Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Perubahan Hidrologis Dan Perkembangan Tata Guna Lahan Pada Permukiman Lahan Basah Di Kota Dumai Muhammad Rijal; Pedia Aldy
JURNAL ARSITEKTUR Vol 3, No 1 (2012): Desember
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.674 KB) | DOI: 10.36448/jaubl.v3i1.313

Abstract

Berdasarkan fenomena-fenomena perubahan hidrologis dan perkembangan tata guna lahan pada kawasan permukiman lahan basah di Kota Dumai, telah mengakibatkan terjadinya percepatan aliran dan cadangan air yang ada diatas permukaan tanah menjadi berkurang. Jika tidak dikelola dengan hati-hati dan sesuai karakteristiknya akan menurunkan kualitas lingkungan dan menggangu keseimbangan hidrologis kawasan tropis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak perubahan hidrologis kawasan dan perkembangan tata guna lahan akibat perkembangan debit sungai harian sebelum dan sesudah kegiatan normalisasi sungai dalam rangka pemanfaatan lahan basah tropis sebagai fungsi lahan permukiman di Kota Dumai. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif untuk mengetahui dampak perubahaan hidrologis kawasan dan tata guna lahan yang ditimbulkan akibat pembangunan permukiman pada lahan basah tropis di Kota Dumai. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa perubahan tata guna lahan pada kawasan lahan tropis diwilayah penelitian dari tahun 2001 hingga 2010 menunjukan pergesaran dalam pola pemanfaatan lahan. Semakin berkembangnya lahan permukiman diikuti dengan menyusutnya wilayah lahan basah tropis. Hal ini dikarenakan perubahan hidrologis kawasan akibat pembangunan, sehingga terjadinya pengeringan lahan basah tropis disepanjang DAS, rusaknya kondisi biofisik lahan, hilangnya fungsi lahan basah sebagai penyimpan air dan memperlambat aliran air serta terganggunya ekosistem lahan basah yang sangat produktif dan mempunyai banyak manfaat yang penting sebagai pengendali banjir.
Glass Technology in Natural Light Glasses on Aperture Element in The Architecture World Muhammad Rijal; Pedia Aldy
International Conference on Engineering and Technology Development (ICETD) 2013: 2nd ICETD 2013
Publisher : Bandar Lampung University (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.93 KB)

Abstract

The glass is formed by element which during the time without you realize possible there are at your house backyard or your environment work. Glass material spread over above island in earth. This matter become in the world of architecture nusantara if we do not exploring existence of glass. In the west technological till in this time continue explored how in a moment wait glass to substitution element of especial structure ( which during the time only exploiting concrete and steel in the world of construction). This article only small explanation about glass from some important note pursuant to source of reference representing, in meaning glass material from the aspect of look into light natural at aperture element in the world of architecture. In this article, writer try to present synchronized simple explanation but about history attendance of glass started only as decorator till the part of construction. Writer present very famous aperture element buttonhole in architecture world, colaboration with glass material by presenting some environmental effect and into illumination systems innovation to load light natural maximally which framed in glass till attend again explore in architecture worl
Penerapan prinsip desain Daniel Libeskind pada fasilitas permainan tradisional Melayu Riau di Pekanbaru Elza Fitria Ningsih; Yohannes Firzal; Pedia Aldy
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 5 No 2 (2020): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | May 2020 ~ August 2020
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v5i2.389

Abstract

The deisgn of Riau Malay traditional games facility by adapting Daniel Libeskind’s design principle in Pekanbaru Pekanbaru City has a variety of children's attractions. The rides are generally found at malls or closed commercial centers that tend to provide modern games. Modern games are part of progressively advanced technological advances. Unlike the anciently, the children prefer to play by taking place on an empty field land. The condition of two different things between modern games and traditional games began to be characterized by increasingly many types of modern games and the loss of traditional games. The traditional game is a type of game originating from the Malay region of Riau. One of the game types is Congklak, Statak, gasing, and so on. Therefore, the title of the traditional game of Malay Riau that is useful to keep this traditional game can be preserved, especially children can play while learning to know the traditional values. With the concept of motion design in statak play, this facility is designed with its main function as a playground. It used the primary method of surveying, as well as the various literary sources and standards of game facilities as a secondary method. This traditional game facility emphasizes the design principle of Daniel Libeskind to create a modern design that remains thick with its traditional values. Although the facility design results have many geometric angles, but remain safe and do not interfere with children's movement. © 2020 Elza Fitria Ningsih, Yohannes Firzal, Pedia Aldy
KAWASAN WISATA OLAHRAGA ISLAM DI PEKANBARU DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOMIMETIK Siti Aisyah; Wahyu Hidayat; Pedia Aldy
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i3.535

Abstract

The Islamic Sports Tourism Area is quoted from a hadith which reads from Amir al-mu'minin, Umar Al-Faruq Ibn Al-Khattab, Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam said: "Teach your children to ride, swim and archery". (HR. Shahih Bukhari / Muslim). From the hadith, 3 sports can be taken clearly from the Prophet Muhammad SAW, namely horse riding, swimming and archery. These three sports will be the main function in the Islamic sports tourism area. The design method used is a field survey and documentation as well as analyzing data. The results of the design take the formation of nature in general, namely leaves. The shape of nature is in line with the theme of this design, which is biomimetic architecture. In addition to the three main functions there are also supporting functions in the form of airsoft gun, all terrain vehicles, mosques, food courts, clinics, and retail. The Islamic sports tourism area aims to accommodate community activities and is the center of activities of Islamic Sports in Pekanbaru.).
PERANCANGAN INDOOR SNOW PARK DI PEKANBARU DENGAN PENERAPAN PRINSIP DESAIN JEAN NOUVEL Gitiya Gittasya; Yohannes Firzal; Pedia Aldy
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 4, No 2 (2021): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v4i2.4807

Abstract

Indoor Snow Park adalah wahana rekreasi bertema salju di Pekanbaru, selain berfungsi sebagai rekreasi bangunan juga dapat berfungsi sebagai sarana olahraga es. Pekanbaru di pilih sebagai lokasi desain karena kurangnya sarana rekreasi dan sebagai bentuk mensimulasi alam musim dingin di kota yang beriklim tropis. Indoor Snow Park menerapkan prinsip desain Jean Nouvel karena prinsip desain Jean Nouvel selaras dengan fungsi bangunan dimana pada setiap bangunan yang ia rancang Jean selalu memberikan suasana yang kontras pada bangunanya, sama halnya dengan rekreasi salju di tengah iklim tropis. Konsep yang diterapkan pada Indoor Snow Park ini adalah Snowflakes. Konsep ini terinspirasi dari fenomena turunnya salju di negara subtropis, yang sejalan dengan fungsi rancangan yaitu wadah rekreasi musim dingin. Analogi dari Kristal es ini lah yang kemudian diterapkan pada bentuk, fasad, interior dan lansekap Indoor Snow Park.
Perancangan Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkoba dengan Penerapan Prinsip Healing Environment di Pekanbaru william hutagalung; Pedia Aldy; Muhdi Arief Al Husaini
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 1 (2021): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i1.4883

Abstract

Kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia setiap tahun terus mengalami peningkatan. Narkoba adalah zat/obat yang memberikan efek halusinasi serta menyebabkan kecanduan berat. Dampak buruk dari penyalahgunaanya dapat merusak kesehatan fisik maupun mental. Program rehabilitasi merupakan solusi terbaik untuk upaya penyembuhan bagi para pecandu narkoba, sehingga dibutuhkan sebuah wadah yang dapat menaungi semua kegiatannya. Kota Pekanbaru saat ini masih sangat kekurangan fasilitas rehabilitasi narkoba, baik dari jumlah maupun yang telah memenuhi standar kesehatan. Permasalahan ini diharapkan dapat diselesaikan dengan perancangan bangunan rehabilitasi narkoba di Pekanbaru dengan penerapan prinsip healing environment. Pengolahan elemen-elemen arsitektural pada rehabilitasi narkoba diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan pasien. Healing environment diterapkan pada perancangan karena terdapat prinsip penting terhadap proses kesembuhan pesien pecandu narkoba, yaitu prinsip psikologi, prinsip panca indra manusia dan prinsip lingkungan.
Pusat Pecinta Kucing di Pekanbaru dengan Pendekatan Arsitektur Ekspresionis Muhammad Mahdi Hadiwijaya; Yohannes Firzal; Pedia Aldy
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 2 (2022): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i2.4894

Abstract

Banyaknya kasus kekerasan terhadap kucing yang dilakukan sebagian orang menunjukkan bahwa kesenjangan terhadap kucing masih banyak terjadi, dikarenakan minimnya perhatian masyarakat akan kesejahteraan kucing. Kesenjangan yang terjadi pada kucing dialami oleh kucing jalanan dan juga kucing peliharaan, sehingga melatarbelakangi munculnya Pecinta Kucing sebagai kelompok masyarakat yang peduli akan kesejahteraan kucing. Suatu wadah diperlukan bagi Pecinta Kucing di Pekanbaru agar dapat menaungi segala kegiatan mereka untuk memberikan kesejahteraan bagi kucing melalui kegiatan perawatan, edukasi, dan rekreasi. Pusat Pecinta Kucing hadir sebagai wadah dalam menjalankan aktivitas bagi Pecinta Kucing di Pekanbaru. Pusat Pecinta Kucing kelak akan menjadi tempat yang tidak hanya dapat dinikmati oleh Pecinta Kucing dan masyarakat Pekanbaru yang tertarik pada kucing, namun juga bagi kucing melalui fasilitas yang disediakan dan kegiatan yang diadakan. Perancangan Pusat Pecinta Kucing menggunakan pendekatan Arsitektur Ekspresionis, agar dapat mengkomunikasikan ekspresi rasa peduli pecinta kucing terhadap kesejahteraan kucing kepada masyarakat umum sebagai wujud pentingnya hak untuk sejahtera bagi kucing.Kata Kunci: Arsitektur Ekspresionis, Pusat Pecinta Kucing 
Pusat Kesehatan Mental Anak dan Remaja Korban Kekerasan dengan Pendekatan Healing Environment di Pekanbaru Nada Rizqi Amalia; Pedia Aldy; Muhd Arief Al Husaini
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 1 (2021): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i1.4932

Abstract

Fenomena kekerasan pada anak merupakan hal yang sangat memprihatinkan, terlihat dari kasus kekerasan pada anak yang meningkat setiap tahun di Indonesia, kekerasan yang terjadi meliputi kekerasan fisik, psikis, seksual dan ekonomi yang berdampak pada kesehatan jiwa. Perlu adanya perlakuan khusus untuk melihat banyaknya korban kasus kekerasan pada anak di berbagai daerah. Di Provinsi Riau tingkat kasus kekerasan dari tahun 2012 - 2020 berjumlah 1225 kasus dan Kota Pekanbaru merupakan daerah penyumbang kasus kekerasan dengan total 713 kasus. Kasus kekerasan yang terjadi didominasi oleh kekerasan seksual, hal ini membuktikan masih rendahnya kesadaran masyarakat dan perlunya penanganan terutama bagi korban kekerasan yaitu anak, karena anak. Kesehatan mental sangat berpengaruh dalam optimalisasi perkembangannya terutama anak-anak korban kekerasan fisik dan psikis yang membutuhkan fasilitas dan pengobatan yang tepat. Hal inilah yang mendasari terciptanya Puskesmas Mental Anak sebagai wadah yang dapat menampung dan melayani kebutuhan kesehatan jiwa yang didalamnya terdapat fasilitas penyuluhan, sharing, relaksasi dan fasilitas pendukung lainnya. Perancangan ini menggunakan Healing Environment Approach yang mengedepankan prinsip penyembuhan sebagai penerapan desain, tidak hanya aspek fisik non fisik juga saling mempengaruhi dengan menciptakan suasana penyesuaian elemen desain yang memberikan rangsangan positif bagi panca indera sehingga dapat menciptakan lingkungan yang kondusif dalam proses penyembuhan. Hal inilah yang mendasari terciptanya Puskesmas Mental Anak sebagai wadah yang dapat menampung dan melayani kebutuhan kesehatan jiwa yang didalamnya terdapat fasilitas penyuluhan, sharing, relaksasi dan fasilitas pendukung lainnya. Perancangan ini menggunakan Healing Environment Approach yang mengedepankan prinsip penyembuhan sebagai penerapan desain, tidak hanya aspek fisik non fisik juga saling mempengaruhi dengan menciptakan suasana penyesuaian elemen desain yang memberikan rangsangan positif bagi panca indera sehingga dapat menciptakan lingkungan yang kondusif dalam proses penyembuhan. Hal inilah yang mendasari terciptanya Puskesmas Mental Anak sebagai wadah yang dapat menampung dan melayani kebutuhan kesehatan jiwa yang didalamnya terdapat fasilitas penyuluhan, sharing, relaksasi dan fasilitas pendukung lainnya. Perancangan ini menggunakan Healing Environment Approach yang mengedepankan prinsip penyembuhan sebagai penerapan desain, tidak hanya aspek fisik non fisik juga saling mempengaruhi dengan menciptakan suasana penyesuaian elemen desain yang memberikan rangsangan positif bagi panca indera sehingga dapat menciptakan lingkungan yang kondusif dalam proses penyembuhan.
Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu Di Meranti Dengan Prinsip Desain Frank O Gehry Rahmat Rahmat; Gun Faisal; Pedia Aldy
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 4, No 1 (2020): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v4i1.4029

Abstract

Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan Kabupaten di Pesisir Timur dengan memiliki potensi yang besar untuk maju dari sektor pariwisata, salah satunya Tradisi Permainan Tradisional. Dengan adanya permainan tradisional membuat daerah tersebut lebih dikenal masyarakat sekitar baik dalam negeri maupun luar negeri, hanya saja di Kabupaten Meranti masih sangat kurang fasilitas penunjang sebagai wadah untuk melaksanakan kegiatan tersebut, dengan akses yang sangat jauh dan terpisah untuk menuju ke masing-masing permainan tersebut sulit bagi wisatawan dan para komunitas untuk ikut serta mendukung adanya permainan tradisional tersebut. Untuk mendukung kegiatan tersebut agar tetap terlaksana dan mudah dijangkau dibutuhkan Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu sebagai wadah para Komunitas Permainan Tradisional di Meranti untuk melaksanakan berbagai kegiatan. Dalam perancangan Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu dengan menggunakan tema rancangan dari Prinsip Desain Frank O Gehry sangat memikirkan hasil perancangan sesuai dengan fungsi yang dimana Frank O Gehry sendiri merupakan salah satu arsitek yang bersifat Postmodern dengan tidak melupakan budaya lokal. Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu Di Meranti Dengan Prinsip Desain Frank O Gehry ini diharapkan dapat membantu para komunitas di Meranti untuk melaksanakan kegiatan yang dapat memicu majunya daerah tersebut.Kata Kunci: Komunitas; Permainan Tradisional; Frank O Gehry; Melayu; Meranti
Pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi pengawetan dan pengolahan batang sawit untuk bahan baku mebel dekoratif Fakhri Fakhri; Alfian Malik; Pedia Aldy; Elianora Elianora; Zulkifli Zulkifli
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 2 (2020): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.2.241-245

Abstract

Oil palm trunk is one of the biomass that has not been utilized and becomes waste in the former oil palm replanting location. The application of palm oil processing technology for furniture raw materials can provide solutions to target audiences to be utilized and developed in the future. The aim of the community service activity is to assist the processing of oil palm stems for the production of furniture that has distinctive features and high selling value. The method of implementing the activity is theoretical assistance and direct practice to target audiences regarding palm oil processing technology for decorative furniture products. Achievement measurement tools consist of theoretical understanding and application suitability in the field. The results of these activities can be implemented by various prototypes of furniture products. The partner's knowledge of the wood processing business makes the transfer of science and technology for the use of oil palm trunks easier to implement. Socio-economically for the local community is very beneficial because it can change the perception of the existence of palm oil stems which have been considered as waste into a potential that can be utilized for an economically valuable product.