Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Integrating Pancasila and Bhinneka Tunggal Ika Values in Indonesian Education: Strengthening the Profil Pelajar Pancasila Anna Bella Philia; Rahmi Susanti; Melindia
Cigarskruie: Journal of Educational and Islamic Research Vol. 3 No. 1 (2025): September
Publisher : Saniya Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65190/pckckg37

Abstract

This qualitative case study investigates the integration of Pancasila values and Bhinneka Tunggal Ika in educational practices to strengthen the Profil Pelajar Pancasila (Pancasila Student Profile). Conducted at SMA Negeri 1 Palembang, data were gathered through a multi-method approach, including observations, interviews, and document analysis. Findings reveal that the school ecosystem effectively utilizes these foundational Indonesian values to address and manage diversity across religion, race, culture, gender, and socio-economic status. This integration fosters a school environment where students develop character aligned with Pancasila principles, preparing them to be resilient national successors capable of navigating external influences and the challenges of globalization. The study concludes that embedding Pancasila and Bhinneka Tunggal Ika values is crucial for cultivating students who embody the attitudes and competencies of the Profil Pelajar Pancasila.
Revitalisasi Informasi Digital: E-Leaflet Panduan Aplikasi Mendeley di Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Timur: Sebuah Inovasi Ica Nurmala Sari, Ica Nurmala Sari; Rahmi Susanti
ANDIL Mulawarman Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 2 (2024): ANDIL Mulawarman J Comm Engag
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/andil.v1i2.1239

Abstract

BRIDA merupakan perangkat daerah yang dibentuk untuk menyelenggarakan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi yang terintegrasi di daerah. BRIDA mempunyai tugas strategis yakni memberikan berbagai data dan analisis yang diperlukan dalam menghasilkan sebuah kebijakan, agar seluruh kebijakan di daerah yang ada berbasis hasil riset yang komprehensif. Berdasarkan hasil identifikasi masalah terdapat 5 temuan masalah di BRIDA, yaitu: penulisan laporan kajian kurang rapi, kurangnya pemanfaatan aplikasi dalam sitasi, Website iris.kaltimprov.go.id belum diketahui banyak orang, penyebaran hasil riset masih dalam bentuk soft file dan hard file yang memerlukan waktu lama untuk memperolehnya. Dari hasil identifikasi masalah ditemukan prioritas masalah yaitu kurangnya pemanfaatan aplikasi dalam sitasi. Adapun Alternatif Pemecahan masalah yang dilakukan yaitu penyediaan E-Leaflet sebagai petunjuk teknis penggunaan aplikasi Mendeley. E-Leaflet tersebut berisi pentingnya mencantumkan sumber referensi, pengertian aplikasi Mendeley, manfaat aplikasi, cara mendowndload, tutorial penggunaan aplikasi, serta sumber referensi. Metode pelaksanaannya yaitu dilakukan uji coba kelayakan pada media E-Leaflet menggunakan kuesioner validasi kelayakan oleh ahli materi, ahli media, dan pengguna. Berdasarkan perhitungan hasil dari uji coba kelayakan media E-Leaflet divalidasi oleh ahli materi didapatkan sebesar 90%, penilaian oleh pengguna didapatkan sebesar 89,86% termasuk kategori sangat layak, oleh ahli media didapatkan sebesar 75,5% yang termasuk kategori layak.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA KELAS IV MELALUI MEDIA KARTU BERPASANGAN MATERI KOSA KATA BARU DI SD NEGERI 5 PALEMBANG Rahma Kurnia; Rahmi Susanti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, No. 04 Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i4.17028

Abstract

The aim of this research is to improve Indonesian language learning outcomes using paired cards as a medium for class IV students at SD Negeri 5 Palembang, totaling 22 students consisting of 14 boys and 8 girls. This type of research uses classroom action research by collecting data through tests, observation and documentation. This data analysis technique uses data analysis with an interactive model where data collection is carried out using 2 cycles, namely cycle I and cycle II. The results of this research indicate that the use of paired card media in learning new vocabulary material can help improve the learning outcomes of class IV students at SD Negeri 5 Palembang. The increase in learning outcomes can be seen from the learning outcomes that have gone through the Pre-cycle, cycle I and cycle II stages.  Using paired card media in learning shows an increase in student learning outcomes as shown by an increase in the Pre-cycle, only 7 students completed it, 10 students completed the first cycle, and in the Second Cycle there was an increase with 18 students achieving completion. Thus, it can also be seen from the percentage of completeness of students, namely in the pre-cycle stage the percentage of completeness was 31.81%, in Cycle I 45.45% and the percentage of completeness increased to 81.81%, in cycle II, so it can be concluded that the paired card learning media can improve results. student learning.
Filsafat Ilmu sebagai Fondasi Pengembangan Penelitian Pendidikan: Kajian Literatur: Penelitian Hendriyadi; Rahmi Susanti; Yosef; Umi Chotimah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3887

Abstract

This study aims to examine the role of philosophy of science as a foundation in the development of educational research through a literature review approach. Departing from the need to strengthen the epistemological, ontological, and axiological foundations in educational research, this study highlights the problem of weak conceptual frameworks in many studies that impact the quality of scientific findings. The analysis was conducted by examining various relevant literature, including Popper's theory of falsificationism, Kuhn's views on scientific paradigms, and Habermas's ideas on the importance of knowledge. The method used was a systematic literature review with source searches through indexed national and international journals. The results of the study indicate a gap between educational research practices and epistemological standards of philosophy of science, particularly regarding paradigm clarity, methodological validity, and theoretical justification. This study offers a model for strengthening educational research based on philosophy of science that places critical, reflective, and transformative rationality as its main pillars. These findings emphasize that the integration of philosophy of science not only improves research quality but also expands academic contributions and educational practice. Thus, this study makes a theoretical contribution to the development of the state of the art in methodological studies while offering a novel integrated conceptual framework for educational research in the contemporary era.
Literature Review: Implikasi Filsafat Ilmu terhadap Pembelajaran Berbasis Penemuan dan Pemecahan Masalah Reni Oktarina; Rahmi Susanti; Yosef; Umi Chotimah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi filsafat ilmu terhadap pengembangan pembelajaran berbasis penemuan (discovery learning) dan pemecahan masalah melalui pendekatan literature review. Kajian ini berangkat dari kebutuhan untuk memperkuat landasan epistemologis, ontologis, dan aksiologis dalam praktik pembelajaran yang menuntut kemampuan berpikir kritis dan eksploratif peserta didik. Dengan menelaah berbagai teori seperti rasionalisme Descartes, empirisme John Locke, konstruktivisme Piaget, dan falsifikasionisme Karl Popper, penelitian ini mengidentifikasi persoalan bahwa implementasi pembelajaran penemuan sering kali belum terarah secara filosofis dan metodologis. Analisis literatur menunjukkan adanya gap antara tuntutan pembelajaran abad ke-21 dengan kerangka filosofis yang diterapkan dalam praktik pembelajaran di kelas. Hasil kajian memperlihatkan bahwa filsafat ilmu dapat memberikan kerangka pemikiran yang kuat untuk meningkatkan kualitas proses inkuiri, pengujian hipotesis, dan refleksi dalam pembelajaran penemuan dan pemecahan masalah. Penelitian ini juga menghasilkan novelty berupa model konseptual integratif yang menghubungkan prinsip-prinsip filsafat ilmu dengan langkah-langkah pembelajaran berbasis penemuan. Selain itu, penelitian ini menawarkan state of the art dengan memetakan hubungan sistematis antara teori epistemologi dan desain pembelajaran modern berbasis inquiry. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi filsafat ilmu dalam pendidikan sebagai dasar untuk membangun pembelajaran yang lebih rasional, reflektif, dan berorientasi pada pembentukan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Peran Filsafat Ilmu sebagai Landasan Pengembangan Ilmu Pendidikan di Era Digital: Penelitian Reti Nurby; Rahmi Susanti; Yosef Yosef; Umi Chotimah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran filsafat ilmu sebagai landasan pengembangan ilmu pendidikan di era digital yang ditandai oleh perubahan cepat dalam akses, penyampaian, dan validitas pengetahuan. Transformasi digital telah membawa kemudahan dalam pembelajaran, namun temuan penelitian menunjukkan bahwa praktik pendidikan masih menghadapi kelemahan mendasar dalam memahami aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi pengetahuan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggali perspektif pendidik, ahli filsafat, dan praktisi teknologi untuk memahami bagaimana prinsip keilmuan diterapkan dalam konteks pendidikan digital. Hasil penelitian mengungkap bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran belum sepenuhnya didukung pemahaman filosofis yang memadai sehingga berdampak pada lemahnya kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan kedalaman makna pembelajaran. Kurikulum dan pelatihan guru juga ditemukan masih berorientasi pada aspek teknis dan belum mengintegrasikan nilai-nilai filosofis secara komprehensif. Pembahasan menunjukkan bahwa filsafat ilmu memiliki peran penting dalam memastikan arah, makna, dan kualitas pendidikan di tengah arus digitalisasi. Penelitian ini menegaskan bahwa reformasi pendidikan digital perlu diarahkan pada penguatan prinsip keilmuan agar teknologi tidak hanya menjadi alat, tetapi juga sarana pembentukan pemahaman yang reflektif dan kritis. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kurikulum, strategi pembelajaran, dan kebijakan pendidikan berbasis landasan filosofis di era digital.