Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Non cash payment and demand for real money in Indonesia Wasiaturrahma Wasiaturrahma; Yuliana Tri Wahyuningtyas; Shochrul Rohmatul Ajija
Journal of Economics, Business, & Accountancy Ventura Vol 22, No 1 (2019): April - July 2019
Publisher : STIE Perbanas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/jebav.v22i1.1575

Abstract

Non-cash payments in Indonesia are currently developing rapidly. The development of the form of money from just paper money and coins into an electronic money is predicted to have an effect on real money demand, not only in Indonesia. The use of electronic money in Indonesia itself continues to increase especially supported by technological developments. The purpose of this study was to analyse the effect of non-cash payments on real money demand in Indonesia. The method used is Error Correction Model (ECM) using secondary data from 2010 to 2015. The independent variable is the amount of money circulated by Bank Indonesia, and the independent variables used are the value of debit / ATM card transactions, credit cards, and e -money. The results indicate that in the long run credit cards have a significant negative effect on cash circulation in the community, while debit cards have a significant positive effect and affect cash. While in the short term, credit cards and e-money are not significant for cash, and only debit cards only have a significant effect on cash.
The Cooperative Establishment Program as a Capital Solution for Fishermen in Surabaya Shochrul Rohmatul Ajija; Muryani Muryani; Sylva Alif Rusmita
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.556 KB) | DOI: 10.22146/jpkm.39773

Abstract

This community service activity aims to provide training and assistance to the Nambangan and Cumpat fishermen group at KedungCowek Village, Kenjeran Sub-district, Surabaya. These programs are focused on solving the management problems of a fishermen cooperative. Fishermengroups are given training for establishing the cooperative legal entity and assistance for preparing the establishment documents. These fishermen group’s training and assistance activities are considered effective in solving management problems in a cooperative way by the fishermen group named Koperasi 64 Bahari Surabaya. The result of this program is the collection of documents for the establishment of a cooperative legal entity at the Koperasi 64 Bahari Surabaya. These programs also increase the trust of the Nambanganand Cumpat fishermen groups towards the cooperative. It is evidenced by the significant increase in total member savings since December 2019.
APPLICATION OF BLOCKCHAIN BASED WAQF CROWDFUNDING IN FISHERMEN GROUP: CASE STUDY OF NAMBANGAN AND CUMPAT, SURABAYA Raditya Sukmana; Rahmat Heru Setianto; Gancar Candra Premananto; Shochrul Rohmatul Ajija
Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements Vol. 2 No. 1 (2020): JUNE 2020
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.453 KB) | DOI: 10.20473/dc.V2.I1.2020.26-29

Abstract

Background: The image of fishermen so far is a group of people classified as poor. One effort to reduce poverty is to revive the microenterprise economy through cooperatives and utilize waqf funds as an alternative source of financing for microbusinesses. The Mining and Cumpat Fishermen Group of Kenjeran District in Surabaya City has now received capital injections from productive endowments in their cooperatives. However, another problem arises from productive waqf there, the waqf that is collected is not as much as what is needed by the person. Purpose: This service program is expected to produce an outcome that is a blockchain based application that can facilitate endowments and willingness. Thus it is expected to help increase the capital of the Fishermen and Cumpat Fishermen Group, Kenjeran District, Surabaya City. Method: This service program used a participatory method whereby the companion was also involved in the application business process. In addition, the companion also asked for active participation from the mauquf alaih to provide detailed information about his business. Thus, the facilitators could promote to the prospective waqf to channel the endowment funds. Results: This assistance program produced a waqf application with blockchain technology that can be accessed on waqf.network. Conclusion: This program was considered effective in growing trust in the distribution of waqf funds. In addition, maukuf alaih also makes it easier to get investors in developing their businesses.
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH SAPI DI DESA JATITENGAH, KECAMATAN SUGIHWARAS, KABUPATEN BOJONEGORO Shochrul Rohmatul Ajija; Rumayya Rumayya; M Khoerul Mubin; Akhmad Jayadi
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i2.2020.339-351

Abstract

Desa Jatitengah merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro. Saat ini, masalah utama yang dihadapi desa Jatitengah adalah masalah limbah kotoran ternak sapi. Para petani belum mempunyai kemampuan dan keterampilan mengolah limbah kotoran sapi, dan selama ini petani memanfaatkan limbah kotoran sapi sebagai pupuk organik yang hanya dibiarkan di tempat terbuka. Hal ini kurang efektif untuk dilakukan, karena dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menyebabkan pemanasan global. Melihat kondisi tersebut, sangat perlu adanya penerapan Iptek pemanfaatan limbah kotoran sapi, agar petani dapat memanfaatkan limbah kotoran sapi secara mandiri, terutama menjadikan energi alternatif berupa biogas. Hasil yang dicapai pada program pengabdian masyarakat ini antara lain terbangunnya instalasi biogas, terlaksananya pelatihan dalam mengolah limbah sapi menjadi biogas, pelatihan dalam merawat instalasi biogas, dan terpasangnya kompor biogas serta terlaksananya penyaluran biogas ke rumah warga. Selain itu, petani dan atau peternak sapi menjadi lebih paham akan proses pembuatan biogas, dengan cara mengikuti pelatihan atau pengamatan secara langsung di lokasi. Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di desa Jatitengah telah berhasil menghasilkan biogas sebagai energi alternatif bagi petani dan atau peternak sapi. Dengan demikian, petani dapat memanfaatkan biogas sebagai pengganti kayu bakar dan gas LPG, dan pada akhirnya kesejahteraan petani di desa Jatitengah dapat tercapai.
PENINGKATAN PENDAPATAN NELAYAN TRADISIONAL MELALUI PENDAMPINGAN MANAJEMEN PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN IKAN PADA ISTRI NELAYAN DI KELURAHAN KEDUNGCOWEK, KECAMATAN KENJERAN, SURABAYA Wasiaturrahma Wasiaturrahma; Dina Heriyati; Chorry Sulistyowati; Shochrul Rohmatul Ajija
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i2.2020.361-368

Abstract

Pendapaan nelayan di Kelurahan Kedungcowek, Kecamatan Kenjeran, Kota  Surabaya, relatif rendah. Sehingga, membutuhkan peran seorang Istri untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendampingan manajemen pengolahan dan pengawetan ikan pada istri nelayan di kelurahan Kedungcowek dalam rangka meningkatkan nilai jual ikan. Kegiatan ini menggunakan metode action research. Hasil dari kegiatan ini yaitu peningkatan kemampuan dan keterampilan para istri nelayan dalam meningkatkan nilai jual ikan. Pendapatan keluarga nelayan Kedungcowek menjadi lebih meningkat dari adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN MARKETPLACE SEBAGAI SARANA BELANJA DAN BERJUALAN ONLINE PADA KELOMPOK IBU RUMAH TANGGA DI PERDESAAN Shochrul Rohmatul Ajija; Okta Sindhu Hartadinata; Chorry Sulistyowati
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.346-355

Abstract

AbstractThe COVID-19 pandemic that is hitting Indonesia nowadays changes people’s habits. Community mobility was limited made people chose to do their activities by virtual meeting. One of the changings is online buying and selling and online transaction. Rural communities also affected by the pandemic, but unfortunately the group of housewives in Kedungsari Village, Kemlagi District, Mojokerto Regency still didn’t have good knowledge about online shopping and didn’t have the ability to use the marketplace as a media for selling. Whereas Kemlagi District has enormous economic potential. Based in this phenomenon, people of Kedungsari Village, Kemlagi District, Mojokerto Regency need education about the importance of knowledge about online shopping, and the use of marketplaces as a practical and easy media for online selling to improve their household welfare. The achievement of this community service is that housewives able to create an email account and marketplace account, housewives able to do transaction and how to take products photos, as well as selecting and choosing the Agraprana ambassador as online shopping ambassador. The ambassador has responsibilities to be the consultant for the group of housewives. By participating this training, the housewives can create their own business to increase their household income.Keywords: Marketplace, Housewives, Online Shopping, Online SellingAbstrakPandemik COVID-19 yang melanda Indonesia dewasa ini, menyebabkan berubahnya kebiasaan masyarakat. Terbatasnya ruang gerak masyarakat menyebabkan masyarakat memilih melakukan kegiatan yang biasanya dilakukan secara tatap muka secara langsung menjadi virtual meeting. Salah satu kebiasaan masyarakat yang berubah adalah kegiatan jual beli dan transaksi yang dilakukan secara online. Masyarakat pedesaan juga turut merasakan dampak tersebut, namun pada kelompok ibu rumah tangga di Desa Kedungsari, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto ditemukan bahwa mereka masih belum memiliki pengetahuan yang baik mengenai belanja secara daring dan belum memiliki kemampuan dalam memanfaatkan marketplace sebagai media penjualan. Padahal Kecamatan kemlagi memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Berdasarkan fenomena tersebut, masyarakat Desa Kedungsari, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto memerlukan edukasi mengenai pentingnya pengetahuan mengenai belanja online, dan pemanfaatan marketplace sebagai media berjualan online yang praktis dan mudah, guna meningkatkan kesejahteraan dalam rumah tangga. Pencapaian dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para ibu rumah tangga mampu membuat akun e-mail, akun marketplace, cara bertransaksi, dan cara mengambil foto produk, serta pemilihan duta Agraprana sebagai duta belanja online untuk menjadi wadah bertanya bagi ibu-ibu yang lain. Dengan mengikuti pelatihan ini ibu-ibu rumah tangga dapat menciptakan bisnis mereka sendiri untuk menambah pemasukan rumah tangga.Kata Kunci: Marketplace, Ibu Rumah Tangga, Belanja Online, Berjualan Online.
PENINGKATAN VOLUME USAHA ANGGOTA MELALUI OPTIMALISASI PENGGUNAAN PLATFORM DIGITAL PADA KOPERASI DISABILITAS INDONESIA Tri Haryanto; Angga Erlando; M Khoerul Mubin; Zidna Fitriyana; Wahyu Setyorini; Shochrul Rohmatul Ajija
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v5i2.2021.372-381

Abstract

AbstractIndonesia is one of the countries affected by the Covid-19 pandemic, so many victims died. Seeing an increase in Covid-19 cases, the government made a physical distancing policy to reduce the spread of Covid-19. However, this policy has an impact on hampered economic activity. Badan Pusat Statistik (BPS) in 2020, the number of poor people in March 2020 was 26.42 million people, an increase of 1.63 million people compared to September 2019. In addition, the Indonesian economy in the second quarter of 2020 compared to the second quarter of 2019 experienced a growth contraction of 5.32 percent (y-on-y). One of the groups of people who feel the impact of the Covid-19 on the family's economic condition is a group of people with disabilities. Since the Covid-19 pandemic, many people with disabilities have lost their jobs. In addition, some of them have succeeded in developing cooperatives. Currently, there are many Cooperatives for Persons with Disabilities. However, their work is lacking in demand due to declining demand in the market. Therefore, this is the background for community service activities to increase business volume through optimizing the use of digital platforms at the Indonesian Disability Cooperative. With business assistance for people with disabilities, it can help improve the skills of people with disabilities and help promote their products so that they can expand the marketing reach of products for people with disabilities. Thus, the income of persons with disabilities will increase.Keywords: Cooperatives, Disability, Digital Platform, Covid-19AbstrakIndonesia merupakan salah satu negara yang terdampak pandemi Covid-19, sehingga banyak korban meninggal. Melihat adanya peningkatan kasus Covid-19, pemerintah membuat kebijakan pysical distancing untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Namun, kebijakan tersebut berdampak pada aktivitas perekonomian yang terhambat. Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020, jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 sebesar 26,42 juta orang, meningkat 1,63 juta orang terhadap September 2019. Selain itu, ekonomi Indonesia triwulan II-2020 terhadap triwulan II-2019 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 5,32 persen (y-on-y). Salah satu kelompok masyarakat yang merasakan dampak adanya Covid-19 terhadap kondisi perekonomian keluarga yaitu kelompok masyarakat penyandang disabilitas. Sejak adanya pandemi Covid-19, banyak dari para penyandang disabilitas yang kehilangan pekerjaannya. Disamping itu, sebagian dari mereka telah berhasil mengembangkan koperasi. Saat ini telah banyak Koperasi Penyandang Disabilitas. Namun demikian, hasil karya mereka sepi peminat karena permintaannya yang menurun di pasar. Oleh karena itu, hal tersebut menjadi latar belakang kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka peningkatan volume usaha melalui optimalisasi penggunaan plaftom digital pada Koperasi Disabilitas Indonesia. Dengan adanya pendampingan usaha untuk penyandang disabilitas, maka dapat membantu meningkatkan keterampilan para penyandang disabilitas serta membantu memasarkan produknya sehingga dapat memperluas jangkauan pemasaran produk para penyandang disabilitas. Dengan demikian, maka pendapatan para penyandang disabilitas akan meningkat.Kata Kunci: Koperasi, Disabilitas, Platform Digital, Covid-19
PKM PENDIRIAN BANK SAMPAH PADA KELOMPOK IBU RUMAH TANGGA, JANDA, DAN LANSIA DI DESA DEKETAGUNG, KECAMATAN SUGIO, KABUPATEN LAMONGAN Muryani Muryani; Shochrul Rohmatul Ajija; Riris Diana Rachmayanti; Angga Erlando
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v3i2.8955

Abstract

Program pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan di desa Deketagung, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan memiliki design kegiatan membentuk bank sampah untuk memberdayakan ibu rumah tangga, janda, danlansia. Pemberdayaan masyarakat ini juga bertujuan untuk memperbaiki kondisi lingkungan serta meningkatkanperekonomian masyarakat desa tersebut. Kegiatan yang telah dilakukan meliputi: sosialisasi pembentukan bank sampahpada kelompok ibu rumah tangga, lansia, dan janda, membentuk kelompok-kelompok untuk mengelola sampah ditingkat rumah tangga, mendesain insetif pertukaran sampah yang bisa didaur ulang, dan menghitung hasil sampah yangterkumpul, evaluasi pencatatan bank sampah, dan Focus Group Discussion (FGD. Adanya program pengabdianmasyarakat melalui pendampingan pembentukan bank sampah di desa Deketagung, diharapkan mampu meningkatkanperekonomian masyarakat desa Deketagung melalui pengelolaan sampah dan mewujudkan lingkungan bersih
PENDIRIAN BANK SAMPAH PADA KELOMPOK IBU RUMAH TANGGA di DESA JATITENGAH, BOJONEGORO Shochrul Rohmatul Ajija; Muryani Muryani; Sylva Alif Rusmita
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v4i1.10076

Abstract

Jatitengah Village is one of the villages located in Sugihwaras District, Bojonegoro Regency. The main problem being faced by Jatinegara village is poverty and waste. The community is less able to manage waste properly. Much garbage is thrown in the garden or rice field. Seeing these conditions the establishment of a waste bank is very important to do, so that people are aware of a healthy and clean environment. In addition the community can increase income through waste management. There are 4 (four) outcomes of this program. Among them are 1) publications in ISSN journals; 2) publication in print / electronic mass media; 3) video of the activity; and 4) availability of adequate facilities and infrastructure of the waste bank and the operation of the waste bank properly.
PENINGKATAN KINERJA BANK SAMPAH MELALUI MODEL TRIPLE HELIX Dina Heriyati; Wasiaturrahma Wasiaturrahma; Shochrul Rohmatul Ajija; Chorry Sulistyowati
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 5 No. 01 (2021)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surabaya menjadi penyumbang sampah yang cukup besar di Indonesia. Sampah tersebut harus dikelola dengan baik agar tidak semakin menimbulkan permasalahan yang besar. Salah satu alternatif solusi dalam mengelola sampah yaitu Bank Sampah. Bank Sampah yang dibentuk oleh Karang Taruna RT.20 Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan baik serta menambah pemasukan masyarakat sekitar. Namun Bank Sampah tersebut belum dapat mencapai tujuan secara maksimal karena sistem pengelolaan sampah yang masih rendah dan sarana prasarana dasar pengelolaan sampah belum memadai, maka kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja Bank Sampah di RT.20 Kelurahan Tanah Kali Kedinding melalui model Triple Helix.