Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pelatihan Pertolongan Pertama pada Choking bagi Siswa Sekolah Menengah Atas di Banda Aceh Nurhidayah, Irfanita; Aklima, Aklima; Amalia, Riski; Fikriyanti, Fikriyanti; Jufrizal, Jufrizal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 8 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i8.3230

Abstract

Tersedak (choking) merupakan kondisi gawat darurat yang dapat mengancam jiwa apabila tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat. Remaja termasuk kelompok usia yang rentan mengalami tersedak baik di rumah maupun di sekolah, sehingga diperlukan keterampilan dasar pertolongan pertama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus choking. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 5 Banda Aceh melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung teknik Heimlich maneuver yang dipandu oleh tim pelaksana. Observasi dilakukan untuk menilai partisipasi dan kemampuan peserta dalam melakukan tindakan sesuai prosedur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari peserta. Siswa mampu memahami tanda dan gejala choking serta mempraktikkan teknik pertolongan dengan benar. Selain itu, pelatihan juga meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam memberikan pertolongan pertama pada situasi darurat. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan remaja menghadapi kasus choking dan dapat menjadi model edukasi praktis di lingkungan sekolah.
STRATEGI PERDAMAIAN: KONFLIK DALAM BENCANA DI ACEH Ali, Chaidir; Aklima, Aklima
JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi) Vol 7, No 2 (2023): November
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Hukum Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisipunja.v7i2.27186

Abstract

Konflik dan bencana alam sangat erat kaitannya; dalam beberapa kasus, bencana dapat membantu mewujudkan perdamaian di zona perang. Namun, bagaimana proses perdamaian dapat berdampak pada dinamika konflik belum dieksplorasi secara panjang lebar. Makalah ini berupaya mengkaji unsur-unsur yang mengarah pada perdamaian atau perang di zona bencana. Konflik sosial yang berkepanjangan di Aceh dari tahun 1976-2005 adalah contoh kasus dimana bencana tsunami pada tanggal 26 Desember 2004 berujung pada kesepakatan damai di Aceh dalam waktu singkat. Metode dan strategi kualitatif deskriptif untuk eksplorasi literatur online digunakan dalam penelitian ini. Studi ini mengungkapkan bahwa konflik tidak ditentukan oleh bencana melainkan dipicu olehnya. Empat faktor kemiskinan, kemampuan negara, negosiasi, dan internasionalisasi perang mempengaruhi transisi dari konflik menuju perdamaian.
Studi Kasus pada Pasien dengan Congestive Heart Failure (CHF) Naura, Cut Calisa; Aklima, Aklima; Amni, Rahmalia
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2660

Abstract

Gagal jantung kongestif berisiko menyebabkan komplikasi seperti atrial fibrilasi, kardiomegali, edema pulmonal, dan gagal ginjal. Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien Congestive Heart Failure (CHF) di ruang ICCU RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Desain yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Hasil studi kasus menemukan lima diagnosis keperawatan, yaitu penurunan curah jantung, gangguan pertukaran gas, hipervolemia, risiko perfusi renal tidak efektif, dan risiko infeksi. Tindakan keperawatan yang diberikan adalah perawatan jantung, pemantauan status hemodinamik, pemantauan respirasi, pemantauan hasil laboratorium, pemantauan hasil analisa gas darah, pemantauan intake dan output cairan, pengaturan posisi head up 30o, perawatan perineal, kolaborasi pemberian vasopresor (norepinefrin), pemberian inotropik (dobutamin), pemberian antibiotik (meropenem), dan pemberian diuretik loop (furosemide). Hasil evaluasi belum terdapat perbaikan pada kondisi pasien ditandai dengan menurunnya status hemodinamik dan perburukan hasil laboratorium, asidosis metabolik, atrial fibrirasi, dan asistol pada pasien.
Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Post Op Debulking Tumor Rohmah, Sita Hopipah Suci; Syarif, Hilman; Aklima, Aklima
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4110

Abstract

Operasi debulking adalah bedah sitoreduksi tumor dengan mengangkat sebanyak mungkin tumor. Ketika reseksi lengkap pada dasarnya tidak mungkin dilakukan karena penyakit tumor yang sudah lanjut dan disebut juga bedah sitoreduktif. Desain yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien post op debulking tumor di Intensive Care Unit Rumah Sakit di Privinsi Banda Aceh. Masalah yang muncul pada pasien ialah risiko aspirasi berhubungan dengan penurunan tingkat kesadaran, terpasang nasogastrik tube dan terpasang endotracheal tube., gangguan penyapihan ventilator berhubungan dengan hambatan upaya nafas, gangguan pertukaran gas berhubungan dengan ketidakseimbangan ventilasi perfusi, resiko ketidakseimbangan cairan berhubungan dengan efek samping prosedur (mis pembedahan). Tindakan keperawatan yang diberikan adalah mempertahankan pengembangan balon endotracheal tube (ETT), Memantau status hemodinamik, diberikan kepada pasien adalah head up 30̊, Kadar kalsium. Hasil evaluasi tidak terdapat perbaikan pada kondisi pasien ditandai dengan perburukan hasil laboratorium, alkalosis metabolic pada pasien.
Asuhan keperawatan pasien acute respiratory failure et causa ensefalopati uremikum di ICU: Studi kasus Monicha, Ecy Oktaviana; Jufrizal, Jufrizal; Aklima, Aklima
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i1.1344

Abstract

Latar belakang: Acute respiratory failure (ARF) merupakan kondisi kritis dimana sistem pernapasan gagal untuk mempertahankan pertukaran gas yang memadai yang ditandai dengan hipoksemia atau hiperkapnia atau keduanya. Salah satu faktor penyebab ARF adalah ensefalopati uremikum. Pasien dengan ensefalopati uremikum akan terjadi penumpukan ureum sehingga pasien mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma, yang dapat mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan ventilasi spontan. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk dengan melakukan dan mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien dengan acute respiratory failure et causa ensefalopati uremikum. Metode:Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan bahwa diagnosa yang muncul pada Ny. AR yaitu risiko aspirasi dengan rencana keperawatan pencegahan aspirasi, gangguan pertukaran gas dengan rencana keperawatan manajemen ventilasi mekanik, penurunan kapasitas adaptif intrakranial dengan rencana keperawatan peningkatan tekanana intrakranial dan ketidakstabilan glukosa darah dengan rencana keperawatan manajemen hiperglikemia. Kesimpulan: Terdapat sebagian perbaikan pada kondisi pasien seperti terjadi peningkatan kesadaran, tidak terdapat residu lambung, dan tidak terdengar suara napas tambahan namun harus dilakukan peningkatan intervensi lainnya diakibatkan kondisi pasien yang belum stabil. Rekomendasi: Diharapkan pelaksanaan penanganan pasien dapat dilakukan segera dengan intervensi yang menunjang perbaikan kondisi pasien dan terus meningkatkan asuhan keperawatan pada pasien acute respiratory failure.
PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA KERACUNAN PADA ANAK USIA SEKOLAH Annisa, Annisa; Jufrizal, Jufrizal; Aklima, Aklima
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keracunan paling sering ditemukan pada anak usia sekolah dasar (SD). Kejadian keracunan harus mendapatkan penanganan cepat dan tepat dari orang terdekat. Anak usia sekolah idealnya memiliki pengetahuan tentang keracunan. Hal ini karena keracunan bisa terjadi dilingkungan bermain yang mungkin jauh dari pengawasan orang tua dan guru. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi gambaran tingkat pengetahuan anak usia sekolah tentang pertolongan pertama keracunan. Jenis penelitian adalah deskriptif ekploratif, sampel penelitian 89 siswa/i terdiri dari kelas V dan VI di SD Negeri 70 Kota Banda Aceh. Tehnik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Alat ukur yang digunakan kuesioner pengetahuan pertolongan pertama keracunan berisi 18 item pernyataan ya-tidak dengan nilai validitas 0,676 dan reabilitas 0,880. Penelitian menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat pengetahuan anak usia sekolah tentang pertolongan pertama keracunan berada kategori pengetahuan sedang sebanyak 52 responden (58,4%). Diharapkan pihak sekolah agar dapat mengoptimalkan unit kesehatan sekolah (UKS) untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pertolongan pertama pada keracunan.Kata Kunci : Keracunan, Anak usia sekolah, Pengetahuan
KESIAPAN MAHASISWA KEPERAWATAN KOTA BANDA ACEH DALAM MELAKUKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA FRAKTUR Salsabila, Safina; Jufrizal, Jufrizal; Aklima, Aklima
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 5 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v5i2.13649

Abstract

The incident of fracture in Indonesia are still very high. Aceh is listed as one of the provinces with a high  incidence of fractures in indonesia. The main thing when a fracture occurs is to provide first ai quickly and  immediately. Therefore, the readiness of the people especially nursing student to provide appropriate first  aid is crucial to prevent more severe injuries or even death. This study aims to determine the readiness of  nursing students in Banda Aceh to provide first aid for fractures. The method of this research is quantitative  with a descriptive approach. The population of this study is nursing students in Banda Aceh. The sample size  of 163 students selected using total sampling technique. Data processing was univariate analysis. The results  showed that 161 respondents (98.8%) was considered ready to provide first aid for fractures, and 2 respondents (1.2%) was considered sufficiently ready to provide first aid for fractures. The conclusion that the majority of respondents in this study express high readiness to provide first aid for fractures when viewed from both cognitive and affective domains. Recommendation for the future researchers to conduct more in-  depth studies regarding readiness as observed from the psychomotor domain or directly observe respondents  readiness when encountering fracture victims
The Implementation of Collaborative Drug Administration Intervention in The Emergency Room of Hospital X at Banda Aceh Ruzanna, Jihan Syifa'; Syarif, Hilman; Aklima, Aklima
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 10 No 2 (2025): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jik.v10i2.4720

Abstract

Medication safety is a main focus to maintain patient safety. Recent studies show that almost 50% of adverse incidents in the global health system are rooted in inaccuracy in drug administration. This study aimed to determine the implementation of collaborative interventions for drug administration in the Emergency Room of X Hospital in Banda Aceh. This quantitative descriptive study, using a cross-sectional approach, used a total sampling technique to select 58 respondents. Data was collected through direct observation of drug administration practices and analyzed using descriptive statistical tests. The results showed that the implementation of the principle of the seven rights of drug administration in the Emergency Room of Hospital X in Banda Aceh was in the good category (72.4%); with the implementation of drug administration to the right patient (91.4%), right drug (96.6%), right dose (100%), right route (100%), right time (94.8%), right documentation (93.1%), and right information (96.6%). In conclusion, nurses in the Emergency Room of Hospital X have applied the seven rights of drug administration principle. However, more effort is required to increase nurse adherence to this principle, especially in verifying patient identity and providing drug information. It is expected that hospitals can conduct continuous planning, monitoring, evaluation, and supervision to strengthen the implementation of the seven rights principles of drug administration and to ensure patient safety.
Islamic And Human Rights Perspectives on The Discourse on The Existence of Gender-Neutral Toilets in Indonesia: Penelitian Kaokabah; Rabith Madah Khulaili Harsya; Aklima, Aklima; Tono Wartono; Darmun
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5396

Abstract

The discourse on gender-neutral toilets has sparked a multidimensional debate in Indonesia, a Muslim-majority country that upholds religious values ​​and Eastern norms. This study aims to analyze the existence of gender-neutral toilets through a dual lens: the perspective of Islamic law (Maqasid al-Shari'ah) and international human rights instruments. Using normative legal research methods with a conceptual and comparative approach, this article explores the tension between the inclusiveness of public spaces for gender minorities and the principles of privacy ( khalwah ) and gender segregation in Islamic tradition. The results show that while the human rights perspective emphasizes non-discriminatory accessibility and human dignity according to the Yogyakarta principles, the Islamic perspective in Indonesia tends to emphasize the protection of public morality and the boundaries of aurat. However, there is a dialectical space through the principle of maslahah mursalah to provide safe facilities without disrupting the existing social order. This study concludes that the implementation of gender-neutral toilets in Indonesia requires a hybrid model that takes into account local sensitivities to avoid escalating social conflict.