Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Implementasi Event Based Tourism (EBT) Melalui Pergelaran Genta Nusantara IV Gunungkidul 2025 Berbasis Community-Culture Base Tourism (C-CBT) di Kabupaten Gunungkidul, DIY I Nengah Rata Artana; Ni Kadek Widyastuti
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 8 (2025): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v8i.5240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Event Based Tourism (EBT) melalui Pergela ran Genta Nusantara IV Tahun 2025 di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang mengusung pendekatan Community-Culture Based Tourism (C-CBT). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Pergelaran Genta Nusantara IV secara efektif mengintegrasikan aspek kebudayaan lokal dan partisipasi komunitas sebagai fondasi atau kekuatan pengembangan pariwisata berbasis event, selain keindahan alam Kabupaten Gunungkidul. Keterlibatan aktif masyarakat di Gunungkidul dengan dibuktikan dari partisipasi 13 sanggar tari yang berasal dari Gunungkidul ikut dalam Pergelaran Nusantara ke-4 pada tahun 2025, selain itu ada juga peserta yang berasal dari Bali, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Pemerintah dan masyarakat setempat mampu memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat identitas budaya sekaligus menghasilkan dampak ekonomi yang positif, terutama yang berkaitan dengan promosi wisata Gunungkidul berbasis event, commuity-culture (EBT and C-CBT).Partisipasi komunitas seni yang terdiri dari pelajar, kaum wanita dan para pekerja seni budaya yang terhimpun melalui sanggar seni di Kabupaten Gunungkidul telah mampu memberikan kontribusi pada daya dukung bagi pengembangan strategi pengembangan wisata di Gunungkidul, disamping sebagai pelestarian seni budaya. Event Genta Nusantara ke- 4 pada 2025 ini sangat mungkin dikembangkan untuk sebuah sinergisitas dalam pelestarian seni budaya yang juga berdampak bagi pembangunan pariwisata di Kabupaten Gunungkidul.
STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA ALAM PANTAI KRAKAL GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA I Nengah Rata Artana; Gusti Ngurah Joko Adinegara; Gusti Bagus Rai Utama; Cristimulia Purnama Trimurti
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 2 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/zkbgjp30

Abstract

Latar belakang penelitian ini karena adanya potensi destinasi wisata Pantai Krakal yang sangat mungkin untuk dikembangkan. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan strategi pengembangan destinasi wisata Pantai Krakal yang terletak di Desa Ngestiharjo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah oberservasi, wawancara, pengamatan berperan serta, penyebaran angket atau kuesioner, studi pustaka, melakukan literasi pustaka terkait dengan ruang lingkup penelitian. Jenis penelitian adalah kualitatif dan kuantitatif dengan metode campuran (mix methode). Teknik analisis dan pengolahan data mengacu pada pendekatan konsep 4A (Atrakasi, Aksesibiltas, Amenitas, Ansilari), analisis SWOT (Strongness, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan Teori Butler sebagai grand theory yang menjelaskan tentang Tourism Area Life Cyle (TALC) terkait tahapan pengembangan pariwisata yang terdiri dari eksplorasi, involusi, pengembangan, konsolidasi, stagnan, kemunduran atau kemajuan. Berdasarkan hasil analisis SWOT menunjukan bahwa destinasi wisata Pantai Krakal berada di posisi kuadran 5 dengan posisi IFAS pada angka 2,36, EFAS di posisi 2,59 serta secara deskriptif ada di posisi pertumbuhan dengan kondisi stabil, namun masih perlu ditingkatkan. Kesimpulannya adalah berbagai strategi pengembangan masih perlu dilakukan mengacu pada aspek SO, WO, ST, WT serta pemenuhan aspek 4A, sehingga dapat mengangkat potensi destinasi wisata Pantai Krakal, budaya dan mencetak SDM yang profesional untuk mencapai pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism).
PENGOLAHAN TEH KOMBUCHA MENJADI MINUMAN FUNGSIONAL BERKHASIAT MELALUI PROSES INFUSE Virgota, I Made Adam; Wijaya, I Made Dicky Galliano; Purnamayasa, I Made; Artana, I Nengah Rata; Tiaga, I Made Agus
JAKADIKSI: JURNAL VOKASI Vol. 5 No. 1 (2026): JAKADIKSI: JURNAL VOKASI
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teh kombucha merupakan minuman hasil fermentasi yang memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti antioksidan dan probiotik. Dalam industri perhotelan, permintaan terhadap minuman fungsional semakin meningkat, terutama sejalan dengan berkembangnya konsep wellness tourism. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi minuman berbasis teh kombucha dengan proses infuse serta menganalisis tingkat penerimaan masyarakat terhadap produk tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner pada kegiatan launching event di Denpasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk kombucha infuse memiliki karakteristik sensori yang dapat diterima, meliputi rasa yang seimbang, aroma segar, serta tekstur yang stabil selama penyimpanan. Produk memiliki daya simpan hingga 7 hari pada suhu ruang dan hingga 6 bulan pada penyimpanan dingin. Hasil kuesioner menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi, dimana 84% responden menyukai rasa, 82% aroma, 80% tampilan, 86% meyakini manfaat kesehatan, dan 81% berminat untuk mengkonsumsi kembali. Temuan ini menunjukkan bahwa kombucha infuse memiliki potensi sebagai inovasi minuman fungsional pada departemen food and beverage dalam industri perhotelan, serta dapat meningkatkan kualitas layanan dan daya saing usaha hospitality.
Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Pantai Krakal Gunungkidul, Yogyakarta I Nengah Rata Artana; Gusti Ngurah Joko Adinegara; Gusti Bagus Rai Utama; Cristimulia Purnama Trimurti
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 4: Maret 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i4.15575

Abstract

Latar belakang penelitian ini karena adanya potensi destinasi wisata Pantai Krakal yang sangat mungkin untuk dikembangkan. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan strategi pengembangan destinasi wisata Pantai Krakal yang terletak di Desa Ngestiharjo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah oberservasi, wawancara, pengamatan berperan serta, penyebaran angket atau kuesioner, studi pustaka, melakukan literasi pustaka terkait dengan ruang lingkup penelitian. Jenis penelitian adalah kualitatif dan kuantitatif dengan metode campuran (mix methode). Teknik analisis dan pengolahan data mengacu pada pendekatan konsep 4A (Atrakasi, Aksesibiltas, Amenitas, Ansilari), analisis SWOT (Strongness, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan Teori Butler sebagai grand theory yang menjelaskan tentang Tourism Area Life Cyle (TALC) terkait tahapan pengembangan pariwisata yang terdiri dari eksplorasi, involusi, pengembangan, konsolidasi, stagnan, kemunduran atau kemajuan. Hasil analisis SWOT menunjukan bahwa destinasi wisata Pantai Krakal berada di posisi kuadran 5 dengan posisi IFAS pada angka 2,36, EFAS di posisi 2,59 serta secara deskriptif ada di posisi pertumbuhan dengan kondisi stabil, namun masih perlu ditingkatkan. Kesimpulannya adalah berbagai strategi pengembangan masih perlu dilakukan mengacu pada aspek SO, WO, ST, WT serta pemenuhan aspek 4A, sehingga dapat mengangkat potensi destinasi wisata Pantai Krakal, budaya dan mencetak SDM yang profesional untuk mencapai pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism).
IMPLEMENTASI KONSEP SAPTA KARYA PARIWISATA; STRATEGI PENGUATAN DESA WISATA BUGISAN, KLATEN, JAWA TENGAH Artana, I Nengah Rata; Adnyana, I Made Dwi; Adinegara, I Gusti Ngurah Joko; Murna, I Made
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v7i.3591

Abstract

Desa Wisata Bugisan di Klaten adalah daerah yang punya destinasi unik karena mengintegrasikan potensi budaya, sejarah, dan keindahan alam, khususnya keindahan Candi Plaosan yang juga dikenal dengan nama Candi Kembar. Disebut candi Kembar karena candi ini adalah jejak sejarah peninggalan Hindu dan Budha. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi pengembangan desa wisata yang berkelanjutan, berbasis partisipasi masyarakat dan kearifan lokal dengan menggunakan pendekatan konsep Sapta Karya Pariwisata Indonesia. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan metode wawancara, observasi berperan serta (participant observation), dan studi literatur untuk mengetahui eksistensi desa wisata Bugisan serta strategi penguatan agar desa wisata Bugisan semakin berkembang dan survive dalam usaha pengeloa desa wisata Bugisan. Peningkatan infrastruktur, pelatihan keterampilan masyarakat, dan kolaborasi penta helix juga dilakukan untuk memastikan manfaat ekonomi merata dan kelestarian sumber daya desa terutama yang berkaitan dengan pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian budaya Candi Plaosan, peran seniman, budayawan serta semua komponen masayarakat lokal berperan aktif dalam memajukan desa wisata Bugisan. Melalui Festival Candi Kembar (FCK) juga diupayakan melakukan promosi desa wisata Bugisan dengan menampilkan berbagai kesenian daerah tradisional setempat, demikian pula penguatan usaha mikro berbasis pariwisata juga diupayakan sesuai dengan potensi desa wisata Bugisan.
Implementasi Event Based Tourism (EBT) Melalui Pergelaran Genta Nusantara IV Gunungkidul 2025 Berbasis Community-Culture Base Tourism (C-CBT) di Kabupaten Gunungkidul, DIY I Nengah Rata Artana; Ni Kadek Widyastuti
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 8 (2025): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v8i.5240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Event Based Tourism (EBT) melalui Pergela ran Genta Nusantara IV Tahun 2025 di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang mengusung pendekatan Community-Culture Based Tourism (C-CBT). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Pergelaran Genta Nusantara IV secara efektif mengintegrasikan aspek kebudayaan lokal dan partisipasi komunitas sebagai fondasi atau kekuatan pengembangan pariwisata berbasis event, selain keindahan alam Kabupaten Gunungkidul. Keterlibatan aktif masyarakat di Gunungkidul dengan dibuktikan dari partisipasi 13 sanggar tari yang berasal dari Gunungkidul ikut dalam Pergelaran Nusantara ke-4 pada tahun 2025, selain itu ada juga peserta yang berasal dari Bali, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Pemerintah dan masyarakat setempat mampu memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat identitas budaya sekaligus menghasilkan dampak ekonomi yang positif, terutama yang berkaitan dengan promosi wisata Gunungkidul berbasis event, commuity-culture (EBT and C-CBT).Partisipasi komunitas seni yang terdiri dari pelajar, kaum wanita dan para pekerja seni budaya yang terhimpun melalui sanggar seni di Kabupaten Gunungkidul telah mampu memberikan kontribusi pada daya dukung bagi pengembangan strategi pengembangan wisata di Gunungkidul, disamping sebagai pelestarian seni budaya. Event Genta Nusantara ke- 4 pada 2025 ini sangat mungkin dikembangkan untuk sebuah sinergisitas dalam pelestarian seni budaya yang juga berdampak bagi pembangunan pariwisata di Kabupaten Gunungkidul.