Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Upaya Menumbuhkan Keterampilan Proses Sains Siswa Sekolah Dasar Melalui Implementasi Wati Oviana; Raudhah Hayatillah
JKA Vol. 2 No. 1 (2025): JKA
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/hzv1t479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi strategi pembelajaran dalam menumbuhkan keterampilan proses sains pada siswa sekolah dasar. Keterampilan proses sains mencakup kemampuan mengamati, mengklasifikasi, memprediksi, mengukur, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan, yang merupakan dasar penting untuk membangun pemahaman ilmiah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di salah satu sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen, serta dianalisis menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi pembelajaran berbasis eksperimen dan diskusi kelompok secara signifikan meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Siswa menjadi lebih aktif dalam mengajukan pertanyaan, melakukan pengamatan, dan menarik kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang interaktif dan kontekstual sangat efektif dalam membangun keterampilan proses sains di tingkat sekolah dasar. Dengan demikian, penelitian ini merekomendasikan penerapan strategi serupa secara lebih luas untuk mendukung pengembangan keterampilan sains siswa secara optimal.
Ecoprint sebagai Upaya Peningkatan Literasi Pelajar di MAT Daarut Tahfidz Al-Ikhlas Banda Aceh Arif Sardi; Jamaluddinsyah Jamaluddinsyah; Raudhah Hayatillah; Syafrina Sari Lubis
Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan Vol. 3 No. 1 (2026): Januari : Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aksinyata.v3i1.2794

Abstract

This community service activity aims to enhance students’ literacy through the application of ecoprint as an environmentally based creative learning medium at MAT Daarut Tahfidz Al-Ikhlas Banda Aceh. This program was motivated by the limited utilization of practice-based art activities as a means of strengthening students’ literacy. The implementation method employed a participatory-educative approach consisting of material socialization, ecoprint technique demonstrations, group-based hands-on practice, reflective discussions, and activity evaluation. The results indicate that students were able to understand the concepts and stages of ecoprint, produce works with various natural motifs, and demonstrate improvements in visual literacy and creativity. In addition, the activity increased students’ awareness of the use of natural materials and the importance of environmental friendly practices. Group-based activities also encouraged the development of social literacy through collaboration and communication among participants. Therefore, ecoprint can be considered an effective and contextual alternative learning medium to support the enhancement of students’ literacy in the school environment and has the potential to be sustainably developed.
Review Artikel: Potensi Tenggek Burung (Melicope ptelefolia) sebagai Kandidat Obat Raudhah Hayatillah; Widie Kemala Hapsari
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v3i1.1572

Abstract

Tenggek burung (Melicope ptelefolia) merupakan famili Rutaceae, merupakan tanaman herba yang dapat hidup setinggi 1-14 m, banyak ditemukan di daerah Riau, dan juga ditemukan di Malaysia, Vietnam dan China. Tenggek burung biasa dikonsumsi dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari dan diyakini memiliki manfaat secara klinis. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui potensi tenggek burung sebagai kandidat tanaman obat. Metode yang digunakan adalah studi literatur, literatur online didapat dari jurnal publikasi lokal maupun internasional yang diperoleh dari penyedia jurnal di internet menggunakan mesin pencari google. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa tanaman tenggek burung memiliki kandungan metabolit alam yang dapat berperan sebagai antioksidan, tenggek burung diketahui memiliki senyawa bioaktif seperti fenolik, flavonoid, saponin dan senyawa bioaktif lainnya. Kandungan senyawa bioaktif tersebut dapat berperan sebagai penangkal radikal bebas untuk menggurangi terjadinya stres oksidatif, selain itu adanya kandungan bioaktif yang terkandung pada tanaman tenggek burung membuat tanaman ini memiliki potensi sebagai kandidat obat yang dapat dikembangkan dikemudian hari.
The Effect of White Cempaka Flower Extract (Magnolia alba) on Rabbit (Oryctolagus cuniculus) Hair Growth Sheila Wulandari; Arif Sardi; Raudhah Hayatillah
JURNAL BIOSAINS Vol. 12 No. 2 (2026): JURNAL BIOSAINS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bags6v21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak etanol tonik bunga cempaka putih (Magnolia alba) terhadap pertumbuhan rambut pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus) dan menentukan konsentrasi optimalnya. Metode eksperimental berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan dengan lima kelompok perlakuan: konrol negative (aquadest), kontrol positif (Regrou), dan tonik ekstrak bunga cempaka putih dengan konsentrasi 3%, 6%, dan 12%. Preparat tonik diuji sifat fisik dan stabilitasnya, kemudian diaplikasikan secara topical pada punggung Kelinci selama 28 hari. Pengukuran panjang rambut dilakukan setiap minggu dan dianalisis menggunakan ANOVA dua arah berulang. Hasil evaluasi fisik menunjukkan bahwa semua formula homogen, stabil, dan memenuhi standar pH kulit. Pada minggu ke-4, formula 3% menghasilkan pertumbuhan rambut rata-rata tertinggi (1,97 ± 0,49 cm), melebihi kontrol positif (1,87 ± 0,71 cm). Penigkatan konsentrasi (6% dan 12%) justru mengurangi efektivitas karena peningkatan viskositas dan potensi saturasi reseptor. Uji ANOVA menunjukkan bahwa faktor waktu memiliki pengaruh yang sangat signifikan (p < 0,001). Kesimpulannya, ekstrak bunga cempaka putih 3% adalah yang palig optimal dan berpotensi dikembangkan sebagai sediaan tonik rambut alami. This study aims to test the effectiveness of the tonic ethanol extract of white cempaka flowers (Magnolia alba) on hair growth in rabbits (Oryctolagus cuniculus) and determine the optimal concentration. An experimental method based on a Randomized Block Design (RBD) was used with five treatment groups: negative control (aquadest), positive control (Regrou), and white cempaka extract tonic with concentrations 3%, 6%, and 12%. The tonic preparation was tested for its physical properties and stability, followed by topical application on the rabbit’s back for 28 days. Hair length measurements were taken weekly and analyzed using a two-way repeated-measure ANOVA. The results of the physical evaluation show that all formulas are homogeneous, stable and meet skin pH standards. At week 4, the 3% formula produced the highest average hair growth (1,97 ± 0,49 cm), exceeding the positive control (1,87 ± 0,71 cm). Increasing the concentration (6% and 12%) actually reduces effectiveness due to increased viscosity and potential receptor saturation. The ANOVA test shows that the time factor has a very significant effect (p < 0,001). In conclusion, 3% white cempaka flower extract is most optimal and has the potential to be developed as a natural hair tonic preparation
CARA PENGOLAHAN DAN PENGGUNAAN TANAMAN OBAT DI KECAMATAN KEMBANG TANJONG KABUPATEN PIDIE Ninda Kausari; Raudhah Hayatillah; Kamaliah Helmi
Jurnal Bionatural Vol. 13 No. 2 (2026): JURNAL BIONATURAL
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Medicinal plants passed down through generations represent a valuable cultural asset that warrants documentation. Kembang Tanjong District in Pidie Regency is one area where plants continue to be used as alternative medicine. This study aimed to document the types of medicinal plants used, the methods of their application, and community perceptions regarding their use compared to modern medicine. A qualitative approach employing purposive sampling was used, with data collected through semi-structured interviews, field observations, and the sampling of medicinal plants in Kembang Tanjong District, Pidie Regency. The results indicate that the community in Kembang Tanjong District utilizes 53 medicinal plant species from 31 families for traditional healing, with leaves being the most frequently used plant part (45%). The predominant methods of administration were oral ingestion (66%), topical application (28%), poulticing (3%), washing (3%), instillation (1%), and chewing (1%). Medicinal plants are frequently used for minor ailments due to their accessibility, affordability, safety, and alignment with tradition, whereas modern medicines are used for more serious conditions, reflecting a balance between local wisdom and formal healthcare services.