Tsabit Azinar Ahmad
Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Peranan Pembelajaran Sejarah dalam Penanaman Nilai Karakter Religius dan Nasionalisme di MAN Temanggung Tahun Ajaran 2016/2017 Winarsih, Idha; Utomo, Cahyo Budi; Ahmad, Tsabit Azinar
Indonesian Journal of History Education Vol 5 No 2 (2017): Indonesian Journal of History Education
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitin ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap religius dan nasionalisme yang dimunculkan oleh siswa-siswa MAN Temanggung; mendeskripsikan peranan pembelajaran sejarah dalam penanaman nilai karakter religius dan nasionalisme di MAN Temanggung, dan mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam penanaman nilai karakter religius dan nasionalisme di MAN Temanggung. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian: 1. Sikap religius dan nasionalisme siswa MAN Temanggung dapat dikatakan sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari program-program yang diterapkan sekolah yang dijadikan peraturan sekolah, dan semakin lama menjadi kebiasaan siswa untuk melakukannya; 2. Peranan pembelajaran sejarah dalam penanaman nilai religius dapat dilihat ketika guru menyampaikan materi tentang Peradaban Islam di Indonesia. Sedangkan peranan pembelajaran sejarah dalam penanaman nasionalisme dapat dilihat ketika guru menyampaikan materi tentang Peristiwa Sekitar Proklamasi; 3. Kendala yang guru hadapi terdapat pada proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kendala pada saat perencanaan seperti kurangnya buku penunjang yang dapat menambah referensi materi sejarah. Kendala dalam pelaksanaan adalah kurangnya waktu dan karakter pribadi siswa yang berbeda-beda. Sedangkan kendala dalam evaluasi adalah guru masih kurang dalam memahami karakter masing-masing siswa.
Implementasi Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Semarang Nurhayati, Ela; Jayusman, Jayusman; Ahmad, Tsabit Azinar
Indonesian Journal of History Education Vol 6 No 1 (2018): Indonesian Journal of History Education
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui pemahaman guru terhadap penilaian autentik pada kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Semarang; mengetahui pelaksanaan penilaian autentik oleh guru sejarah di SMA Negeri 1 Semarang; dan mengetahui kendala yang dialami guru di SMA Negeri 1 Semarang dalam penilaian autentik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus. Lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Semarang. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan yakni wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru dan peserta didik, aktivitas pembelajaran serta dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, studi dokumentasi, angket dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru sejarah mempunyai pemahaman yang baik terhadap penilaian autentik dalam kurikulum 2013; guru sejarah sudah melaksanakan penilaian pengetahuan dan penilaian keterampilan dengan baik sedangkan dalam hal analisis dan pelaporan hasil penilaian autentik guru menggunakan software pengolah nilai secara online; kendala yang dialami oleh guru sejarah adalah kemajemukan peserta didik dengan latar belakang dan karakter yang berbeda-beda, sedangkan faktor yang mendukung guru dalam mengimplementasikan penilaian autentik adalah peserta didik yang berkualitas, tersedianya fasilitas dan sumber belajar serta adanya software pengolah nilai. Kata kunci: penilaian; autentik; pembelajaran sejarah
Kesadaran Sejarah Siswa Terhadap Ketokohan dan Keteladanan Sunan Kudus Di MA Qudsiyyah Kudus Tahun Pelajaran 2017/2018 Firdaus, Aufa Hasan; Purnomo, Arif; Ahmad, Tsabit Azinar
Indonesian Journal of History Education Vol 6 No 2 (2018): Indonesian Journal of History Education
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu menjelaskan proses penanaman kesadaran sejarah terhadap keteladanan dan ketokohan Sunan Kudus dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Aliyyah Qudsiyyah Kudus, menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesadaran sejarah siswa terhadap ketokohan dan keteladanan Sunan Kudus di Madrasah Aliyyah Qudsiyyah Kudus, dan menjelaskan fasilitas yang digunakan dalam penanaman kesadaran sejarah terhadap ketokohan dan keteladanan Sunan Kudus di MA Qudsiyyah Kudus. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan fenomenologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penanaman kesadaran sejarah terhadap keteladanan dan ketokohan Sunan Kudus dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di MA Qudsiyyah Kudus sudah sesuai dibuktikan adanya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Silabus pada Kurikulum 2013, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi dan kesadaran sejarah siswa yang ditunjukkan sebagian besar dari hasil wawancara siswa yaitu paham. Adanya faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesadaran sejarah siswa antara lain dari kompetensi guru sejarah, pembelajaran yang ada, dan lingkungannya. Fasilitas yang digunakan dalam penanaman kesadaran sejarah sudah mewadahi ditunjang dari sumber belajar dan ekstrakulikuler. Kata kunci: kesadaran sejarah; ketokohan; Sunan Kudus
National Heroes in Indonesian History Text Book Pramono, Suwito Eko; Ahmad, Tsabit Azinar; Wijayati, Putri Agus
Paramita: Historical Studies Journal Vol 29, No 2 (2019): PARAMITA
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v29i2.16217

Abstract

History education has an essential role in building the character of society. One of the advantages of learning history in terms of value inculcation is the existence of a hero who is made a role model. Historical figures become best practices in the internalization of values. However, the study of heroism and efforts to instill it in history learning has not been done much. Therefore, researchers are interested in reviewing the values of bravery and internalization in education. Through textbook studies and curriculum analysis, researchers can collect data about national heroes in the context of learning. The results showed that not all national heroes were included in textbooks. Besides, not all the heroes mentioned in the book are specifically reviewed. There are only a few heroes that are specifically reviewed because they have links to basic competencies in the 2013 curriculum. The most popular heroes in the history textbook are (1) Pattimura, (2) Diponegoro, (3) Sukarno, (4) Mohammad Hatta, (5) Hamengkubuwono IX. This hero is mostly reviewed for KD class XI numbers 3.2, 3.6, and 3.9. National heroes have curricular relevance, which has now been integrated into history learning. This study analyzed the position of national heroes in the compulsory Indonesian History learning curriculum at the high school level. Pendidikan sejarah memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat. Salah satu keuntungan dari belajar sejarah dalam hal penanaman nilai adalah keberadaan pahlawan yang dijadikan panutan. Tokoh sejarah menjadi praktik terbaik dalam internalisasi nilai. Namun, studi tentang kepahlawanan dan upaya menanamkannya dalam pembelajaran sejarah belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meninjau nilai-nilai keberanian dan internalisasi dalam pendidikan. Melalui studi buku teks dan analisis kurikulum, peneliti dapat mengumpulkan data tentang pahlawan nasional dalam konteks pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua pahlawan nasional dimasukkan dalam buku teks. Selain itu, tidak semua pahlawan yang disebutkan dalam buku ini ditinjau secara khusus. Hanya ada beberapa pahlawan yang secara khusus ditinjau karena mereka memiliki kaitan ke kompetensi dasar dalam kurikulum 2013. Pahlawan paling populer dari dua buku yang dianalisis, yaitu (1) Pattimura, (2) Diponegoro, (3) Sukarno, (4) Mohammad Hatta, (5) Hamengkubuwono IX. Pahlawan ini sebagian besar relevan untuk KD kelas XI nomor 3.2, 3.6, dan 3.9. Pahlawan nasional memiliki relevansi kurikuler, yang sekarang telah diintegrasikan ke dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini menganalisis posisi pahlawan nasional dalam kurikulum pembelajaran Sejarah Indonesia wajib di tingkat sekolah menengah. 
Peran Wanita dalam Islamisasi Jawa abad XV Ahmad, Tsabit Azinar
Paramita: Historical Studies Journal Vol 21, No 1 (2011)
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v21i1.1024

Abstract

Islamization cannot be separated from the role of the people who had been instrumental in spreading Islam. However, the writing of our history is still less in giving ample scope to the role of women in Islamization. This paper briefly tried to raise issues about the status of women in the early Islamization is happening on the island of Java, and how the role of women as part of Islamization. In general, women have a role as a catalyst between the previous culture to culture influenced by aspects of Islam. The role of women as a catalyst because it can facilitate the development of Islam in Java, so that she is regarded as a connecting bridge between the Hindu-Buddhist old culture on the one hand, and the Islamic culture as a new culture on the other hand. The role of women can be seen from his social status, when women have a high social status they have the flexibility to provide access and convenience, as well as strengthening the spread of Islam in Java. Key words: women, Islamization of Java, the cultural catalyst, reinforce
STRATEGI PEMANFAATAN MUSEUM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATERI ZAMAN PRASEJARAH Ahmad, Tsabit Azinar
Paramita: Historical Studies Journal Vol 20, No 1 (2010)
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v20i1.1092

Abstract

Efforts of understanding of prehistoric material having the main obstacle, namely the long stretch of time between prehistoric times to the present. Therefore, it is necessary to solve how to increase student understanding of prehistoric material. This problem is the main subject of this research. This study aims to reveal how the museum can be used as instructional media of prehistoric times, so hopefully be able to improve student understanding of prehistoric times. One of the efforts to increase student understanding of prehistoric material can be done by using the museum as a medium of learning. This is due to the fact that museum offers media complexity which is very helpful for students in getting historical information. Utilization of the museum as a medium of learning history, in addition to providing recreational aspects for students, is also able to provide visualization, interpretation, and generalization about an historical event. Therefore, as an effort to improve student understanding of prehistoric material, it is necessary to optimize the use of instructional media in the form of museums.   Keywords: Museums, Media of Learning, Prehistoric Period Upaya pemahaman  materi zaman prasejarah mengalami  kendala utama, yaitu rentangan waktu yang panjang antara zaman prasejarah dengan masa sekarang. Oleh karena itu, diperlukan adanya penyelesaian bagaimana upaya peningkatan pemahaman pelajar terhadap materi zaman prasejarah. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana museum dapat digunakan sebagai media pembelajaran zaman prasejarah, sehingga diharapkan mampu untuk meningkatkan pemahaman pelajar terhadap zaman prasejarah. Salah satu upaya peningkatan  pemahaman pelajar tentang materi zaman prasejarah dapat dilakukan dengan menggunakan museum sebagai media pembelajaran. Hal ini karena museum menawarkan  kompleksitas media yang sangat membantu pelajar dalam memperoleh informasi kesejarahan. Pemanfaatan museum sebagai media pembelajaran sejarah, selain memberikan aspek rekreasi bagi pelajar, juga mampu memberikan visualisasi, interpretasi, dan generalisasi tentang suatu peristiwa sejarah. Oleh karena itu, sebagai upaya peningkatan pemahaman pelajar tentang materi zaman prasejarah perlu adanya optimalisasi penggunaan media pembelajaran berupa  museum.   Kata kunci: Museum, Media Pembelajaran, Zaman Prasejarah  
KENDALA-KENDALA GURU DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KONTROVERSIAL DI SMA NEGERI KOTA SEMARANG Ahmad, Tsabit Azinar; Sodiq, Ibnu; Suryadi, Andy
Paramita: Historical Studies Journal Vol 24, No 2 (2014): PARAMITA
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v24i2.3128

Abstract

This research identifies teacher constraints in controversial history learning in Semarang’s senior high school and analyzes teachers’ efforts in controversial history learning. Qualitative approach was used in this research to observe senior high school in Semarang Municipality. This research used interactive model of analysis. This research results three main factors that support controversial history learning i.e. school aspects, teachers’ independency, and students’ ability. There were several constraints in controversial history learning i.e. constraints in learning design, learning practices, and supporting factors. Commonly, it caused by two factors: (1) internal factors, there were historiographical change in Indonesia; (2) external factor, there were learning practices aspects. Teachers’ effort to reduce learning constraints divided became two, learning design and learning practice’s effort.Keywords: learning history, controversial history, learning constraints. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kendala-kendala yang ditemui guru dalam  menganalisis upaya-upaya yang dilakukan guru dalam pembelajaran sejarah kontroversial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengambil penelitian di SMA-SMA Negeri di Kota Semarang. Analisis yang dilakukan menggunakan model analisis model interaktif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada tiga hal yang mendorong pelaksanaan pembelajaran sejarah kontroversial, yakni sekolah, kemandirian guru dan kemampuan peserta didik. Kendala-kendala yang ditemui, yakni kendala pada saat perencanaan, kendala pada saat pelaksanaan pembelajaran dan pendukung. Kendala tersebut dapat disebabkan oleh dua faktor, yakni (1) faktor intern berupa perubahan corak historiografi Indonesa dan (2) faktor ekstern, yakni dari lam praksis pembelajaran. Upaya untuk mengatasi kendala-kendala terbagi menjadi dua, yakni upaya pada aspek perencanaan dan upaya pada aspek pelaksanaan pembelajaran.Kata kunci: pembelajaran sejarah, sejarah kontroversial, kendala-kendala pembelajaran  
KAMPANYE DAN PERTARUNGAN POLITIK DI JAWA TENGAH MENJELANG PEMILIHAN UMUM 1955 Ahmad, Tsabit Azinar
Paramita: Historical Studies Journal Vol 26, No 1 (2016): PARAMITA
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v26i1.5163

Abstract

Through study of campaign discourse from various documents, this research tries to explain political constellation and discourse in Cenral Java toward the election in 1955. In order to increase the people votes, the political parties make efforts to win the election in 1955. Those efforts are implemented in campaign to attract attention. Discourses scatter as an effort to ingratiate people. Four largest winning parties namely PNI, Masyumi, NU, and  PKI,  are also involved actively in campaign. Each of the, has good mapped approach and targets. In order to attract sympathy from people, the parties often have discourse fight. The discourse fight particularly occurs between PNI-Masyumi, PKI-Masyumi. In Central Java, the discourses of parties and their fight also mark campaign process toward the voting day. Other parties consider Masyumi as a rival, so insistent attact comes to oppose Masyumi. Melalui kajian terhadap wacana kampanye dari berbagai dokumen, penelitian ini mencoba meng-uraikan konstelasi politik dan wacana kampanye di Jawa Tengah menjelang pemilu 1955. Dalam rangka meningkatkan perolehan suara rakyat, partai-partai politik melakukan upaya-upaya untuk memenangkan pemilihan umum tahun 1955. Upaya tersebut diimplementasikan dalam pelaksanaan kampanye untuk menarik perhatian. Wacana-wacana berhamburan sebagai upaya untuk mengambil hati rakyat. Empat besar partai pemenang pemilihan umum, yakni PNI, Masyumi, NU, dan PKI, juga terlibat secara aktif dalam kampanye. Masing-masing memiliki pendekatan dan sasaran yang telah dipetakan sedemikian rupa. Dalam rangka menarik simpati masyarakat tersebut, tak jarang partai-partai tersebut mengalami pertarungan wacana Pertarungan wacana terutama terjadi antara PNI-Masyumi, PKI-Masyumi. Di Jawa Tengah, wacana-wacana partai dan pertarungannya juga mewarnai proses kampanye menjelang hari pemungutan suara. Partai-partai lain menganggap Masyumi sebagai rival, sehingga serangan bertubi-tubi datang menyerang Masyumi. 
KESADARAN SEJARAH SISWA KELAS XI TERHADAP NILAI-NILAI KETELADANAN K.H AHMAD DAHLAN DI SMA MUHAMMADIYAH 1 SEMARANG Jannah, Ulfiah Afidatul; Ahmad, Tsabit Azinar
Indonesian Journal of History Education Vol 7 No 2 (2019): Indonesian Journal of History Education
Publisher : Jurusan Sejarah Universitas Negeri Semarang, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijhe.v7i2.36430

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi nilai-nilai keteladanan tokoh Ahmad Dahlan yang telah di terapkan dalam proses pembelajaran, untuk mengedepankan penanaman nilai-nilai keteladanan tokoh Ahmad Dahlan dalam proses pembelajaran dan untuk menganalisis kendala proses pembelajaran tentang ketokohan Ahmad Dahlan. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif jenis studi kasus. Informan adalah guru sejarah, guru kemuhammadiyahan, siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa K.H Ahmad Dahlan memiliki 5 nilai keteladanan yang tercantum dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yaitu nilai religius, mandiri, gotong royong, nasionalis, dan integritas. Penanaman nilai keteladanan K.H Ahmad Dahlan sudah dilakukan cukup baik pada pembelajaran sejarah kelas XI di SMA Muhammadiyah 1 Semarang. Selain pembelajaran sejarah, mata pelajaran Kemuhammadiyahan juga berperan penting dalam proses penanaman nilai-nilai keteledanan K.H Ahmad Dahlan kedalam diri siswa. Kendala dalam penanaman nilai-nilai keteladananan K.H Ahmad Dahlan dalam proses pembelajaran yaitu kurangnya penggunaan model pembelajaran yang digunakan guru membuat siswa kurang tertarik dengan pembelajaran sejarah dan kurangnya kompetensi pedagogik yang dimiliki oleh guru, sehingga guru memiliki kesulitan terkait dengan perbedaan karakter siswa yang begitu banyak dan juga tidak mungkin guru dapat memahami karakter siswa satu persatu.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PERANG LASEM DALAM BENTUK BOOKLET UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL DI SMA NEGERI 1 LASEM Yusuf, Muhammad; Saraswati, Ufi; Ahmad, Tsabit Azinar
Indonesian Journal of History Education Vol 7 No 1 (2019): Indonesian Journal of History Education
Publisher : Jurusan Sejarah Universitas Negeri Semarang, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijhe.v7i1.32287

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kebutuhan guru dan peserta didik dalam pembelajaran sejarah lokal di SMA Negeri 1 Lasem, mengetahui pengembangan bahan ajar sejarah lokal, dan mengetahui keefektifan bahan ajar yang dikembangkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan desain pretest-posttest control group design. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teknik observasi, wawancara, angket, studi dokumen, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar berbentuk booklet sejarah lokal Perang Lasem yang dihasilkan disesuaikan dengan kebutuhan guru dan siswa serta sumber yang relevan. Kelayakan bahan ajar booklet dilihat dari hasil validasi oleh ahli materi pada tahap I (82,04%) dan tahap II (84,49%) dan ahli media pada tahap I (75,56%) dan tahap II (78,75%) serta tanggapan guru (87,5%) dan siswa (88%) sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berbentuk booklet layak digunakan dalam pembelajaran sejarah lokal di SMA N 1 Lasem. Penggunaan bahan ajar dengan berbentuk booklet dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa kelas eksperimen (84,6538) lebih baik daripada hasil belajar kelas kontrol (78,3571). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berbentuk booklet efektif untuk digunakan sebagai bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran sejarah lokal di SMA N 1 Lasem.