Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI MELALUI SOSIALISASI PERAN POSYANDU REMAJA DI DESA BOGOWANTI KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN BLORA Kismini, Elly; Wijaya, Atika; Fajar, Fajar; Gustaman, Fulia Aji; Arsi, Antari Ayuning; Akhiroh, Ninuk Sholikhah; Nafitasari, Laela Kurnia; Islamy, Cindy Fa'era; Sulasmi, Sulasmi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 6 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i6.2631

Abstract

Kasus pernikahan dini masih banyak terjadi di beberapa daerah di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan. Berbagai faktor melatarbelakangi mengapa masih banyak orang tua yang menikahkan anak mereka yang masih di bawah umur. Mulai dari beban ekonomi hingga tradisi setempat melihat pernikahan dini sebagai hal yang wajar. Padahal risiko dari pernikahan dini sangat banyak antara lain usia yang masih belum matang mengakibatkan pernikahan rentan perceraian, fisik yang belum siap untuk hamil dan melahirkan menambah risiko kesehatan. Oleh karena itu, tim pengabdian dari Universitas Negeri Semarang melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada para remaja di Desa Bogowanti untuk lebih mengenal peran dan fungsi posyandu remaja agar lebih optimal. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kader remaja antusias dalam melaksanakan tugasnya untuk mendampingi dan memberikan sosialisasi kepada teman sebaya tentang risiko nikah dini. Sehingga, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berdampak pada peningkatan kesadaran warga desa untuk tidak dengan mudah menikahkan anak mereka yang masih remaja. Remaja sebagai agen perubahan sosial dapat berkontribusi pada pencegahan pernikahan dini di lingkungannya. Pada akhirnya, kasus pernikahan dini tidak terjadi lagi.
Making Organic Fertilizer Based on JADAM Natural Farming with Local Adaptation Alimi, Moh. Yasir; Akhiroh, Ninuk Sholikhah; Fajar, Fajar; Arsi, Antari Ayuning
Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol. 16 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v16i1.9908

Abstract

JADAM is an organic farming method that has been proven to empower farmers, not only allowing farmers to make their own fertilizers and pesticides, but also returning farmers to become experts in agriculture and their own land because of the experiments and introduction of biological potential in the environment they observe. The purpose of this article is to develop a JADAM model that is adjusted to the availability of materials in the surrounding environment. It is done under the concept of organic farming, and community empowerment. This article is developed from the results of a community service activities. The findings of the research show that there are three ways of making organic fertilizer from materials found the surrounding, namely household organic waste, leaf shoots, and a combination of waste to make organic NPK. Another interesting development of the JADAM method is an organic fertilizer that can be drunk, made from fruits and vegetables. It proves that organic fertilizer is more than safe so that it can be drunk.
Petani Milenial dan Konservasi Budaya Kerja Bertani di Dalam Keluarga Petani di Desa Mlandi, Garung, Wonosobo Brata, Nugroho Trisnu; Tjahjono, Heri; Akhiroh, Ninuk Sholikhah; Fatimah, Nurul; Pramono, Didi; Alimi, Moh Yasir
Indonesian Journal of Conservation Vol. 13 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijc.v13i2.17096

Abstract

Terjadinya pergeseran nilai-nilai budaya masyarakat dari tradisional ke dalam masyarakat modern berdampak luas, antara lain pada budaya kerja pertanian. Tujuan kajian ini menganalisis hubungan antara fenomena petani milenial dengan upaya konservasi budaya kerja bertani di kalangan petani. Bekerja adalah salah satu unsur dari tujuh unsur universal kebudayaan. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik penggalian data dengan observasi, partisipasi-observasi, dan wawancara mendalam. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa pekerjaan bidang pertanian mengalami kekurangan tenaga kerja karena berbagai alasan. Hal ini dianggap mengkhawatirkan karena masa depan sebagai negara agraris akan kehilangan motor penggerak. Kemudian muncul inovasi gagasan dan aksi melakukan konservasi budaya kerja bertani agar aktivitas bertani tetap berjalan. Inovasi dan aksi ini dilakukan oleh petani kaya, pemerintah desa, dan generasi muda. Muncul juga fenomena petani milenial yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Sebagai saran, inovasi ini patut dicontoh oleh masyarakat petani lain sehingga anggapan bahwa bertani merupakan pekerjaan rendah yang kotor oleh lumpur dan penghasilan rendah bisa sedikit demi sedikit hilang.
Pergeseran Tradisi Bertani Di Era Modernisasi Pertanian Pada Masyarakat Desa Bojongkoneng Istifaiyah, Naili Silka; Akhiroh, Ninuk Sholikhah
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 1 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang pergeseran tradisi bertani di era modernisasi di bidang pertanian pada masyarakat Desa Bojongkoneng. Zaman dahulu dalam proses bertani terdapat tradisi yang dipercaya, namun seiring dengan perkembangan zaman tradisi tersebut mulai hilang dan ditinggalkan oleh para petani padi. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui kondisi tradisi pertanian di era modernisasi pertanian pada masyarakat Desa Bojongkoneng. (2) Untuk mengetahui bentuk-bentuk modernisasi pertanian yang ada di Desa Bojongkoneng. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kualitatif. Lokasi penelitian berada di Lokalisasi Desa Bojongkoneng, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan teori Perubahan Sosial menurut William Ogburn. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tradisi bertani di Desa Bojongkoneng sudah mulai ditinggalkan oleh para petani, dimana hanya beberapa petani yang masih melaksanakan Tradisi bertani hal ini akibat dari modernisasi pertanian, (2) terdapat perubahan pada bentuk-bentuk cara kerja pertanian zaman dahulu hingga saat ini akibat adanya modernisasi di bidang teknologi pertanian, bentuk modernisasi yang menyebabkan perubahan yaitu adanya penggunaan mesin traktor, mesin diesel (penyedot air), alat penyemprot obat-obatan, penggunaan obat-obatan kimia dan mesin ricemil.
Edukasi Pencegahan Pernikahan Usia Dini sebagai Upaya Penurunan Angka Putus Sekolah di SMP Negeri 4 Reban SATAP Kabupaten Batang Findayani, Aprillia; Akhiroh, Ninuk Sholikhah; Putri, Dwi Tiga; Saptarini, Desi Yanuar; Kamil, Fadillah; Azzahra, Muzakia; Rehardiyan, Moh Rayya Ilham; Ananta, Radite Ranggi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 4 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i4.16345

Abstract

Pernikahan usia dini menjadi permasalahan yang banyak terjadi di daerah terutama yang memiliki akses dan fasilitas pendidikan yang kurang memadai. Jika tidak dicegah, permasalahan ini akan dapat meningkatkan angka putus sekolah serta menimbulkan permasalahan lain yang jauh lebih kompleks seperti kekerasan dalam rumah tangga, kematian ibu dan anak, stunting, hingga kemiskinan. Permasalahan yang dialami oleh mitra dalam tiga tahun terakhir, ada enam siswa di SMP Negeri 4 Reban Satap yang mengundurkan diri karena menikah. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja dalam hal ini siswa di SMP Negeri 4 Reban Satap tentang Kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan pernikahan usia dini. Kegiatan ini terdiri dari tiga kegiatan utama yaitu edukasi tentang pernikahan usia dini, sosialisasi tentang risiko yang bisa ditimbulkan dari pernikahan usia dini dari segi sosiologi serta kesehatan, serta pemberdayaan siswa untuk bisa berupaya mengatasi masalah tersebut. Dari rangkaian kegiatan pengabdian yang dilaksanakan, diperoleh hasil bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang pentingnya kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan pernikahan dini.
AI for Teachers Project: Pengembangan Kompetensi Pedagogi Guru dalam Mengintegrasikan Teknologi Kecerdasan Artifisial Utami, Santi Pratiwi Tri; Rustono, Rustono; Akhiroh, Ninuk Sholikhah; Handoko, Liliek
DEDIKASI PKM Vol. 6 No. 1 (2025): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dkp.v6i1.44648

Abstract

Kompetensi pedagogi guru yang tergabung dalam MGMP Bahasa Indonesia SMA/SMK Kota Semarang mengalami stagnasi. Teknologi pembelajaran, utamanya teknologi kecerdasan artifisial (TKA) yang berpotensi mendorong keterampilan menulis peserta didik belum diintegrasikan dalam pembelajaran. Kendala yang ditemui, antara lain belum adanya praktik baik integrasi TKA dan kurangnya kemampuan guru dalam merancang pembelajaran menulis berbantuan TKA yang relevan dengan tujuan pembelajaran. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi pedagogi guru dalam mengintegrasikan TKA pada pembelajaran menulis Kegiatan pelatihan dilaksanakan di ruang Laboratorium Bahasa SMK Negeri 2 Semarang, tanggal 17 September 2024. Kegiatan diikuti 31 guru bahasa Indonesia SMA/SMK Kota Semarang dari 26 instansi. Pengabdian dilaksanakan dengan metode (1) pelatihan integrasi TKA dalam pembelajaran menulis disertai simulasi dengan teknik pretest-posttest dan (2) pendampingan penyusunan rancangan pembelajaran menulis berbasis TKA yang menghasilkan produk Kumpulan modul ajar. Hasil kegiatan menunjukkan (1) upaya pelatihan berhasil memberi dampak positif bagi peningkatan kompetensi pedagogi guru sebesar 32,5% dari persentase pretest sebesar 61% menjadi 93,5% dan (2) dari hasil pendampingan, sebesar 61,3% peserta berhasil menyelesaikan penyusunan rancangan pembelajaran menulis berbantuan TKA. Simpulan kegiatan ini pelatihan dan pendampingan memberi manfaat berupa meningkatnya kompetensi pedagogi peserta, utamanya terkait pemanfaatan TKA dalam pembelajaran menulis. Saran diberikan kepada pengurus MGMP untuk secara berkala mengadakan pertemuan lanjutan untuk diskusi hasil implementasinya.
Candy for Cows: Improving Nutritional Status of Cows in The Sarono Makmur Yogyakarta Farmer Group Akhiroh, Ninuk Sholikhah; Kismini, Elly; Arsi, Antari Ayuning; Hidayah, Nur
Jurnal Abdimas Vol. 28 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/dt3eqd11

Abstract

Cattle farming on the slopes of Mount Merapi is a livelihood sector that has existed for a long time, and is a tradition inherited from generation to generation. Cattle farming on the slopes of Mount Merapi or more precisely in Cangkringan District, Sleman Regency not only requires green food, but also concentrates and supplements. The provision of concentrates and supplement has been carried out by bombardment. Therefore, it is necessary to introduce another way to provide nutritions for cows, which has several advantages compared to feeding, namely giving concentrate candy. concentrate candy has several advantages, such as, it can be made using ingredients found around the farmer, and portions of the candy can be used to provide nutrition for a certain period of time, for example one month, so the farmer does not have to bother with bombardment everyday. This is the basis for carrying out community service in the form of training in making concentrate candy for cows. This community service program is implemented through a series of activities which includes socialization, Focus Group Discussion (FGD), and training/simulation. The socialization was carried out with explanations by an animal nutrition expert about the ingredients and contents of the candy, and continued with discussion and practice in making candy with facilitation and supervision from the community service team and cow feed expert. With this program, it is hoped that the community will be developed, empowered, and independent, so that they can implement this program in a sustainable manner.
Paud dan Relasi Antara Orangtua dengan Anak di Dalam Keluarga Wahyono, Sudi Didi; Rini, Hartati Sulistyo; Akhiroh, Ninuk Sholikhah
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 12 No 1 (2023): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/solidarity.v12i1.71469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) alasan orangtua di desa Karangpucung menyekolahkan anak di PAUD khususnya PAUD Bina Yogi, (2) proses pembelajaran di PAUD Bina Yogi, (3) dampak proses pembelajaran di PAUD Bina Yogi terhadap hubungan orangtua dan anak di rumah. Penelitian ini dilakukan pada orangtua di desa Karangpucung, kabupaten Cilacap yang menyekolahkan anak di PAUD Bina Yogi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) adanya perubahan fungsi-fungsi keluarga di dalam masyarakat desa Karangpucung. Masyarakat desa Karangpucung memilih menyerahkan kebutuhan pendidikan anak kepada lembaga pendidikan dibanding mendidik anak di dalam keluarga, (2) berubahnya fungsi keluarga tersebut salah satunya diakibatkan oleh biaya pendidikan yang terjangkau dan tidak membebani keuangan serta mengikuti pilihan masyarakat lainnya, dan (3) adanya significant other bagi sebagian anak merupakan dampak proses interaksi anak dalam pembelajaran di PAUD. Pada proses pembelajaran memungkinkan terbentuknya komunikasi yang lebih erat antara anak dan guru. Hal tersebut dapat memunculkan pandangan bahwa bagi anak bahwa guru adalah orang yang berpengaruh bagi dirinya. Dampak lainnya adalah meningkatnya komunikasi antara orangtua dengan anak.
Pemertahanan Eksistensi Majalah Sekolah Melalui Pendampingan Produksi Majalah Sekolah Daring Utami, Santi Pratiwi Tri; Sulistyaningrum, Septina; Rahman, Abdul; Mabruri, Moh. Iqbal; Akhiroh, Ninuk Sholikhah
Jurnal SOLMA Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v11i1.8070

Abstract

Background: Majalah sekolah Champion terbitan SMK Muhammadiyah Sampang berhenti terbit sejak awal 2019. Berdasarkan observasi situasi, pengelola mengalami dua kendala utama, yaitu kurangnya pendanaan untuk mencetak, dan kurangnya pengetahuan dan kompetensi jurnalistik guru pembimbing dan pengelola majalah sekolah sehingga terbitan majalah sekolah menjadi monoton dan kaku. Metode: Metode pendampingan dan pelatihan, 1) pendampingan persiapan pengubahan bentuk majalah sekolah cetak ke format daring dengan mempersiapkan domain www.majalahchampion.com, 2) pelatihan pengaturan rubrikasi konten diawali dengan penyampaian materi melalui video tutorial, 3) pasca akses materi, dilakukan praktik unggah konten majalah sekolah dalam platform daring. Hasil: 1) upaya yang dilakukan untuk pemertahanan eksistensi majalah dengan pengubahan format majalah dari format cetak ke format daring, 2) implementasi pendampingan produksi majalah sekolah daring dengan membuat, merancang, dan mempersiapkan domain www.majalahchampion.com, 3) implementasi pelatihan pengaturan rubrikasi konten majalah sekolah pada platform daring dengan pemberian materi berbentuk video tutorial pengaturan rubrikasi konten, dan 4) eksistensi majalah sekolah pasca kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat dipertahankan dengan baik melalui format daring yang bisa diakses secara luas oleh masyarakat. Kesimpulan: Upaya pemertahanan eksistensi majalah sekolah di SMK Muhammadiyah Sampang dapat dilakukan dengan optimal, terbukti dengan terbitnya majalah sekolah daring yang dapat diakses di www.majalahchampion.com.
Negosiasi Identitas Maskulin dalam Relasi Sesama Jenis: Perspektif Sosiologi Gender Hartian, Adelia Fitra Ihza; Akhiroh, Ninuk Sholikhah
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/x99pfq82

Abstract

Konstruksi identitas maskulin pada pria homoseksual berperan reseptif merupakan fenomena sosial kompleks yang membutuhkan pemahaman mendalam untuk mengembangkan pendekatan konstruktif dalam konteks masyarakat Indonesia yang heteronormatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses negosiasi identitas maskulin pada pria homoseksual berperan reseptif dan mengeksplorasi strategi adaptif yang dikembangkan untuk mencapai koeksistensi harmonis dengan norma sosial dominan. Penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan observasi partisipatif terhadap dua informan utama berusia 23 tahun di Wonosobo dan Yogyakarta. Analisis data menggunakan teknik analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode untuk memastikan validitas data. Temuan mengungkap empat proses negosiasi identitas: (1) Dilema Identitas: Penerimaan Diri dan Stigma Sosial; (2) Pembentukan safe spaces; (3) Proses Negosiasi Maskulinitas dalam Ruang Sosial dan Budaya; (4) Internalisasi Nilai Religius, serta tiga strategi utama dalam proses negosiasi identitas: (1) Redefinisi Maskulinitas Melalui Konsep "Lelaki Sejati yang Bertanggung Jawab"; (2) Pembentukan Ruang Aman Meliputi Lingkaran Pertemanan Selektif, Ruang Virtual, dan Ruang Privat Personal; (3) Keterbukaan Selektif Sebagai Strategi Pengelolaan visibilitas identitas. Perbedaan geografis menunjukkan informan di Yogyakarta memiliki akses lebih besar terhadap komunitas pendukung. Faktor struktural keluarga, internalisasi nilai religius, dan modal budaya kelas menengah mempengaruhi proses negosiasi secara signifikan. Negosiasi identitas maskulin menghasilkan bentuk maskulinitas kontekstual yang memfasilitasi integrasi sosial sembari mempertahankan keaslian diri.