Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : eProceedings of Management

Analisis Pengembangan Model Bisnis Dengan Menggunakan Business Model Canvas (BMC) (Studi Kasus: Namina Resto) Veronica, Sarah Vita; Alfanur, Farah
eProceedings of Management Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era persaingan bisnis kuliner, pelaku bisnis dituntut untuk terus melakukan inovasi dan pengembangan strategiyang tepat sehingga evaluasi sangat dibutuhkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi strategi bisnis NaminaResto menggunakan analisis Business Model Canvas (BMC) dan SWOT. Metode yang digunakan adalah pendekatankualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen terkait.Data dievaluasi dan dianalisis dengan metode BMC dan SWOT. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Namina Restomemiliki beberapa kekuatan, seperti nilai unik yang ditawarkan kepada konsumen dan hubungan baik denganpelanggan. Namun, terdapat juga beberapa kelemahan, terutama dalam hal pengelolaan sumber daya dan teknologi.Peluang di pasar, seperti potensi ekspansi dan inovasi produk, dapat dimanfaatkan untuk mengatasi ancaman sepertipersaingan yang ketat. Berdasarkan temuan ini, penelitian ini memberikan rekomendasi strategi, termasukdiversifikasi produk dan pengembangan kemitraan strategis. Kata Kunci-BMC, SWOT, strategi bisnis, Namina Resto
Analisis Pengembangan Strategi Bisnis UMKM Neduh Kopi Dengan Business Model Canvas (BMC) Haryadi, Rafi Mulya; Alfanur, Farah
eProceedings of Management Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kopi di Kota Bandung berkembang pesat, menciptakan peluang dan tantangan bagi UMKM seperti NeduhKopi. Berdiri sejak 2019, Neduh Kopi perlu merumuskan strategi bisnis baru. Penelitian ini bertujuanmengembangkan model bisnis baru menggunakan Business Model Canvas (BMC) berdasarkan analisis SWOT danTOWS. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dananalisis dokumen. BMC memetakan elemen-elemen kunci model bisnis saat ini, sementara analisis SWOTmengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Strategi baru dirumuskan menggunakan MatriksTOWS untuk mengintegrasikan temuan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan Neduh Kopi dapat memperkuatsegmentasi pasar saat ini dengan meningkatkan kebutuhan yang diperlukan pada pelanggan. Dengan menawarkanpengalaman lebih dari sekadar menikmati kopi melalui fasilitas tambahan dan program diskon, Neduh Kopi dapatmenarik lebih banyak pelanggan. Penggunaan media sosial dan penjualan online juga dimaksimalkan. Strategi barumencakup peningkatan interaksi dengan pelanggan melalui program loyalitas dan pelatihan SDM, investasi dalamteknologi, serta memperkuat kemitraan dengan pemasok dan komunitas lokal. Efisiensi biaya ditingkatkan melaluipembelian biji kopi langsung dari petani. Penelitian ini berkontribusi pada literatur pengembangan model bisnisUMKM di sektor kopi dengan BMC, SWOT, dan Matriks TOWS. Saran mencakup peningkatan kualitas produk danlayanan, serta memperluas pasar melalui strategi pemasaran inovatif dan diversifikasi produk. Kata kunci-Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Business Model Canvas (BMC), SWOT analysis, matriksTOWS
Analisis Strategi Pengembangan Bisnis Menggunakan Business Model Canvas (BMC) (Studi Kasus Pada Siliwangi Car Wash) Rabbani, Nauval; Alfanur, Farah
eProceedings of Management Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya jumlah UMKM di Indonesia menjadi salah satu faktor tingginya persaingan yang semakin ketat.Hal tersebut cukup berdampak pada salah satu pelaku usaha di Kota Tasikmalaya yaitu Siliwangi Car Wash. Saatini, Siliwangi Car Wash memiliki permasalahan yang sedang dihadapi seperti pengelolaan keuangan yang masihdilakukan secara manual dan banyaknya pesaing baru dalam industri yang sama. Tujuan dalam penelitian iniadalah untuk membuat strategi peningkatan pada Business Model Canvas Siliwangi Car Wash. Dalammerumuskan strategi tersebut, dilakukan pendekatan dengan menganalisis faktor-faktor yang dimiliki olehSiliwangi Car Wash seperti kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari sembilan blok Business ModelCanvas. Selain itu, ditambahkan analisis PESTEL dan Porter’s Five Force Model untuk menambah referensieksternal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan wawancarasebagai teknik pengumpulan data. Proses wawancara dilakukan kepada 7 narasumber yang terdiri dari pihakinternal maupun eksternal. Pada penelitian ini dilakukan uji keabsahan dengan menggunakan uji triangulasiberdasarkan hasil wawancara dari narasumber. Hasil dari uji triangulasi tersebut dinyatakan valid. Dari hasilpenelitian yang telah dilakukan, Siliwangi Car Wash telah memenuhi kesembilan blok Business Model Canvas.Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa Siliwangi Car Wash memiliki 12 kekuatan dan 7 kelemahan padafaktor internal. Selain itu, Siliwangi Car Wash memiliki 10 peluang dan 13 ancaman pada faktor eksternalperusahaan. Dari hasil analisis tersebut, dilakukan pencocokan (matching) yang menghasilkan 26 strategipeningkatan, kemudian dilakukan grouping hingga menghasilkan 16 strategi peningkatan untuk Business ModelCanvas Siliwangi Car Wash baru. Dari 16 strategi peningkatan tersebut, dilakukan pemilihan strategi prioritasyang didapatkan sebanyak 5 strategi yang mengisi pada blok Value Proposition, Customer Relationship, KeyResource, dan Revenue Streams. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu menghadapi permasalahan yangdihadapi Siliwangi Car Wash terutama persaingan dengan kompetitor dan pendapatan yang relatif menurun,peneliti merekomendasikan untuk mengimplementasikan Business Model Canvas baru, sehingga Siliwangi CarWash memiliki kesempatan untuk mengatasi tantangan dengan lebih efektif serta memperoleh keberhasilan yangberkelanjutan. Kata Kunci-analisis PESTEL, Business model canvas, pendekatan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman,Porter’s 5 force model, UMKM
Analisis Strategi Pengembangan Bisnis Menggunakan Business Model Canvas (Studi Kasus Pada Dapur Kopi) Sudirman, Nabilla Amanda; Alfanur, Farah
eProceedings of Management Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model bisnis Dapur Kopi menggunakan Business Model Canvas (BMC) yangdidukung oleh analisis SWOT, PESTEL, dan Five Forces Porter. Persaingan ketat di industri kopi di Kota Tasikmalayamendorong Dapur Kopi untuk berinovasi dan meningkatkan daya saing. Metode penelitian melibatkan analisis elemenelemenBMC, faktor eksternal seperti politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan hukum (PESTEL), serta dayasaing menggunakan model Five Forces Porter. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan Dapur Kopi terletak pada kualitasproduk dan pelanggan setia, sementara kelemahan utamanya adalah kurangnya inovasi teknologi dan lokasi yang kurangstrategis.Peluang yang dapat dimanfaatkan meliputi pertumbuhan tren konsumsi kopi dan penggunaan teknologi digitaluntuk pemasaran. Ancaman utama berasal dari persaingan yang ketat, perubahan preferensi konsumen, dan potensikenaikan biaya operasional. Strategi yang diusulkan mencakup peningkatan promosi digital, diversifikasi menu, danpenguatan kemitraan dengan komunitas lokal. Implementasi strategi ini diharapkan memperkuat posisi pasar,meningkatkan loyalitas pelanggan, dan memastikan keberlanjutan bisnis Dapur Kopi dalam jangka panjang. Penelitianini memberikan panduan bagi Dapur Kopi untuk mengoptimalkan model bisnisnya di tengah dinamika pasar yangkompetitif. Kata kunci-business model canvas (BMC), analisis SWOT, PESTEL, Five Forces Porter, strategi bisnis
Peningkatan Business Model Canvas (BMC) Dengan Pendekatan Faktor Kekuatan, Kelemahan, Peluang Dan Ancaman Pada 9-Blok BMC Unit Usaha Salimah Salsabillah, Derisna; Pasaribu, Rina Djunita; Alfanur, Farah
eProceedings of Management Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan jumlah UMKM di Indonesia yang semakin banyak dan tentu saja membuat persaingan antar pelakuUMKM juga semakin sulit. Hal tersebut berdampak pada salah satu UMKM di Kota Bekasi yaitu Salimah yangmerupakan UMKM di bidang fashion. Saat ini Salimah dapat dikatakan sudah tertinggal dalam segi teknologisehingga hal tersebut juga berdampak pada tingkat penjualan dari Salimah sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk merumuskan program peningkatan untuk Business Model Canvas Salimah yang baru dengan pendekatanKekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptifdengan teknik pengumpulan data melalui wawancara. Wawancara dilakukan kepada 7 orang yang terdiri dari pihakinternal dan eksternal. Berdasarkan hasil wawancara, untuk saat ini Salimah sudah dapat memenuhi 9 elemen blokdari Business Model Canvas. Berdasarkan hasil pendekatan diketahui Salimah memiliki 17 kekuatan dan 7kelemahan untuk kondisi internal, lalu untuk kondisi eksternal Salimah memiliki 7 peluang dan 8 ancaman. Setelahmelakukan analisis tersebut kemudian dilakukan pencocokan dan dihasilakn 22 program peningkatan. Darikeseluruhan 22 program peningkatan tersebut kemudian dilakukan grouping dan dihasilkan 12 program peningkatanuntuk Business Model Canvas baru. Dari 12 program tersebut 5 diantaranya adalah program prioritas yang yaitumenambah segmen pelanggan, inovasi produk, menambah digital channels, melakukan partner collaboration, danmengelola financial accountingKata kunci-Business Model Canvas, Pendekatan Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman, Program, UMKMFashion
Strategi Pengembangan Bisnis Menggunakan Business Model Canvas Pada Umkm Studi Kasus Perusahaan Duta Mesin Jahit Muharram, Fajar Awal; Alfanur, Farah
eProceedings of Management Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kreatif merupakan salah satu faktor yang menjadi penggerak perekonomian nasional. Salah satu bidangUMKM dilingkup Industri kreatif adalah di bidang Mode atau Pakaian. Industri tekstil dan pakaian jadi merupakansektor manufaktur yang mencatatkan pertumbuhan paling tinggi pada triwulan III tahun 2019 sebesar 15,08 persen.Berdasarkan data dari CNBC Indonesia (2019) juga, perkembangan industri pakaian mampu berkontribusi sekitar18,01% atau Rp 116 triliun. Namun, walaupun memiliki potensi yang besar, ternyata ada salah satu UMKM toko retailpenjualan Mesin Jahit sebagai salah satu faktor produksi penting, mengalami penurunan penjualan, yaitu Toko DutaMesin Jahit. Pembahasan fenomena pada penelitian ini akan dijawab melalui proses wawancara internal terhadappegawai perusahaan dan pelanggan serta studi pustaka, observasi, dan dokumentasi sebagai pendukung. Memakaimetode penelitian kualitatif deskriptif. Sedangkan untuk evaluasi model bisnis akan dilakukan dengan menggunakanmetode Business Model Canvas untuk memetakan kesembilan building block guna melihat kinerja serta mencari tahuinovasi yang dimiliki oleh Toko Duta Mesin Jahit sekarang. Kemudian melakukan analisis SWOT dan dievaluasidengan pendekatan TOWS. Strategi baru dibuat setelah melihat analisis pada BMC dan TOWS. Berdasarkan hasildari analisis terhadap Toko Duta Mesin Jahit ditemukan bahwa masing-masing perusahaan telah memilki inovasimodel bisnis dengan pendekatan Business Model Canvas yang cukup baik. Hal tesebut bisa dilihat dari model bisnisyang telah memenuhi sembilan blok bangunan pada Business Model Canvas. Namun, setelah melihat analisis SWOTditemukan kekurangan pada BMC yang dimiliki Duta Mesin Jahit seperti Ukuran toko terlalu kecil. Tidak dekatdengan lokasi penjahit dan konveksi di batas pedesaan-perkotaan (rural-urban). Kegiatan pemasaran tidak terorganisirdengan baik (tidak memiliki strategi pemasaran baru, media online tidak terorganisir dengan baik). Reputasi toko tidakbegitu baik (jika dibandingkan dengan toko lain di lokasi yang sama, karena Duta Mesin Jahit adalah pendatang baru).Pelanggan tidak dapat membeli produk secara cicilan (tidak menyediakan sistem kredit/kartu kredit) dan Toko DutaMesin Jahit memiliki ancaman seperti Nilai inflasi meningkat setiap tahun. Sulitnya mencari teknisi mesin jahit(montir) berpengalaman, karena tidak ada lembaga pendidikan formal atau lembaga resmi untuk teknisi mesin jahit.Biaya logistik mahal. Kelangkaan suku cadang mesin jahit untuk beberapa mesin khusus yang tidak ada di Indonesia.Peningkatan upah minimum bulanan di Jawa Barat. Kompetitor baru berupa toko-toko offline dan online yang lebihkecil namun banyak. Melihat kekurangan atau kelemahan dan ancaman yang ada, berdasarkan pendekatan TOWSmaka ditentukan strategi pengembangan baru, yaitu perbaikan pada Key Activities dan Revenue Stream, perbaikanpada Value Propositions, Channels dan Consumer Segment serta perbaikan pada Key Partners.Kata Kunci-pengembangan bisnis, BMC, SWOT
Inovasi Model Bisnis Pada Umkm Geprek Saudah Melalui Pendekatan Business Model Canvas Zaidan, Muhammad Alfi; Alfanur, Farah; Alamsyah, Muhammad Iqbal
eProceedings of Management Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan merancang inovasi model bisnis pada UMKM Geprek Saudah di Bojongsoang, Bandung, menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) dengan didukung analisis VRIO, PESTLE, Porter’s Five Forces, dan SWOT. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang signifikan, seperti penurunan omzet selama tiga tahun terakhir, manajemen keuangan yang belum optimal, serta kesulitan dalam menjangkau pelanggan baru akibat persaingan industri kuliner yang semakin ketat. Kondisi ini mendorong perlunya evaluasi dan pengembangan elemen-elemen inti model bisnis guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif deskriptif-analitis dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam bersama pemilik, karyawan, pelanggan, dan mitra pemasok. Observasi lapangan dilakukan untuk melihat proses operasional dan interaksi dengan pelanggan, sementara dokumentasi usaha digunakan untuk verifikasi data. Data dianalisis menggunakan triangulasi dengan mengintegrasikan kerangka BMC dan analisis VRIO untuk mengevaluasi sumber daya internal. Analisis eksternal menggunakan PESTLE dan Porter’s Five Forces guna memahami faktor lingkungan bisnis. Hasil penelitian menunjukkan perlunya inovasi pada elemen proposisi nilai, kanal distribusi, dan hubungan pelanggan melalui diversifikasi menu, pemasaran digital yang terarah, optimalisasi kanal penjualan (dine-in, delivery, dan take-away), serta pengembangan program loyalitas pelanggan. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan omzet, memperkuat posisi pasar, dan menunjang pengelolaan keuangan UMKM Geprek Saudah secara lebih efektif. Kata Kunci : UMKM,Geprek Saudah, Business Model Canvas, Inovasi Model Bisnis