Pemilihan metode pelaksanaan konstruksi perkerasan kaku merupakan faktor determinan dalam pencapaian efisiensi waktu, biaya, dan mutu pada Proyek Strategis Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efisiensi antara metode otomatisasi Slipform Paver dan metode konvensional Fixed Form pada ruas Jalan Tol Solo–Yogyakarta Paket 1.2. Metodologi penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, analisis produktivitas alat, serta komparasi Harga Satuan Pekerjaan (HSP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Slipform Paver memiliki kecepatan produksi riil 3,21 kali lebih cepat dengan durasi 215 menit per 100 meter lari, dibandingkan metode Fixed Form yang membutuhkan 690 menit. Dari aspek biaya, metode Slipform mereduksi biaya upah hingga 60% dan meminimalisir limbah beton, meskipun memiliki biaya investasi alat yang tinggi. Analisis mutu menunjukkan nilai International Roughness Index (IRI) hasil Slipform (2,5-3,0 m/km) lebih baik daripada Fixed Form (3,5-4,5 m/km). Kesimpulannya, metode Slipform Paver lebih efektif dan efisien untuk pekerjaan jalur utama jalan tol dengan volume masif, sementara Fixed Form tetap relevan untuk area transisi dengan geometri kompleks.