Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analysis of Antioxidant Activity of Ethanol Extracts of Cocoa Fruit Peel (Theobroma cacao L.) and Arabica Coffee Fruit Peel (Coffee arabica L.) with Maceration and Reflux Extraction Method Indah, Indah; Lestari, Dina; Lasenda, Shintia Puja; Sitindaon, Rina S E
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 13, No 3 (2025): J.Food.Pharm.Sci
Publisher : Integrated Research and Testing Laboratory (LPPT) Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfps.20800

Abstract

Cocoa and coffee are well-known commodities in the world, including Indonesia. The seeds of cocoa and coffee are often utilized. Cocoa beans are usually processed into chocolate products, while coffee becomes a beverage product. Utilization of cocoa and coffee beans, and fruits produces waste, namely the skin. The more cocoa and coffee production, the more fruit skin waste. One of the efforts to utilize fruit skin waste is by extracting the antioxidant content from it. The choice of extraction method is important to produce extracts with the maximum amount of extract. Therefore, a study was conducted on the comparison of maceration and reflux extraction methods in determining the highest level of antioxidant activity. Cocoa and coffee fruit peels were extracted using ethanol, and the extracts were tested for antioxidant activity using DPPH with ascorbic acid as a positive control using UV-Vis spectrophotometry. The results of the antioxidant activity test conducted with the DPPH method showed that the IC50 value of macerated cocoa fruit peel extract was 5.440 ppm, and coffee was 62.99 ppm the reflux extract of cocoa fruit peel was 4.999 ppm, and coffee was 61.68 ppm. This shows that the maceration and reflux methods of cocoa can be categorized as very strong antioxidants and strong arabica coffee. from the two extraction methods of this study, it is concluded that there is no significant difference between maceration and reflux.
PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) KESEHATAN CARA MENCUCI TANGAN DENGAN BAIK DAN GOSOK GIGI BERSAMA DI SDN 1 SUNGAI KEDUKAN Nabil, M; Ernia, Rima; Noviyanti Putri, Ririn; Sitindaon, Rina SE
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Vol. 3 No. 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/adam.v3i1.1774

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat. Usia sekolah adalah masa yang baik untuk menanamkan nilai-nilai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga anak tersebut berpotensi sebagai agen perubahan untuk promotor PHBS, baik dilingkungan masyarakat, sekolah maupun keluarga. Beberapa anak menunjukkan perilaku yang tidak sehat seperti lebih suka menkonsumsi makanan yang tidak sehat yang tinggi lemak, gula, garam, rendah serat, meningkatkan risiko hipertensi, diabetes mellitus, obesitas dan sebagainya. Selain itu, ditemukan pula anak yang tidak menggosok gigi pada saat mandi dan sebelum tidur sehingga gigi mereka berlubang. Desa sungai kedukan merupakan wilayah wilayah urban, secara umum memiliki pola hidup perkotaan, yang mengalami kemudahan teknologi membuat perubahan pola hidup terutama pola makan dan kurangnya aktivitas fisik. Kondisi inilah yang menjadi ide penelitian penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Setelah kegiatan PKM ini berakhir, diharapkan dapat mewujudkan pendidikan kesehatan untuk menanamkan nilai-nilai PHBS sehingga berpotensi sebagai agen perubahan untuk mempromosikan PHBS baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
IDENTIFIKASI TELUR CACING ASCARIS LUMBRICOIDES PADA KEMANGI (OCIMUM BASILICUM L) YANG DIJUAL DI PASAR Muslimin, Muslimin; Indriyani, Yeni; Sigalingging, Jamisten; Antara, Nyoman Yudi; Sitindaon, Rina SE
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.712 KB)

Abstract

Ascaris lumbricoides is a roundworm which is a class of intestinal nematodes that are commonly found in tropical and subtropical areas where the condition of the area shows a low level of environmental hygiene. The prevalence of worm egg infection is generally transmitted through food, drinks and vegetables such as basil which is consumed raw as vegetables that are not clean in washing. This study aims to identify the eggs of Ascaris Lumbricoides worm in basil vegetables with samples obtained from the market. Experimental research method with qualitative laboratory examination with Flotation method to identify worm eggs. The population of all Basil vegetables are sold from vegetable traders in the market. Sampling is all basil vegetables from the market. Primary data generated from basil samples were observed. From the results of research conducted on basil vegetables showed negative results containing worm eggs, so basil is safe for consumption. Keywords: Ascaris lumbricoides, Basil, Worm eggs
Identifikasi Telur Cacing Ascaris lumbricoides Pada Sumber Air Di Madang Dalam, Sekip Jaya sitindaon, Rina SE; Ernia, Rima; Tumanggor, Lisnawati
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.532 KB) | DOI: 10.54816/jk.v9i1.464

Abstract

Ascaris lumbricoides is a roundworm that belongs to the class of intestinal nematodes that are mostly found in tropical and subtropical areas where the local conditions are suitable for breeding. The prevalence of worm egg infection is generally transmitted through food, drink and water sources that are always used for daily needs such as water for drinking, washing, cooking and bathing. This study aims to identify Ascaris Lumbricoides worm eggs in water sources with samples obtained from several water sources in Madang Dalam. Experimental research method with qualitative laboratory examination with Flotation method to identify worm eggs. The population of all water sources in Madang Dalam, Sekip Jaya. Primary data is data generated from samples of water sources. The results of the research conducted showed negative results containing worm eggs, so the water source was safe to use. Keywords: Ascaris lumbricoides, Water sources, Worm eggs
Identifikasi Kandungan Natrium Siklamat Pada Minuman Air Tebu Yang Dijual di Pasar 16 Sitindaon, Rina SE; Viswana, Een; Ernia, Rima; Muslimin, Muslimin
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v9i2.531

Abstract

Pemanis buatan adalah bahan tambahan pangan yang ditambahkan kedalam makanan atau minuman untuk menciptakan rasa manis dan mempengaruhi sifat maupun rasa. Salah satu bahan tambahan pangan adalah pemanis buatan. Pemanis buatan yang umumnya digunakan dalam industri makanan dan minuman adalah natrium siklamat. Meurut WHO batas konsumsi harian siklamat yang aman adalah 11 mg/kg berat badan. Penggunaan natrium siklamat yang berlebihan akan menyebabkan tumor dan kanker, oleh karena itu dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji adanya pemanis buatan natrium siklamat pada air tebu yang dijual di pasar 16. Identifikasi ini mengunakan metode kualitatif Test kit siklamat. Hasil penelitian pada 7 sampel air tebu yang dijual di pasar 16, 2 sampel mengandung pemanis buatan siklamat. Kata kunci: Air Tebu, Natrium Siklamat, Uji kualitatif Test Kit Siklamat
Identifikasi Telur Cacing Ascaris Lumbricoides Pada Sayur Selada (lettuce) Yang Dijual Di Pasar Tradisional Muslimin, Muslimin; Indriyani, Yeni; Ernia, Rima; Sitindaon, Rina SE
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v9i2.532

Abstract

Ascaris lumbricoides- cacing gelang, masuk dalam kelas nematoda usus yang menyebabkan infeksi cacing pada manusia. Hidup di daerah tropis dan sub-trofik dengan sanitasi yang rendah dan lingkungan yang kumuh. Prevalensi cacingan sering menginfeksi melalui sayuran mentah seperti selada sebagai lalapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Ascaris Lumbricoides pada sayuran selada yang dijual di Pasar Kayu Agung, Sumatera Selatan, Indonesia. Metode Rancangan percobaan yang digunakan adalah pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan metode Flotasi. Sampel penelitian ini adalah sayur selada yang dijual di Pasar Kayu Agung, Sumatera Selatan. Data primer dikumpulkan langsung dari objek. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada sayuran selada negatif telur cacing. Hal ini karena selada yang diperiksa tidak mengandung telur cacing dan media sayuran untuk vegetasi selada bebas dari telur cacing. Dengan demikian, sayur selada aman untuk dikonsumsi. aspek kebersihan dan kesehatan, sayuran harus dicuci terlebih dahulu sebelum diproses untuk menghilangkan telur cacing dan mengurangi residu pestisida yang ada pada permukaan sayuran yang menyebabkan gangguan kesehatan Kata kunci: Telur Cacing, Ascaris lumbricoides, Selada, Pasar
Pemerikasaan Basil Tahan Asam (BTA) Pada Pasien Suspek Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Muara Kelingi Pada Tahun 2021 Ernia, Rima; Mardiansyah, Evan; Sitindaon, Rina SE; Muslimin, Muslimin; Indriyani, Yeni
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v9i2.533

Abstract

Penyakit tuberculosis paru merupakan penyakit menular yang sebagain besar di sebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Mycobacterium tuberculosis memiliki komponen lemak/lipid sehingga tahan terhadap asam, zat kimia dan faktor fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya basil tahan asam pada pasien suspek tuberkulosis paru. Metode yang dilakukan adalah dengan pewarnaan Ziehl Nelseen dan pembacaan hasil dengan skala IUALTD (International Union Association Lung Tuberculosis Disiease). Jenis penelitian ini dilakukan dengan bersifat eksperimen. Populasi penelitian adalah semua pasien suspek tuberkulosis paru yang datang ke Puskesmas Muara Kelingi untuk melakukan pemeriksaan basil tahan asam. Sampel yang di ambil merupakan pasien yang melakukan pemeriksaan tuberkulosis di Laboratorium Puskesmas Muara Kelingi pada tahun 2021 yaitu berjumlah 30 sampel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 sampel dengan hasil BTA positif. Kata kunci : Bakteri tahan asam, Mycobacterium tuberculosis, sputum
Analysis of Antioxidant Activity of Ethanol Extracts of Cocoa Fruit Peel (Theobroma cacao L.) and Arabica Coffee Fruit Peel (Coffee arabica L.) with Maceration and Reflux Extraction Method Indah, Indah; Lestari, Dina; Lasenda, Shintia Puja; Sitindaon, Rina S E
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 13, No 3 (2025): J.Food.Pharm.Sci
Publisher : Integrated Research and Testing Laboratory (LPPT) Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfps.20800

Abstract

Cocoa and coffee are well-known commodities in the world, including Indonesia. The seeds of cocoa and coffee are often utilized. Cocoa beans are usually processed into chocolate products, while coffee becomes a beverage product. Utilization of cocoa and coffee beans, and fruits produces waste, namely the skin. The more cocoa and coffee production, the more fruit skin waste. One of the efforts to utilize fruit skin waste is by extracting the antioxidant content from it. The choice of extraction method is important to produce extracts with the maximum amount of extract. Therefore, a study was conducted on the comparison of maceration and reflux extraction methods in determining the highest level of antioxidant activity. Cocoa and coffee fruit peels were extracted using ethanol, and the extracts were tested for antioxidant activity using DPPH with ascorbic acid as a positive control using UV-Vis spectrophotometry. The results of the antioxidant activity test conducted with the DPPH method showed that the IC50 value of macerated cocoa fruit peel extract was 5.440 ppm, and coffee was 62.99 ppm the reflux extract of cocoa fruit peel was 4.999 ppm, and coffee was 61.68 ppm. This shows that the maceration and reflux methods of cocoa can be categorized as very strong antioxidants and strong arabica coffee. from the two extraction methods of this study, it is concluded that there is no significant difference between maceration and reflux.
PERBANDINGAN HASIL FERMENTASI VCO (VIRGIN COCONUT OIL); ALAMI VS MINUMAN PROBIOTIK Antara, Nyoman Yudi; Ernia, Rima; Sitindaon, Rina SE
Bakti Cendekia Vol. 1 No. 2 (2024): BAKTI CENDEKIA
Publisher : Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia Regional Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa dapat dimanfaatkan menjadi banyak olahan makanan, salah satunya menjadi virgin coconut oil (VCO). VCO didapatkan dengan cara pendinginan dengan bantuan fermentasi, dan dengan bantuan fermentasi diharapkan mampu menambah manfaat dari VCO. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan jumlah VCO yang dihasilkan dengan bantuan fermentasi menggunakan minuman probiotik. Proses fermentasi VCO dibuat dengan dua acara yaitu memfermentasi secara alami dan fermentasi menggunakan minuman probiotik, dengan masing-masing perlakuan mempunyai waktu 24 dan 48 jam. Hasil yang didapatkan adalah waktu inkubasi yang menghasilkan VCO yang lebih banyak adalah 48 jam pada masing-masing perlakuan. Fermentasi menggunakan probiotik dengan waktu 48 jam menghasilkan VCO yang paling banyak diantara perlakuan lainnya yaitu 15,86 ± 1,06 %. Dapat disimpulkan bahwa VCO yang didapatkan dari hasil fermentasi menggunakan minuman probiotik menghasilkan hasil yang lebih banyak dibadingkan dengan fermentasi secara alami.
Determinan Kejadian Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas 7 Ulu Palembang Putri, Ririn Noviyanti; Putri, Meliya; Muslimin, Muslimin; Sitindaon, Rina SE; Ernia, Rima
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i2.5450

Abstract

Currently, ISPA disease in Palembang City is still one of the highest causes of death among children under five. Risk factors associated with the incidence of ARI are extrinsic and intrinsic factors. The aim of this research was to determine the relationship between exclusive breastfeeding, maternal knowledge, smoking habits, nutritional status and the incidence of ISPA in toddlers in the working area of the 7 Ulu Palembang Community Health Center. This research is analytical with a cross sectional design. The population in this study were mothers with toddlers aged 24 - 59 months with a sample size of 66 people. The sampling technique in this research is purposive sampling. The results of the research show that there is a relationship between exclusive breastfeeding, maternal knowledge, smoking habits, nutritional status and the incidence of ARI in toddlers in the working area of the 7 Ulu Palembang Community Health Center. It is hoped that the end of this research will be an illustration for the community health center to be able to further improve health services and be more active in providing counseling and education regarding ISPA in toddlers.