Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

STRATEGI PERDAMAIAN: KONFLIK DALAM BENCANA DI ACEH Ali, Chaidir; Aklima, Aklima
JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi) Vol 7, No 2 (2023): November
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Hukum Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisipunja.v7i2.27186

Abstract

Konflik dan bencana alam sangat erat kaitannya; dalam beberapa kasus, bencana dapat membantu mewujudkan perdamaian di zona perang. Namun, bagaimana proses perdamaian dapat berdampak pada dinamika konflik belum dieksplorasi secara panjang lebar. Makalah ini berupaya mengkaji unsur-unsur yang mengarah pada perdamaian atau perang di zona bencana. Konflik sosial yang berkepanjangan di Aceh dari tahun 1976-2005 adalah contoh kasus dimana bencana tsunami pada tanggal 26 Desember 2004 berujung pada kesepakatan damai di Aceh dalam waktu singkat. Metode dan strategi kualitatif deskriptif untuk eksplorasi literatur online digunakan dalam penelitian ini. Studi ini mengungkapkan bahwa konflik tidak ditentukan oleh bencana melainkan dipicu olehnya. Empat faktor kemiskinan, kemampuan negara, negosiasi, dan internasionalisasi perang mempengaruhi transisi dari konflik menuju perdamaian.
Studi Kasus pada Pasien dengan Congestive Heart Failure (CHF) Naura, Cut Calisa; Aklima, Aklima; Amni, Rahmalia
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2660

Abstract

Gagal jantung kongestif berisiko menyebabkan komplikasi seperti atrial fibrilasi, kardiomegali, edema pulmonal, dan gagal ginjal. Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien Congestive Heart Failure (CHF) di ruang ICCU RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Desain yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Hasil studi kasus menemukan lima diagnosis keperawatan, yaitu penurunan curah jantung, gangguan pertukaran gas, hipervolemia, risiko perfusi renal tidak efektif, dan risiko infeksi. Tindakan keperawatan yang diberikan adalah perawatan jantung, pemantauan status hemodinamik, pemantauan respirasi, pemantauan hasil laboratorium, pemantauan hasil analisa gas darah, pemantauan intake dan output cairan, pengaturan posisi head up 30o, perawatan perineal, kolaborasi pemberian vasopresor (norepinefrin), pemberian inotropik (dobutamin), pemberian antibiotik (meropenem), dan pemberian diuretik loop (furosemide). Hasil evaluasi belum terdapat perbaikan pada kondisi pasien ditandai dengan menurunnya status hemodinamik dan perburukan hasil laboratorium, asidosis metabolik, atrial fibrirasi, dan asistol pada pasien.
Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Post Op Debulking Tumor Rohmah, Sita Hopipah Suci; Syarif, Hilman; Aklima, Aklima
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4110

Abstract

Operasi debulking adalah bedah sitoreduksi tumor dengan mengangkat sebanyak mungkin tumor. Ketika reseksi lengkap pada dasarnya tidak mungkin dilakukan karena penyakit tumor yang sudah lanjut dan disebut juga bedah sitoreduktif. Desain yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien post op debulking tumor di Intensive Care Unit Rumah Sakit di Privinsi Banda Aceh. Masalah yang muncul pada pasien ialah risiko aspirasi berhubungan dengan penurunan tingkat kesadaran, terpasang nasogastrik tube dan terpasang endotracheal tube., gangguan penyapihan ventilator berhubungan dengan hambatan upaya nafas, gangguan pertukaran gas berhubungan dengan ketidakseimbangan ventilasi perfusi, resiko ketidakseimbangan cairan berhubungan dengan efek samping prosedur (mis pembedahan). Tindakan keperawatan yang diberikan adalah mempertahankan pengembangan balon endotracheal tube (ETT), Memantau status hemodinamik, diberikan kepada pasien adalah head up 30̊, Kadar kalsium. Hasil evaluasi tidak terdapat perbaikan pada kondisi pasien ditandai dengan perburukan hasil laboratorium, alkalosis metabolic pada pasien.
Asuhan keperawatan pasien acute respiratory failure et causa ensefalopati uremikum di ICU: Studi kasus Monicha, Ecy Oktaviana; Jufrizal, Jufrizal; Aklima, Aklima
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i1.1344

Abstract

Latar belakang: Acute respiratory failure (ARF) merupakan kondisi kritis dimana sistem pernapasan gagal untuk mempertahankan pertukaran gas yang memadai yang ditandai dengan hipoksemia atau hiperkapnia atau keduanya. Salah satu faktor penyebab ARF adalah ensefalopati uremikum. Pasien dengan ensefalopati uremikum akan terjadi penumpukan ureum sehingga pasien mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma, yang dapat mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan ventilasi spontan. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk dengan melakukan dan mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien dengan acute respiratory failure et causa ensefalopati uremikum. Metode:Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan bahwa diagnosa yang muncul pada Ny. AR yaitu risiko aspirasi dengan rencana keperawatan pencegahan aspirasi, gangguan pertukaran gas dengan rencana keperawatan manajemen ventilasi mekanik, penurunan kapasitas adaptif intrakranial dengan rencana keperawatan peningkatan tekanana intrakranial dan ketidakstabilan glukosa darah dengan rencana keperawatan manajemen hiperglikemia. Kesimpulan: Terdapat sebagian perbaikan pada kondisi pasien seperti terjadi peningkatan kesadaran, tidak terdapat residu lambung, dan tidak terdengar suara napas tambahan namun harus dilakukan peningkatan intervensi lainnya diakibatkan kondisi pasien yang belum stabil. Rekomendasi: Diharapkan pelaksanaan penanganan pasien dapat dilakukan segera dengan intervensi yang menunjang perbaikan kondisi pasien dan terus meningkatkan asuhan keperawatan pada pasien acute respiratory failure.
PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA KERACUNAN PADA ANAK USIA SEKOLAH Annisa, Annisa; Jufrizal, Jufrizal; Aklima, Aklima
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keracunan paling sering ditemukan pada anak usia sekolah dasar (SD). Kejadian keracunan harus mendapatkan penanganan cepat dan tepat dari orang terdekat. Anak usia sekolah idealnya memiliki pengetahuan tentang keracunan. Hal ini karena keracunan bisa terjadi dilingkungan bermain yang mungkin jauh dari pengawasan orang tua dan guru. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi gambaran tingkat pengetahuan anak usia sekolah tentang pertolongan pertama keracunan. Jenis penelitian adalah deskriptif ekploratif, sampel penelitian 89 siswa/i terdiri dari kelas V dan VI di SD Negeri 70 Kota Banda Aceh. Tehnik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Alat ukur yang digunakan kuesioner pengetahuan pertolongan pertama keracunan berisi 18 item pernyataan ya-tidak dengan nilai validitas 0,676 dan reabilitas 0,880. Penelitian menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat pengetahuan anak usia sekolah tentang pertolongan pertama keracunan berada kategori pengetahuan sedang sebanyak 52 responden (58,4%). Diharapkan pihak sekolah agar dapat mengoptimalkan unit kesehatan sekolah (UKS) untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pertolongan pertama pada keracunan.Kata Kunci : Keracunan, Anak usia sekolah, Pengetahuan
The Implementation of Collaborative Drug Administration Intervention in The Emergency Room of Hospital X at Banda Aceh Ruzanna, Jihan Syifa'; Syarif, Hilman; Aklima, Aklima
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 10 No 2 (2025): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jik.v10i2.4720

Abstract

Medication safety is a main focus to maintain patient safety. Recent studies show that almost 50% of adverse incidents in the global health system are rooted in inaccuracy in drug administration. This study aimed to determine the implementation of collaborative interventions for drug administration in the Emergency Room of X Hospital in Banda Aceh. This quantitative descriptive study, using a cross-sectional approach, used a total sampling technique to select 58 respondents. Data was collected through direct observation of drug administration practices and analyzed using descriptive statistical tests. The results showed that the implementation of the principle of the seven rights of drug administration in the Emergency Room of Hospital X in Banda Aceh was in the good category (72.4%); with the implementation of drug administration to the right patient (91.4%), right drug (96.6%), right dose (100%), right route (100%), right time (94.8%), right documentation (93.1%), and right information (96.6%). In conclusion, nurses in the Emergency Room of Hospital X have applied the seven rights of drug administration principle. However, more effort is required to increase nurse adherence to this principle, especially in verifying patient identity and providing drug information. It is expected that hospitals can conduct continuous planning, monitoring, evaluation, and supervision to strengthen the implementation of the seven rights principles of drug administration and to ensure patient safety.
Critical Rationalism, Falsifiability, and the Open Society: A Popperian Framework for the Post-Truth Crisis Aklima, Aklima; Rijal, Syamsul; IT, Suraiya
Jurnal Pemikiran Islam Vol. 6 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jpi.v6i1.34645

Abstract

This article examines the relevance of Karl Popper’s critical rationalism and his conception of the open society for understanding the epistemic and political conditions of the post-truth era. Rather than treating falsificationism as a procedure for verifying every public claim, the article interprets Popper’s philosophy as an ethic of fallibilism, public criticism, and institutional correction. The study employs qualitative library research through a critical reading of Popper’s major works, supported by contemporary scholarship on post-truth, misinformation, digital polarization, and public reason. The analysis argues that post-truth conditions are sustained not only by the circulation of false information but also by weakened norms of evidence, declining trust in institutions, and the insulation of political identities from criticism. Popper’s falsifiability criterion is relevant primarily as a model of critical testing within scientific inquiry, while critical rationalism offers a broader orientation for evaluating public claims provisionally and revisably. The concept of the open society complements this orientation by emphasizing institutions that protect dissent, transparency, error correction, and nonviolent political change. The article concludes that a Popperian response to post-truth should not be understood as a simple fact-checking method, but as a framework for strengthening public criticism, epistemic humility, and institutional accountability.
PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN METODE EDoP UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA KONDISI GIGITAN HEWAN BERBISA Amni, Rahmalia; Aklima, Aklima; Fikriyanti, Fikriyanti; Tarigan, Abul A'la
Journal of Islamic Nursing Vol 11 No 1 (2026): Journal of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/join.v11i2.65602

Abstract

Knowledge of first aid during a venomous animal bite is a skill that must be possessed by every individual, because this condition requires appropriate and immediate assistance at the scene. The right learning method will determine the success of the learning objectives. This study aims to analyze the effectiveness of learning using the EDoP (Education Demonstration and Practice) method on knowledge of first aid for venomous animal bites. The research design employed a one-group pre-posttest quasi-experimental study, which was analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. The research sample consisted of 50 adolescent students (12-18 years old) who were studying in junior high school and senior high school. The results showed that the majority of respondents fell into the Early Adolescence age category (53.3%), identified as female (56.7%), and had a senior high school education (58.3%). Before the intervention, 13.3% of respondents had low knowledge, and 15.0% had moderate. Then, after the EDoP intervention, 98.3% of respondents had high knowledge. The results of the Wilcoxon Signed Ranks test showed a significant difference between the percentage values ​​before and after the intervention (Z =−4.922; p < 0,001), so it can be concluded that the intervention provided suggests potential effectiveness in increasing respondents' knowledge in providing first aid in the event of a venomous animal bite.