Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

STUDI KOMPARATIF PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN BETON SEMEN (RIGID PAVEMENT) BERDASARKAN MDPJ 2017 DAN AASHTO 1993 (Studi Kasus : Jl. Pantura Ujung Tol Kaligawe-Traffic Light Terboyo STA 3+400 s/d 4+600)) Sasmito Sari; Soehartono; Sri Subekti
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 3 No. 1 (2026): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/7184qr51

Abstract

Ruas jalan Pantura Kaligawe – Terboyo merupakan jalur logistik strategis dengan volume kendaraan berat yang sangat tinggi dan tantangan lingkungan berupa banjir rob serta penurunan muka tanah. Kondisi tersebut memerlukan konstruksi perkerasan kaku (rigid pavement) yang optimal secara struktural dan efisien secara ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tebal perkerasan pelat beton menggunakan dua metode standar, yaitu Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) 2017 yang berbasis mekanistik-empiris dan AASHTO 1993 yang berbasis empiris. Data primer dan sekunder yang mencakup Lintas Harian Rata-rata (LHR), nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah dasar, dan pertumbuhan lalu lintas dianalisis untuk mendapatkan parameter desain. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa metode MDPJ 2017 menghasilkan tebal pelat beton sebesar 31 cm, sedangkan metode AASHTO 1993 menghasilkan ketebalan 35 cm. Selisih ketebalan 4 cm tersebut disebabkan oleh perbedaan filosofi dalam penentuan faktor beban dan parameter reliabilitas. Secara teknis, MDPJ 2017 memberikan desain yang lebih efisien bagi kondisi jalan nasional di Indonesia karena telah mempertimbangkan spektrum beban aktual. Hasil penelitian ini merekomendasikan penggunaan MDPJ 2017 untuk optimasi biaya konstruksi tanpa mengabaikan aspek keamanan struktur pada ruas jalan dengan beban lalu lintas berat.
DESAIN STRUKTUR ATAS GEDUNG RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA (RUSUNAWA) 5 LANTAI JALAN NEGARA NO. 9 SEPAKU – KALIMANTAN TIMUR Verdian Setiawan; Ummi Chasanah; Soehartono
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 3 No. 1 (2026): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/j8y67g87

Abstract

Pertumbuhan infrastruktur di Sepaku, Kalimantan Timur, memicu kebutuhan fasilitas hunian vertikal yang aman terhadap beban lateral. Penelitian ini bertujuan mendesain struktur atas gedung Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) 5 lantai di Jalan Negara No. 9, Sepaku, menggunakan konfigurasi beton bertulang. Metode perancangan mengacu pada regulasi terbaru, yaitu SNI 1727:2020 untuk pembebanan, SNI 1726:2019 untuk analisis beban gempa, dan SNI 2847:2019 untuk persyaratan beton struktural. Analisis struktur tiga dimensi dilakukan menggunakan perangkat lunak SAP2000 v.14. Evaluasi difokuskan pada elemen struktural utama, meliputi komponen Tie Beam (TB.1) dimensi 30×50 cm , Tie Beam (TB.2) 25×40 cm,  Balok (B1) dimensi 30×50 cm, Balok (B2) 25×40 cm dan Kolom (K1) dimensi 50×50 cm, Kolom (K2) 35×35 cm. Hasil analisis menunjukkan bahwa dimensi penampang komponen struktur tersebut mampu menahan kombinasi beban gravitasi dan lateral secara aman. Kebutuhan luasan tulangan lentur dan geser yang dihasilkan telah memenuhi batas minimum dan maksimum sesuai kriteria Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil tugas akhir ini diharapkan dapat menjadi referensi teknis perancangan gedung bertingkat yang andal dan akuntabel di kawasan Sepaku.
ANALISIS EFISIENSI METODE PENGECORAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) ANTARA SLIPFORM PAVER DAN FIXED FORM Raiza Adella Fajar Pratama; Soehartono; Sri Subekti
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 3 No. 1 (2026): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/36rs4p05

Abstract

Pemilihan metode pelaksanaan konstruksi perkerasan kaku merupakan faktor determinan dalam pencapaian efisiensi waktu, biaya, dan mutu pada Proyek Strategis Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efisiensi antara metode otomatisasi Slipform Paver dan metode konvensional Fixed Form pada ruas Jalan Tol Solo–Yogyakarta Paket 1.2. Metodologi penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, analisis produktivitas alat, serta komparasi Harga Satuan Pekerjaan (HSP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Slipform Paver memiliki kecepatan produksi riil 3,21 kali lebih cepat dengan durasi 215 menit per 100 meter lari, dibandingkan metode Fixed Form yang membutuhkan 690 menit. Dari aspek biaya, metode Slipform mereduksi biaya upah hingga 60% dan meminimalisir limbah beton, meskipun memiliki biaya investasi alat yang tinggi. Analisis mutu menunjukkan nilai International Roughness Index (IRI) hasil Slipform (2,5-3,0 m/km) lebih baik daripada Fixed Form (3,5-4,5 m/km). Kesimpulannya, metode Slipform Paver lebih efektif dan efisien untuk pekerjaan jalur utama jalan tol dengan volume masif, sementara Fixed Form tetap relevan untuk area transisi dengan geometri kompleks.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR ATAS GEDUNG 4 LANTAI BANGUNAN PENGHUBUNG FH UNNES BERDASARKAN SNI 2847-2019 Achmad Nur Rochman; Soehartono; Baswindro
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 3 No. 1 (2026): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/r8x9fg76

Abstract

Gedung Penghubung Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes) merupakan struktur gedung empat lantai yang memerlukan tinjauan efisiensi terhadap kekuatan struktural. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan ulang struktur atas gedung tersebut dengan mengacu pada standar terbaru, yaitu SNI 2847:2019 tentang Persyaratan Beton Struktural. Metodologi yang digunakan adalah pemodelan tiga dimensi menggunakan aplikasi SAP2000 v.14 untuk mengevaluasi kinerja elemen struktural berupa kolom, balok, dan tie beam. Hasil analisis menunjukkan adanya potensi optimalisasi dimensi dan penulangan yang signifikan dibandingkan dengan desain eksisting. Hasil perencanaan ulang berhasil mereduksi dimensi kolom utama dari 50 x 80 cm (24 D 22) menjadi 50 x 70 cm (22 D 22), balok dari 40 x 85 cm (21 D 19) menjadi 30 x 60 cm (15 D 19), serta tie beam dari 30 x 50 cm (12 D 19) menjadi 25 x 50 cm (12 D 19). Penurunan dimensi dan jumlah tulangan ini membuktikan bahwa struktur tetap aman dalam memikul beban desain sesuai regulasi yang berlaku dengan tingkat efisiensi material yang lebih tinggi.
STUDI KOMPARASI PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR (FLEXIBLE PAVEMENT) MENGGUNAKAN METODE MDPJ 2017 DAN AASHTO 1993 (Studi Kasus : Jalan Bebas Hambatan Seksi 6B Auter Ringroad SP. 3 ITCI STA 2+400 s.d 4+400 Kabupaten Penajam Paser Utara) Alfuadi Noor; Hidayatullah; Soehartono; Baswindro
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 3 No. 1 (2026): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/pr0dgj79

Abstract

Perencanaan struktur perkerasan jalan bebas hambatan kawasan Ibu Kota Nusantara guna mengakomodasi beban lalu lintas modern. Penelitian bertujuan mengomparasikan tebal struktural perkerasan lentur metode Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) 2017 dan American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO) 1993 pada proyek jalan bebas hambatan seksi 6B outer ringroad SP. 3 ITCI, Kabupaten Penajam Paser Utara. MDPJ 2017 berbasis pada pendekatan empiris-mekanistik lokal Indonesia, sedangkan AASHTO 1993 mengandalkan parameter indeks pelayanan dan angka struktural (Structural Number) berdasarkan uji coba empiris AASHTO. Metode MDPJ 2017 menghasilkan total ketebalan struktur sebesar 48 cm, dengan rincian: asphalt concrete - wearing course (AC-WC) 4 cm, asphalt concrete - binder course (AC-BC) 6 cm, asphalt concrete - base (AC-Base) 8 cm, cement treated base (CTB) 15 cm, dan lapis pondasi agregat (LPA) kelas A 15 cm. Sedangkan metode AASHTO 1993 menghasilkan ketebalan 86 cm, terdiri dari lapis aspal beton (Laston MS 800) 16 cm, batu pecah kelas A 20 cm, dan sirtu kelas A 50 cm. Komparasi ini membuktikan MDPJ 2017 mampu mereduksi ketebalan total perkerasan hingga 44,18% dibandingkan AASHTO 1993. Hal ini dikarenakan penggunaan lapisan semi-rigid (CTB) pada MDPJ 2017 yang memiliki modulus kekakuan tinggi, sehingga efektif meminimalisir kebutuhan ketebalan material granular di bawahnya serta mereduksi volume galian tanah dasar.