Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI SECTIO CAESAREA ELEKTIF 1 HARI SEBELUM OPERASI DI RUMAH SAKIT Alamsyah, Chairunnisa Minarni; Nofita, Reni; Sabarguna, Boy Subirosa; Damayanti, Siti; Kurniasih, Neneng
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i3.955

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan adalah kondisi psikologis atau respons emosional seseorang yang ditandai oleh rasa tegang, khawatir, dan takut, yang muncul akibat persepsi ancaman atau keyakinan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Operasi Caesar saat ini menjadi salah satu metode pilihan dalam proses persalinan karena dinilai memberikan keamanan bagi ibu sekaligus melindungi bayi dari risiko yang ditimbulkan oleh proses persalinan yang terlalu lama. Prosedur ini merupakan bentuk intervensi medis yang relatif aman, namun tetap dapat menimbulkan dampak yang kompleks. Pasien yang akan menjalani operasi Caesar sering kali mengalami berbagai tingkat kecemasan, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Rasa cemas sebelum tindakan operasi muncul sebagai reaksi terhadap ancaman yang dirasakan pasien, baik terhadap fungsi dan perannya dalam kehidupan, integritas tubuh, maupun terhadap keberlangsungan hidupnya. Stres dan rasa cemas kerap muncul saat pasien menantikan jadwal operasi, disebabkan oleh kekhawatiran terhadap nyeri pascaoperasi serta ketakutan terhadap risiko kematian akibat anestesi. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan riwayat operasi dengan kecemasan pasien pre operasi SC elektif 1 hari sebelum operasi di Rumah Saki X. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil diuji dengan uji statistik cross sectional dengan signifikansi α = <0,05 dengan program SPSS 23. Instrumen penelitian dengan menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reabilitas yaitu Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil: Hasil analisis bivariat didapatkan nilai p = 0,730, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat operasi dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi SC elektif di mana nilai lebih besar dari nilai α>0,05. Hasil analisis univariat 32 responden yang akan menjalani operasi SC elektif 93,7% mengalami kecemasan, cemas ringan 34,4%, cemas sedang 37,5% dan cemas berat 21,9%. Kesimpulan: Hampir seluruh pasien yang akan menjalani operasi SC elektif mengalami kecemasan dengan mayoritas cemas sedang, serta tidak ada Hubungan signifikan antara Riwayat operasi dengan Tingkat kecemasan pasien pre operasi SC elektif.
The effect of beet juice (beta vulgaris) to increase hemoblobin levels in pregnant women at The Kuala Tadu Health Center Tadu Raya Sub-District, Nagan Raya District Damayanti, Siti; Satria, Orita; Zakiya, Zakiya; Ala, Nurul
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 7 No. 3 (2025): September: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v7i3.6559

Abstract

Anemia is a condition where the body experiences a lack of hemoglobin levels in the blood which will cause reduced oxygen flow to the organs of the body. To find out if drinking beet juice helps pregnant women have more hemoglobin.  In this study, we used an experimental design involving testing one group of subjects before and after the intervention. A total of 32 pregnant women were sampled using total sampling technique. They were given 200 grams of beetroot juice in 250 ml/day for 7 days. Shows The statistical tests, using a paired sample t-test, showed a P value of 0.000, which is less than 0.05. This means there was a noticeable difference in hemoglobin levels before and after the treatment. These results suggest that giving beet juice greatly helps increase hemoglobin levels in pregnant women with mild to moderate anemia. It can be concluded that the administration of beet juice can be made a reference as an intervention for pregnant women who experience problems with anemia or lack of hemoglobin levels in the blood from mild to moderate categories. The researcher hopes that the health center can increase its role in supporting pregnant women in treatment and how to prevent or handle the occurrence of anemia during pregnancy by increasing the mother's knowledge related to the handling and prevention of anemia by utilizing plants and other alternatives that are cheap and easy to obtain.
Edukasi sarapan pagi untuk konsentrasi belajar siswa kelas V di SDN 25 Meulaboh Damayanti, Siti; Satria, Orita; Zakiya, Zakiya; Rahmadaningsih, Dinda; Mukhsin, Mukhsin
Lebah Vol. 18 No. 4 (2025): July: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i4.376

Abstract

Kebiasaan sarapan pagi merupakan salah satu faktor penting dalam menyediakan zat gizi di pagi hari, yang berguna untuk dapat meningkatkan konsentrasi belajar serta menunjang kesehatan bagi peserta didik sebelum melakukan aktivitas. Nyatanya anak-anak di Indonesia masih banyak yang meninggalkan kebiasaan sarapan pagi, dan memungkinkan untuk memilih jajanan yang tidak sehat di lingkungan sekitarnya. Anak yang meninggalkan sarapan pagi memberikan dampak yang berpengaruh terhadap kinerja otak, daya ingat, risiko anemia dan konsentrasi dalam belajar. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menambah wawasan anak mengenai pentingnya sarapan pagi dalam meningkatkan konsentrasi belajar. Metodologi yang diterapkan mencakup ceramah, diskusi, dan sesi tanya jawab. Kegiatan ini dilakukan di SD Negeri 25 meulaboh pada bulan juni tahun 2025. Jumlah peserta yang terlibat dalam acara ini adalah 25 individu, terdiri dari 13 laki-laki dan 12 perempuan. Selama penyuluhan berlangsung, peserta sangat antusias mengajukan pertanyaan kepada penyuluh mengenai isi materi yang disampaikan. Mereka terlihat bersemangat berpartisipasi dalam diskusi. Hasil dari pretest tingkat pengetahuan  siswa yang tinggi sebesar 28,8% dan post test dengan tingkat pengetahuan tinggi sebesar 79,5%. Sedangkan hasil pretest tingkat pengetahuan yang rendah sebesar 71,2% dan post test dengan tingkat pengetahuan rendah sebesar  20,5%.
Effectiveness of the 4-7-8 Breathing Technique in Enhancing Sleep Quality for COPD Patients Satria, Orita; Nasution, Nurromsyah; Apriani, Fitri; Andriani, Rizki; Damayanti, Siti; Permatasari Tarigan, Amira
Jurnal Respirologi Indonesia Vol 45 No 4 (2025)
Publisher : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)/The Indonesian Society of Respirology (ISR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36497/jri.v45i4.948

Abstract

Background: Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) is a disease that is a health problem throughout the world. COPD sufferers can experience problems with decreased oxygen levels. This incidence can cause COPD sufferers to experience decreased sleep quality. Poor sleep quality will have an impact on the sufferer's physiology. Therefore, COPD sufferers can do breathing exercises, such as the 4-7-8 breathing exercises, which play a role in maximizing oxygen in the respiratory system. This study was conducted to determine the effect of 4-7-8 breathing exercises on improving sleep quality in patients with COPD Method: This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest without a control. This research was conducted on 45 samples, which were recruited in Cut Nyak Dhien Regional Hospital's pulmonary polyclinic, from February 29 to March 18, 2024. The main interventions carried out are the 4-7-8 breathing technique, and the study tool is the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. The data analysis method used was the Wilcoxon statistical test. Results: There is a decrease from 13.33 (pre-intervention) to 4.93 (post-intervention) for the mean score of the breathing exercise 4-7-8. There is a significant influence between influence of the 4-7-8 breathing exercise on improving sleep quality in COPD patients (P=0.001). Conclusion: There is a significant effect of breathing exercise 4-7-8 on improving sleep quality in COPD patients.
PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) TERPADU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS Fatmawati; Damayanti, Siti; Dian vita Sari; Nurromsyah Nasution
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 3 No 2 (2024): EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v3i2.144

Abstract

Kehamilan merupakan suatu proses fisiologis yang hampir selalu terjadi pada setiap wanita. Kehamilan terjadi setelah bertemunya sperma dan ovum, tumbuh dan berkembang di dalam uterus selama 259 hari atau 37 minggu atau sampai 42 minggu. Antenatal Care (ANC) merupakan salah satu upaya pencegahan awal dari faktor risiko juga dapat menurunkan angka kematian ibu dan memantau keadaan janin. Penelitian Untmengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil dengan Kunjungan Antenatal Care (ANC) terpadu di wilayah kerja UPT Puskesmas. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif analitik, Pengambilan sampel menggunakan Stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang ibu hamil penelitian ini telah dilaksanakan pada Agustus 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Berdasarkan hasil Uji statistik, didapat P –value (0,015) < (0,05) sehinga Ho ditolak yang berati ada hubungan yang bermakna antara Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Kunjungan Antenatal Care Terpadu Diwilayah Kerja Puskesmas Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Diharapkan melalui adanya penelitian ini maka tenaga kesehatan khususnya bidan memperoleh informasi untuk menambah pengetahuan. Ada hubungan yang bermakna antara Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Kunjungan Antenatal Care Terpadu Diwilayah Kerja Puskesmas Meureubo Kabupaten Aceh Barat.
A Comparative Analysis of Social Development in Preschool Children of Working and Non-Working Mothers Fatmawati, Fatmawati; Sari, Dian vita; Junaedy , Junaedy; Damayanti, Siti; Ardilla, Arista
Babali Nursing Research Vol. 5 No. 3 (2024): July
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2024.53385

Abstract

Background: Children's social development affects how they socialize with their surrounding environment, where some children have difficulty socializing and adjusting to the environment. The purpose of this study was to compare the social development of preschool-age children in working mothers and non-working mothers.Methods: This study used analytical observations with a cross-sectional design conducted by 113 mothers with preschool children aged 4-6. Data was collected using the DDST II questionnaire sheet specifically for aspects of personal social development. Results: The respondents were 20-35 years old (79.6%), almost half of the children were four years old (40.7%), and also half of the children were female (64.6%). Next, half of the mothers were working (75.3%), the nuclear family type (61.9%), and the social development of preschool children were mostly in the caution category, as much as 47.8%. There was a difference in the social development of children in working mothers and non-working mothers (p-value<0.05). Conclusion: It is expected that working mothers can manage their time, guide and supervise the development of their children, and provide independent trust and freedom to children so that they are not dependent on their parents to carry out age-appropriate developmental tasks.
Effectiveness educational video of Breast Self Examination (BSE) on knowledge of young women Damayanti, Siti; Apriani, Fitri; Nasution, Nurromsyah; Miswarni, Miswarni
Science Midwifery Vol 12 No 3 (2024): August: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i3.1606

Abstract

Background: BSE examinations are conducted as early as feasible while women are still young, that is, when they are productive and between the ages of 13 and 49, they will also be very successful. Women in this age group are more likely to get cancer or breast tumors. The issue lies in women's lack of knowledge about the risks associated with BSE practice, which ranges from 25% to 30%. Adolescents' awareness can be raised more easily when education through video media stimulates their auditory and visual senses. The study's objective was to ascertain how young women's knowledge was impacted by the instructional film on breast self-examination (BSE). Method: A quasi-experimental study design without control is employed, consisting of pre- and post-test phases. The study, which involved 94 teenage female students, was carried out at MTSN 01 West Aceh from April 29 to May 21, 2024. Purposive sampling with inclusion criteria was the sample strategy used in this study. The study's findings demonstrate a substantial relationship between video-based BSE education and young women's BSE knowledge, with a p-value of 0.000<0.05 for the Wilcoxon test results. Conclusion: The degree of knowledge of female students is significantly influenced by BSE instruction through video. Increasing the level of knowledge among female students.
Efektivitas Video Edukasi ASI Ekslusif Terhadap Pengetahuan Ibu Damayanti, Siti; Apriani, Fitri; Satria, Orita; Nasution, Nurromsyah; Rosita, Rosita
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8535

Abstract

Pola pemberian ASI pada bayi umur 0-5 bulan di Indonesia sebanyak 37,3% ASI Eklusif dan lebih dari 200.000 bayi atau 5% dari populasi bayi di Indonesia saaf itu tidak diberikan ASI sama sekali. Pencapaian pemberian ASI Aksklusif di Aceh 2022 tercatat 66,6%. Kurangnya pemberian ASI Eksklusif  disebabkan beberapa faktor antara lain kurangnya pengetahuan terkait pentingnya ASI sehingga berdampak pada ibu dalam pemberian ASI Eksklusif. Pemberian edukasi melalui video sangat membantu pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif Metode: Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain pre and post test without control. Penelitian ini dilakukan kepada 69 orang sampel yang dilaksanakan pada tanggal 06 Juni 2023 s/d 16 Juli 2023. Metode analisa data yang digunakan menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara edukasi ASI melalui media video terhadap pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif. Serta hasil uji Wilcoxon didapatkan dengan p-value = 0,000 a= 0.05. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan intervensi video edukasi asi eksklusif yang mengarah kepada keefektifannya terhadap pengetahuan ibu di wilayah kerja uptd puskesmas krueng sabee hal ini dibuktikan dengan hasil nilai Z yaitu -6.535b dan dari nilai p-value = 0,000
Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Dispepsia Nasution, Nurromsyah; Apriani, Fitri; Sari, Orita; Damayanti, Siti
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i1.9501

Abstract

Peningkatan jumlah penderita dispepsia ini menimbulkan berbagai masalah karena dapat mempengaruhi  kualitas hidup dan menurunkan aktivitas fungsional. Pola makan yang tepat dan teratur akan mempengaruhi penyembuhan dan penurunan kejadian dispepsia itu sendiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pola makan terhadap kejadian dispepsia di Poli Umum UPTD Ujung Padang Rasian Kecamatan Pasie Raja Kabupaten Aceh Selatan. Jenis penelitian ini kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 74 responden dengan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan uji chi square dengan tingkat signifikansi α= 0,05 (95%). Hasil penelitian diperoleh pola makan dengan kejadian dispepsia (p = 0,000 α 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan yang tidak teratur dapat menimbulkan kejadian dispepsia pasien di UPTD Puskemas Ujung Padang Rasian Kecamatan Pasie Raja. Diharapkan kepada Puskesmas melakukan promosi kesehatan terkait pola makan sehat untuk mencegah terjadinya dispepsia pada masyarakat.
Analisis Perilaku Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Apriani, Fitri; Satria, Orita; Damayanti, Siti; Harwalis, Harwalis; Fera, Dian
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8552

Abstract

Stunting tidak hanya menjadi masalah terganggunya pertumbuhan fisik saja, namun juga menyebabkan balita mudah sakit, selain itu juga terdapat gangguan pada perkembangan otak dan kecerdasan serta terganggunya tumbuh kembang sehingga stunting menjadi ancaman besar terhadap kualitas hidup. sumber daya manusia. Perilaku KADARZI merupakan perilaku keluarga yang sadar akan gizi, dengan kata lain keluarga yang selalu mempraktikkan perilaku gizi yang dilihat dari 5 indikator yaitu: menimbang berat badan secara teratur, memberikan ASI eksklusif, mengkonsumsi makanan yang bervariasi, menggunakan garam beryodium dan mengonsumsi suplemen nutrisi sesuai anjuran.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Hasil: Hasil uji Chi-Square pada tabel menunjukkan bahwa 52 responden (32,9%) berperilaku Kardashian dengan kejadian stunting normal dan 55 (34,8%) responden tidak berperilaku Kardashian dan Chi-Square. Uji ini diperoleh nilai signifikan yaitu p-value 0,032 0,05 maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada hubungan antara perilaku KADARZI dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan: Perilaku keluarga yang sadar akan gizi yang baik merupakan kunci pencegahan stunting pada balita. Penerapan lima indikator keluarga sadar gizi antara lain menimbang berat badan secara teratur, memberikan ASI eksklusif, mengonsumsi makanan yang bervariasi, menggunakan garam beryodium, dan anjuran asupan suplemen gizi dapat mengurangi hambatan pertumbuhan pada bayi dan mengatasi masalah stunting pada balita.