Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

FENOMENA BULLYING DI LINGKUNGAN SEKOLAH DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA DALAM PERSPEKTIF KAJIAN PEDAGOGIK Sutisna, Asep; Nuryaman, Maman; Jahroh, Nurdiatul; Ramdani, Pajar; Kurniawan, Rudi; Suryana, Tatang; Abdurrahman, Nana Herdiana; Yanuarsari, Revita
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9315

Abstract

ABSTRACT Bullying is a social phenomenon that still frequently occurs in schools and is a serious problem in the field of education. This behavior not only impacts the psychological condition of students, such as fear, anxiety, low self-esteem, and trauma, but also affects their social development and academic achievement. Bullying can appear in various forms, both physical, verbal, and psychological, which are influenced by individual factors, family environment, school culture, and the dynamics of social interactions in the community. This study aims to examine the factors causing bullying in the school environment and analyze efforts to overcome it through a pedagogical approach. This study employs a literature review method by examining and analyzing various relevant sources, including educational textbooks, scientific journals, and previous research findings. The results of the study indicate that the role of teachers as educators, mentors, and role models plays a significant role in preventing and overcoming bullying. In addition, the consistent implementation of character education, strengthening the values ​​of empathy and tolerance, and creating a safe, inclusive, and conducive school climate has been shown to be effective in reducing bullying behavior. Therefore, ongoing synergy is needed between teachers, students, parents, and the school to create a safe and comfortable learning environment that supports optimal student development. ABSTRAK Bullying merupakan fenomena sosial yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan menjadi salah satu permasalahan serius dalam dunia pendidikan. Perilaku ini tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis peserta didik, seperti munculnya rasa takut, kecemasan, rendah diri, dan trauma, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan sosial serta prestasi akademik mereka. Bullying dapat muncul dalam berbagai bentuk, baik fisik, verbal, maupun psikologis, yang dipengaruhi oleh faktor individu, lingkungan keluarga, budaya sekolah, serta dinamika interaksi sosial di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penyebab terjadinya bullying di lingkungan sekolah serta menganalisis upaya penanggulangannya melalui pendekatan pedagogik. Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah studi pustaka dengan menelaah dan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku teks pendidikan, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran guru sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan memiliki kontribusi penting dalam mencegah dan mengatasi bullying. Selain itu, penerapan pendidikan karakter secara konsisten, penguatan nilai-nilai empati dan toleransi, serta penciptaan iklim sekolah yang aman, inklusif, dan kondusif terbukti efektif dalam menekan perilaku bullying. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang berkelanjutan antara guru, peserta didik, orang tua, dan pihak sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.
Manajemen Kesiswaan Berbasis Pendekatan Emansipatoris dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa SMP Hidayah, Deni; Abdurrahman, Nana Herdiana
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4067

Abstract

Kedisiplinan siswa masih menjadi permasalahan penting di sekolah menengah pertama, terutama karena pendekatan pembinaan yang cenderung bersifat top-down dan berbasis sanksi belum mampu menumbuhkan kesadaran internal siswa secara berkelanjutan. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan manajemen kesiswaan yang lebih humanistik dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kesiswaan berbasis pendekatan emansipatoris dalam meningkatkan kedisiplinan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multisitus yang dilaksanakan di SMP Negeri Satu Atap Terpadu Cibinong dan SMP Negeri 2 Kiarapedes Kabupaten Purwakarta. Penentuan subjek penelitian dilakukan melalui teknik purposive sampling, meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru bimbingan konseling, wali kelas, serta siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendekatan dalam pengelolaan kedisiplinan siswa di kedua sekolah. SMP Negeri Satu Atap Terpadu Cibinong masih menerapkan pendekatan yang bersifat struktural dan berbasis kepatuhan terhadap aturan, sedangkan SMP Negeri 2 Kiarapedes menerapkan pendekatan emansipatoris yang menekankan partisipasi, dialog, refleksi, dan pemberdayaan siswa. Pendekatan ini terbukti lebih efektif dalam membangun kedisiplinan yang berakar pada kesadaran internal dan tanggung jawab pribadi siswa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pendekatan partisipatif dan dialogis dalam manajemen kesiswaan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji efektivitas pendekatan emansipatoris melalui pendekatan kuantitatif atau mixed-method serta pada konteks sekolah yang lebih luas untuk meningkatkan generalisasi temuan.