Moh Yasir Alimi
Department Of Sociology And Anthropology Of Contemporary Muslim Societies, Uni- Versitas Negeri Semarang

Published : 62 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Fungsi Perkumpulan Haji Bagi Masyarakat di Kecamatan Cepu Kabupaten Blora Rinja, Achmad Zahrul; Alimi, Moh. Yasir
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi perkumpulan haji bagi masyarakat di kecamatan Cepu Kabupaten Blora. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua makna ibadah haji bagi anggota perkumpulan haji Kecamatan Cepu yaitu wajib dan wajib bagi mereka yang mampu, sedangkan dalam hal predikat haji mereka memaknai predikat haji dengan simbol-simbol tertentu yaitu dengan pakaian dan perilaku. Bentuk kegiatan yang dilakukan oleh IPHI Cepu digolongkan menjadi dua jenis, yaitu kegiatan untuk internal dan eksternal. Fungsi kegiatan yang dilakukan oleh IPHI Cepu yaitu agar para jamaah haji dapat mengupayakan pelestarian haji mabrur, terpenuhinya kebutuhan spiritual masyarakat, terciptanya persatuan antar ormas Islam, dan terpenuhinya kebutuhan sebagian masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Eksistensi Pendidikan Pesantrean Di Lingkungan Non Muslim Tionghoa Rohmah, Miftachur; Alimi, Moh. Yasir
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menjelaskan upaya Pondok Pesantren Kauman di Desa Karangturi dalam mempertahankan eksistensi pendidikan pesantren di tengah lingkungan non-muslim Tionghoa. Pondok pesantren biasanya berdiri dan berkembang di lingkungan yang kental dengan budaya keislamannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui bentuk pendidikan, strategi, faktor pendorong dan penghambat dalam mempertahankan eksistensi Pondok Pesantren Kauman yang berada di tengah lingkungan non-Muslim Tionghoa. Metode penelitian yaitu penelitian kualitatif. Penulis menggunakan teori struktural fungsional dari Talcott Parsons untuk mempertahankan eksistensi suatu kelompok sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) pendidikan yang terdapat di Pondok Pesantren Kauman yaitu pendidikan formal, non-formal, dan pendidikan karakter. (2) strategi mempertahankan eksistensi diantaranya mempertahankan ciri khas pendidikan salaf, menerapkan akulturasi budaya Jawa-Arab-Tionghoa, dan konsisten menanamkan konsep Islam Rahmatan Lil Alamin. (3) faktor pendorong yaitu kerukunan umat beragama, menjunjung tinggi nilai toleransi, dan adanya ritual pesantren di ruang publik. Sedangkan faktor penghambat berasal dari tokoh agama setempat yang kurang mendukung berdirinya Pondok Pesantren Kauman.
Reconstruction of Islamic Da’wah Thought to Inculcate Piety and Nationalism: The Da’wah Thoughts of Habib Lutfi bin Yahya, Luthfi; Alimi, Moh Yasir; Baedhowi, Baedhowi
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 12, No 1 (2020): March
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v12i1.26357

Abstract

Da'wah is an effective means of the scholars to convey religious knowledge while maintaining the direction and orientation of the people. However, preaching with the provision of religious knowledge is not enough. Dai need to equip themselves with a pure heart, sincere love for others, love for the homeland, historical knowledge, respect and gratitude for previous scholars and leaders, and sincere aspirations to realize the common good, safety, prosperity and security for the wellbeing of the nation. In this article, the author, based on the thoughts and experiences of Habib Lutfi, the great Indonesian scholar who is also a reformer of Islamic da'wah in contemporary Indonesia, presents a fundamental da’wah thought reform which can be implemented in the contemporary Islamic world.  Habib Lutfi's messages lay a solid foundation for da’wah based on deep spirituality, the sincerity and purity, local history, revitalization of basic religious messages such as birrul walidain, trust in God (tauhid) and tolerance; unity, love for the motherland and arousing pride in the nation's own products. Habib Lutfi also emphasized that the next generation should not disappoint their predecessors , and that unity and economic nationalism for the wellbeing of the nation is closer to daulatul Islamiyah than aspiration for the formalization of religious law. Habib Lutfi's preaching approach summarized in the love for the country has been proven to be effective in tackling the increasing hoaxes and dividing the people. Habib Lutfi's da’wah is flexible, inclusive and based on solid foundation of sanad chain.
Islam, Religious Confrontation and Hoaxes in the Digital Public Sphere: Comparison of Bangladesh and Indonesia Al-Zaman, Md. Sayeed; Alimi, Moh Yasir
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 13, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v13i2.27223

Abstract

Religion has a considerable contribution to the creation of present Bangladesh and Indonesia. Historically, religious communalism is common in these two regions and its presence is visible to date. Like other countries, both countries are moving more toward digitalization with a good number of digital migrants, making the internet a digital public sphere. Like offline society, online is now becoming a place of religious dakwah and contentions as well. Digital space offers both opportunities and challenges for the democratic religious public sphere. This article discusses the similarity and differences of online religious public spheres between Indonesia and Bangladesh. The research was conducted in 2021 observing social media particularly Facebook. This research finds that the online religious public sphere witnesses online piety, religious deliberation, the spread of religious hoaxes, and Islamism. While in Bangladesh, online disinformation leads to religious communalism and offline violence against religious minorities, in Indonesia, the digital public sphere is largely dominated by religious discourses argumentation among Muslims and the rise of post-Islamism. The online public sphere of both countries similarly witnesses the rise of hoaxes, post-truth, and banal religion.
NYAI LEBE ; OTORITAS MODIN PEREMPUAN PADA MASYARAKAT PESISIR JAWA (Studi Kasus di Kelurahan Sugihwaras Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang) Septiano, Marzuqo; Lutfi, Asma; Alimi, Moh Yasir
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 4 No 2 (2015): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan profil Nyai Lebe sebagai Modin perempuan yang memiliki otoritas pada masyarakat pesisir Jawa tepatnya di Kelurahan Sugihwaras Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nyai Lebe merupakan figur lokal pada masyarakat pesisiran yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat. Peran sosial–keagamaan Nyai Lebe terimplementasi dari perannya sebagai mediator dalam ritus islam-lokal. Nyai Lebe memiliki otoritas yang lebih luas dibandingkan dengan Bapak Lebe. Hal tersebut terlihat dari peran Nyai Lebe sebagai mediator dalam wilayah jangkauan ritus hingga 6 Kelurahan, sedangkan Bapak Lebe hanya dalam satu Kelurahan saja. Selain itu, Nyai Lebe juga berperan sebagai mediator dalam ritus islam-lokal yang lebih banyak jika dibanding dengan Bapak Lebe. Hegemoni budaya patriarki yang ada di masyarakat dan negara menjadi faktor utama yang menyebabkan timbulnya perilaku diskriminatif dan ketimpangan apresiasi antara Nyai Lebe dan Bapak Lebe
POLA PERILAKU NITOR BUNGA KAMBOJA DI AREA PEMAKAMAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KONDISI SOSIAL EKONOMI (STUDI KASUS DI KABUPATEN CILACAP) Sundari, Ety; Brata, Nugroho Trisnu; Alimi, Moh Yasir
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 5 No 2 (2016): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nitor bunga kamboja merupakan istilah untuk menyebut pekerjaan memungut bunga kamboja di area pemakaman. Meningkatnya harga bunga kamboja mengakibatkan munculnya para pemungut bunga kamboja di beberapa area pemakaman. Naik turunnya harga bunga kamboja mempengaruhi perubahan perilaku masyarakat Dusun Sumpilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perilaku nitor bunga kamboja di area pemakaman Dusun Sumpilan, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan teori pertukaran jaringan dalam perspektif Cook dan Whitmeyer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alasan masyarakat melakukan nitor bunga kamboja karena alasan ekonomi, alasan religi dan letak area pemakaman yang strategis. Pola perilaku nitor yaitu adanya perubahan perilaku para pemungut bunga kamboja pada saat harga murah, kemudian harga tinggi dan kembali menurun. Hal tersebut juga mempengaruhi jumlah pemungut bunga kamboja. Aktivitas nitor bunga kamboja dibagi menjadi 3 yaitu ngalumna, numbrasna dan nggaringna. Aktivitas nitor bunga kamboja memberikan dampak pada masyarakat Dusun Sumpilan dari segi kondisi sosial ekonomi.
Pelestarian Wayang Di Kabupaten Tegal Melalui Sanggar Satria Laras Setiawan, Dedi Arif; Iswari, Rini; Alimi, Mohammad Yasir
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 7 No 1 (2018): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanggar Satria Laras merupakan salah satu sanggar yang ada di Kabupaten Tegal yang memiliki perhatian terhadap kesenian wayang. Sanggar Satria Laras tidak hanya melakukan pementasan wayang saja, melainkan juga melakukan pengembangan wayang dan pementasannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk pelestarian wayang dan faktor pendorong pendorong dan penghambat yang dialami Sanggar Satria Laras dalam melestarikan wayang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan konsep pelestarian dinamis milik Sedyawatu dan teori difusi inovasi milik Rogers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pelestarian yang dilakukan oleh Sanggar Satria Laras diantaranya 1) produksi Wayang, 2) pengembangan wayang dan pementasannya, 3) pemanfaatan Sanggar Satria Laras dan Rumah Wayang 2, dan 4) perlindungan wayang oleh Sanggar Satria Laras. Sanggar Satria Laras (Satria Laras Studio) is one of studios in Tegal Regency which gets attention to the puppets, wheter leather puppets art. Sanggar Satria Laras is not only doing Puppets show, but also doing development to puppets and the show. The purpose of this reseaech is to find out the kinds of puppets preservation and the supportive and the obstacle factors happened to Sanggar Satria Laras in preserving puppets. The research method used is qualitative research method. The technique of collecting data used by observation, interview and documentation. The data analysis used the dinami preservation concept by Sedyawati and diffusion innovation theory by Rogers. The result of the research shows that the kind of preservation done by Sanggar Satria Laras as follow 1) puppets production, 2) puppets development, 3) the utilization of Sanggar Satria Laras and Rumah wayang 2, and 4) the puppets protection by Sanggar Satria Laras.
Redefinisi Konsep Maskulinitas Laki-Laki Pengguna Perawatan Kulit Di Klinik Kecantikan Armina Desa Robayan Jepara Maulida, Nur Awaliya; Arsi, Antari Ayuning; Alimi, Mohammad Yasir
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 7 No 1 (2018): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena menarik bahwa perawatan yang identik dengan perempuan, saat ini juga dilakukan laki-laki sehingga muncul redefinisi konsep maskulinitas pada laki-laki. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui redefinisi konsep maskulinitas pada laki-laki yang menggunakan perawatan kulit di klinik kecantikan Armina Desa Robayan Jepara. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kualitatif. Lokasi penelitian berada di klinik kecantikan Armina, tepatnya di Jalan Raya Welahan Gotri RT.24 RW.03 Desa Robayan Jepara. Penelitian ini dianalisis menggunakan Konsep Maskulinitas yang dikaitkan dengan konsep Chafez mengenai area maskulinitas dalam masyarakat. Hasil penelitian yaitu terdapat tiga aspek yang mengalami redefinisi konsep maskulinitas. Ada aspek yang tetap, redefinisi, dan penguatan. Terkait aspek yang tetap terjadi pada aspek fisik. Kemudian aspek yang mengalami redefinisi terjadi pada aspek penampilan, aspek sikap, aspek perilaku, dan aspek karakter, serta aspek yang mengalami penguatan terjadi pada aspek fungsional. Pada aspek fungsional yang diinginkan tidak sekedar bekerja saja, melainkan pekerjaan yang mapan supaya semua kebutuhan hidup terpenuhi. This research is based on a unique phenomenon which a care done by women, currently done by male so that appears redefinition of masculinity concept for male. The purpose of the research is to know the definition of concept masculinity in the male who use the skin care in the clinic beauty Armina in the villages Robayan Jepara. This study using the qualitative research. The location of the study were in the clinic beauty Armina, precisely at Jl. Raya Welahan Gotri RT.24 RW.03 in the villages Robayan Jepara. This study analyzed using the concept of the masculinity associated with the concept of Chafez about the area of masculinity in the community. The result of the research is there are three aspects that have redefined the concept of masculinity. The aspects is a fixed aspects, redefinition aspects, and reinforcement aspects. Related aspects that remain on the physical aspects. Then, aspects that experience redefinition occurs in aspects of appearance, attitude aspects, behavioral aspects, and aspects of character. Also, the reinforcing aspects occurs on the functional aspects. On the desired functional aspects, a person not only works, but does a steady job so that all life needs are met.
Sinkretisasi Nilai Islam dan Jawa Dalam Laku Ritual Peziarah Di Makam Syekh Jambu Karang Nisa, Kanita Khoirun; Alimi, Moh Yasir; Luthfi, Asma
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 9 No 1 (2020): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan sinkretisasi nilai Islam dan Jawa yang dilakukan dalam laku ritual peziarah di Makam Syekh Jambu Karang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk-bentuk sinkretisasi yang dilakukan oleh peziarah meliputi 3 hal yaitu pertama, sinkretisasi persiapan. Disini meliputi tradisi slametan, nyadran, ruwat bumi. Kedua, sinkretisasi dalam pelaksanaan meliputi bakar kemenyan, tabur bunga dan tahlilan. Ketiga, sinkretisasi dalam tuturan doa meliputi doa secara arab dan Jawa.
Fungsi Perkumpulan Haji Bagi Masyarakat di Kecamatan Cepu Kabupaten Blora Rinja, Achmad Zahrul; Alimi, Moh. Yasir
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi perkumpulan haji bagi masyarakat di kecamatan Cepu Kabupaten Blora. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua makna ibadah haji bagi anggota perkumpulan haji Kecamatan Cepu yaitu wajib dan wajib bagi mereka yang mampu, sedangkan dalam hal predikat haji mereka memaknai predikat haji dengan simbol-simbol tertentu yaitu dengan pakaian dan perilaku. Bentuk kegiatan yang dilakukan oleh IPHI Cepu digolongkan menjadi dua jenis, yaitu kegiatan untuk internal dan eksternal. Fungsi kegiatan yang dilakukan oleh IPHI Cepu yaitu agar para jamaah haji dapat mengupayakan pelestarian haji mabrur, terpenuhinya kebutuhan spiritual masyarakat, terciptanya persatuan antar ormas Islam, dan terpenuhinya kebutuhan sebagian masyarakat yang membutuhkan bantuan.