Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

VAKSINASI IKAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEKEBALAN TUBUH PADA IKAN Lukman Anugrah Agung
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 8: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i8.2370

Abstract

Saat ini banyak terjadi wabah penyakit pada ikan yang dapat menyebabkan kematian ikan sehingga menurunkan keuntungan budidaya ikan. Vaksin dapat digunakan untuk meningkatkan sistem imun ikan sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam menjaga kesehatan ikan. Beberapa jenis vaksin telah diaplikasikan pada budidaya perikanan dan terbukti efektif dapat mengendalikan penyakit pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis vaksin yang efektif dapat meningkatkan sistem imun spesifik pada ikan untuk pencegahan penyakit pada ikan sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan keuntungan budidaya ikan. Metode yang digunakan pada artikel ini adalah literature review yaitu dengan mengumpulkan artikel penelitian yang terdapat di google scholar dengan menggunakan kata kunci vaksin pada ikan. Berdasarkan hasil dari literature review ini diketahui beberapa jenis vaksin mampu meningkatkan sistem imun tubuh sehingga meningkatkan kekebalan tubuh ikan terhadap penyakit.
Preliminary study of closed system transportation, rearing and observation of the eggs Oryzias javanicus (Bleeker 1854) from Tunda Island Muh Herjayanto; Mas Bayu Syamsunarno; Nugroho Agung Prasetyo; Annisa Misykah Mauliddina; Lukman Anugrah Agung; Esa Rama Widiyawan; Novita Rahmayanti; Novitasari Irianingrum; Etin Nurkhotimah; Abdul Gani; Vianka Nafisa Salsabila
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 20 No 1 (2020): February 2020
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v20i1.513

Abstract

Wild Oryzias javanicus from Tunda Island has potential as a native Indonesian aquatic ornamental fish and a model for research in the laboratory. The preliminary stage for raising wild fish is transporting from nature to the aquacul-ture environment. Generally, to minimize fish stress during transport in a closed system, anesthetics are added to the transport media. Furthermore, good adaptation in the aquaculture environment will lead to the process of reproduction as the ultimate goal of domestication of wild fish. The research objective is to analyze the transportation of closed systems and the rearing of O. javanicus post-transportation from Tunda Island. Research observations were carried out on behavior, survival, the number of eggs, and male: female sex ratio. Transport using an additional anesthetic treatment of 0.4 mL L-1 and without anesthesia, with fish density of 16 L-1. Anesthesia used is the commercial product Ocean Free® Special Arowana Stabilizer. Transportation is carried out for 11 hours. After that, rearing post-transportation is carried out for 16 days. The results showed that the transportation of O. javanicus can use a closed system without the addition of anesthesia with a density of 16 L-1 for 11 hours. In post-transport maintenance, fish begin active swimming on day 5, swim in groups continuously on day 6, start responding to natural food on day 3 and artificial feed on day 7, and produce a final survival of 91.67%. During maintenance, O. javanicus produces 104 eggs, 0.94 ± 0.06 mm in diameter and has an attaching filaments and a non-attaching filaments in the chorion. Oryzias javanicus is an egg depositor that can spawn with a 1: 1 and 1: 2 sex ratio. Abstrak Oryzias javanicus liar asal Pulau Tunda memiliki potensi sebagai ikan hias akuaskap asli Indonesia dan model untuk penelitian di laboratorium. Tahap awal untuk memelihara ikan liar yaitu melakukan pengangkutan dari alam ke lingkungan budi daya. Umumnya, untuk meminimalkan stres ikan selama pengangkutan sistem tertutup, dilakukan penambahan anestesi ke media pengangkutan. Selanjutnya, adaptasi yang baik dalam lingkungan budidaya, akan menyebabkan terjadinya proses reproduksi sebagai tujuan akhir domestikasi ikan liar. Tujuan penelitian yaitu meng-kaji pengangkutan sistem tertutup dan pemeliharaan pascapengangkutan O. javanicus asal Pulau Tunda. Pengamatan penelitian meliputi tingkah laku, sintasan, jumlah telur dan nisbah kelamin jantan : betina. Pengangkutan mengguna-kan perlakuan penambahan anestesi 0,4 mL L-1 dan tanpa anestesi dengan kepadatan 16 ekor L-1. Anestesi yang digunakan yaitu produk komersial Ocean Free® Special Arowana Stabilizer. Pengangkutan dilakukan selama 11 jam. Setelah itu, dilakukan pemeliharaan selama 16 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangkutan O. javanicus dapat menggunakan sistem tertutup tanpa penambahan anestesi dengan kepadatan 16 ekor L-1 selama 11 jam. Pada pemeliharaan pascapengangkutan, ikan mulai aktif berenang pada hari ke 5, berenang berkelompok secara kontinu pada hari ke 6, mulai merespons pakan alami pada hari ke 3 dan pakan buatan pada hari ke 7, dan menghasilkan sintasan akhir sebesar 91,67%. Selama pemeliharaan, O. javanicus menghasilkan 104 butir telur, diameter 0,94±0,06 mm dan dilengkapi filamen dan fili pada korion. Oryzias javanicus adalah egg depositor yang dapat memijah dengan nisbah kelamin 1:1 dan 1:2.
Aplikasi Perbedaan Waktu Pemberian Pakan Berhormon Terhadap Sex Reversal Pada Ikan Mas Sinyonya (Cyprinus carpio L.) G2N F1 Dodi Hermawan; Rinda Ismalasari; Saifullah Saifullah; Adi Sucipto; Lukman Anugrah Agung
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 8, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v8i2.182

Abstract

This study was conducted to determine the best duration of hormone addition through the feed to induce the sex ratio of common carp strain Sinyonya. The study was using a completely randomized design with 5 different treatments namely A (control), B (30 days), C (35 days), D (40 days), and E (45 days) and each performed in 3 replications. The fish samples used in this study were a common carp strain Sinyonya larvae 5 days after hatching and still have the egg yolks. A total of 1.500 larvae of fish larvae were used. The fish larvae were given feed that had been mixed with 17a-methyltestosteron hormone. Feed was provided ad hormonal satiation at 5 times a day, (08.00, 10.00, 12.00, 14.00 and 16.00). The average percentage of the male fish with the highest value obtained in treatment C (35 days) is equal to 100.00±0.00. The result showed that the addition of 17a-methyltestosterone hormone on feed for 35 days and 40 days was the best treatment to improve the sex ratio of male of common carp strain Sinyonya.
Identifikasi Awal Bakteri Kandidat Probiotik Asal Usus ikan Nila dengan Metode Uji Gram Menggunakan KOH 3% Agung, S.Pi, M.Si, Lukman Anugrah; Hermawan, Dodi; Herjayanto, Muh.
Leuit (Journal of Local Food Security) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Unggulan Iptek Ketahanan Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37818/leuit.v5i1.24851

Abstract

Bakteri probiotik adalah bakteri potensial yang dapat meningkatkan pertumbuhan serta imunitas ikan melalui berbagai mekanisme seperti sekresi enzim pencernaan serta peningkatan aktivitas fagositik. Bakteri probiotik dapat diisolasi dari usus ikan. Namun, banyaknya mikroorganisme dari usus ikan membuat sulit untuk mengetahui bakteri mana yang paling potensial sebagai probiotik pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode uji KOH 3% gram dalam mengidentifikasi bakteri asal usus ikan nila sebagai kandidat probiotik pada ikan. 
PEMANFAATAN TEKNOLOGI AKUAPONIK PADA STRAIN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG BERBEDA TERHADAP PERPORMA PERTUMBUHAN Firmansyah, Taufiq; hermawan, dodi; Agung, Lukman Anugrah
Leuit (Journal of Local Food Security) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Unggulan Iptek Ketahanan Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37818/leuit.v4i2.22638

Abstract

Along with the rapid pace of development, therefore one of the consequences that must be addressed is the reduction in fresh water resources, especially in urban areas and reduced cultivated land. One of the technological innovations that can be applied to integrated fish farming with crop through aquaponics system. At this time various types of tilapia developed by the fish farmer, such as tilapia BEST, Sultana and Gesit. The performance of three strains should be tested with aquaponics system so that farmers can choose the right strain and use the land and water availability are difficult. This study was aimed to evaluate the three strains of tilapia in aquaponics technology systems that support the growth and survival rates are optimal. This study applied a completely randomized experimental design comprising three strains of tilapia namely BEST, Sultana and Gesit and each in three replicates. These results indicate that the differences in the three strains of tilapia (BEST, Sultana and Gesit) did not have a significant influence on the specific growth rate, but the real impact against the survival rate and feed conversion ratio. Sultana tilapia and tilapia BEST maintained at aquaponics system gives a better effect on the survival rate and feed conversion ratio. The survival rate of tilapia Sultana of 100%0,00 and tilapia BEST amounted to 98.41%±1,37 in the feed conversion ratio of tilapia Sultana of 1.27%±0,003 and tilapia BEST of 1.29%±0,01.
Rumput Laut dari Perairan Lontar: Jenis dan Potensi Pemanfaatannya Oktaviani Oktaviani; Lukman Anugrah Agung; Saifullah Saifullah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i1.26903

Abstract

Perairan Lontar merupakan salah satu daerah penghasil rumput laut hasil budidaya di Provinsi Banten. Selain rumput laut yang dibudidayakan, di perairan ini juga terdapat rumput laut lainnya yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis rumput laut yang ditemukan di Perairan Lontar. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menggambarkan potensi rumput laut liar yang ditemukan di Perairan Lontar. Penelitian ini menggunakan metode purposive random sampling dengan sampel yang berasal dari tiga titik yang telah ditentukan di Perairan Lontar. Sampel rumput laut kemudian diidentifikasi menggunakan literatur yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima jenis rumput laut yang terdapat di Perairan Lontar, yaitu Kappaphycus, Chaetomorpha, Gracilaria, Acanthophora dan Hypnea. Rumput laut yang ditemukan di Perairan Lontar ini memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan, industri, atau kesehatan. 
Evaluation of corn steep liquor on the digestibility and growth performance of juvenile common carp strain Sinyonya Hermawan, Dodi; Anugrah Agung, Lukman; Juwita Sari, Indah; Wahyudin, Haeru; Tarigan, Immanuel
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 23 No. 2 (2024): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.23.2.189-200

Abstract

This study aimed to observe the digestibility performance, digestive enzyme activity, and growth performance of the common carp using corn-steep liquor (CSL). The reference diet used commercial feed with 30% protein, and the test diet used CSL at 0% (CSL0), 10% (CSL10), 20% (CSL20), and 30% (CSL30). Common carp (9.38 ± 0.73 g) were stocked at 10 fish per aquarium. Feeding was performed until apparent satiation thrice daily for the 45-day maintenance period. The study used a completely randomized design with four treatments and four replications. The results showed that CSL contained 44.04% protein and an essential amino acid index of 0.80. The additional dose of CSL reduced feed pH and stomach pH compared to the control due to the lactic acid content. In addition, CSL elevated the activity of protease, amylase, and lipase enzymes in the digestive tract of common carp. By applying 20% dose in formulated diet, CSL could increase the total digestibility, ingredient digestibility, protein digestibility, lipid digestibility, and energy digestibility. The high feed digestibility value in the CSL20 treatment was due to the fish ability to utilize carbohydrates and fats as non-protein energy sources, thus producing higher final weight, daily growth rate, and feed conversion ratio. The results of this study indicate that CSL can be used as a source of plant protein for the common carp diet, whereas an administration of CSL at 20% in diet improves the digestibility performance, digestive enzyme activity, and growth performance of common carp. Keywords: common carp, corn steep liquor, digestibility, enzyme, growth ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk melihat kinerja kecernaan, aktivitas enzim pencernaan dan pertumbuhan ikan mas Sinyonya (Cyprinus carpio) menggunakan bahan baku corn steep liquor (CSL) sebagai sumber protein nabati. Pakan acuan menggunakan pakan komersial dengan protein 30% dan pakan uji menggunakan CSL sebanyak 0% (CSL0), 10% (CSL10), 20% (CSL20) dan 30% (CSL30). Pengukuran kecernaan menggunakan indikator Cr2O3 0,5 %. Ikan mas Sinyonya dengan bobot tubuh rata-rata 9,38 ± 0,73 g dipelihara dalam akuarium 60×50×40 cm3 dengan kepadatan 10 ekor per akuarium. Pakan diberikan secara at satiation sebanyak 3 kali sehari selama 45 hari masa pemeliharaan. Penelitian menggunakan desain rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan masing-masing empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CSL mengandung protein sebesar 44,04%, dan indeks asam amino essensial 0,80. Penambahan dosis CSL secara signifikan menurunkan pH pakan dan pH lambung dibandingkan dengan kontrol karena kandungan asam laktat. Sampai dengan dosis CSL 20%, dapat meningkatkan aktivitas enzim protease, amilase dan lipase pada saluran pencernaan ikan mas Sinyonya. Di samping itu, penambahan CSL 20% meningkatkan nilai kecernaan total, kecernaan bahan, kecernaan lemak dan kecernaan energi. Nilai kecernaan pakan yang tinggi pada perlakuan CSL20 disebabkan karena kemampuan ikan dalam memanfaatkan karbohidrat dan lemak sebagai sumber energi non-protein. Disamping itu penambahan CSL sampai dengan dosis 20% meningkatkan bobot akhir, laju pertumbuhan harian dan rasio konversi pakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CSL dapat digunakan sebagai sumber protein nabati untuk pakan ikan mas Sinyonya dan pemberian CSL pada level 20% dapat meningkatkan kinerja kecernaan, aktivitas enzim pencernaan dan pertumbuhan ikan. Kata kunci: corn steep liquor, enzim, ikan mas Sinyonya, kecernaan, pertumbuhan
Evaluation of indigofera leaf meal (Indigofera zollingeriana) on digestibility of common carp strain Sinyonya (Cyprinus carpio) Efrizal, Riky; Hermawan, Dodi; Agung, Lukman Anugrah
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 10, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v10i1.245

Abstract

Common carp strain Sinyonya (Cyprinus carpio) is a freshwater fish that has high economic value. The development of fisheries cultivation business has caused an increase in demand for feed and raw materials so that feed prices become uncompetitive. Therefore, it is necessary to find alternative local feed raw materials. Plant protein source that has the potential to be developed is the indigofera (Indigofera zollingeriana) which has a protein content of 28.98‒36.62%, crude fiber 8.49‒17.40%, and fat 3.3%. This study was aimed to evaluate the use of indigofera leaf flour as a feed raw material on the digestibility of common carp. This study applied the completely randomized design experimental method containing four diet treatments and three replications, namely A (control), B (30% non-fermented indigofera leaf meal), C (30% fermented indigofera leaf meal), D (30% soybean meal). Common carp with an average body weight of 5.87±0.90 g were kept in aquariums (60 × 40 × 40 cm3) with a density of 10 fish per aquarium and fed three times a day at satiation for 30 days of maintenance. The results showed that the use of indigofera leaf flour fermented using A. niger mold had a significant effect (p<0.05) on total digestibility with a value of 53.7%, protein digestibility of 84.88% and energy digestibility of 70.60% in common carp. This study also showed that indigofera leaf flour fermented using A. niger mold could reduce crude fiber in feed from 5.21% to 2.98%.
Evaluation of Growth Performance in Sinyonya Carp (Cyprinus carpio L.) Fed with varying inclusion levels of Indigofera Agung, Lukman Anugrah; Hermawan, Dodi; Massie, Rudy Taufik Putra
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i4.7488

Abstract

Carp is a valuable freshwater fish that thrives in various temperatures and water conditions, making it suitable for cultivation in diverse regions to satisfy community needs for animal protein. However, one of the primary challenges in carp farming is the high cost of commercial feed, which can contribute up to 91.2% of total production expenses. Thus, identifying affordable alternative protein sources is essential. Indigofera zollingeriana, a protein- and amino acid-rich plant, shows potential as an alternative to traditional feed ingredients like soybean meal. This study examines the effectiveness of using Indigofera as a feed ingredient for Sinyonya carp (Cyprinus carpio). The research applied a Completely Randomized Design with 5 treatment groups, each with varying Indigofera zollingeriana concentrations: TDI 0, TDI 25, TDI 50, TDI 75, and TDI 100. Findings revealed that Indigofera-based feed significantly boosted absolute growth and daily growth rate of the fish, although it did not influence feed efficiency or survival rate. The optimal concentration was determined to be TDI 75, or 75% Indigofera. Water quality remained favorable for the fish throughout the study.
PRELIMINARY STUDY OF POST TRANSPORTATION ADAPTATION RESPONSE OF Esomus metallicus (AHL 1923), AN FOREIGN FISH SPECIES IN INDONESIA AND INITIAL DISCUSSION OF ITS UTILIZATION POTENTIAL Solahuddin, Edo Ahmad; Fadillah, Tia Noer; Suci, Dinda Trie; Putri, Nabila; Fatimah, Fanny Yulianti; Rizki, Exel Muhamad; Herjayanto, Muh.; Syamsunarno, Mas Bayu; Pratama, Ginanjar; Zahro, Fathimah; Wasistha, Intan Nurani Drana; Meata, Bhatara Ayi; Hasanah, Afifah Nurazizatul; Agung, Lukman Anugrah; Roidelindho, Kiki; Munandar, Aris
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 1 No 2 (2021): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v1i2.357

Abstract

Esomus metallicus merupakan spesies ikan yang secara alami tidak tersebar di Indonesia (non-native). Pada beberapa kasus, jenis ikan non-native telah mengancam ekosistem alami di perairan umum. Melalui ekspedisi ilmiah, dilakukan pengamatan yang bertujuan untuk mengkaji respons awal adaptasi pascapengangkutan, yaitu sintasan dan tingkah laku ikan E. metallicus liar di dalam wadah terkontrol. Selain itu, juga dilakukan analisis terhadap potensi pemanfaatan untuk bidang akuakultur, pengolahan hasil perikanan, dan strategi edukasi kepada masyarakat tentang ikan E. metallicus. Ekspedisi dilakukan selama dua hari di bagian barat Pulau Jawa. Ikan diangkut menggunakan sistem tertutup selama 6 jam. Pemeliharaan ikan pascapengangkutan dilakukan selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan sintasan ikan E. metalicus selama pengangkutan yaitu 96,72%. Ikan E. metalicus dapat beradaptasi dengan baik di dalam wadah pemeliharaan terkontrol yang terlihat dari sintasan akhir pengamatan 90,96%, tingkah laku berenang yang aktif secara berkelompok dan telah memakan pakan buatan. Potensi sebagai ikan hias dapat dilihat pada warna sisik metalik, ukuran tubuh yang kecil, dan tingkah laku berenang berkelompok dapat menjadi ikan untuk akuaskap. Selain itu, potensi pemanfaatan ikan ini yaitu sebagai pakan hidup untuk ikan predator, tepung ikan, ikan uji di laboratorium, dan bahan makanan. Kajian lebih lanjut hal tersebut sebagai solusi pengendalian ikan non-native perlu dilakukan. Analisis risiko menunjukkan bahwa E. metallicus termasuk ke dalam spesies risiko sedang. Strategi edukasi terhadap masyarakat perlu dilakukan karena masyarakat menganggap ikan E. metallicus adalah “benteur” atau “paray”, yang merupakan nama lokal untuk ikan dari genus Rasbora asli Indonesia karena kemiripan morfologi.
Co-Authors Aan Burhanuddin ABDUL GANI Abdul Gani Abdul Gani Achmad Noerkhaerin Putra Adi Sucipto, Adi Aditya Baariz Ramadhan Alfan Najihil Wafa Andi Apriany Fatmawaty, Andi Apriany Annisa Misykah Mauliddina Annisa Misykah Mauliddina Arif Rahman Aris Munandar Aris Munandar Cerly Nurlita Anggraeni Dinda Trie Suci Dodi Hermawan Edo Ahmad Solahuddin Edo Ahmad Solahudin Edo Ahmad Solahudin Efrizal, Riky Elinda Kusuma Dewi Eltis Panca Ningsih, Eltis Panca Esa Rama Widiyawan Esa Rama Widiyawan Esa Rama Widiyawan Etin Nurkhotimah Evan Danisworo Exel Muhamad Rizki Fadillah, Tia Noer Fanny Yulianti Fatimah Fathimah Zahro Fathoni Tri Kurniawan Fatimah, Fanny Yulianti Firmansyah, Taufiq Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Haeru Wahyudin Hasanah, Afifah Nurazizatul Herjayanto, Muh. Iffah Muflihati Imadiah Aulia Imas Rohmawati, Imas Indah Juwita Sari Intan Nurani Drana Wasistha Jhon Meirta Ginting Kiki Roidelindho Magfira Magfira Mas Bayu Syamsunarno Mas Bayu Syamsunarno Mas Bayu Syamsunarno Mas Bayu Syamsunarno Mas Bayu Syamsunarno, Mas Bayu Massie, Rudy Taufik Putra Meata, Bhatara Ayi Meata, Bhatara Ayi Mega Novita Miftah Faridj Mila Wahyuningsih Muh. Herjayanto Munandar, Aris Mustahal Mustahal Mustahal Mustahal Nabila Putri Novita Rahmayanti Novitasari Irianingrum Nugroho Agung Prasetyo Nugroho Agung Prasetyo Nuniek Hermita Nurhalimah Nurhalimah Oktaviani Oktaviani Putri, Nabila Rinda Ismalasari Rizki, Exel Muhamad Rizky Muliani Dwi Ujianti Rizky Muliani Dwi Ujianti Roidelindho, Kiki Roies Nur Ingsan Saifullah Saifullah Saifullah Saifullah, Saifullah Sarjito - Slamet Budi Prayitno Solahuddin, Edo Ahmad Solahudin, Edo Ahmad Suardi Laheng Suci, Dinda Trie Tansya Anggraeni Tarigan, Immanuel Tia Noer Fadillah TN Saifullah Sulaiman, TN Saifullah Tsaqif Muzakki Ujianti, Rizky Muliani Dwi Vianka Nafisa Salsabila Wahyudin, Haeru Wasistha, Intan Nurani Drana Zahro, Fathimah