Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

OPTIMALISASI PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN & PERKOTAAN (PBB-P2) DI WILAYAH KECAMATAN BANYUPUTIH KABUPATEN BATANG Dwi Irianto, Retno; Ika Pratiwi; Anggraeni, Dian
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 10 No 1 (2025): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55686/ristek.v10i1.210

Abstract

Pajak merupakan sumber pendapatan utama bagi pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), yang pengelolaannya diserahkan kepada pemerintah daerah melalui UU No. 28 Tahun 2009, menjadi salah satu komponen penting pendapatan daerah. Kecamatan Banyuputih, yang terdiri dari 11 desa dengan penduduk 38.756 jiwa, pada tahun 2024 berkontribusi sebesar 92,72% atau Rp 881.506.046 terhadap penerimaan PBB-P2, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini perlu ditindaklanjuti secara tepat oleh pemerintah daerah, kecamatan, dan desa.Penelitian kualitatif melalui data primer dan sekunder, observasi, serta wawancara dengan pemangku kepentingan mengidentifikasi beberapa faktor penyebab meningkatnya penerimaan PBB-P2, yaitu: (1) persepsi masyarakat terhadap PBB-P2, (2) meningkatnya kepercayaan publik, (3) kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) terutama di Kawasan Industri Terpadu Batang, dan (4) penerapan sistem e-PBB. Optimalisasi penerimaan PBB-P2 dapat terus didorong melalui kebijakan seperti menjaga kepercayaan publik, memperkuat penerapan e-PBB, mendorong perubahan perilaku wajib pajak, serta meningkatkan keteladanan aparatur desa agar sektor pajak tetap menjadi penopang pendapatan asli daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah.
MANAJEMEN STRATEGIS TRANSFORMASI DIGITAL: STUDI KASUS KEBERLANJUTAN EKOSISTEM PEMBELAJARAN DI SDN CIPETE 1 CURUG Asmawi; Renita; Ryan Pratiwa Putra; Rendi Kurniawan; Atikah; Ika Pratiwi; Mutoharoh
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46495

Abstract

  Digital transformation in elementary schools often faces significant sustainability challenges, as technology adoption tends to be spur-of-the-moment and not deeply integrated into the organizational culture. This study aims to analyze digital transformation management strategies in an effort to create a sustainable learning ecosystem at SDN Cipete 1 Curug, Serang City. A qualitative approach using a case study method was used to obtain an in-depth understanding of the interaction between management policies, educator behavior, and infrastructure conditions on the ground. Data collection was conducted through triangulation, combining in-depth interviews with key informants including the principal, teachers, and school operators, as well as direct observation and documentation studies of school work plans and teaching modules. The results show that despite the school leadership's strong strategic vision, the transformation process is still hampered by the lack of formal Standard Operating Procedures (SOPs) and a significant disparity in digital competency among teachers. Furthermore, technical constraints such as slow device performance and internet network stability pose real challenges that hinder the effective integration of technology into teaching and learning activities. The study's conclusion emphasizes that the sustainability of the digital ecosystem requires synchronization between formalizing internal regulations, strengthening human resource capacity through a collaborative peer-mentoring culture, and more measurable infrastructure maintenance management. The results of this study are expected to contribute to education managers in managing digital transformation more strategically and meaningfully.
LANDASAN PENDIDIKAN HOLISTIK DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI MANUSIA DI ERA KOMPLEKSITAS GLOBAL Ismail Yusri; Darmahati Lase; Desi Yanti; Suhartono; Mauli Aprilianda; Ika Pratiwi
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan holistik merupakan pendekatan yang memandang manusia sebagai kesatuan utuh yang mencakup aspek intelektual, emosional, sosial, moral, fisik, dan spiritual. Dalam era kompleksitas global yang ditandai oleh perubahan teknologi cepat, pergeseran sosial, dan tantangan kemanusiaan yang makin berlapis, pendidikan tidak lagi cukup hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan akademik. Artikel ini membahas landasan pendidikan holistik sebagai dasar dalam mengembangkan potensi manusia agar mampu beradaptasi, berpikir kritis, berempati, serta memiliki karakter dan tanggung jawab sosial. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pendidikan holistik relevan sebagai respons terhadap tantangan global karena menumbuhkan kreativitas, kolaborasi, dan ketangguhan individu dalam menghadapi perubahan. Dengan demikian, pendidikan holistik menjadi fondasi penting untuk membentuk manusia yang seimbang, berdaya saing, dan berkeadaban. Pendidikan holistik juga menekankan pengembangan siswa sebagai manusia seutuhnya dengan dimensi intelektual, sosial-emosional, moral, kreatif, fisik, dan spiritual yang terintegrasi. Era kompleksitas global menuntut sudut pandang pendidikan yang lebih adaptif dan komprehensif. Artikel ini menelaah landasan pendidikan holistik sebagai pendekatan untuk mengembangkan potensi manusia secara utuh, yang mencakup dimensi intelektual, emosional, sosial, spiritual, dan fisik. Melalui tinjauan pustaka ditemukan bahwa pendidikan holistik tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan abad ke-21. Pendekatan ini terbukti relevan dalam mempersiapkan manusia untuk menghadapi ketidakpastian dan tantangan masa depan yang progresif.
PERAN KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN DAN PERILAKU ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI ERA TRANSFORMASI DIGITAL: TINJAUAN SISTEMATIS LITERATUR Abdul Rozak; Nasarius Fidin; M. Taufiq; Martina You; Ayu Saputri; Ika Pratiwi
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era transformasi digital telah merevolusi sistem pendidikan global, menuntut adaptasi cepat terhadap teknologi seperti AI, pembelajaran daring, dan big data analytics. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam peran kepemimpinan pendidikan khususnya model transformasional dan dinamika perilaku organisasi dalam meningkatkan mutu pendidikan di tengah disrupsi digital. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA 2020, kami mengkaji 58 artikel ilmiah berkualitas tinggi dari database Scopus (Q1-Q2, 28 artikel), Web of Science (15 artikel), Google Scholar (10 artikel), dan jurnal nasional terakreditasi Sinta 1-2 (5 artikel) yang diterbitkan periode 2014-2024. Hasil meta-analisis menunjukkan kepemimpinan transformasional memiliki effect size sedang hingga besar (Hedges' g = 0.72, 95% CI [0.61-0.83], p < 0.001) terhadap motivasi intrinsik guru dan adopsi teknologi pembelajaran, sementara perilaku organisasi positif terutama komunikasi efektif (r = 0.59) dan budaya kolaboratif (r = 0.67) berkontribusi 68% terhadap variasi kinerja sekolah secara keseluruhan (Robbins & Judge, 2021; Leithwood et al., 2020). Integrasi kedua elemen ini menghasilkan lingkungan pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan, dengan implikasi signifikan bagi konteks Indonesia di mana hanya 42% kepala sekolah memiliki kompetensi digital (Kemendikbudristek, 2023). Temuan ini menegaskan perlunya strategi kepemimpinan adaptif berbasis data dan penguatan budaya organisasi digital untuk mengatasi kesenjangan mutu pendidikan. Penelitian lanjutan dengan desain empiris longitudinal direkomendasikan untuk validasi konteks lokal.
REKONSTRUKSI LANDASAN PENDIDIKAN DI ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE: ANTARA HUMANISME DAN OTOMASI PEMBELAJARAN Ika Pratiwi
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan merekonstruksi landasan pendidikan pada era Artificial Intelligence (AI) dengan menempatkan humanisme dan otomasi pembelajaran sebagai dua kutub yang perlu didamaikan secara filosofis, pedagogis, dan etis. Penelitian menggunakan metode studi literatur sistematis terbatas terhadap artikel ilmiah yang membahas AI in Education, pembelajaran adaptif, etika algoritmik, integritas akademik, dan peran guru. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI berpotensi memperluas personalisasi belajar, mempercepat umpan balik, serta membantu pengambilan keputusan berbasis data. Namun, otomasi pembelajaran juga menghadirkan risiko reduksi makna pendidikan menjadi sekadar efisiensi, ketergantungan teknologi, bias algoritmik, komodifikasi data peserta didik, dan melemahnya relasi dialogis guru-siswa. Artikel ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi landasan pendidikan perlu diarahkan pada model humanisme kritis-digital: AI diposisikan sebagai instrumen pendukung, sedangkan tujuan pendidikan tetap berpusat pada martabat manusia, pembentukan karakter, kebebasan berpikir, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Implikasinya, institusi pendidikan perlu membangun tata kelola AI yang transparan, literasi AI bagi guru dan siswa, desain asesmen autentik, serta kebijakan perlindungan data.