Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

DETERMINATION OF ORGANIZATIONAL CLIMATE ON ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR WITH TRUST MEDIATION IN THE HOTEL BUSINESS IN SERANG CITY, BANTEN Ika Pratiwi; Nancy Yusnita; Hamzah
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 1 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i1.2531

Abstract

Employees are an important part of the sustainability of the hotel business. However, in Serang City, which is one of the provinces with quite diverse tourist destinations, it is not supported by quality human resources so that businesses in this field are less developed. The purpose of this study is to determine the effect of climate organization on OCB; determine the effect of servant leadership on OCB; determine the effect of trust on OCB; determine the effect of climate organization on trust; determine the effect of servant leadership on trust; determine the effect of servant leadership on trust; determine the effect of climate organization and on OCB through trust; and determine the effect of servant leadership and on OCB through trust. This study uses a quantitative approach. The data used are primary and secondary data, primary data obtained from the results of questionnaires and interviews while secondary data obtained from scientific notes, journals and reports. Data analysis using SEM-PLS. SEM-PLS results show that climate organization, servant leadership and trust have an effect on OCB. Other results are also explained in this study and the limitations of the research will be explained thoroughly.
OPTIMALISASI PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN & PERKOTAAN (PBB-P2) DI WILAYAH KECAMATAN BANYUPUTIH KABUPATEN BATANG Dwi Irianto, Retno; Ika Pratiwi; Anggraeni, Dian
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 10 No 1 (2025): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55686/ristek.v10i1.210

Abstract

Pajak merupakan sumber pendapatan utama bagi pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), yang pengelolaannya diserahkan kepada pemerintah daerah melalui UU No. 28 Tahun 2009, menjadi salah satu komponen penting pendapatan daerah. Kecamatan Banyuputih, yang terdiri dari 11 desa dengan penduduk 38.756 jiwa, pada tahun 2024 berkontribusi sebesar 92,72% atau Rp 881.506.046 terhadap penerimaan PBB-P2, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini perlu ditindaklanjuti secara tepat oleh pemerintah daerah, kecamatan, dan desa.Penelitian kualitatif melalui data primer dan sekunder, observasi, serta wawancara dengan pemangku kepentingan mengidentifikasi beberapa faktor penyebab meningkatnya penerimaan PBB-P2, yaitu: (1) persepsi masyarakat terhadap PBB-P2, (2) meningkatnya kepercayaan publik, (3) kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) terutama di Kawasan Industri Terpadu Batang, dan (4) penerapan sistem e-PBB. Optimalisasi penerimaan PBB-P2 dapat terus didorong melalui kebijakan seperti menjaga kepercayaan publik, memperkuat penerapan e-PBB, mendorong perubahan perilaku wajib pajak, serta meningkatkan keteladanan aparatur desa agar sektor pajak tetap menjadi penopang pendapatan asli daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah.
OPTIMALISASI PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN & PERKOTAAN (PBB-P2) DI WILAYAH KECAMATAN BANYUPUTIH KABUPATEN BATANG Dwi Irianto, Retno; Ika Pratiwi; Anggraeni, Dian
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 10 No 1 (2025): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55686/ristek.v10i1.210

Abstract

Pajak merupakan sumber pendapatan utama bagi pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), yang pengelolaannya diserahkan kepada pemerintah daerah melalui UU No. 28 Tahun 2009, menjadi salah satu komponen penting pendapatan daerah. Kecamatan Banyuputih, yang terdiri dari 11 desa dengan penduduk 38.756 jiwa, pada tahun 2024 berkontribusi sebesar 92,72% atau Rp 881.506.046 terhadap penerimaan PBB-P2, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini perlu ditindaklanjuti secara tepat oleh pemerintah daerah, kecamatan, dan desa.Penelitian kualitatif melalui data primer dan sekunder, observasi, serta wawancara dengan pemangku kepentingan mengidentifikasi beberapa faktor penyebab meningkatnya penerimaan PBB-P2, yaitu: (1) persepsi masyarakat terhadap PBB-P2, (2) meningkatnya kepercayaan publik, (3) kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) terutama di Kawasan Industri Terpadu Batang, dan (4) penerapan sistem e-PBB. Optimalisasi penerimaan PBB-P2 dapat terus didorong melalui kebijakan seperti menjaga kepercayaan publik, memperkuat penerapan e-PBB, mendorong perubahan perilaku wajib pajak, serta meningkatkan keteladanan aparatur desa agar sektor pajak tetap menjadi penopang pendapatan asli daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah.