Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

POLA PERESEPAN PENYAKIT GERD DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT XYZ JAKARTA Panduwiguna, Ivans; Hardiana, Iyan; Ogiuma, Syabrina Adilas; Latief, Mutawalli Sjahid
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 2 No 1 (2023): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.745 KB) | DOI: 10.59969/jfk.v2i1.21

Abstract

GERD (gastro-esophageal reflux disease) adalah kondisi patologis dimana sejumlah isi lambung berbalik ke esophagus melebihi jumlah normal, dan menimbulkan berbagai keluhan.Refluks ini ternyata juga menimbulkan symptoms ekstraesofageal, disamping penyulit intraesofageal seperti striktur, Barrett's esophagus atau bahkan adenokarsinoma esophagus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat-obat golongan PPI (proton pump inhibitor) khususnya pantoprazole injeksi dan omeprazole injeksi pada penyakit GERD (gastro esophageal refluxs disease) dan mengevaluasi penggunaan obat-obat pantoprazole injeksi dan omeprazole injeksi pada terapi penyakit GERD (gastro esophageal refluxs disease). Hasil penelitian dari 35 pasien (4%) yang terdiagnosa GERD (gastro esophageal refluxs disease), sebanyak 12 pasien yang mendapatkan terapi dosis tunggal yaitu hanya omeprazole injeksi atau pantoprazole injeksi saja, 6 pasien dengan terapi kombinasi 2 obat yaitu omeprazole injeksi dengan pantoprazole injeksi dan 17 pasien dengan terapi kombinasi obat lebih dari 3, yaitu omeprazole injeksi dengan pantoprazole injeksi dan obat golongan PPI (proton pump inhibitor) lainnya.
EVALUASI PELAYANAN INFORMASI OBAT DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN UPTD PUSKESMAS CIASEM KABUPATEN SUBANG Pramestyani, Embriana Dinar; Ratnasari, Dewi; Panduwiguna, Ivans
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 2 No 2 (2023): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59969/jfk.v2i2.24

Abstract

Abstrak Pemberian informasi obat merupakan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persentase informasi yang diberikan Apoteker pada pasien di instalasi farmasi UPTD Puseksmas Ciasem dengan standar pelayanan pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dimana peneliti hanya melakukan pengamatan dan mencatat secara sistematis mengunakan lembar cheklist yang berisi tentang komponen pemberian informasi obat. Untuk mengetahui perbandingan realisasi dengan target yang diinginkan digunakan analisis kesenjangan. Hasil penelitian persentase pada pelayanan informasi obat dengan kategori sangat baik antara lain: nama obat 100%, sediaan obat 93,61%, dosis obat 100%, cara pakai obat 100%, dan efek samping obat 91,48%. Sedangkan pelayanan informasi obat dengan kategori cukup baik adalah penyimpanan obat 46,80%. Pelayanan informasi obat yang masih terjadi kesenjangan negatif yaitu pada parameter sediaan obat sebesar 6%, penyimpanan obat sebesar 53%, dan efek samping obat sebesar 8%. Kesimpulan penelitian ini adalah pelayanan informasi obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan sudah terlaksana dengan cukup baik namun masih ada beberapa parameter pemberian informasi obat yang belum diinformasikan kepada pasien salah satunya indikasi obat.
GAMBARAN SWAMEDIKASI PENDERITA SAKIT GIGI PADA MASYARAKAT KECAMATAN BOJONG GEDE Panduwiguna, Ivans; Baniu, Ahmad Sahlan; Renaldi, Fransiskus Samuel; Sutisna, Andri Anggara
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 2 No 2 (2023): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59969/jfk.v2i2.30

Abstract

Penyakit karies gigi dan penyakit gigi lainnya hampir dialami seluruh penduduk didunia. Karies gigi dan penyakit gigi lainnya umumnya disebabkan oleh kebersihan mulut yang buruk, sehingga terjadi akumulasi plak yang mengandung berbagai macam bakteri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran swamedikasi penderita sakit gigi pada masyarakat kecamatan bojong gede berdasarkan penanganan saat sakit gigi; bahan kimia obat yang banyak digunakan; obat tradisional yang banyak digunakan; alasan melakukan swamedikasi; sumber informasi tentang obat sakit gigi. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif yang tujuan utamanya untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif. Hasil dari penelitian ini lebih dari setengah masyarakat menangani sakit gigi menggunakan bahan kimia obat sebanyak 31 orang (51,7%); bahan kimia obat yang paling banyak digunakan masyarakat dalam swamedikasi sakit gigi adalah ponstan sebanyak 32 orang (62,7%); obat tradisional yang paling banyak digunakan masyarakat dalam swamedikasi sakit gigi adalah larutan garam sebanyak 15 orang (51,7%); alasan masyarakat dalam melakukan swamedikasi sakit gigi terbanyak adalah praktis sebanyak 41 orang (68,3%); sumber informasi tentang obat sakit gigi yang didapat masyarakat dalam melakukan swamedikasi adalah kerabat/tetangga sebanyak 36 orang (60%)
EVALUASI TERAPI OBAT PADA SINDROM KORONER AKUT : SCOPING REVIEW Naintina, Ni Luh Yuni; Ningrum, Vitarani Dwi Ananda; Panduwiguna, Ivans
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 4 No 2 (2025): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59969/jfk.v4i2.146

Abstract

Latar Belakang: Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan penyebab utama kematian global, dengan terapi farmakologis sebagai bagian penting dalam manajemen klinis. Namun, efektivitas terapi obat, interaksi obat, dan parameter hematologi esensial yang relevan masih perlu dievaluasi secara sistematis. Tujuan: Scoping review ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas terapi obat pada pengelolaan SKA, termasuk parameter hematologi pasien untuk keberlangsungan terapi yang akan diberikan. Metode: Scoping review dilakukan dengan pencarian literatur dari PubMed, Science Direct, dan Google Scholar menggunakan kata kunci terkait terapi obat dan parameter hematologi pada SKA. Artikel yang dipilih memenuhi kriteria inklusi dengan terapi farmakologis beserta hasil outcome klinis yaitu parameter hematologi pada penyakit Sindrom Koroner Akut yang mencakup STEMI, N-STEMI dan Agina Pektoris Tidak Stabil, artikel teks lengkap, rentang waktu 2020–2024, artikel review dan studi kasus dikecualikan. Hasil: Dari 3.697 artikel yang ditemukan, terdapat 10 artikel yang relevan sesuai dengan kriteria inklusi Hasil menunjukkan bahwa terapi obat pada Sindrom Koroner Akut yang mencakup APTS, NSTEMI dan STEMI ditemukan pada golongan antiplatelet, antikoagulan, β1-blockers, dan kombinasi risiko beserta parameter hematologi yang meliputi troponin, NLR, MLR, kadar hs-cTnI, leukosit, neutrofil, eosinofil, rasio leukosif dan PRA Kesimpulan: Evaluasi terapi farmakologis yang menyeluruh pada pasien dengan Sindrom Koroner Akut (SKA), terutama dalam hal interaksi obat dan pemilihan kombinasi terapi yang optimal dapat memberikan manfaat klinis yang lebih baik, sementara pemantauan biomarker hematologis seperti troponin, NLR, MLR, hs-cTnI , leukosit, neutrofil, eosinofil, rasio leukosif dan PRA menjadi alat prognostik penting untuk stratifikasi risiko. Kata Kunci: sindrome koroner akut, terapi obat, parameter hematologis