Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analysis of Adolescent Health Service Implementation at Binuang Community Health Center, Serang Regency in 2024 Susilawati, Susilawati; Fajar Saputra
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal EduHealt, Edition April - June , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization (WHO) which includes the adolescent group are those aged 10-19 years and demographically the adolescent group is divided into the 10-14 age group and the 15-19 age group. At first glance, adolescence is a relatively healthy period although free from danger because mortality at this time is relatively low but in the current era various adolescent behaviors can affect the quality of health and survival. The problem that arises is the still low achievement of Minimum Service Standards in Serang Regency and Binuang Health Center. So the implementation of the quality of service to adolescents is ideally carried out by Assessment using the National PKPR Standard which has not been optimally carried out with the SN PKPR Performance Tool, this will provide an overview of the level of Health Facilities in this case the Health Center measuring its ability in implementing Youth Care Health Services, especially at the Binuang Health Center. To find out in depth the Analysis of the Management of Adolescent Services at the Binuang Health Center, Serang Regency in 2024.: This study is a Qualitative study where data collection is obtained through interviews and direct observation, reporting documentation where 6 informants from the Binuang Health Center and 1 person from the Health Office. The results of the study on the assessment of the SNPKPR of the Binuang Health Center were 44%, where the HR standard was achieved by 42%, the assessment of Health facilities was 73%, Network cooperation had not been carried out and Health management was 37%, some of which required direct support, especially in strengthening networks or related stakeholders and advocacy involving the role of adolescents who needed to be strengthened further.
Klasterisasi Berdasarkan Data Penduduk Miskin di Asia dan Wilayah Indonesia Menggunakan Metode K-Means Muhamad Sabil Bilqisthi; Sa’adah Rahma Ilahi; Arjun Afrianto; Fajar Saputra; Rifkillah Muliya Al-Faris; Yeskarwani Gulo
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i6.10581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan negara-negara di Asia dan Indonesia berdasarkan data jumlah penduduk miskin dengan menggunakan metode K-Means Clustering. Data yang digunakan meliputi jumlah penduduk, jumlah penduduk miskin, serta indikator tambahan seperti PDB per kapita dan rasio kemiskinan. Metode Principal Component Analysis (PCA) diterapkan untuk memvisualisasikan hasil pengelompokan dalam ruang dua dimensi. Hasilnya menunjukkan pola pengelompokan negara atau wilayah yang serupa dalam hal kemiskinan, yang dapat digunakan untuk menetapkan prioritas kebijakan penanggulangan kemiskinan di kawasan Asia. Pengelompokan dilakukan dengan menggunakan algoritma K-Means, sedangkan PCA menggunakan visualisasi, menggambarkan distribusi klaster dalam ruang dua dimensi. Tiga klaster utama mewakili wilayah dengan karakteristik sosial ekonomi yang beragam dan spesifik. Klaster pertama ditandai oleh wilayah dengan populasi yang tinggi tetapi tingkat kemiskinan yang rendah dan akses pendidikan yang memadai. Klaster kedua menggambarkan wilayah dengan persentase penduduk miskin yang signifikan. Sementara itu, klaster ketiga menunjukkan akses pendidikan yang terbatas, serta jumlah sekolah dan guru yang relatif sedikit. Visualisasi klaster ini menyoroti perbedaan antarwilayah dan berfungsi sebagai dasar untuk pembuatan kebijakan yang lebih baik di bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan.
PROBLEMATIKA PARTISIPASI PEMILIH PENYANDANG DISABILITAS DALAM PEMILIHAN SERENTAK LANJUTAN 2020 Viera Mayasari Sri Rengganis; Hadi Ismail Sidiki; Fajar Saputra; Winengku Damarjati
Bahasa Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Electoral Governance: Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia
Publisher : Komisi Pemilihan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46874/tkp.v3i1.355

Abstract

Sebuah aspek penting yang tidak cukup memperoleh perhatian para pengamat dan peneliti dalam Pemilihan Serentak Lanjutan 2020 adalah partisipasi pemilih penyandang disabilitas. Masih diperlukan upaya akademik yang sungguhsungguh untuk menjawab pertanyaan: problematika apa saja yang muncul dalam partisipasi pemilih penyandang disabilitas di Indonesia? Tulisan ini menjawab pertanyaan tersebut dengan mengambil lokasi penelitian di empat kabupaten, yaitu Sleman, Bantul, Bulungan, dan Kutai Kartanegara. Penelitian ini membahas strategi dan kebijakan yang telah dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di masing-masing kabupaten, serta problematika yang ditemui berkaitan dengan partisipasi pemilih penyandang disabilitas. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif berupa studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan Ketua dan Anggota KPU di masing-masing lokasi penelitian dan perwakilan organisasi penyandang disabilitas. Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, regulasi, dan keputusan internal KPU. Kesimpulan yang diperoleh yaitu terdapat upaya pemenuhan hak politik bagi penyandang disabilitas pada 4 (empat) lokasi penelitian, dimulai dari pendataan sampai dengan penyediaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang mudah diakses. Selain itu, penyandang disabilitas telah berpartisipasi secara aktif dengan memilih pemimpin secara langsung. Namun masih terdapat permasalahan yang dapat diklasifikasikan kedalam empat hal yaitu (1) sosialisasi politik; (2) demand and support; (3) data penyandang disabilitas; dan (4) aksesibilitas.
Penguatan Literasi Kesehatan Mental Masyarakat Melalui Screening dan Asesmen Psikologis pada Program KKN di Biro Psikologi Siti Nuriya Hikma; Fajar Saputra; Hanna Aqeela Humayra; Satria Maulana; Ayu Laksita Utami; Nurwahyuni Nasir
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 1 (2026): Maret 2026 : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i1.309

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam mendukung kesejahteraan individu dan masyarakat, namun kesadaran serta akses terhadap layanan psikologi masih tergolong terbatas. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dilaksanakan di Biro Psikologi Gantari Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental masyarakat serta mendukung layanan psikologi melalui rangkaian kegiatan grand opening, screening kesehatan mental, dan asesmen psikologis. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan sosialisasi layanan psikologi, screening Kesehatan mental menggunakan instrument Mental Health Check-up (MHCU), serta pelaksanaan asesmen psikologis pada berbagai kelompok sasaran, termasuk anak, remaja, dan individu dewasa, di bawah supervise psikolog. Hasil kegiatan menunjukkan adanya respon positif dan partisipasi masyarakat dalam mengikuti layanan disediakan. Secara keseluruhan kegiatan KKN ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Kesehatan mental, memperkuat peran biro psikologi sebagai pusat layanan psikologis berbasis masyarakat, serta memberikan pengalaman praktik professional bagi mahasiswa.