Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGARUH MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA KEGIATAN EKONOMI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA SEKOLAH DASAR Nafisah, Durrotun; Nurlaily, Vivi Astuti; Dayu, Dian Permatasari Kusuma; Amalia, Eva
Tunas Nusantara Vol 6, No 1, 2024
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jtn.v6i1.6524

Abstract

Media pembelajaran membantu siswa untuk dapat memahami materi yang telah diberikan guru dan dapat membangkitkan motivasi siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran. Namun, Pada kenyataanya masih banyak guru di sekolah yang kurang menggunakan media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPS melalui media permainan ular tangga kegiatan ekonomi. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV C di SDN Lidah Kulon 1. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen jenis pre eksperimental dengan bentuk desain One Group Pretest-Posttest. Berdasarkan hasil penelitian 0,000 < 0,05 Artinya H0 ditolak dan H1 diterima, artinya bahwa ada pengaruh penggunaan media pembelajaran Ular Tangga Kegiatan Ekonomi pada hasil belajar mata pelajaran IPS di sekolah dasar. 
PELATIHAN GERAKAN SADAR WISATA DAN PENDAMPINGAN PENGELOLAAN DESTINASI WISATA DESA SEBONG LAGOI Amalia, Eva; Saputra, Eryd; Hardini , Widi; Budiartha, I Nyoman
Jurnal Tiyasadarma Vol. 1 No. 2 (2024): Januari 2024 | Jurnal Tiyasadarma
Publisher : LPPM ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang berkaitan dengan kompetensi khususnya dalam bidang kepariwisataan merupakan salah satu isu nasional bahkan global untuk menunjang pembangunan berkelanjutan di bidang pariwisata. Maksud dan tujuan pelatihan ini diharapkan dapat mengasah kemampuan diri untuk menjadi SDM pariwisata yang sadar wisata dan sapta pesona sehingga mampu mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan kepariwisataan. Sadar Wisata telah menjadi bagian program Kementrian Pawisata Republik Indonesia, pada Peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia nomor 14 tahun 2016, pada Bab II Kriteria Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Program Pengabdian Masyarakat melalui kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan kualitas SDM dalam rangka meningkatkan sadar wisata. Dari hasil pelatihan ini, peserta diharapkan dapat mempunyai pemahaman yang kuat tentang pentingnya pengembangan wisata dan meningkatkan kesadaran untuk terlibat aktif dalam pengelolaan wisata pada destinasi wisata masing-masing. Hal penting lainnya adalah pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan pendampingan gerakan Sadar Wisata secara berkesinambungan yang diperuntukkan bagi kelompok-kelompok sadar wisata yang berada di Kabupaten Bintan khususnya Kecamatan Teluk Sebong. Kelompok sasaran adalah POKDARWIS ( Kelompok Sadar Wisata) Desa Sebong Lagoi dan Pengurus serta anggota YETHAS ( Yayasan Tunas Harapan Sebong Lagoi ) sebuah yayasan yang dibentuk oleh dan dari masyarakat desa Sebong Lagoi untuk mengelola wisata mangrove di desa Sebong, Lagoi. Jumlah peserta 20(duapuluh) orang dengan metode yang digunakan yakni teknik ceramah , role play dan pendekatan partisipatif. Peserta terlibat langsung dalam pelatihan melalui diskusi yang interaktif. Dari hasil pelatihan ini, peserta diharapkan dapat mempunyai pemahaman yang kuat tentang pentingnya pengembangan wisata dan meningkatkan kesadaran untuk terlibat aktif dalam pengelolaan wisata pada destinasi wisata masing-masing. Hal penting lainnya adalah pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan pendampingan gerakan Sadar Wisata secara berkesinambungan yang diperuntukkan bagi kelompok-kelompok sadar wisata yang berada di Kabupaten Bintan. Pelatihan dan peningkatan kapasitas masyarakat memegang peranan penting dalam pembangunan kelompok-kelompok masyarakat yang dapat menjadi motivator, penggerak, dan komunikator. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dan kepedulian masyarakat di sekitar destinasi pariwisata atau lokasi daya tarik wisata. Dengan menjadi tuan rumah yang baik, masyarakat dapat berperan aktif dalam mendukung perkembangan kepariwisataan. Kesadaran terhadap peluang dan nilai manfaat yang dapat dikembangkan dari kegiatan pariwisata menjadi kunci utama dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis masyarakat. Dengan demikian, pembangunan ini diharapkan tidak hanya mendorong perkembangan pariwisata, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.
SOSIALISASI KEGIATAN PEREMPUAN RELAWAN “ BUNDO KANDUANG BATAM “ DALAM UPAYA PEMBENTUKAN CHARACTER BUILDING MEMPERSIAPKAN SDM TEMPATAN DI BIDANG HOSPITALITY Amalia, Eva; Abnur, Asman; Rais, Syafruddin
Jurnal Tiyasadarma Vol. 1 No. 2 (2024): Januari 2024 | Jurnal Tiyasadarma
Publisher : LPPM ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepariwisataan khususnya yang terkait dengan pembangunan Sumber Daya Manusia, diperoleh melalui peningkatan karakter SDMnya . Upaya pendidikan karakter dengan berbagai metode pembelajaran dianggap sebagai sarana untuk mencapai tujuan ini. Dengan pendekatan ini, pengembangan pariwisata diarahkan untuk mengoptimalkan potensi lokal dengan memperhitungkan faktor-faktor tersebut. . Salah satu upaya pendidikan karakter yang telah berjalan secara adat adalah keberadaan Bundo Kanduang sebuah organisasi sosial kemasyarakatan Sumatera Barat yang diilhami dari sosok yang disegani dalam kehidupan masyarakat Minangkabau Penguatan Peran Perempuan melalui kolaborasi dengan Bundo Kanduang dapat menjadi sarana untuk memberdayakan perempuan dalam mendukung pendidikan karakter. Ini menciptakan ruang bagi perempuan untuk berperan aktif dalam membentuk nilai-nilai positif dalam masyarakat. Pemilihan mitra yang tepat, seperti Bundo Kanduang, tidak hanya memberikan landasan budaya yang kuat untuk pendidikan karakter, tetapi juga memastikan bahwa program tersebut mengakar dalam konteks sosial dan budaya setempat.
Integrating financial and digital literacy for quality primary education: A qualitative study on the Aku Bersedekah Comic and Prop Swap Folktales training Amalia, Eva; Damayanti, Maryam Isnaini; Mufidah, Zulfin Rachma; S, Heru; P, Pratita
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 12 (2025): December 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i12.1031

Abstract

This is a qualitative analysis of the link between finance and digital literacy in primary school education. Two interrelated initiatives were conducted for the analysis. Aku Bersedekah comic book resources were utilized to facilitate the development of finance awareness and values among learners. The Prop Swap Folktales teacher training program permitted the upgrading of teaching staff digital literacy competence for narrative learning activities. Both efforts generated information using interviews, observations, and document analysis techniques for data acquisition. The results show that learners' basic finance knowledge and habits, such as saving, sharing, and management of money, became apparent because of the comic book program, while teacher training permitted upgrading of digital literacy for effective preparation of learning activities for schools. Therefore, finance and digital literacy initiatives have been shown to lead to the achievement of Sustainable Development Goal 4 because learning becomes innovative, values-driven, and technology-enabled.
ANALISIS SWOT PEMANFAATAN BAHAN LOKAL DALAM PENGEMBANGAN OTAK-OTAK SEBAGAI PRODUK UNGGULAN UMKM KULINER KHAS KAMPUNG KIJANG BINTAN Zalukhu, Sarianto; Amalia, Eva
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan bahan lokal dalam pengembangan produk otak-otak sebagai produk kuliner unggulan UMKM di Kampung Kijang, Kabupaten Bintan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penguatan daya saing UMKM berbasis sumber daya lokal dalam mendukung ekonomi kreatif daerah. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus, melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada konsumen. Sebanyak 30 responden terlibat dalam penelitian ini, dengan komposisi 63,3% perempuan dan 66,7% berusia 20–29 tahun, serta mayoritas berpendidikan SMA (76,7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk otak-otak Kampung Kijang memiliki keunggulan pada ketersediaan bahan baku ikan segar lokal, cita rasa autentik, dan harga terjangkau. Namun kelemahan utama ditemukan pada kemasan produk, informasi label, serta minimnya pemasaran digital. Hasil perhitungan matriks SWOT menunjukkan nilai IFAS sebesar 3,15 dan EFAS sebesar 3,18, menempatkan UMKM ini pada Kuadran I, sehingga strategi agresif (SO) merupakan pendekatan yang paling tepat Strategi yang direkomendasikan mencakup inovasi kemasan, optimalisasi pemasaran digital dan marketplace, penguatan branding berbasis bahan lokal, serta kemitraan dengan nelayan untuk menjaga stabilitas pasokan bahan baku. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan strategi pengembangan kuliner lokal yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan daya saing UMKM otak-otak Kampung Kijang di tingkat regional maupun nasional
Safe, Healthy, And Quality Food And Snack Education At State Elementary School 011 Sekupang Batam Gunawan, Agung Arif; Amalia, Eva; Saputra, Eryd
JURNAL KEKER WISATA Vol. 4 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PUSLITABMAS-Politeknik Pariwisata Batamc

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59193/jkw.v4i1.472

Abstract

It is important to educate about safe, healthy, and quality food and snacks in the school environment, especially for the generation between the ages of 7-12 years who certainly have a tendency to consume junk food, both snacks in the school environment (canteen) and street food that is widespread in the city of Batam. Elementary school-aged children are a group that is very vulnerable to various health problems related to food and snack consumption. During the growth period, children tend to like snacks that are attractive in color, taste, and shape without paying attention to aspects of cleanliness, safety, and nutritional content. The purpose and message to be conveyed in this Community Service activity include that the role of education is not only to provide intellectual education, but can also pay attention to the health of school students, including the food they consume. Through this activity, teachers and students can share knowledge about food safety, food hygiene, and how to choose and process healthy snacks. This educational activity is expected to be able to shape healthier consumption behavior among elementary school students and encourage the school environment to pay more attention to food safety.
Analisis Swot Usaha Pembuatan Tahu Sebagai Umkm di Desa Libo Jaya Kandis, Siak Sitohang, Chintia; Amalia, Eva; Afriani , Miratia
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1787

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan bagi UMKM Tahu "Wak Tahu Samsul" di Desa Libo Jaya, Siak, yang telah beroperasi selama lebih dari 13 tahun. Tahu merupakan pilar penting dalam kuliner dan ekonomi nasional, didukung oleh tingginya konsumsi protein nabati ini. UMKM ini memiliki kekuatan internal dominan, ditandai dengan kualitas rasa yang konsisten, harga terjangkau, dan loyalitas konsumen.Namun, kelemahan mendasar yang dihadapi adalah ketiadaan legalitas formal usaha (NIB, PIRT, Sertifikasi Halal), yang secara langsung membatasi akses ke pasar ritel modern dan platform e-commerce, serta menyulitkan penanggulangan ancaman fluktuasi harga kedelai. Metode yang digunakan adalah Analisis SWOT, menghasilkan skor IFAS 3.20 (Kuat) dan EFAS 2.85 (Rata-Rata Kuat), menempatkan usaha pada posisi Kuadran I (Agresif/S-O). Posisi ini mengindikasikan bahwa UMKM harus menerapkan strategi ekspansif dengan memanfaatkan sepenuhnya kekuatan internal untuk merebut peluang pasar yang besar (seperti tren hidup sehat).Rekomendasi utama adalah agar pemerintah daerah segera memberikan dukungan untuk pengurusan legalitas wajib sebagai langkah pertama dan fondasi utama sebelum dilakukannya inovasi produk dan perluasan jangkauan pemasaran secara digital.
Optimalisasi Potensi Lokal Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Berbahan Daun Pandan dan Jeruk Nipis: Optimizing Local Potential through Training in the Production of Dishwashing Liquid Made from Pandan Leaves and Lime Maryana, Maryana; Irfan, Irfan; Arini, Arini; Musthaufi, Mohd; Amalia, Eva
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v6i1.4118

Abstract

Abstrak Gampong Meunasah Dayah Meunara terletak di Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara,  memiliki potensi lokal yang melimpah yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan kemandirian desa, seperti pandan dan jeruk nipis. Pandan mengandung antibakteri alami, sementara jeruk nipis kaya akan asam sitrat yang efektif menghilangkan lemak dan kotoran. Kombinasi keduanya menghasilkan sabun cuci piring yang tidak hanya membersihkan, tetapi juga memberikan aroma segar alami. Permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat belum maksimal dan kurangnya inovasi dalam pengembangan produk-produk berbasis potensi lokal serta kurangnya keterampilan dan pengetahuan dalam mengelola sumber daya yang ada. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan upaya untuk mengoptimalkan potensi lokal melalui pemberdayaan masyarakat untuk menggunakan pandan dan jeruk nipis. Salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat adalah pembuatan sabun cuci piring ramah lingkungan dari ekstrak jeruk nipis dan daun pandan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat untuk menghasilkan produk-produk ramah lingkungan yang bernilai ekonomis. Kata kunci: potensi lokal, sabun cuci piring, pandan, jeruk nipis Abstract Gampong Meunasah Dayah Meunara is located in Kuta Makmur District, North Aceh Regency, has abundant local potential that can be utilized to improve community welfare and realize village independence, such as pandan and lime. Pandan contains natural antibacterial, while lime is rich in citric acid which is effective in removing grease and dirt. The combination of the two produces a dishwashing soap that not only cleans, but also provides a natural fresh scent. The main problems faced by the community are the lack of optimal use and lack of innovation in developing products based on local potential, as well as the lack of skills and knowledge in managing existing resources. Based on these problems, efforts are needed to optimize local potential through community empowerment to use pandan and lime. One of the community empowerment activities is making environmentally friendly dishwashing soap from lime extract and pandan.. This service aims to improve the quality of life of the community to produce environmentally friendly products that have economic value.  Keywords: local potential, dishwashing soap, pandan, lime
IMPLEMENTASI PROGRAM MAKANAN BERGIZI GRATIS (MBG) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN GIZI DAN PERILAKU MAKAN SEHAT SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 011 SEKUPANG BATAM amalia, eva; Afriani, Miratia; Arif Gunawan, Agung
Jurnal Tiyasadarma Vol. 3 No. 2 (2026): Januari 2026 | Jurnal Tiyasadarma
Publisher : LPPM ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/jta.v3i2.808

Abstract

Optimal nutrition plays an essential role in supporting the growth and learning process of elementary school students. The Free Nutritious Meal Program (MBG) is a strategic government initiative that requires support through nutrition education and the development of healthy eating habits at school. This community service program aimed to improve students’ nutritional knowledge and promote healthy eating behavior among students at SD Negeri 011 Sekupang through nutrition education integrated with the implementation of MBG. The methods included coordination with the school, interactive nutrition education sessions, meal-time assistance, and observation of menus and students’ eating behavior. The results showed an improvement in students’ understanding of the importance of balanced nutrition and increased awareness of healthy eating practices. In addition, the program strengthened the role of teachers and schools in supporting the sustainability of school-based nutrition programs. Integrated nutrition education within the MBG program contributes positively to the formation of healthy eating habits among elementary school students.
LEGAL CONSTRUCTION OF NAMING AND CHARACTERISTICS OF SIMBEK AND TAMBAN SALAI FISH AS INTANGIBLE CULTURAL HERITAGE IN THE RIAU ISLANDS FROM A SOCIAL, ECONOMIC, AND CULTURAL PERSPECTIVE Amalia, Eva; Arieta, Siti
JURNAL MANAJEMEN KULINER Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : PUSLITABMAS - BATAM TOURISM POLYTECNIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59193/jmn.v5i1.487

Abstract

ABSTRACT This study analyzes the juridical construction of naming and characteristics of Salai Simbek and Tamban Salai as Intangible Cultural Heritage in the Kepulauan Riau Province, particularly in Natuna and Lingga Regencies. These traditional smoked fish products embody not only culinary heritage but also the collective identity of maritime communities. The research aims to examine the legal framework governing their protection and to formulate an appropriate legal protection model integrating cultural and economic dimensions. This research employs a normative juridical method with descriptive-analytical specifications and a qualitative approach. The study is based on statutory analysis, literature review, and secondary legal materials related to cultural advancement and intellectual property law. The findings reveal that registration under the Intangible Cultural Heritage (WBTb) regime provides cultural legitimacy; however, it does not fully ensure economic protection against unauthorized commercialization. The study concludes that a multi-layered protection model is necessary, combining WBTb recognition with geographical indications and/or collective trademarks. Comprehensive legal protection is essential to ensure legal certainty, communal justice, and sustainable economic development while preserving socio-cultural values within local communities. Keywords: Salai Simbek, Tamban Salai, Intangible Cultural Heritage, Normative Juridical ,Social Cultural and Economic Abstrak Penelitian ini menganalisis konstruksi yuridis penamaan dan karakteristik Salai Simbek dan Tamban Salai sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya di Kabupaten Natuna dan Kabupaten Lingga. Kedua produk ikan asap tradisional tersebut tidak hanya merepresentasikan kekayaan kuliner daerah, tetapi juga identitas kolektif masyarakat pesisir berbasis maritim. Penelitian ini bertujuan mengkaji kerangka hukum perlindungan terhadap penamaan dan karakteristiknya serta merumuskan model perlindungan hukum yang tepat secara kultural dan ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif analitis dan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan melalui analisis peraturan perundang-undangan, kajian literatur, serta bahan hukum sekunder yang berkaitan dengan pemajuan kebudayaan dan hukum kekayaan intelektual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan sebagai WBTb memberikan legitimasi kultural, namun belum sepenuhnya menjamin perlindungan ekonomi terhadap potensi komersialisasi oleh pihak luar. Kesimpulannya, diperlukan model perlindungan berlapis yang mengintegrasikan pengakuan WBTb dengan instrumen indikasi geografis dan/atau merek kolektif guna menjamin kepastian hukum, keadilan komunal, serta keberlanjutan ekonomi tanpa menghilangkan nilai sosial dan budaya masyarakat setempat. Kata Kunci: Salai Simbek, Tamban Salai, Warisan Budaya Takbenda, Yuridis Normatif, Sosial Budaya