Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENANGANAN PERTAMA LUKA BAKAR DI KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH Niko Ari Arga; Jufrizal Jufrizal; Aklima Aklima
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar merupakan salah satu keadaan darurat yang paling sering terjadi di masyarakat. Luka bakar termasuk peringkat ke-7 sebagai kecelakaan yang sering terjadi di dunia. Penanganan awal luka bakar yang tidak tepat dapat menyebabkan efek samping dan bahkan kematian pada penderitanya. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat pada penanganan pertama luka bakar di Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Jenis penelitian yaitu kuantitatif dengan desain deskriptif eksploratif. Sampel adalah masyarakat yang tinggal di Kecamatan Syiah Kuala yang berjumlah 396 orang dengan, menggunakan teknik proportional sampling. Alat ukur adalah kuesioner dengan menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang penanganan pertama luka bakar adalah cukup yaitu 169 responden (42,7%). Direkomendasikan kepada masyarakat agar terus mengikuti perkembangan penanganan pertama luka bakar di rumah baik melalui televisi, radio, majalah, media sosial, mengikuti seminar maupun dengan mengakses artikel ilmiah.
GAMBARAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RUANG INTENSIVE CARE Yulisa Dwi Fitriani; Aklima Aklima; Jufrizal Jufrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang perawatan intensive care merupakan unit pelayanan kesehatan yang menerima pasien kritis di rumah sakit. Caring merupakan esensi keperawatan yang harus dilakukan oleh perawat dalam melakukan asuhan pelayanan keperawatan. Salah satu hal yang harus dimiliki perawat di ruangan intensive care adalah perilaku caring terhadap semua pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku caring perawat di ruang perawatan intensive care RSUD Meuraxa. Jenis penelitian kuantitafif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu cross sectional, teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah responden 50 perawat dalam waktu penelitian 7 hari. Alat pengumpulan data berupa kuesioner Caring Behavior Inventory (CBI) dengan 42 pertanyaan yang diukur berdasarkan persepsi perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku caring perawat di RSUD Meuraxa yaitu sebanyak 43 orang (86%) dalam kategori perilaku caring baik sedangkan pada kategori perilaku caring cukup yaitu sebanyak 7 orang (14%). Perilaku caring pada perawat dapat menciptakan kepuasan pasien terhadap pelayanan asuhan keperawatan. Hasil penelitian didapatkan bahwa perilaku caring dalam kategori tinggi pada seluruh perawat intensive care di RSUD Meuraxa.
PENGETAHUAN MANAJEMEN JALAN NAPAS PERAWAT DI RSUD TGK CHIK DITIRO SIGLI Aufa Dina Hasnia; Aklima Aklima; Fikriyanti Fikriyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen jalan napas merupakan tindakan paling penting dalam penanganan pasien gawat darurat. Manajemen jalan napas bertujuan untuk menjaga kepatenan jalan napas. Kematian sering diakibatkan oleh keterlambatan penanganan ataupun ketidakmampuan petugas kesehatan dalam mengenali dan menangani gangguan yang terjadi pada jalan napas pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan perawat tentang manajemen jalan napas di Rumah Sakit Umum Daerah Tgk Chik Ditiro. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif exploratif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik consecutive sampling dengan jumlah sampel 210 perawat. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sudah lulus uji validitas dan reabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas tingkat pengetahuan perawat tentang manajemen jalan napas berada pada katagori cukup yaitu sebanyak 107 (51%) perawat, kategori kurang sebanyak 84 (40%) perawat, dan kategori baik hanya 19 (9%) perawat. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan perawat tentang manajemen sangat penting karena masalah jalan napas merupakan salah satu kegawatdaruratan yang harus segera ditangani. Disarankan untuk pihak rumah sakit melakukan supervisi dan tindak lanjut untuk perawat yang telah mendapatkan pelatihan BHD atau yang lainnya untuk memenuhi komponen kompetensi perawat.
HUBUNGAN INTERPERSONAL PADA KELOMPOK USIA DEWASA DENGAN MASALAH HIPERTENSI Nabila Mulyadi; Maulina Maulina; Aklima Aklima
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kejadian hipertensi semakin meningkat setiap tahunnya. Usia dewasa menjadi faktor risiko yang berpengaruh besar terhadap hipertensi. Untuk menurunkan angka kejadian penyakit hipertensi, maka penting untuk dilakukan gaya hidup sehat salah satunya hubungan interpersonal yang baik agar masyarakat dengan hipertensi tidak terbebani dengan penyakit tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran hubungan interpersonal pada kelompok usia dewasa dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar. Desain penelitian adalah deskriptif eksploratif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada kelompok usia dewasa dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar dengan jumlah sampel 129 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner Health Promoting Lifestyle Profile II (HPLP-II) yang terdiri dari 9 item pernyataan hubungan interpersonal dalam skala likert dilakukan dengan teknik wawancara terpimpin. Metode analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan nilai hubungan interpersonal dengan mean 2.27 (SD=0.37). Hal ini menunjukkan bahwa hubungan interpersonal pada masyarakat cukup baik. Diharapkan kepada perawat agar dapat membuat strategi yang lebih efektif dalam melakukan promosi kesehatan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat khususnya hubungan interpersonal yang baik pada penderita hipertensi sehingga dapat menangani masalah tersebut.
PENGETAHUAN MAHASISWA TENTANG RESUSITASI JANTUNG PARU Munawwarah, Munawwarah; Aklima, Aklima; Fikriyanti, Fikriyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resusitasi Jantung Paru (RJP) merupakan pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan korban yang mengalami henti jantung. Kejadian henti jantung dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, sehingga RJP harus mampu dilakukan oleh tenaga medis dan masyarakat awam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa tentang RJP. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Universitas Syiah Kuala. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan proporsional sampling dengan jumlah sampel 394 mahasiswa dari 12 fakultas yang terdapat di Universitas Syiah Kuala. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang RJP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 240 (60,9%) mahasiswa memliki pengetahuan kurang, sebanyak 74 mahasiswa (18,8%) memiliki pengetahuan cukup dan sebanyak 80 mahasiswa (20,3%) memiliki pengetahuan baik tentang RJP. Rekomendasi kepada pihak universitas untuk dapat melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa antara lain dengan mengadakan pelatihan dan pemberian informasi tentang penanganan pasien henti jantung.
The Role of Guidance and Counseling Teachers on Social Interaction of Down Syndrome Students at UPT SLB E Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara Aklima, Aklima; Ginting, Rafael Lisinus
Quanta : Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2024): VOLUME 8, NOMOR 3 (2024): SEPTEMBER-DECEMBER
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/quanta.v8i3.4947

Abstract

English: This study aims to determine the role of counseling teachers on the social interaction of children with Down syndrome at school. The subjects of this study consisted of one counseling teacher, two homeroom teachers, and two parents. This research is a qualitative research with a descriptive approach. Data collection used observation, interviews, and documentation studies. Data were analyzed using triangulation of coding techniques. The results showed that there are 12 roles of counseling teachers on their social interactions, including 8 roles that often appear are the roles of consultant, transmitter, initiator, counselor, mediator, motivator, director, and informator. 5 other roles that rarely appear are the roles of coordinator, facilitator, organizer, and evaluator. Down syndrome children can interact at school if there is a stimulus from the discipline. Indonesia: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru BK terhadap interaksi sosial siswa down syndrome di sekolah. Subjek penelitian ini terdiri dari satu guru BK, dua guru kelas tunagrahita, dan dua orang tua siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan triangulasi teknik koding. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada 12 peran guru BK terhadap interaksi sosial mereka diantaranya 8 peran yang sering muncul adalah peran sebagai konsultan, transmitter, inisiator, konselor, mediator, motivator, director, dan informator. 5 peran lainnya yang jarang muncul yaitu peran sebagai koordinator, fasilitator, organisator, dan evaluator. Siswa down syndrome dapat berinteraksi di sekolah apabila adanya stimulus dari disiplin ilmu.
Peningkatan Kemampuan Dan Keterampilan School Health Volunteers Melalui Pelatihan Pertolongan Pertama Safuni, Nani; Aklima, Aklima; Ahyana, Ahyana; Fitriani, Naria
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v5i2.135

Abstract

Berbagai permasalahan remaja khususnya masalah kesehatan tentu membutuhkan keterlibatan multidisiplin ilmu, lintas program, lintas sektor dan masyarakat. Tujuan pelatihan pertolongan pertama adalah meningkatkan pelayanan kesehatan bagi remaja di sekolah, melatih kader kesehatan sekolah (school health volunteer) yang menjadi tim dalam memberikan pertolongan atau perawatan dini bagi remaja di Dayah (pesantren) Daruzzahidin. Pelatihan ini dapat membekali para santri yang tergabung dalam volunteers memberikan pelayanan kesehatan, mengingat lokasi sekolah agak jauh dari pusat layanan kesehatan. Pelatihan berlangsung selama tiga hari meliputi keterampilan pertolongan pertama dalam penanganan cedera dan penanganan keracunan. Kegiatan pelatihan diikuti 6 orang santri putra dan 6 orang santri putri beserta pengelola dayah dengan antusias. Selain itu, school health volunteers diharapkan dapat memperkuat program UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) karena dapat menstimulasi para siswa untuk mengembangkan kegiatan kesehatan lain di Dayah Daruzzahidin.
Pengetahuan Masyarakat Dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Banjir Amni, Rahmalia; Aklima, Aklima; Fikriyanti, Fikriyanti; Nurhidayah, Irfanita
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.26810

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Pengetahuan dalam menghadapi bencana, termasuk bencana banjir sangat dibutuhkan agar masyarakat mempunyai kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur pengetahuan masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir di Kecamatan Leupung Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan pendekatan cross-sectional study. Populasi penelitian berjumlah 336 kepala keluarga yang berdomisili di Kecamatan Leupung Aceh Besar. Jumlah sampel penelitian sebanyak 70 responden yang diambil dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Uji statistik menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir berada pada kategori cukup 37 responden atau 52,9%. Semakin tinggi pengetahuan masyarakat dalam mengantisipasi bencana maka semakin meningkat pula kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir. Maka, dibutuhkan upaya peningkatan pengetahuan masyarakat demi terjadinya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir.
Level of Knowledge of Boarding School Students in First Aid Management of Syncope Amni, Rahmalia; Fikriyanti, Fikriyanti; Aklima, Aklima
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syncope is a condition that requires proper and fast first aid. Boarding school students stay twenty-four hours in a dormitory and students often experience syncope for various causes, so boarding school students need independent first aid skills for syncope. Objective: This study aimed to identify the level of knowledge of boarding school students in providing first aid for syncope cases. Method: This research uses quantitative research methods with a cross-sectional descriptive design. The sampling technique in this research was total sampling, with a sample size of 110 respondents. Data collection used a modified questionnaire, and the validity has been tested at r > 0.1857 and the Cronbach alpha value is 0.89. Data analysis was conducted descriptively using a computerized program. Results: Comprehensive research shows that 10.9% of boarding school students have high knowledge of first aid in cases of syncope, 71.8% have medium knowledge, and 17.3% have low knowledge. Conclusions: This research shows that the majority of boarding school students' knowledge level in first aid for syncope cases is still in the sufficient and poor categories.
EDUKASI DAN PELATIHAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) PADA REMAJA DI SMAN 5 BANDA ACEH Nurhidayah, Irfanita; Fikriyanti, Fikriyanti; Aklima, Aklima; Kiftia, Mariatul; Amalia, Riski; Nurhasanah, Nurhasanah; Dewiyanti, Dewiyanti
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 5 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i5.2266

Abstract

Sudden cardiac arrest is one of the leading causes of death that can actually be prevented if early intervention is carried out quickly and appropriately. However, public awareness and skills—particularly among adolescents—in performing Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) remain very low. Therefore, widespread education and training on CPR are essential to increase the chances of survival for victims. This Community Service Program aims to improve adolescents’ ability to provide first aid in cases of cardiac arrest through CPR training and education. Through this program, it is expected that adolescents will gain the knowledge and basic skills necessary to save lives in emergency situations. The target audience of the program was students at SMAN 5 Banda Aceh. The implementation method included education on the signs of cardiac arrest, the importance of CPR, and basic CPR skills training for laypersons, especially teenagers. The activities were conducted interactively through material presentations, hands-on simulation practice, and participant comprehension evaluations to ensure the effectiveness of the training provided. The results of the program showed a significant improvement in understanding the concept of CPR and in basic life-saving skills. Participants were able to recognize the signs of cardiac arrest and perform the CPR steps correctly and in accordance with standards. Additionally, most participants reported feeling more confident in providing first aid in emergency situations after the training. This indicates that direct CPR education and training are highly effective in building community preparedness, especially among adolescents. This community service not only strengthens teenagers' readiness to handle emergency situations but also has the potential to create a sustainable network of first responders. Through this program, it is hoped that the survival rate from sudden cardiac arrest, particularly in school environments, can be increased.