Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EDUKASI PEMANFAATAN PROBIOTIK ALAMI DARI KULIT NANAS (Ananas comosus L. Merr) BAGI KESEHATAN TUBUH DI SMA NEGERI 10 MEDAN Purba, Jhan Saberlan; Marbun, Novarianti; Br Bangun, Sofia Eliasari; Dhini, Fitri Wahyu; Pertiwi, Diah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau (JPMPH)
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v6i1.2744

Abstract

Pineapple peel (Ananas comosus L. Merr) waste is abundant in Indonesia but has not been optimally utilized, despite containing beneficial compounds such as bromelain and flavonoids with potential as health products. The lack of public understanding regarding the processing of this waste forms the basis for this Community Service activity. This activity aims to educate students of SMA Negeri 10 Medan on the benefits of natural probiotics from pineapple peels and the method of converting them into a functional beverage. The method employed is interactive counseling, which includes lectures, question-and-answer sessions, and quizzes to enhance participants' understanding. Through this initiative, it is expected that the students' knowledge and awareness regarding the utilization of local natural resources will increase, fostering an interest in processing pineapple peel waste into a probiotic drink that is beneficial for health and promotes sustainability.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN PADA SUHU DINGIN TERHADAP KADAR VITAMIN C BUAH PIR (Pyrus communis) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Br Bangun, Sofia Eliasari; Purba, Jhan Saberlan; Sulasmi, Sulasmi; Dhini, Fitri Wahyu; Ronaldy, Henri
Jurnal Penelitian Farmasi Dan Herbal Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Farmasi dan Herbal
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpfh.v8i1.2731

Abstract

Vitamin C merxupakan vitamin yang penting xuntxuk txubxuh. Vitamin C mxudah larxut dalam air dan yang paling tidak stabil karena mxudah rxusak oleh panas dan penyimpanan. Vitamin C banyak terkandxung dalam berbagai sayxuran dan bxuah-bxuahan segar. Salah satxu bxuah yang mengandxung vitamin C adalah bxuah pir. Txujxuan dari penelitian ini adalah xuntxuk mengetahxui pengarxuh lama penyimpanan pada sxuhxu dingin terhadap kadar vitamin C bxuah pir. Penelitian ini menggxunakan metode ekperimental yaitxu xuntxuk menentxukan kadar vitamin C dalam sampel. Hasil dari penelitian ini yaitxu didapat kadar awal tertinggi pada pir centxury (1,611 mg/g). Namxun setelah 6 hari terjadi penxurxunan kadar secara signifikan 0,880 mg/g (±45%), pada pir xiangli hari 0 didapat kadarnya 1,362 mg/g, pada hari ke-6 penxurxunan kadar vitamin c menjadi 0,518 mg/g (±62%). Pada pir jambxu kadar vitamin C awal sebesar 0,814 mg/g. Setelah disimpan selama 6 hari menxurxun menjadi 0,330 mg/g (±59%). Berdasarkan hasil penelitian terjadi penxurxunan kadar vitamin C pada ketiga jenis bxuah pir secara signifikan dikarenakan vitamin C mxudah sekali teroksidasi, baik oleh temperatxur, cahaya maxupxun xudara sekitar sehingga kadar vitamin C tetap berkxurang walaxupxun disimpan dalam sxuhxu dingin. Kesimpxulannya, terjadi penxurxunan kadar vitamin C pada ketiga jenis bxuah pir secara signifikan dikarenakan vitamin C mxudah sekali teroksidasi, baik oleh temperatxur, cahaya maxupxun xudara sekitar walaxupxun disimpan pada sxuhxu dingin.
Pelatihan Pembuatan Nanoemulsi dari Ekstrak Tanaman Obat Lokal Rosela (Hibiscus sabdariffa) untuk Produk Kosmetik dan Farmasi bagi UMKM di Desa Bengkurung, Kabupaten Deli Serdang Pintata Sembiring; Jhan Saberlan Purba; Mona Fitri Gurusinga
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12670

Abstract

Pengembangan produk berbasis bahan alam saat ini menjadi tren dalam industri kosmetik dan farmasi, terutama melalui pemanfaatan teknologi nanoemulsi yang mampu meningkatkan stabilitas, bioavailabilitas, dan efektivitas senyawa aktif tanaman obat. Rosela (Hibiscus sabdariffa) merupakan salah satu tanaman lokal dengan potensi tinggi karena kandungan antosianin, flavonoid, dan vitamin C yang bermanfaat sebagai antioksidan dan antiaging. Namun, keterbatasan pengetahuan serta teknologi yang dimiliki pelaku UMKM menyebabkan pemanfaatan rosela masih terbatas pada produk sederhana. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan pembuatan sediaan nanoemulsi berbasis ekstrak rosela sebagai inovasi produk kosmetik dan farmasi bagi UMKM di Desa Bengkurung, Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan praktis pembuatan nanoemulsi, serta pendampingan dalam formulasi produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah tanaman rosela menjadi produk bernilai tambah yang lebih kompetitif. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi UMKM sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan
Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) Dalam Perancangan Dan Optimasi Formula Obat Untuk Meningkatkan Efisiensi Pengembangan Sediaan Farmasi Sulasmi Sulasmi; Jhan Saberlan Purba; Mona Fitri Gurusinga
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12668

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa dampak signifikan dalam berbagai bidang, termasuk farmasi. Salah satu tantangan utama dalam pengembangan sediaan farmasi adalah proses perancangan dan optimasi formula obat yang membutuhkan waktu lama, biaya tinggi, serta risiko kegagalan yang besar. Pemanfaatan AI memungkinkan proses tersebut dilakukan dengan lebih efisien melalui analisis data yang cepat, prediksi interaksi bahan aktif, serta optimasi parameter formulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran AI dalam mempercepat pengembangan formula obat, meningkatkan akurasi prediksi sifat farmasetik, serta mengurangi biaya penelitian dan pengembangan. Metode yang digunakan meliputi studi literatur dari jurnal internasional dan nasional yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam perancangan formula obat dapat mempercepat proses screening, meningkatkan efisiensi optimasi, serta memberikan hasil yang lebih akurat dibandingkan metode konvensional. Dengan demikian, pemanfaatan AI berpotensi menjadi solusi strategis untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengembangan sediaan farmasi di masa depan
PENETAPAN KADAR VITAMIN C PADA BROKOLI PUTIH (Brassica oleracea L.) YANG BEREDAR DI KECAMATAN DELI TUA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Jhan Saberlan Purba; Tio Ranti Sari Br Sembiring
Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Penelitian Farmasi dan Herbal
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpfh.v8i2.2946

Abstract

White broccoli (Brassica oleracea L.) is a vegetable rich in vitamin C and has potential as a functional food source beneficial to health. This study aimed to determine the vitamin C content in white broccoli available in Deli Tua District using the UV-Vis spectrophotometric method and to evaluate the validity of the applied analytical method. The broccoli sample was extracted, analyzed qualitatively using iodine reagent, and quantitatively at a maximum wavelength of 265 nm. The calibration curve was constructed using five standard concentrations of vitamin C with a regression equation of y = 0.0495x + 0.0019 and a correlation coefficient r = 0.9996, indicating excellent linearity. The analysis showed that the vitamin C content was 1,8098 mg/g. The method validation met the required criteria: accuracy % recovery of 108.36%, precision RSD 0.47739%, limit of detection LOD of 0.18375, and limit of quantification LOQ of 0.61325. Therefore, the UV-Vis spectrophotometric method is proven valid and accurate for determining the vitamin C content in white broccoli.