Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Efisiensi Pengeluaran Pemerintah Sektor Publik Di Kawasan Asia Tenggara: Aplikasi Data Envelopment Analysis Merini, Dian; Saputra, Putu Mahardika Adi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menggunakan metode Data Envelopment Analysis  (DEA), penelitian  ini mengulas tentang teknis  efisiensi pengeluaran pemerintah sektor publik yang terdiri dari sektor kesehatan, pendidikan dan infrastruktur di kawasan Asia Tengagara. Secara khusus, DEA  yang dipakai mengacu pada model Charnes, Cooper dan Rhodes (CCR),  yang mengasumsikan bahwa fungsi produksi menunjukkan  skala pengembalian yang konstan  (constant return to scale).  Sejalan dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui derajat efisiensi pengeluaran pemerintah sektor publik, maka model optimalisasi yang digunakan adalah minimisasi input (input-oriented model) yang bertujuan  untuk mengevaluasi seberapa banyak kuantitas input dapat dikurangi secara proporsional tanpa mengubah jumlah output. Hasil  analisis  DEA pada  penelitian ini menunjukkan  tingkat efisiensi pengeluaran sektor publik yang bervariasi di kawasan  Asia Tenggara, dimana Singapore menjadi negara dengan tingkat efisiensi rata-rata tertinggi  di ketiga sektor  dan Malaysia  mengalami inefisiensi pengeluaran publik yang paling parah.  Negara dengan penghasilan menengah keatas  seperti Malaysia, Thailand,  Brunei Darussalam dan Vietnam  cenderung memiliki  tingkat pengeluaran sektor publik yang tinggi  sehingga menjadi  tidak efisien. Sedangkan untuk negara miskin seperti Cambodia dan Laos meski memiliki derajat efisiensi lebih tinggi, namun memiliki tingkat layanan publik yang paling buruk baik di sektor kesehatan maupun pendidikan.  Tingkat efisiensi yang tinggi lebih banyak disebabkan karena tingkat input yang  rendah. Untuk negara yang memiliki derajat efisiensi di zona tengah  seperti Indonesia dan Phillipines dapat meningkatkan derajat efisiensi dengan cara melakukan pengurangan input pada tingkat output yang tetap melalui alokasi anggaran yang tepat sasaran dan atau sebaliknya meningkatkan ouput pada tingkat input yang tetap.   Kata kunci:   Efisiensi,  Pengeluaran Pemerintah,  Sektor Publik, Data Envelopment Analysis (DEA)
ANALISIS PENGARUH KONSUMSI PEMERINTAH, INVESTASI PEMERINTAH, INVESTASI SWASTA, DAN ANGKATAN KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI REGIONAL (STUDI KASUS PROPINSI JAWA TIMUR TAHUN 2007-2011) Rinaldi, Rafli; Saputra, Putu Mahardika Adi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PDB merupakan indikator yang digunakan untuk mengetahui kondisi perekonomian suatu wilayah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi pemerintah, investasi pemerintah, investasi swasta, dan angkatan kerja terhadap pertumbuhan ekonomi regional di 38 kabupaten/kota di propinsi Jawa Timur periode 2007-2011. Penelitian ini menggunakan analisis data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pemerintah dan angkatan kerja berpengaruh secara signifikan, sedangkan investasi pemerintah dan investasi swasta tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi regional.   Kata kunci: konsumsi pemerintah, investasi pemerintah, investasi swasta, angkatan kerja, dan pertumbuhan ekonomi regional
Pengaruh Pengeluaran Pemerintah, Investasi dan Inflasi terhadap Produk Domestik Bruto di ASEAN 5 Mongan, Jehuda Jean Sanny; Saputra, Putu Mahardika Adi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengeluaran pemerintah, investasi dan inflasi terhadap produk domestik bruto di ASEAN 5 yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand, dan untuk melihat variabel manakah dari antara pengeluaran pemerintah, investasi dan inflasi yang mempengaruhi produk domestik bruto paling besar. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengeluaran pemerintah, investasi dan inflasi memiliki pengaruh yang positif terhadap pembentukan produk domestik bruto di negara-negara yang termasuk dalam penelitian ini, dan variabel pengeluaran pemerintah yang memiliki peranan paling besar dalam mempengaruhi produk domestik bruto. Kata Kunci : PDB, Pengeluaran Pemerintah, Investasi, Inflasi.
PENGARUH VARIABEL PAJAK DAN VARIABEL MAKROEKONOMI TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN (STUDI KASUS: TAHUN 2001-2012) Rismawati, Wenni; Saputra, Putu Mahardika Adi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Ada dua instrumen kebijakan fiskal yang biasa dijalankan pemerintah yaitu menerapkan sistem perpajakan dan mengatur pengeluaran pemerintah. Sistem perpajakan merupakan bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, oleh karena diperlukan upaya peningkatan penerimaan pajak, terutama Pajak Penghasilan yang mempunyai porsi terbesar dalam APBN. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel pajak dan variabel makro terhadap penerimaan Pajak Penghasilan. Variabel Pajak diantaranya adalah KPP dan wajib pajak, sedangkan variabel makro adalah pertumbuhan ekonomi dan suku bunga. Penelitian ini menggunakan data sekunder time series tahun 2001-2012 yang diambil dari Biro Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Pajak (DJP), dan beberapa jurnal serta literatur lain yang relevan berhubungan dengan penelitian ini. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Variabel bebas nya adalah KPP, wajib pajak, pertumbuhan ekonomi dan suku bunga. Sedangkan variabel terikatnya adalah penerimaan pajak penghasilan. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata penerimaan Pajak Penghasilan time series 2001-2012 dipengaruhi secara positif oleh variabel KPP, wajib pajak, dan pertumbuhan ekonomi. Sedangkan suku bunga tidak berpengaruh secara signifikan. Kata Kunci : Pajak Penghasilan, Kantor Pelayanan Pajak, Wajib Pajak Pertumbuhan Ekonomi, Suku Bunga.
ANALISIS VARIABEL -VARIABEL YANG MEMPENGARUHI JUMLAH PRODUKSI PADA INDUSTRI KECIL KERIPIK TEMPE DI KOTA MALANG (Studi Kasus pada Sentra Industri Keripik Tempe Sanan Kota Malang) Wicaksono, Teguh Hany; Saputra, Putu Mahardika Adi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 2 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor industri kecil merupakan salah satu bentuk strategi alternatif untuk mendukung pengembangan perekonomian dalam pembangunan jangka panjang di Indonesia.Dengan mengidentifikasi faktor-faktor produksi yang ada yaitu modal, tenaga kerja, dan biaya bahan baku dan lama usaha dapat diketahui pengaruhnya pada jumlah produksi industri kecil keripik tempe di Kota Malang. Terkait secara langsung dengan upaya untuk peningkatan hasil produksi maka penulis melakukan Penelitian yang berjudul Analisis Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Jumlah Produksi Pada Industri Kecil Keripik Tempe di Kota Malang (Studi Kasus pada Sentra Industri Keripik Tempe Sanan Kota Malang). Penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan teknik analisa regresi berganda dan menggunaka data primer dan sekunder yang didat dari hasil survey.Variabel Independen yang digunakan adalah jumlah modal, jumlah tenaga kerja, dan biaya bahan baku dan lama usaha. Sedangkan variabel dependennya adalah jumlah produksi. Hasil analisis yang diperoleh dari hasil penelitian menyebutkan bahwa modal, tenaga kerja, dan biaya bahan baku dan lama usaha mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap jumlah produksi pada Industri Kecil Keripik Tempe di Kota Malang. Dan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jumlah tenaga kerja mempunyai pengaruh yang dominan terhadap jumlah produksi pada Industri Kecil Keripik Tempe di Kota Malang. Kata Kunci: Jumlah Produksi, Modal, Biaya Bahan Baku, Jumlah Tenaga Kerja, Lama Usaha.
ANALYSIS OF MACROECONOMIC DETERMINANTS INFLUENCING FOERIGN DIRECT INVESTMENT (FDI) IN INDONESIA IN THE PERIOD OF 1982-2012 Hakim, M Zikril; Adi S, Putu Mahardika
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 2 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to investigate and to explain the relationship between macroeconomics determinants and foreign direct investments (FDI) in Indonesia. Data used in this study are secondary data in the form of time series of yearly data during the period of 1982-2012 which obtained from official website of World Bank.  It comprises FDI as dependent variables and Gross Domestic Product (GDP), Inflation, Exchange Rate and Openness in Indonesia as independent variables. This study also included Infrastructure in determining FDI inflows to Indonesia. Research methods employed in this study are: Ordinary Least Square (OLS) used to  analyze the long term relationship between dependent variable and independent variables and Error Correction Model (ECM) used to analyze the dynamic short term relationship between the dependent variable and independent variables and speed of adjustment of  model toward equilibrium. In addition, this study also employed classical assumption test to determine the validity of the model. The findings shows that GDP, infrastructure, inflation rate, exchange rate, and trade openness have significant influence in the long term to FDI inflows in Indonesia. GDP, infrastructure and trade openness have positive significant influence to FDI while inflation and exchange rate have negative significant influence to FDI. Meanwhile, the short term analysis shows that inflation has negative significant influence while trade GDP, openness and exchange rate have positive significant influence toward FDI inflows in Indonesia. The ECT value also shows negative significant 0.66, it means that the speed of adjustment of the model from disequilibrium is amounted for 66%. Based on the result of the study, it is recommends policymakers such as government, Bank  Indonesia and  Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  to ensure the stability of macroeconomic determinants such as GDP, Exchange Rate, Inflation, and Trade Openness. Government should also improve its expenditure on the key consideration of infrastructure such as telephone lines, as a ways to accelerate the  improvement of FDI inflows. And to attract foreign investors, the government's incentive policy should also focus on the improvement of export performance. The policies that can be taken are in the form of reduced tax rate in the industrial sector, simplifying export procedures and production empowerment by increasing production of export and product promotion through exhibitions or websites, business partnership programs and export marketing management training.Keywords: FDI, GDP, Inflation, Exchange Rate, Openness, Infrastructure, ECM.
ANALISIS SEKTOR EKONOMI BASIS DALAM MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA BATU Setiawan, Mohammad; Mahardika A.S, Putu
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 2 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi daerah akan lebih cepat tercapai apabila di dalamnya terdapat potensi-potensi yang dimiliki baik berupa sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Kota Batu dalam hal ini merupakan daerah dengan sejuta pesona alam yang terdapat di dalamnya. Sehingga Kota ini memiliki peluang yang cukup besar untuk dikembangkan potensi-potensi yang dimiliki dari sektoralnya dan tentunya dapat teridentifikasi pengembangan pembangunan yang cocok untuk daerah ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sektor-sektor yang potensial dan untuk mengetahui sektor-sektor yang memiliki keunggulan komperatif dan kompetitif serta kriteria pertumbuhan tiap sektornya. Penelitian ini menggunakan data  sekunder berupa data produk domestik regional bruto (PDRB) atas harga konstan. Ruang lingkup penlitian ini hanya pada Kota Batu tahun 2008-2012. alat analisis yang digunakan untuk penelitian ini yaitu analisis  kontrbusi sektoral, LQ, shift share, MRP dan tipologi klassen. Hasil analisis menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kota Batu berada pada puncak kemakmuran dari tahun 2008-2012 Kota ini selalu mengalami peningkatan. Sektor-sektor yang patut di kembangkan di Kota Batu yaitu sektor pertanian,  listrik gas dan air bersih, perdagangan hotel dan restoran serta jasa-jasa. Karena dari empat sektor tersebut cukup berkontribusi dalam pembentukan nilai PDRB Kota Batu.Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Pengembangan Pembangunan dan Sektor Potensial
Analisis Efisiensi Bank Umum di Indonesia Tahun 2008-2011 dengan Pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA) Ariefanda, Reza Dwi; Saputra, Putu Mahardika Adi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 2 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi bank umum di Indonesia selama periode tahun 2008 hingga tahun 2011. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui variabel apa saja yang masih berpotensi untuk ditingkatkan efisiensinya. Data penelitian ini didapatkan dari laporan keuangan bank yang dipublikasikan pada direktori perbankan Bank Indonesia (BI). Penelitian ini menggunakan 6 variabel terdiri dari 3 variabel input dan 3 variabel output. Variabel input terdiri dari biaya personalia, biaya bunga, dan biaya selain bunga sedangkan variabel output terdiri dari aktiva produktif, pendapatan bunga dan pendapatan selain bunga. Penelitian ini menggunakan  pendekatan  data envelopment analysis  (DEA). Berdasarkan pendekatan DEA, bank dinyatakan telah beroperasi dengan efisien bila nilai efisiensi yang diperoleh bank tersebut 100%. Bank beroperasi kurang efisien bila  nilai efisiensi  yang didapat kurang dari 100%.   Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat efisiensi bank umum di Indonesia bervariasi mulai dari yang telah beroperasi dengan efisien sampai dengan yang beroperasi kurang efisien. Bank yang efisien selama periode penelitian terdapat Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Central Asia. Sedangkan untuk variabelnya, tidak ada variabel baik input dan output dari bank yang diteliti yang semuanya efisien selama periode penelitian. Kata kunci: Bank Umum, Efisiensi, Data Envelopment Analysis
KETERKAITAN GLOBALISASI DENGAN PERTUMBUHAN INKLUSIF PADA NEGARA-NEGARA ASEAN BERPENDAPATAN MENENGAH Lestari, Titis Kusuma; Santoso, Dwi Budi; Saputra, Putu Mahardika Adi
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 16 No 1 (2022): BILP
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring perkembangan zaman, arus globalisasi dan gelombang teknologi menimbulkan kompetisi di pasar internasional. Untuk memenangkan kompetisi, beberapa negara mendorong kebijakan ke arah keterbukaan perdagangan dan menarik investasi asing sebanyak mungkin. Kebijakan tersebut akan mempercepat pembangunan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, namun juga akan meningkatkan ketimpangan pendapatan. Dalam penelitian ini dikaji mengenai keterkaitan antara ekspor dan investasi asing, sebagai indikator globalisasi, dengan pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pendapatan, sebagai indikator pertumbuhan inklusif, di negara ASEAN berpendapatan menengah dengan menggunakan analisis regresi panel Three Stage Least Square (3SLS) selama periode 1995-2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam konsep globalisasi, terdapat hubungan dua arah yang signifikan antara ekspor dan investasi asing. Di sisi lain, dalam konsep pertumbuhan inklusif, juga terdapat hubungan dua arah yang signifikan antara pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pendapatan. Sementara itu, ekspor dan investasi asing, sebagai indikator globalisasi, secara positif dapat mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif hanya di negara ASEAN berpendapatan menengah ke atas. Oleh karena itu, direkomendasikan untuk mendorong kebijakan yang mempermudah ekspor, khususnya untuk produk yang bernilai tambah tinggi dan berdaya saing, sehingga kontribusi ekspor meningkat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi negaranya. Kata Kunci: Globalisasi, Ekonomi Inklusif, Infrastruktur, 3SLS Abstract In the middle of the last century, globalization and technological waves have created competition in the international market. To win the competition, some countries are pushing policies toward trade openness and attracting as much foreign investment as possible. These policies will accelerate development and increase economic growth, but will also increase income inequality. This study examines the relationship between exports and foreign investment, as an indicator of globalization, with economic growth and income inequality, as an indicator of inclusive growth, in middle-income ASEAN countries using a Three Stage Least Square (3SLS) panel regression analysis during the period 1995-2015. The empirical finding indicates that, in the concept of globalization, there is a significant two-way relationship between exports and foreign investment. On the other hand, in the concept of inclusive growth, there is also a significant two-way relationship between economic growth and income inequality. Meanwhile, exports and foreign investment, as indicators of globalization, can positively encourage inclusive economic growth only in upper middle-income ASEAN countries. Therefore, it is recommended to encourage policies that facilitate exports, especially for products that have high added value and competitive products, so that the contribution of exports increases and is able to increase the country's economic growth. Keywords: Globalization, Inclusive Economy, Infrastructure, 3SLS JEL Classification: F40, F62, I00, O18