Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan Akimal

DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PENGENDALIAN KGD LANJUT USIA DENGAN DIABETES MELLITUS PUSKESMAS MUARA SATU KOTA LHOKSEUMAWE Roslaini; Suriani
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 1 (2025): EDISI APRIL 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data yang dikumpulkan oleh Organisasi Internasional Diabetes Federation (IDF), pada tahun 2019, setidaknya 463 juta orang pada usia 20 hingga 79 tahun di seluruh dunia menderita diabetes, yang merupakan 9,3% dari total populasi pada usia yang sama. Peningkatan harga diri pasien sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga. Keluarga yang lebih memahami tentang diabetes mellitus semakin memahami cara menyediakan diet DM secara teratur kepada anggota keluarga mereka. Tujuan penelitian ini untuk menentukan hubungan peran keluarga terhadap mengontrol KGD pasien diabetes mellitus yang lebih tua. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dengan pendekatan semi-terstruktur dengan peserta. Penelitian ini melibatkan 7 orang sebagai sampel atau informan, termasuk 3 keluarga yang memiliki warga lanjut usia yang menderita DM, serta 3 pasien mereka yang berada di wilayah Puskesmas Muara. Salah satu informan penting dalam penelitian ini adalah satu orang. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat tujuh tema, yaitu (1) keinginan keluarga untuk sembuh dari penyakit, (2) tempat yang membantu pasien sembuh, (3) pengaturan diet DM oleh keluarga, (4) tantangan untuk sembuh, (5) Pengetahuan keluarga terhadap dampak pendidikan kesehatan, (6)waktu minum obat pasien, dan (7) jadwal latihan fisik pasien. Pentingnya memberikan dukungan dan pemahaman kepada keluarga dalam mengelola diabetes mellitus pada orang tua, serta mengidentifikasi area di mana intervensi keluarga yang lebih terfokus dapat berhasil. Dokter dan perawat  yang mempunyai ketrampilan dan pengetahuan dalam merawat pasien DM adalah informan penting lainnya yang dapat digunakan oleh peneliti di masa depan.
EDUKASI REBUSAN DAUN SALAM SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN PENGETAHUAN LANSIA DALAM MENGATASI HIPERTENSI DI DESA TRIENG MATANG UBI Phonna, Liza; Suriani; Roslaini
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 1 (2025): EDISI APRIL 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i1.152

Abstract

Salah satu masalah Kesehatan yang sering terjadi pada lansia  adalah Hipertensi. Jika tidak ditangani dengan tepat penyakit ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Melakukan Edukasi kesehatan terkait dengan masalah ini merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan dalam meningkatkan pemahaman lansia untuk mengelola hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang rebusan daun salam terhadap peningkatan pengetahuan lansia dengan hipertensi di Desa Trieng Matang Ubi, Lhoksukon. Desain Penelitian ini menggunakan pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Kriteria sampel yang digunakan adalah lansia dengan hipertensi yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah edukasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test untuk melihat perbedaan skor pengetahuan sebelum dan setelah intervensi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada skor pengetahuan responden setelah diberikan edukasi (p < 0,05). Edukasi yang disampaikan secara interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman lansia mengenai hipertensi dan manfaat rebusan daun salam sebagai alternatif pengelolaan tekanan darah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan kesadaran lansia terhadap pengelolaan hipertensi. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat menjadi dasar dalam mengembangkan program edukasi kesehatan untuk para lansia untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
The Correlation of Social Support for Families with Hypertension in the Elderly in Gampong Baro, Peudada District, Bireuen Regency Bukhari; Roslaini
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 1 No 1 (2021): EDISI APRIL 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v1i1.12

Abstract

The biggest hope of the elderly is going to spend live time happily, but most of them experience the opposite. They have to live with the unhappiness and causing the uncomfortable feeling inside. The aim of the research is to determine the correlation between social support and the incidence of hypertension in the elderly in Baro Village, Peudada District, Bireuen Regency. This is descriptive research, with a sample of 75 elderly and the sampling technique is taken by total sampling. The results showed that the average elderly experienced hypertension with the following causes, 51 (68.0%) hypertension caused by informational support, 55 elderly (73.3%) hypertension caused by assessment support, 52 elderly (69.3%) hypertension caused by instrumental support, 53 elderly (70.7%) hypertension caused by emotional support, 55 elderly (73.3%) caused by elderly hypertension. The cause of hypertension in the elderly in Gampong Baro is due to family support factors. It is suggested to families for paying more attention to things that cause hypertension in the elderly and provide support both in terms of information, instrumental, emotional, and social support.
The Relationship of the Nurse's Percepted Work Rotation With Motivation to Work at Peusangan Puskesmas Bireuen District Alhuda; Roslaini
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 1 No 2 (2022): EDISI OKTOBER 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v1i2.51

Abstract

Conducive working conditions can be used as an indicator of the success of job rotation. rotation must be based on interest, employees must have the ability and skills. The purpose of this study was to examine the relationship between job rotation perceived by nurses and work motivation at the Peusangan Public Health Center, Bireuen Regency. This type of research is quantitative with a correlation design using a cross sectional approach. The technique of taking the sample in this research is random sampling technique. Respondents in this study were 50 respondents to the nurses of the Peusangan Bireuen Health Center. This study uses an instrument that has been developed by the researcher based on nurse rotation including rewards, challenges, responsibilities, and development. While the work motivation instruments include fixed motivation, moderate motivation and increased motivation. The results showed that 68% of nurses had experienced work rotation, while the remaining 32% of nurses had never experienced work rotation. there is no significant relationship between work rotation perceived by nurses and work motivation where p - Value (0.423) > (0.05). Job rotation perceived by nurses is a common thing that has been experienced by 68% of nurses. The work motivation of puskesmas nurses is on good criteria.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STIGMA PADA PENDERITA TB PARU DI KABUPATEN ACEH UTARA 2023 roslaini; suriani
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 2 No 1 (2023): EDISI APRIL 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v2i1.74

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular dan telah menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang menjadi tantangan global. Stigma dimasyarakat serta dukungan keluarga dan masyarakat merupakan hal yang terkait dalam meningkatkan angka kesembuhan bagi penderita TB paru. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan stigma pada penderita TB paru berupa pengetahuan, persepsi, faktor psikologis, dan sosial budaya di Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif secara kuantitatif di Kabupaten Aceh Utara. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan 92 responden dengan analisis menggunakan chi square P<.05 dan dilanjutkan. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara stigma pada penderita TB paru dengan pengetahuan (P <.007), persepsi (P <.027), faktor psikologis (P <.035) dan faktor sosial budaya (P <.006). Faktor paling dominan yang berhubungan dengan stigma. pada penderita paru yaitu faktor sosial budaya dengan (P <.006).
PENERAPAN KOMPRES HANGAT JAHE MERAH UNTUK PENURUNAN NYERI PADA LANSIA DENGAN GOUT ARTHRITIS DI PUSKESMAS MON GEUDONG LHOKSEUMAWE roslaini; suriani
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 2 No 2 (2023): EDISI OKTOBER 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v2i2.89

Abstract

Semakin bertambahnya usia seseoarng maka seluruh tubuh mulai mengalami penurunan, asam urat dapat menyerang siapapun dan gejala utama nya adalah nyeri sendi. Salah satu terapi nonfarmakologi mengatasi nyeri sendi adalah dengan kompres hangat jahe merah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan kompres hangat jahe merah terhadap penurunan nyeri pada lansia penderita gout arthritis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jumlah subjek studi kasus sebanyak 3 responden lansia yang mengalami gout arthritis . Instrumen yang digunakan yaitu SOP kompres jahe merah hangat , lembar observasi pengukuran skala nyeri Visual Analog Scale (skala raut wajah). Setelah dilakukan tindakan kompres hangat jahe merah sebanyak 1 kali selama 3 hari dalam jangka waktu 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 3 responden didapatkan 2 responden mengalami nyeri ringan menjadi tidak nyeri, dan 1 responden mengalami nyeri sedang menjadi nyeri ringan. Hal ini menunjukkan bahwa adanya perubahan sebelum dan sesudah dilakukannya kompres hangat jahe merah. Diharapkan klien dapat mengaplikasikan kompres hangat jahe merah  dalam mengendalikan nyeri untuk mengurangi nyeri sendi yang dialami di Puskesmas Mon Geudong.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN PERAWATAN ANTENATAL Suriani; Roslaini
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 2 No 2 (2023): EDISI OKTOBER 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v2i2.91

Abstract

Pemeriksaan ANC pada ibu hamil dilakukan minimal empat kali sejak awal kehamilan hingga menjelang persalinan. Penyedia layanan ANC yang paling dekat dengan masyarakat adalah Puskesmas. Puskesmas bertanggung jawab terhadap kesehatan ibu hamil di wilayah kerjanya. Minat ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan ANC di Puskesmas dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor predisposisi yang meliputi pengetahuan, sikap, tradisi dan kepercayaan, tingkat pendidikan dan tingkat sosial ekonomi ibu hamil. Faktor pemungkin (enambling faktor) meliputi ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan, keterampilan dan keterjangkauan. Faktor penguat antara lain sikap dan perilaku petugas kesehatan pemberi pelayanan ANC. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 27 Maret sampai dengan September 2019 di wilayah kerja Puskesmas Cot Girek Kecamatan Cot Girek Kabupaten Aceh Utara. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil pada kehamilan trimester III. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 187 orang. Hasil analisis data bivariat dengan menggunakan uji statistik chi square menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi kunjungan ANC ibu hamil adalah faktor sikap dengan p-value 0,006, fasilitas pelayanan kesehatan desa dengan p-value 0,000 dan peran bidan dengan nilai p-value 0,006. nilai p 0,000. Hasil analisis data multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik menunjukkan bahwa faktor yang paling kuat mempengaruhi kunjungan ANC ibu hamil adalah ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan di desa dengan p-value 0,000.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MEDIKASI PADA AGREGAT DEWASA HIPERTENSI DI LHOKSEUMAWE roslaini; Suriani
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 3 No 1 (2024): EDISI APRIL 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v3i1.105

Abstract

Hipertensi masih tetap menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan utama di seluruh dunia. Risiko memburuknya hipertensi dapat dikurangi dengan manajemen terapi pengobatan yang efektif, yaitu patuh terhadap obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis factor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan medikasi pada aggregate dewasa dengan hipertensi di Kota Lhokseumawe. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak  140 responden agregat dewasa dengan hipertensi di kota Lhokseumawe. Model Adaptasi Roy digunakan sebagai kerangka teori. Kuesioner SSQ-6, DASS-42, dan MMAS-8 digunakan sebagai instrument penelitian ini. Analisa statitisk yang digunakan untuk menguji determinan kepatuhan medikasi adalah Regresi logistik multivariat. Hasil penelitian menunjukkan stimulus fokal yang berhubungan dengan kepatuhan medikasi adalah lama menderita hipertensi (p=0,000), frekuensi minum obat harian (p=0,002), kunjungan berobat ulang (p=0,000), dan keteraturan pemeriksaan tekanan darah (p=0,000). Stimulus kontekstual yang berhubungan dengan kepatuhan medikasi adalah jumlah obat hipertensi harian (p=0,045) dan diet khusus (p=0,003), dan stimulus residual berupa dukungan sosial berhubungan dengan kepatuhan medikasi (p=0,012). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan medikasi pada responden adalah stimulus fokal berupa kunjungan berobat ulang dengan nilai odds rasio 16,007 (95% CI: 4,754-53,899). Kesimpulannya adalah faktor penentu kepatuhan medikasi yang paling signifikan adalah stimulus fokal berupa kunjungan berobat ulang. Sehingga direkomendasikan peningkatan home visit oleh petugas Puskesmas, mengingat juga puskesmas merupakan ujung tombak dalam Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).
PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Suriani; Roslaini
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 3 No 1 (2024): EDISI APRIL 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v3i1.108

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan usia yang beresiko tinggi terhadap penyakit - penyakit degeneratif seperti penyakit Jantung Koroner (PJK), hipertensi, diabetes mellitus, rematik, dan kanker. Salah satu penyakit yang sering dialami oleh lansia adalah hipertensi. Hipertensi sering disebut sebagai pembunuh terselubung. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh senam yoga terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Desa Pasir Penjengakan Aceh Tenggara tahun 2023. Jenis Penelitian: Jenis penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian pre eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Populasi: Populasi dalam penelitian ini berjumlah 25 lansia. Pengambilan Sampel: Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan tehnik Total  Sampling Metode Pengumpulan data: dilakukan dengan cara diperoleh langsung dari hasil wawancara menggunakan kuesioner dan observasi oleh peneliti secara langsung kepada responden di Desa Buket hagu Aceh Utara  Hasil Penelitian: hasil uji Paired T Test didapatkan adanya perubahan tekanan darah sistolik dan diastolik diperoleh hasil p-value 0,000 (< 0,05). bahwa ada pengaruh senam yoga  terhadap penurunan tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi. Kesimpulan: Senam yoga dapat menurunkan tekanan darah pada lansia, diharapkan lansia dapat melakukan senam yoga secara rutin sehingga dapat menetralkan tekanan darah pada lansia.  
PENERAPAN TERAPI OZON DALAM MENURUNKAN TINGKAT INFEKSI TERHADAP LUKA DIABETES DIKLINIK ALHUDA WOUNDCARE Suriani; Roslaini; Fadila Putri
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 3 No 2 (2024): EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v3i2.127

Abstract

Ulkus kaki diabetik sangat rentan terhadap infeksi dan menimbulkan risiko amputasi anggota tubuh. Terapi ozon merupakan molekul yang sangat kuat yang dapat mengidentifikasi bakteri, sehingga baik digunakan untuk pengobatan infeksi kronis terutama disebabkan oleh patogen yang resisten antibiotik yang dapat menghambat proses penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi tingkat infeksi pada pasien diabetes dengan melakukan teknik terapi ozon. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan jumlah responden dalam sebanyak 3 sampel dengan diagnosa ulkus diabetes. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner (leg ulcer measurement tool lumt) dan SOP teknik terapi ozon. Hasil studi kasus ini diketahui perawatan luka dengan menggunakan terapi ozon dapat menguragi infeksi pada pasien ulkus diabetes melitus selama selang 3 hari, terdapat bahwa adanya pengaruh terapi ozon terhadap fase penyembuhan luka diabetik pada pasien diabetes melitus diklini alhuda wound care. Kesimpulannya dengan perawatan luka menggunakan terapi ozon secara teratur dapat mencegah infeksi pada pasien ulkus diabetikum. Saran diharapakan kepada klinik alhuda wound care untuk sering menerapkan teknik terapi ozon agar infeksi pada luka kaki diabetes melitus cepat berkurang.