Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

TRADISI MAKAN URANG BANJAR (Kajian Folklor atas Pola Makan Masyarakat Lahan Basah) Alfisyah Alfisyah
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 1, No 3 (2019): (Juli)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.415 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v1i3.1408

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang berbagai makanan tradisional masyarakat Banjar. Makanan (food) sendiri bukan sekedar produk organisme dengan kualitas biokimia yang dikonsumsi manusia, tetapi makanan merupakan bagian dari upaya mempertahankan hidup yang ditentukan oleh kebudayaan masing-masing kolektif. Keberadaan makanan Banjar sekarang sudah mulai tidak dikenal oleh generasi sekarang seiring dengan masuknya berbagai produk makanan impor. Generasi sekarang sudah tidak lagi memahami makna dan kearifan lokal dari makanan tradisonal. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada beberapa makanan Banjar yang masih berkembang dan digunakan dalam berbagai tradisi dan upacara adat yaitu (1) makanan untuk suguhan upacara, yaitu kelompok makanan yang disediakan sebagai suguhan untuk dimakan peserta upacara. Fungsi makanan ini untuk menunjukkan kesungguhan tuan rumah melaksanakan upacara dan sebagai penghargaan atas kedatangan masyarakat juga sekaligus dapat menguatkan ikatan sosial di antara anggota masyarakat.; (2) makanan untuk sajian atau sesajen merupakan makanan yang biasanya disajikan untuk atau sebagai sajian (sesajen) bukan untuk suguhan. Fungsi kelompok makanan ini adalah sebagai rasa terimakasih atas anugrah dan rezki yang telah diberikan sang pencipta. Makanan jenis ini juga biasanya dikaitkan dengan harapan dan kekhawatiran akan gangguan dari makhluk-makhluk gaib; (3) makanan pelengkap upacara yaitu makanan-makanan yang biasanya disuguhkan untuk melengkapi atau mendampingi makanan utama.
Onomastis Sebuah Studi Folklor Atas Beberapa Tempat Di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Alfisyah Alfisyah
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 1, No 1 (2019): (Januari)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.499 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v1i1.3020

Abstract

Sebagai bagian dari bahasa, onomastis dapat merefleksikan realitas kultural baik itu fakta, peristiwa, gagasan ataupun ide yang dapat diteruskan karena berhubungan dengan pengetahuan tentang dunia. Onomastik juga dapat merefleksikan sikap dan kepercayaan serta pandangan suatu masyarakat. Artinya kata-kata maupun nama yang hadir mengungkapkan fenomena serta mencerminkan perilaku dan pandangan masyarakat pemiliknya. Seperti penamaan kampung Pangambangan yang secara etimologis berarti tukang kambang “pembuat rangkaian kembang” karena dahulu bahkan sampai sekarang di wilayah tersebut banyak bermukim para pembuat rangkaian kembang. Dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif ditunjang oleh pengumpulan data dengan menginventarisir nama kampung yang digunakan pada beberapa wilayah di kota Banjarmasin. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penamaan sebuah tempat dapat memberi merefleksikan budaya lokal yaitu budaya Banjar serta dapat memberi cerminan pandangan masyarakat.
Strategi Pemasaran Kelompok Musik Campursari Di Sanggar “Budoyo Manunggal” Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Muh. Syahbana , Alfisyah, Yuli Apriati
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 3, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.255 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v3i1.3161

Abstract

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) upaya yang dilakukan sanggar “Budoyo Manunggal” untuk menarik minat yaitu pertama menggunakan media social atau digital marketing. Kedua, dengan cara memenuhi keinginan penonton. Ketiga yaitu membuat kerjasama dengan pemerintah dan paguyuban. (2) Pelayanan yang diberikan sanggar “Budoyo Manunggal” kepada pelanggan terbagi menjadi  dua yaitu customer service dan customer care. Di dalam pelayanan customer service, sanggar “Budoyo Manunggal” lebih memberikan pelayanan seperti kebebasan menentukan dekorasi, penyediaan perlengkapan acara, dan kebebasan memilih alat music atau aliran musik. Sedangkan pelayanan customer care lebih kepada kepedulian sanggar kepada pelanggan seperti mendiskusikan harga dan memberikan saran mengenai acara yang ingin diadakan.
PENGAJIAN PEREMPUAN AR-RAHMAH SEKUMPUL MARTAPURA Alfisyah Alfisyah
JURNAL SOCIUS Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v5i1.3321

Abstract

Moslem recitals (pengajian) as an Islamic educational institution has a very long presence which until now are still survive despite the emerging modern educational institution. Its existance is inseparable from its significant role to modify it self, keep developing and to maintain its principle values. To uncover the survival of the institution, the writer has conducted a study that aims at discribing the roles that have been done by Ar-Rahmah Sekumpul Martapura Recitals. Through a qualitative study method conducted in Ar-Rahmah Sekumpul Martapura-South Kalimantan, it is identified that Ar-Rahmah has not only played the educative role for the women of Banjar, but also maintained the Islamic tradition as well as the role of the ecomomy through cooperation and capital accumulation.Keyword: Moslem recitals, roles, womenPengajian sebagai institusi pendidikan Islam kehadirannya sudah sangat lama hingga sekarang masih bertahan meskipun telah bermunculan lembaga-lembaga pendidikan modern. Kemampuan bertahan tersebut tidak terlepas dari peranan yang telah dijalankannya. Pengajian juga mampu memodifikasi diri dengan mengembangkan peran-peran yang dimilikinya dan mampu bertahan dengan nilai-nilainya. Mengungkapkan kemampuan bertahan lembaga pengajian tersebut maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mendiskripsikan peranan yang telah dilakukan Pengajian Ar-Rahmah Sekumpul Martapura. Melalui metode penelitian kualitatif yang dilakukan di institusi Pengajian Ar-Rahmah Sekumpul, Martapura, Kalimantan Selatan penelitian ini menunjukkan bahwa Pengajian Ar-Rahmah tidak saja memainkan peran edukatif bagi perempuan Banjar dengan mengajarkan pengetahuan dan sikap tetapi juga menjalankan peran sosial budaya melalui pewarisan dan pemeliharaan tradisi keIslaman serta peranan ekonomi melalui kerjasama dan akumulasi modal.Kata Kunci: pengajian, peran, dan perempuan
UPAYA PENINGKATAN QUALITY OF LIFE PARA LANJUT USIA DI MASA PANDEMI COVID-19 Laila Azkia; Yuli Apriati; Alfisyah Alfisyah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 6 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i6.2195-2200

Abstract

Di masa pandemic covid-19 dilakukan pembatasan interaksi sosial secara fisik berpengaruh pada Kesehatan mental lansia. Semua kegiatan yang melibatkan kehadiran banyak orang dihindari, sehingga lansia tidak lagi punya wadah untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi termasuk dengan teman sebaya salah satunya di Posyandu Lansia [1]. Oleh karenanya banyak lanjut usia yang merasa kesepian di masa pandemi seperti sekarang ini. Hal ini berpengaruh terhadap Kesehatan mental lansia. Salah satu upaya mengatasinya adalah melalui pemberian perhatian dari keluarga yang jauh seperti anak yang sedang merantau.  Perhatian tersebut dalam bentuk berkomunikasi dan berinteraksi melalui media komunikasi. Sehingga perlu ada yang memfasilitasi komunikasi online bagi lansia dengan kerabat untuk meminimalkan  rasa kesepian yang dialami lansia.
Pengobatan Anak-Anak yang Kapingitan/Kapinggiran dengan Menggunakan Ritual Tuyang Awal-Awal di Kelurahan Ulu Benteng Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala Khairun Nazmi; Alfisyah Alfisyah; Nasrullah Nasrullah
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtamps.v3i1.8296

Abstract

. Ritual merupakan suatu sistem atau rangkaian tindakan yang ditata oleh adat dan hukum yang berlaku dalam masyarakat yang berhubungan dengan berbagai macam peristiwa yang biasanya terjadi dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menjelaskan proses ritual tuyang awal-awal masyarakat Ulu Benteng kecamatan Marabahan kabupaten Barito Kuala (2) menjelaskan faktor-faktor atau gejala-gejala anak yang harus melaksanakan ritual tuyang awalawal di Ulu Benteng kecamatan Marabahan kabupaten Barito Kuala (3) mendeskripsikan alasan masyarakat Ulu Benteng kecamatan Marabahan kabupaten Barito Kuala mempercayai tuyang awal-awal sebagai penawar atau pengobatan bagi anak-anak yang sakit atau kapingitan atau kapinggiran. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data diperoleh purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Analisis penelitian yang dipakai adalah reduksi data, penyajian data, dan verification. Hasil penelitian menunjukkan (1) proses kegiatan ritual tuyang awal-awal masyarakat Ulu Benteng Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala terdiri dari persiapan yaitu pembuatan piduduk tuyang, tuyang dan rarampah tuyang. Pelaksanaan berupa tampung tawar,mandai tuyang, batuyang dan mantra dan muhun tuyang. Penutup yaitu berupa pemberian salamat. (2) Faktor-faktor atau gejala-gejala anak yang harus melaksanakan ritual tuyang awal-awal masyarakat Ulu Benteng Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala adalah kepercayaan dan alternatife pengobatan. (3) Alasan masyarakat Ulu Benteng Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala mempercayai tuyang awal-awal sebagai penawar atau pengobatan bagi anak yang sakit atau kapingitan terdiri dari kepercayaan irasional dan kepercayaan rasional. Berdasarkan hasil penelitian kepada para pembaca agar penelitian tentang ritual tuyanbg awal-awal dapat dikembangkan lagi, yaitu pada kajian sejarah maupun mantra-mantra yang terdapat pada ritual.
SINERGITAS PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) PADA MAGANG KERJA DI PENGADILAN AGAMA Laila Azkia; Alfisyah Alfisyah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i4.1415-1421

Abstract

Program magang merupakan salah satu dari delapan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Tujuan dari program magang adalah untuk memberikan pengalaman yang cukup kepada mahasiswa terkait pembelajaran langsung di tempat kerja.. Harapannya adalah bahwa mahasiswa mendapatkan hardskills yaitu keterampilan, pemecahan masalah yang kompleks, kemampuan menganalisis dan lain sebagainya. Serta mahasiswa juga mendapatkan soft skill yaitu terkait etika kerja dan profesi, komunikasi, kerjasama, dan lain sebagainya. Setelah mendapatkan hard skill dan soft skillditempat magang maka mahasiswa akan lebih mantap memasuki dunia kerja setelah lulus nanti. Banyak stakeholder yang belum mengetahui tentang Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) khususnya pengadilan Agama yang menjadi tempat tujuan magang mahasiswa. 
Kebiasaan Tidak Menggunakan Helm di Kalangan Pengguna Kendaraan Bermotor Roda Dua di Jalan Ahmad Yani, Km. 4,5 Banjarmasin Timur Nourfah, Syarifah; Alfisyah, Alfisyah; Mattiro, Syahlan
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 4, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtamps.v4i1.12300

Abstract

The purpose of this study is to see: (1) describe the causes of two-wheeled motor vehicle users not wearing helmets on street Ahmad Yani, KM 4.5 East Banjarmasin. (2) describes traffic perceptions among two-wheeled motor vehicle users who do not use helmets on street Ahmad Yani, KM 4.5 East Banjarmasin. This study uses a qualitative method. incidental sampling used in the selection of data sources and informants in this study amounted to 14 people. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The data analysis technique used in this study was data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of this study indicate the reason that two-wheeled motorized vehicle users are accustomed to not wearing a helmet, namely the trip is quite close and there is no ticket from the SATLANTAS officers. Perceptions of traffic violations among users of two-wheeled motorized vehicles who do not use helmets, namely deliberately not wearing helmets and not having any warning from traffic officers
PERAN PAWADAHAN NANANG GALUH BANJARBARU DALAM MEMPROMOSIKAN PARIWISATA DI KOTA BANJARBARU Ni’mah, Imra’atun; Alfisyah, Alfisyah; Ruswinarsih, Sigit
Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Vol 4, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtamps.v4i2.13866

Abstract

Pawadahan Nanang Galuh Banjarbaru is an Indonesian Tourism Ambassador organization in Banjarbaru City, South Kalimantan. They are tasked with promoting and preserving tourism through activities in collaboration with the Department of Youth, Sports, Culture, and Tourism of Banjarbaru City. This research has two objectives: (1) to describe the role of Pawadahan Nanang Galuh Banjarbaru as tourism ambassadors in Banjarbaru City, and (2) to identify internal conflicts within the organization. The research method employed is qualitative, with data collected through participant observation, interviews, and documentation. The research results were analyzed through data reduction, display, and verification. The findings of the research indicate that: (1) Pawadahan Nanang Galuh Banjarbaru promotes tourism in Banjarbaru City through various means, such as visits to other areas, creative activities, and social media publications, effectively increasing the number of tourist visits. (2) Conflicts within the organization, including in Pawadahan Nanang Galuh Banjarbaru, primarily revolve around task allocation and remuneration among members. It is recommended that the public perceive Nanang Galuh as tourism ambassadors within a formal organization with clear structures and responsibilities, rather than just symbolic bearers of offerings. Hopefully, this will enhance their image in the eyes of the public.
INTERNALISASI NILAI KESADARAN LINGKUNGAN MELALUI BIOGRAFI SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI SMPN 5 BANJARMASIN Putra, Muhammad Adhitya Hidayat; Mattiro, Syahlan; Alfisyah, Alfisyah; P, Reski; Budiarti, Ayu
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 10, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v10i3.14446

Abstract

Environmental Awareness is an effort that involves every citizen in growing and fostering awareness to preserve the environment. Humans are very dependent on the natural environment. Students who still lack environmental understanding and do not want to protect their surroundings. We need to teach this through education to students an understanding of environmental awareness. Through the biography of Ir. Pangeran Mohamad Noor, the value of awareness that he has should be used as a source of social studies learning so that students gain an understanding of environmental awareness. The results of this study, the biography of Ir. P. M. Noor, the value of environmental awareness possessed by Ir. P. M Noor, there are 3, namely: Hard Work Value, Environmental Care Value, and Responsibility Value. These values can be used as a source of social studies learning so that students gain an understanding of the environment through Ir. P. M Noor. Based on the study, it can be concluded that the value of environmental awareness through the biography of Ir. Pangeran Mohamad Noor is relevant to be used as a source of social studies learning at SMP Negeri 5 Banjarmasin with the teacher analyzing the RPP first and including these values in social studies learning as a source of social studies learning.