Based Learning berbantuan media Wordwall.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Penyajian Data Melalui Model PBL dengan Pendekatan TaRL di SD Anggia Hasti Pristanti; Warli; Sri Wahyuni
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4329

Abstract

Penelitian ini dimulai dari permasalahan mengenai pemahaman peserta didik terhadap mata Pelajaran Matematika, khususnya dalam materi Penyajian Data pada Tabel, yang berdampak langsung pada pencapaian hasil belajar mereka. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar Matematika materi Penyajian Data pada Tabel melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) di kelas III SD Negeri Sendangharjo 4 Tuban. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 28 peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas belajar dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar dari 54% pada pra siklus (kategori rendah), menjadi 68% pada siklus I (kategori cukup), dan 89% pada siklus II (kategori baik). Rata-rata nilai peserta didik meningkat dari 68,93 menjadi 77,50 dan 86,43. Penerapan model PBL yang dipadukan dengan pendekatan TaRL efektif meningkatkan keaktifan dan pemahaman peserta didik dalam penyajian data. Penelitian ini menunjukkan pentingnya penerapan strategi pembelajaran yang menyesuaikan tingkat kemampuan peserta didik untuk meningkatkan hasil belajar Matematika berbasis pemecahan masalah.
Pengaruh Model Team Games Tournament Terhadap Gaya Belajar Kinestesik Peserta Didik Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Alvira Rahmawati; Sri Wahyuni; Warli
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4330

Abstract

Pendidikan berperan penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul. Motivasi belajar dan gaya belajar peserta didik merupakan faktor utama dalam keberhasilan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar matematika peserta didik dengan gaya belajar kinestetik melalui penerapan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT). Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus pada peserta didik kelas III SDN Sendangharjo 04 Tuban sebanyak 27 orang. Data dikumpulkan melalui observasi dan angket, kemudian dianalisis dengan menghitung persentase peningkatan motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan peserta didik yang merasa senang dan lebih fokus saat pembelajaran berlangsung, dari 59,26% pada siklus pertama menjadi 74,07% pada siklus kedua. Model TGT, yang menggabungkan unsur permainan, kerja sama, dan kompetisi, terbukti mampu mengakomodasi kebutuhan gaya belajar kinestetik. Pembelajaran menjadi lebih aktif, menyenangkan, dan efektif. Dengan demikian, penerapan model TGT dapat meningkatkan motivasi belajar matematika peserta didik secara signifikan, terutama bagi mereka yang memiliki kecenderungan belajar melalui aktivitas fisik.
Transformasi Literasi Digital Guru SMP melalui Pelatihan AI Generatif dalam Penyusunan Bahan Ajar Puji Rahayu; Warli Warli; Gusti Uripno; Mario Fahmi Syahrial; Andy Haryoko; Riska Andriani; Kartika Widya Putri; Choiroz Zadit Taqwa
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v6i1.812

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam penyusunan bahan ajar. Namun, banyak guru SMP masih memiliki keterbatasan literasi digital dan belum memanfaatkan AI secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru UPT SMP Negeri 4 Tuban dalam menggunakan platform AI Z.ai untuk menyusun bahan ajar berbentuk buku. Kegiatan menggunakan desain evaluatif campuran (mixed-methods pre-post) dengan 23 peserta yang terdiri dari guru dan mahasiswa PLP. Pelatihan dilaksanakan pada 10 Desember 2025 selama satu hari sinkronus dan tujuh hari asinkronus (total 64 jam), mencakup modul: persiapan sumber draf, pembuatan ide dan outline dengan Z.ai, penyusunan isi buku, serta finalisasi naskah. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi kinerja, dan penilaian produk. Hasil menunjukkan bahwa 88% peserta mampu mengoperasikan Z.ai secara mandiri, melampaui target 80%. Sebanyak 80% peserta berhasil menyelesaikan minimal satu draft bab buku ajar. Rata-rata skor posttest meningkat signifikan dibandingkan pretest pada semua konstruk yang diukur (skor total: pretest M=2,49; posttest M=3,93; Δ=1,44). Secara kualitatif, terjadi peningkatan motivasi, kepercayaan diri, dan terbentuknya komunitas belajar. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis AI dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kapasitas guru dalam pengembangan bahan ajar di era digital.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR STATISTIK SISWA YANG BERGAYA KOGNITIF REFLEKTIF Christin Nur Aini; Warli
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 4 No 2 (2025): AL–IRSYAD JOURNAL OF MATHEMATICS EDUCATION
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v4i2.410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir statistik siswa kelas VIII MTs Manbaul Huda yang bergaya kognitif reflektif. Mengingat pentingnya kemampuan berpikir statistik di era industri 4.0, penelitian ini berfokus pada pemahaman siswa dalam indikator berpikir statistik, yaitu mendeskripsikan data, mengorganisasi dan mereduksi data, representasi data, serta analisis dan interpretasi data. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melibatkan tiga subjek siswa bergaya kognitif reflektif yang telah mengikuti pembelajaran statistika. Data dikumpulkan melalui tes Matching Familiar Figure Test (MFFT), tes berpikir statistik, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mampu mengidentifikasi, membandingkan, dan mengevaluasi data dengan baik, serta menyusun representasi data secara akurat. Namun, terdapat kekurangan pada kesimpulan yang kurang mendalam dan tidak selalu menyeluruh, meskipun kesimpulan yang disajikan tetap relevan. Penelitian ini menyarankan agar proses berpikir statistik siswa lebih dipahami oleh pendidik dan memerlukan kajian lebih lanjut untuk mengembangkan keterampilan berpikir statistik siswa dalam konteks pembelajaran matematika yang lebih luas.
Peningkatan Literasi Digital Guru Sekolah Dasar melalui Pelatihan Koding dan Kecerdasan Buatan Mu'jizatin Fadiana; Pujiati Pujiati; Zenny Taufikurrizal; Warli Warli; Heny Sulistyaningrum
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.514

Abstract

Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut guru memiliki kompetensi literasi digital yang kuat, termasuk kemampuan berpikir komputasional dan pemahaman tentang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Namun, sebagian besar guru sekolah dasar masih memiliki kemampuan literasi digital yang rendah dan cenderung berperan sebagai pengguna pasif teknologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital guru sekolah dasar melalui pelatihan koding menggunakan Scratch dan pengenalan konsep dasar AI. Pelatihan dilaksanakan di KKG Gugus Ki Hajar Dewantara, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, selama dua bulan (September–Oktober 2025) dengan melibatkan 27 guru SD. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif yang mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, pendampingan implementasi, dan evaluasi. Instrumen evaluasi meliputi pre-test dan post-test pada tiga aspek: pengetahuan digital, kemampuan berpikir komputasional, dan pemahaman AI. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata literasi digital sebesar 52,5%, dengan rincian peningkatan pengetahuan dasar digital sebesar 41,9%, kemampuan berpikir komputasional sebesar 47,5%, dan pemahaman AI sebesar 68,2%. Pasca-pelatihan, 87% peserta berhasil mengintegrasikan media pembelajaran berbasis Scratch dan elemen AI sederhana ke dalam RPP. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi digital guru serta mendorong perubahan paradigma dari pengguna teknologi menjadi kreator pembelajaran digital yang inovatif.
Efektivitas Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) Berbantuan Media Mini-market simulation terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Siswa pada Materi Aritmatika Sosial Kharisma Fathimatuzzahro'; Warli Warli
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i2.5098

Abstract

Riset ini dirancang guna mengevaluasi efektivitas pendekatan Realistic Mathematics Education yang disokong media simulasi minimarket terhadap perkembangan koneksi matematis siswa pada materi aritmatika sosial. Prosedur metodologi bersandar pada rumpun kuantitatif jenis pra-eksperimental dengan skema one group pretest-posttest. Subjek pengamatan berfokus pada 24 siswa kelas VII MTs Nurul Huda periode akademik 2025/2026, dengan mekanisme total sampling sebagai dasar penentuan seluruh anggota populasi menjadi subjek kajian utuh. Penelitian menggunakan instrumen pretest serta posttest berbentuk soal uraian sesuai 3 indikator kemampuan koneksi matematis: (1) pengenalan dan penerapan relasi antargagasan matematika, (2) penguasaan keterpaduan konsep matematika secara utuh, serta (3) mengimplementasikan matematika pada konteks di luar bidang matematika. Analisis data dieksekusi secara komprehensif melalui operasi statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene’s test, uji paired sample t-test, dan komputasi N-Gain. Hasil riset menyingkap bahwa nilai rata-rata posttest berada di atas nilai rata-rata pretest. Secara statistik, hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai t = -12,805 dengan koefisien sig = 0,000 ( ), yang menandakan adanya transformasi signifikan pada koneksi matematis siswa akibat intervensi. Selanjutnya, perolehan rata-rata skor N-Gain mencapai 0,5758 memperkuat kesimpulan mengenai adanya akselerasi kemampuan koneksi matematis siswa yang masuk dalam rentang kategori sedang hingga tinggi. Temuan penelitian membuktikan bahwa pembelajaran kontekstual melalui pendekatan RME dan media simulasi konkret seperti mini-market simulation secara efektif meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa pada materi aritmatika sosial.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Dengan Teknik Probing Prompting Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa MTs Maya Dwi Purnamasari; Warli Warli
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i2.5110

Abstract

Penelitian dengan rancangan kuantitatif one-group pretest-posttest ini bermaksud meneliti pengaruh kombinasi antara metode Problem-Based Learning (PBL) dan teknik tanya jawab probing-prompting dalam menaikkan daya pikir kritis matematis siswa. Guna menguji ide tersebut, seluruh siswa kelas VIII MTs Nurul Huda yang berjumlah 23 orang dijadikan subjek eksperimen dengan sistem total sampling. Riset ini sendiri didasari oleh realita bahwa kecakapan berpikir kritis pelajar dalam pelajaran matematika masih minim karena suasana kelas yang didominasi guru serta jarang digunakannya soal-soal berbasis realita. Data penelitian yang didapat lalu diolah lewat uji paired sample t-test serta perhitungan indeks N-Gain. Berdasarkan hasil analisis data, terlihat adanya lonjakan nilai yang sangat jelas antara sebelum dan sesudah perlakuan, di mana hasil posttest melampaui skor pretest. Uji statistik t berpasangan menghasilkan angka dengan nilai signifikansi , yang menandakan bahwa perlakuan ini membawa pengaruh yang nyata. Sementara itu, nilai rata-rata N-Gain yang mencapai mempertegas bahwa efektivitas perpaduan strategi ini berada pada level tinggi. Akhir kata, studi ini menyimpulkan bahwa penggabungan PBL dan teknik probing-prompting terbukti ampuh mengaktifkan kegiatan belajar sekaligus mendongkrak ketajaman nalar kritis siswa pada matematika.
Effectiveness of the Project-Based Learning Model Using the Puzzle Adventure Educational Game on Critical Thinking Skills in Middle School Students Aini Christin Nur; Warli Warli
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v15i1.16716

Abstract

This research emphasizes the necessity of cultivating 21st-century competencies, particularly critical thinking, in order to confront global challenges and expedite technological advancements. The integration of educational puzzle adventure games with the Project Based Learning (PjBL) model is an innovative approach that has been investigated. The study aims to determine whether this model effectively improves the critical thinking skills of junior high school pupils by fostering active engagement in game-based project learning. The study, which was conducted using a quasi-experimental method with a one-group pre-test and post-test design, involved 33 eighth-grade pupils at UPT SMP Negeri 2 Palang. Ennis's indicators were employed to develop critical thinking evaluations, as well as engagement questionnaires and observations. The findings indicated a substantial rise in students' critical thinking scores, which rose from 4.79 to 8.24. This enhancement was verified by a paired sample t-test, which yielded a significance value of 0.000 (p < 0.05), suggesting that the learning model had a substantial positive effect. The results indicate that the PjBL model, which is based on puzzle adventure games, is effective in enhancing the critical thinking skills of students. An engaging and inventive alternative for 21st-century learning, this approach is particularly well-suited for middle school students in the digital era.